Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kampanye Pilpres 2014 dalam Konstruksi Akun Twitter Pendukung Capres Firmansyah, Mas Agus; Karlinah, Siti; Sumartias, Suwandi
Jurnal The Messenger Vol. 9 No. 1 (2017): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v9i1.430

Abstract

The use of social media, especially Twitter during the presidential election campaign in 2014 led to the construction of the presidential candidates can not only be found in the mass media, but also can be found in the content chirp twitter account supporters. This study aims to identify and find out how the two presidential candidates figure (Prabowoand Jokowi) when constructed through chirp Twitter account their respective supporters. By using qualitative methods, this research observation and analysis of the chirp twitter supporters of the two presidential candidates were uploaded during the presidential election campaign (June 4 until June 5, 2014) takes place. The results showed that Prabowo is constructed by supporters twitter account as a highly intelligent, resolute and strong. While Jokowi constructed by supporters as a populist figure, simple and honest.
Analisis Komunikasi Kampanye Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Pada Peningkatan Pengguna Qris di Provinsi Bengkulu Ulva, Maria; Hadiprashada, Dhanurseto; Firmansyah, Mas Agus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2965

Abstract

Bank Indonesia selaku Bank Sentral memiliki tujuan tunggal, yaitu untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Dalam mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia mengelola tiga pilar utama yaitu menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu blueprint dari kelancaran sistem pembayaran tahun 2025 sampai dengan 2030 adalah digitalisasi pembayaran yang dirancang sebagai upaya untuk dapat pulih bersama dan membangun ekonomi berkelanjutan, dimana manfaatnya dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat. QRIS merupakan salah satu bentuk percepatan digitalisasi pembayaran yaitu standarisasi sistem pembayaran menggunakan QR core yang menyatukan berbagai QR code yang telah digunakan oleh para Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). QRIS dikembangkan agar transaksi digital menggunakan QR code yang dilakukan dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Penggunaan QRIS dapat meningkatkan penerimaan pembayaran nontunai di masyarakat secara lebih efektif. Perluasan digitalisasi pembayaran yang dilaksanakan Bank Indonesia salah satunya melalui kampanye QRIS. Kantor Bank Indonnesia Provinsi Bengkulu menjalankan program berupa aktivitas kampanye QRIS yang efektif sebagai sarana perluasan pengguna di Provinsi Bengkulu.
Kasus Bullying Dunia Pendidikan di Indonesia dari Perspektif Media dan Pemberitaannya Asyifah, Chairani; Firmansyah, Mas Agus; Budiman, Dwi Aji
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14855

Abstract

Kasus bullying di kalangan pelajar Indonesia hingga kini masih menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan Indonesia. Banyaknya kasus bullying yang terjadi di sekolah Indonesia yang terkuak ke masyarakat, membuat media Indonesia beramai-ramai memberitakan tindakan perundungan yang ada di dunia pendidikan Indonesia. Berita yang disajikan oleh media terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK dan kebanyakan media massa Indonesia dalam memberitakan kasus perundungan di lingkungan sekolah diberitakan secara berkala. Tujuan penelitian untuk melihat dampak dari berita-berita mengenai kasus perundungan yang diangkat oleh media Indonesia dapat mengurangi populasi pelaku tindakan bullying atau semakin meningkatkan tindakan kasus perundungan di dunia pendidikan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumentasi untuk mengumpulkan data-data korban bullying dan berita yang telah diangkat oleh media massa Indonesia di kalangan pelajar. Berdasarkan hasil penelitian, media massa Indonesia telah berupaya dalam menangani kasus perundungan di kalangan pelajar di Indonesia, berupa edukasi tentang dampak dari bullying dan data korban dari tindakan bullying. Tetapi hal ini tidak terlalu memberikan efek besar untuk mengurangi tindak kekerasan bullying di dunia pendidikan Indonesia, karena setelah viralnya beberapa kasus bullying di media pemberitaan Indonesia ternyata kasus bullying di lingkungan sekolah tetap terjadi.
Digital Literacy Movement Through Empowering Elderly Groups in Interacting on Digital Platforms in Bengkulu City Gushevinalti, Gushevinalti; Firmansyah, Mas Agus; Kasim, Azahar
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 2 NO 3 DECEMBER 2023
Publisher : Asosiasi Profesi Multimedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i3.215

Abstract

In the increasingly advanced information technology era, digital literacy has become an important skill to face the challenges and opportunities offered by digital platforms. However, elderly people often face difficulties in developing these skills. Therefore, this service was carried out to explain and analyze the digital literacy movement involving groups empowering elderly people to interact on digital platforms in Bengkulu City. The service method used is a participatory fun education method, including peer group training, namely providing material through small groups of 10 people with one facilitator and demonstrating directly with props, as well as a mentoring method facilitated by the service team in the form of a WhatsApp group by including all Elderly participants including facilitators for 1 month. The research results show that the digital literacy movement through empowering elderly groups in Bengkulu City has had a positive impact. Through proper training and support, seniors can improve their knowledge and skills using digital platforms. They are able to overcome obstacles such as technological incomprehension, fear and physical limitations that they may face. This service also reveals the importance of an inclusive and sustainable approach in empowering the elderly group in digital literacy. Support from government, community institutions, and families is critical in ensuring older adults have adequate access to necessary training and resources. Apart from that, it was also found that the existence of community and collaboration between elderly people can be an important factor in facilitating the exchange of knowledge and experience in using digital platforms.