Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERBEDAAN KETERAMPILAN KADER DALAM PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA BERDASARKAN UMUR,PENDIDIKAN PEKERJAAN, LAMA MEJADI KADER DAN JENIS POSYANDU DI WILAYAH PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM TAHUN 2022 ati sulianty; Mutiara Rachmawati Suseno; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Syajaratuddur Faiqah
coba Vol 11 No 1 (2022): November 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v11i1.450

Abstract

Pendahuluan Posyandu keluarga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menekankan pentingnya pemberdayaan di tingkat keluarga, dengan bantuan teknis dari unsur masyarakat salah satunya adalah kader posyandu. Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Mataram Tahun 2019, jumlah kader posyandu sebanyak 1.765 orang kader yang tersebar dalam 353 posyandu. Dengan tingginya tuntutan katerampilan kader pada posyandu keluarga dibutuhkan evaluasi untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi keterampilan kader. Metode Jenis penelitian ini adalah analitik dengan disain Cross Sectional. Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2022. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader di wilayah kerja puskesmas Cakranegara berjumlah 230 orang kader yang tersebar di 46 posyandu, dengan tehnik pengambilan sampel dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling sehingga mendapatkan sampel sejumlah 69 orang kader untuk masing-masing tingkat posyandu. Uji statistic yang digunakan adalah uji Mann whitney test, melalui penggunaan software SPSS Versi 16. Hasil terdapat perbedaan rata-rata keterampilan kader dalam memanatu pertumbuhan balita berdasarkan karateristik, akan tetapi untuk jenis posyandu tidak mempengaruhi keterampilan kader. Kesimpulan dibutuhkan metode penyegaran dan evaluasi keterampilan kader secara berkala untuk memantau keterampilan kader. Kata Kunci: keterampilan kader,pemantauan pertumbuhan balita
Peran Orang Tua untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Remaja terhadap Pernikahan Usia Dini Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Intan Gumilang Pratiwi; Mutiara Rachmawati Suseno; Syajaratuddur Faiqah; Ati Sulianty
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 4 No. 4 (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v4i4.984

Abstract

Introduction: Factors causing early marriage in NTB include coercion from parents. For example, interviews with six young women who married early showed that two people married because of promiscuity, and two married because of coercion by their parents. One married because they liked each other, and one person had to get married, afraid of being a disgrace to the family and society because going home too late. Late night with his girlfriend. Objective: to analyze the effect of developing parental role models to increase adolescent knowledge and attitudes towards early marriage in West Lombok Regency. Method: quasi-experiment with pretest-posttest research design with Mann-Whitney test. The research location is in Sigerongan, West Lombok Regency, and carried out for three months with a population of male and female adolescents aged 15-19 years and a sample of 40 adolescents who were grouped into two groups. The sampling method used simple random sampling. Result: there is a significant difference in the value of knowledge between the intervention group and the control group. Conclusion: there is a significant difference between the intervention group and the control group, and there are differences in the post-test results of adolescent attitudes towards early marriage in the intervention group and the control group.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Kehamilan Pada Ny.A Dengan Mola Hidatidosa Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Intan Gumilang Pratiwi; S. Nidaa’an Khafiya LM
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.34

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi, sekitar 295.000 wanita meninggal selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Menurut kemenkes RI Tahun 2020, jumlah kematian ibu pada tahun 2020 menunjukan 4.627 kematian di Indonesia. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh pendarahan (termasuk mola hidatidosa). Prevalensi mola hidatidosa di Asia menunjukan 1:120 kehamilan. Di Inonesia sendiri didapatkan kejadian mola hidatidosa pada 1:85 kehamilan. Berdasarkan laporan tahunan RSUD PATUT PATUH PATJU Gerung tahun 2020 ditemukan kasus Mola Hidatidosa sebanyak 12 kasus. Pada tahun 2021 bulan Januari sampai dengan September tercatat sebanyak 7 kasus.Tujuan: Menerapkan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Mola Hidatidosa, menggunakan pendekatan manajemen kebidanan secara komprehensip. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan rekam medik. Hasil: Pengeluaran jaringan Mola Hidatidosa dilakukan dengan Aspirasi Vaccum Manual. Kesimpulan: Pemberian penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan prosedur   Background: The maternal mortality rate (MMR) is still very high, around 295,000 women die during and after pregnancy and childbirth. According to the Indonesian Ministry of Health in 2020, the number of maternal deaths in 2020 showed 4,627 deaths in Indonesia. Based on causes, the majority of maternal deaths in 2020 were caused by bleeding (including hydatidiform mole). The prevalence of hydatidiform mole in Asia is 1:120 pregnancies. In Indonesia, the incidence of hydatidiform mole is 1:85 pregnancy. Based on the annual report of the PATUT PATUH PATJU Gerung Hospital in 2020, 12 cases of Mola Hidatidosa were found. In 2021 from January to September there were 7 cases. Objective: Applying midwifery care to pregnant women with Mola Hidatidosa, using a comprehensive midwifery management approach. Method: The type of research used in this case study is descriptive research using primary and secondary data from anamnesi s, physical examination, laboratory examination, and medical records. Results: Hydatidiform mole tissue was removed by manual vacuum aspiration. Conclusion: Provision of management is in accordance with theory and procedures.
Studi Kasus: Asuhan Kebidanan Pada Ny “H” Dengan Hiperplasia Endometrium Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Fitra Arsy Nur Cory'ah; Ati Sulianty; Royani Agustina
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : PublisihingId

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i1.35

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Dinas Kesehatan Provinsi NTB tahun 2018 ditemukan 897 jiwa menderita penyakit Reproduksi. kasus Hiperplasia Endometrium di NTB sebanyak 24%. Menurut hasil penelitian di RSUD Sumbawa menunjukkan jumlah wanita yang mengalami gangguan kesehatan Reproduksi pada tahun 2020 yaitu sebanyak 190 kasus dari jumlah tersebut ditemukan kasus hiperplasia endometrium sebanyak 21 kasus. pada tahun 2021 sebanyak 192 kasus gangguan kesehatan kespro dari jumlah tersebut ditemukan kasus hiperplasia endometrium sebanyak 24 kasus. oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengambil studi kasus tentang “Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. H dengan Hiperplasia Endometrium di RSUD Sumbawa ” Tujuan Studi kasus : Untuk mengetahui Asuhan Kebidanan Gangguan Reproduksi Pada Ny. H dengan Hiperplasia Endometrium di RSUD Sumbawa secara komprehensif tahun 2021 Metode penelitian : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan laboratorium, hasil pemeriksaan USG, buku register dan rekam medik. Subyek dalam studi kasus ini adalah Ny.H dengan hiperplasia endometrium di RSUD Sumbawa. Hasil : pada awal kunjungan keluar darah banyak dari jalan lahir. kemudian dilakukan tindakan kuretase. Gejala hiperplasia endometrium yaitu : siklus menstruasi tak teratur, tidak haid dalam jangka waktu lama (amenore) ataupun menstruasi terus-menerus dan banyak. evaluasi post kuret yaitu keadaan pasien membaik serta berkurangnya perdarahan pervaginam. asuhan kebidanan ibu post kuret yaitu observasi perdarahan serta menjaga personal hygine mencukupi kebutuhan nutrisi dan istirahat. Kesimpulan : berkurangnya Perdarahan pasca kuretase Kata Kunci : Hiperplasia Endometrium, Kesehatan Reproduksi.
PENYEGARAN PENGISIAN KMS (KARTU MENUJU SEHAT) DAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI BALITA MELALUI PELATIHAN PADA KADER POSYANDU Mutiara Rachmawati Suseno; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Ati Sulianty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1126

Abstract

Berdasarkan Peraturan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor 68 Tahun 2020 Tentang Aksi Pencegahan Dan Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi, yang dikarenakan kasus stunting di NTB masih di angka 23,51% menyebutkan bahwa pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah dilakukan dengan sinkronisasi program unggulan dan program inovatif dalam penurunan stunting. Pengisian KMS dan pengukuran antropometri yang tepat oleh kader di Posyandu merupakan salah satu bentuk kegiatan penilaian status gizi yang dapat mendeteksi terjadinya stunting. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam mengisi KMS dan mengukur antropometri pada balita melalui penyegaran yang berbentuk pelatihan dan agar dapat menambah jumlah kader yang terlatih dalam pengisian KMS dan pengukuran antropometri. Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelatihan modul pelatihan digunakan baik untuk pengabdi maupun modul peserta. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa 96% pengetahuan peserta bertambah pada pengisian KMS, dan 100% kader terampil dalam pengukuran antropometri. Hasil  evaluasi selama dua bulan menunjukkan bahwa pengisian KMS dan pengukuran antropometri dilakukan dengan benar, proses tindak lanjut hasil pengisian KMS baik pada bayi pada semua kategori telah dilaksanakan oleh kader. Jumlah kader yang terlatih yang berawal dari 5 orang bertambah 20 orang yang total jumlahnya 25 orang. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat yang bersifat pelatihan dan atau pendampingan kepada masyarakat sangat bermanfaat terhadap perbaikan dan peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan masyarakat khususnya kader dalam pelaksanaan deteksi dini, dengan pelatihan dan pendampingan yang terstruktur dan evaluasi yang terjadwal membuat kemampuan kader semakin baik. Perlu dilakukan pendataan dan kajian ulang terhadap kemampuan kader dalam melaksanakan program yang diamanahkan secara terjadwal sehingga kemampuan kader dapat ter upgrade dan update dalam menjalankan perannya.
PENGARUH TERAPI RICE HEAT PACK TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA REMAJA DI DESA REPOK MASBAGIK LOMBOK TIMUR: THE EFFECT OF RICE HOT PACK THERAPY ON REDUCING OF DYSMENORRHEA PAIN AMONG ADOLESCENTS IN REPOK VILLAGE MASBAGIK EAST LOMBOK Mutiara Rachmawati Suseno Suseno; Wentika Putri Damayani; Ati Sulianty; Syajaratuddur Faiqah; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pamenang ( JIP )
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v5i1.141

Abstract

Abstrak Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat dismenore. Secara farmakologi dilakukan dengan pemberian obat-obatan, sedangkan non farmakologi dilakukan dengan memberikan intervensi fisioterapi seperti heat pack. Ada ide praktis menggunakan heat pack yang menggunakan biji beras.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi hot pack berisi biji beras terhadap penurunan nyeri dismenore.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah remaja di Puskesmas Terpadu Remaja Lombok Timur. Dengan sampel sebanyak 30 remaja. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor nyeri dismenore pada responden yang mendapatkan terapi Rice Hot Pack mengalami penurunan dari 6,20 (nyeri sedang) menjadi 3,13 (nyeri ringan) dengan rerata perbedaan 3,17 Setelah dilakukan uji statistik menggunakan Wilcoxon dengan p- nilai <0,05.Terapi rice heat pack berpengaruh terhadap penurunan dismenore remaja. Rekomendasi : Informasi tentang manfaat pengobatan alternatif untuk mengurangi nyeri dismenore dengan rice heat packerlu dioptimalkan untuk pengetahuan yang luas bagi masyarakat agar masyarakat dapat merasakan manfaat alat sederhana. Abstract Several methods can be done to overcome the discomfort caused by dysmenorrhea. Pharmacologically it is done by administering drugs, while non-pharmacological is done by giving physiotherapy interventions such as hot packs. There is a practical idea in using a hot pack that uses rice seeds. This research aims to determine the effect of giving hot pack therapy containing rice seeds to reduce dysmenorrhea pain. This is a quasi-experimental study using a group pretest-posttest design. The population of this research study is adolescents at the Youth Integrated Healthcare Center in East Lombok. With a sample of 30 adolescents. Data analysis using Wilcoxon statistical test. The results showed that the average score of dysmenorrhea pain in respondents who received Rice Hot Pack therapy decreased from 6.20 (moderate pain) to 3.13 (mild pain) with a different mean of 3.17 After statistical tests were carried out using Wilcoxon with p-value< 0.05. Rice Hot Pack therapy affects reducing adolescents' dysmenorrhea. Information about the benefits of alternative treatment for reducing dysmenorrhea pain with hot rice packs needs to be optimized for broad knowledge for the community so that people can feel the benefits of simple tools
The Effect of The ELSIMIL Application on Adolescent Knowledge Intan Gumilang Pratiwi; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti
JURNAL KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i2.10418

Abstract

In West Nusa Tenggara Province, especially West Lombok Regency, the number and presentation of women according to the age of first marriage, a fairly high percentage occurs at the age of 16 - 19 years. The aim of thus study is to determine the effect of the ELSIMIL application on adolescent knowledge. This research uses a pre-experimental research method with a pre-post control group design. The sample in this study totaled 60 with details of 30 control groups and 30 intervention groups.In the intervention group and control group, a pre-test was carried out, then different interventions were given. The intervention group was given the ELSIMIL Application, the control group used the booklet. There is the influence of ELSIMIL the effect of the ELSIMIL application on adolescent knowledge. Recommendation for the next research It is hoped that future research will be able to use this approach mixed research better so that an assessment can be obtained deeper meaning.
PEMBERDAYAAN PERAN KADER UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN PERNIKAHAN USIA DINI MELALUI PELATIHAN POSYANDU REMAJA Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Sulianty, Ati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1451

Abstract

SDGs merupakan agenda global yang dicanangkan oleh PBB, prinsip SDGs memastikan tidak ada seorangpun yang terlewatkan atau “no-one left behind” dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan tercantum dalam tujuan SDGs 5.3 yang berbunyi, “Menghapuskan semua praktik berbahaya, seperti perkawinan usia anak, perkawinan dini dan paksa, serta sunat perempuan”. Permasalahan perkawinan dini di Indonesia meningkat selama masa pandemi Covid-19, tercatat hingga Juni 2020 pada angka 24.000. Pernikahan dini menjadi salah satu penyebab permasalahan stunting pada anak di tanah air. WHO menyebut salah satu masalah stunting karena tingginya pernikahan dini dan rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Selain kualitas pengetahuan kesehatan reproduksi, tiga faktor lain yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja adalah dengan menerapkan demokratik parenting yang optimal, dukungan teman sebaya dan disediakannya konseling kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari pelaksanaan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu remaja dalam memberikan KIE kesehatan reproduksi dan pernikahan usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Suranadi Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Sasaran pengabmas adalah kader posyandu remaja jumlahnya 30 orang. Kegiatan intervensi pelatihan dilaksanan selama 2 hari dan narasumber dari Puskesmas Suranadi, pemberian materi melalui diskusi menggunakan metode Buzz Group dan pelatihan KIE Kespro dan pernikahan usia dini melalui praktek langsung ke remaja yang bertujuan agar kader remaja mampu menjadi seorang konselor sebaya . Evaluasi dilakukan selama 2 kali intervensi dengan melihat langsung penerapan praktek KIE ke remja selama 2 bulan. Ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader remaja dengan nilai rata – rata pre test pengetahuan 45,37 meningkat menjadi 87,4 pada saat post test dengan katagori tertinggi pada tidak terampil sejumlah 26 orang. Nilai rata – rata post test keterampilan 66,40 meningkat menjadi 89,40 pada saat post test dengan katagori tertinggi pada terampil sejumlah 30 orang atau 100 % terampil.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Keluarga Berencana Pada Ny. A Akseptor KB MOW Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Rachmawati Suseno, Mutiara; Sulianty, Ati; Rusdita, Ida Ayu
Indonesian Health Issue Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v2i2.54

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Di provinsi NTB penggunaan alat kontrasepsi MOW 19,41%. Jumlah ibu yang menggunakan alat kontrasepsi MOW di provinsi NTB pada tahun 2021 yakni 8.452 kasus per 661.089 jumlah kelahiran hidup, sedangkan jumlah ibu yang menggunakan alat kontrasepsi MOW tahun 2020 sebanyak 10.722 kasus. Jadi, terdapat penurunan angka penggunaan kontrasepsi MOW pada tahun 2021 . TFR di NTB pada tahun 2018-2021 yaitu 2018 (2,8%), 2019 (2,5%) dan 2021 (2,5%). Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan keluarga berencana dengan Akseptor KB MOW. Metode: Metode deskriptif dengan jenis studi penelaahan kasus (case study) yang menggunakan data primer dan data sekunder dari anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan kadar hemoglobin, dan buku KIA. Subyek dalam studi kasus ini adalah Ny “A”, dengan Akseptor KB MOW. Hasil: Penanganan pada MOW dilakukan Tindakan SC.Setelah pemberian asuhan selama 4 hari, pada kunjungan akhir keadaan ibu membaik. Kesimpulan: Setelah dilakukan operasi tidak terjadi perdarahan dan dilakukan transfusi darah, diberikan therapy oral serta nutrisi yang dapat memulihkan luka operasi pada ibu. Sehingga tidak terjadi infeksi pada luka operasi. Background: In the province of NTB the use of MOW contraception was 19.41%. The number of mothers using MOW contraception in the province of NTB. In 2021, there were 8,452 cases per 661,089 live births, while the number of mothers using MOW contraception in 2020 was 10,722 cases. So, there is a decrease in the number of MOW contraceptive use in 2021. TFR in NTB in 2018-2021 namely 2018 (2.8%), 2019 (2.5%) and 2021 (2.5%). Objective: To find out about family planning midwifery care with MOW KB acceptors. Methods: Descriptive method with the type of case study using primary data and secondary data from anamnesis, physical examination, examination of hemoglobin levels, and the MCH handbook. The subject in this case study is Mrs "A", with MOW KB acceptor. Result: Treatment for MOW was carried out by SC action. After providing care for 4 days, at the final visit the mother's condition improved. Conclusion: After the operation there was no bleeding and a blood transfusion was performed, oral therapy and nutrition were given to restore the surgical wound to the mother. So that there is no infection in the surgical wound.
Studi Kasus : Asuhan Kebidanan Persalinan Pada Ny. R dengan Pre Eklamsia Berat Sulianty, Ati; Hamidiyanti, Baiq Yuni Fitri; Rachmawati Suseno, Mutiara; Rahmayanti, Erika
Indonesian Health Issue Vol. 3 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v3i1.60

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2021, ada 114 kasus kematian ibu di Provinsi NTB. Angka kematian ibu terdiri dari 27 kasus perdarahan, 26 kasus hipertensi kehamilan, 4 kasus infeksi, 20 kasus COVID-19, sisanya menrupakan gabungan beberapa kasus .Berdasarkan laporan tahunan RSUD Dr.R. Soedjono Selong tahun 2021 menunjukkan 293 kasus persalinan disebakn oleh preeklamsia berat. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan kebidanan pada ibu bersalin Dengan Pre Eklamsia Berat. Mode Penelitian: Subyek studi kasus ini adalah "Ny.R" dengan pre-eklamsia berat, penggumpulan data menggunakan data primer mulai dari  anamnesa, pemeriksaan fisik, penentuan diagnose, rekam medis, dan data sekunder melalui register, dan buku KIA. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif.Hasil: terdapat perubahan kondisi ibu yang menjadi lebih baik setelah diberikan asuhan Pada awal kunjungan tekanan darah 150/100 mmHg dan di akhir kunjungan menurun menjadi 130/80 mmHg. Intervensi pemberian KIE selama 2 hari.Kesimpulan:Terjadi penurunan tekanan darah ibu setelah diberikan asuhan Background: In 2021, there were 114 cases of maternal death in NTB Province. The maternal mortality rate consists of 27 cases of bleeding, 26 cases of pregnancy hypertension, 4 cases of infection, 20 cases of COVID-19, the rest is a combination of several cases. Based on the annual report of RSUD Dr.R. Soedjono Selong in 2021 showed 293 cases of childbirth caused by severe preeclampsia Objective: To determine midwifery care for mothers giving birth with severe pre-eclampsia Method : The subject of this case study is "Mrs. The type of research used was descriptive. Results: there was a change in the mother's condition which became better after being given care. At the beginning of the visit the blood pressure was 150/100 mmHg and at the end of the visit it had decreased to 130/80 mmHg. The intervention was providing IEC for 2 days. Conclusion : There was a decrease in maternal blood pressure after being given care.