Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELAKSANAAN KEWENANGAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM DALAM PELANGGARAN ADMINISTRASI PEMILIHAN UMUM (STUDI TENTANG PENANGANAN PELANGGARAN ADMINISTRASI PEMILU DI BAWASLU PROVINSI SULAWESI TENGGARA) Kurnaiwati, Wa Ode Intan; Yusuf, Niken Yulian; Supriadi, Supriadi; Yusuf, M.; Ismail, La Ode; Ramadham Soniwaru, Muhammad Syahrir; Tamar Yakub, L.M Yakda
PHENOMENON : Multidisciplinary Journal Of Sciences and Research Vol 2 No 02 (2024): PHENOMENON : Multidisciplinary Journal Of Sciences And Research
Publisher : Pusat Studi Ekonomi Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/phenomenon.v2i02.1226

Abstract

The authority of Bawaslu as a state institution that has the authority, namely the authority to oversee the stages of organizing general elections and to adjudicate disputes over the general election process must be in accordance with the state constitution in its implementation so as not to cause the actions or decisions issued by Bawaslu to be defective in authority. The research method used is empirical normative legal research with a statutory approach. The results showed that: 1) The implementation of the authority to carry out election supervision has been in accordance with the state constitution and the rules of Election law in this case Law No. 7 of 2017 concerning General Elections and technical regulations for the implementation of Bawaslu's authority by carrying out the functions of preventing violations by increasing community / public participation. 2) The implementation of the authority to adjudicate election process disputes consisting of election administrative violations and election process disputes, Bawaslu institutionally has carried out this function optimally.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT : KESETARAAN GENDER Kurniawati, Wa Ode Intan; Yakub, L.M. Yakdatamare; Yusuf, Niken Yulian; Muhram, La Ode; Supriadi, Supriadi; Munawir, La Ode; Ismail, La Ode; Midani, Midani; Muthalib, Dzulfikri Azis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 2 No. 05 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v2i05.584

Abstract

Kondisi sekarang banyak isu sosial yang terbengkalai karena kondisi yang memaksa. Salah satunya adalah kesetaraan gender. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul Kesetaraan Gender. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah mahasiswa paralegal dari Fakultas Syariah Institut Agama Islam Kendari (IAIN) melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan paralegal yang diselenggarakan bersama Komite Advokasi dan Studi Hukum (Kasasi) Sultra. Tujuannya adalah: 1) meningkatkan pemahaman terkait kesetaraan gender dalam melaksanakan peran gendernya dan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari. 2) mendorong para perempuan untuk melakukan hal-hal positif. 3) membantu mengatasi tantangan yang dihadapi perempuan karena peran gendernya, seperti kekerasan dan diskriminasi. 4) membangun jaringan dan kolaborasi antara tim pengabdian. Metodenya adalah Melaksanakan Dialog terkait kesetaraan gender untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman terhadap mahasiswa dalam isu-isu yang relevan dengan kesetaraan gender. Hasil Pengabdian Menunjukan bahwa Kemampuan mengidentifikasi dan memahami kasus kekerasan kepada perempuan berbasis gender ini menjadi kebutuhan yang penting. maka, diperlukan adanya pelatihan dan pemberdayaan kepada sukarelawan supaya memiliki pengetahuan, pemahaman tentang kekerasan perempuan berbasis gender dan selanjutnya mampu mengidentifikasi dan membedakan kasus kekerasan kepada perempuan secara umum dan kasus kekerasan kepada perempuan yang khusus berlatar belakang persoalan gender. Dari diskusi yang dilakukan disimpulkan beberapa hal yang penting dan bisa menjadi pijakan dalam langkah ke depan yaitu : kekerasan perempuan sangat erat kaitannya dengan relasi gender yang tidak adil, ketidak adilan relasi gender adalah hasil dari konstruksi norma sejak kecil, menciptakan kesetaraan relasi gender menjadi tidak mudah ketika berhadapan dengan norma, yang bisa dilakukan adalah dengan tetap menerima norma yang ada dengan batasan norma tersebut tidak menghalangi kesempatan keberdayaan perempuan sehingga perempuan memiliki posisi tawar dan tidak tergantung pada laki-laki, sehingga menghindarkan pada potensi tindakan kekerasan terhadap Perempuan
Merawat Pluralisme dan Pendidikan Demokrasi di Indonesia: Kontribusi Komunitas Gusdurian di Kota Makassar M. Pakatuwo, Laessach; Muhaemin, Muhaemin; Ismail, La Ode
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.63

Abstract

Penulisan ini membahas bagaimana merawat pluralism dan demokrasi di Indonesia melalui kontribusi kontribusi komunitas Gusdurian di Kota Makassar? Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui field research (penelitian lapangan) yaitu mengkaji dan menganalisa literatur-literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan sosiologis dan pendekatan fenomenologi agama. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Komunitas Gusdurian Makassar merupakan sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2013 sebagai arena sinergis bagi para murid, pengagum dan penerus pemikiran serta perjuangan Gus Dur di Makassar. Kedua, Peranan komunitas Gusdurian dalam merawat pluralisme dan demokrasi, melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan seperti pojok kampus, kelas pemikiran Gus Dur, dialog lintas agama, gusdurian peduli clean the city, haul Gus Dur, Kampanye media sosil, aktivitas advokasi, ngaji demokrasi, workshop keberagaman gender dan forum bulanan. Ketiga, respon masyarakat terhadap eksistensi komunitas Gusdurian Makassar dalam merawat pluralisme dan demokrasi ditanggapi bahwa gerakan ini menjadi salah satu wadah dalam memperkuat memperkuat keberagaman tersebut yang mampu diwujudkan dalam bentuk kepedulian.