Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KEBENARAN SENI DALAM KONTEKS POSTMODERN Alistiana, Lisa
Discovery Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasyim Asy'ari (Unhasy)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Program Celengan Kayu dalam Upaya Meningkatkan Karakter Hemat pada Anak Raudatul Athfal Ainur Risalah; Alisa Alistiana; Ratna Pangastuti; Taseman Taseman; Safarudin Safarudin
JECED : Journal of Early Childhood Education and Development Vol. 5 No. 1 (2023): JUNE
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jeced.v5i1.2555

Abstract

This study aims to describe: (1) implementation of the children's wooden piggy bank program, (2) Obstacles faced and, (3) Suggested solutions This research is qualitative in nature with strategic case studies. The research location is Raudhatul Athfal (RA) Al Ghozali Porong Sidoarjo. Research subjects; Children, Principals, Teachers, and Parents. Collecting research data by means of; observations, interviews, documents, and audiovisual materials. After the data has been collected, data analysis is carried out by means of data condensation, data display, and conclusions drawing. The results of the study: (1) The application of the wooden piggy bank program is carried out every 15 (fifteen) first minutes of class entry or during recess. The wooden piggy bank program is a program to strengthen the character of independence, especially the character of frugal living (2) Constraints faced; there are economic limitations so that no one brings money, lack of awareness and knowledge of parents to routinely carry money that will run out (4) Solutions; teachers need support and patience to create a pleasant saving atmosphere, parents need support to regularly bring money to save according to ability
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENCIPTAAN GERAK TARI SEDERHANA BERBASIS DIGITAL BAGI GURU SEKOLAH DASAR Pance Mariati; Nafiah; Sri Hartatik; Sunanto; Lisa Alistiana
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i4.2307

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru Sekolah Dasar dalam penggunaan teknologi digital untuk menciptakan gerak tari yang menarik dan edukatif. Melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan, para guru akan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan elemen-elemen tari dengan teknologi digital, termasuk penggunaan aplikasi dan perangkat lunak khusus. Selain itu, mereka juga akan diajarkan cara memilih musik, mengarahkan siswa, dan mengedit hasil karya mereka. Metode yang akan diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan dengan peserta pelatihan yakni guru-guru Sekolah Dasar. Tahapan pelaksanaan meliputi Pra Kegiatan, Rapat Strategi Pelaksanaan, Pelaksanaan Kegiatan, dan Evaluasi Kegiatan. Berdasarkan hasil evaluasi, menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan ini, guru-guru Sekolah Dasar mampu menciptakan gerak tari sederhana berbasis digital yang lebih menarik dan bermakna. Selain itu, mereka juga melaporkan peningkatan motivasi belajar siswa dalam bidang seni tari. Pengabdian ini menjadi bukti konkret bahwa pengintegrasian teknologi digital dalam pendidikan seni dapat memberikan dampak positif bagi proses pembelajaran di tingkat dasar. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan ini tidak hanya memberikan manfaat kepada guru dan siswa saja, akan tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pendidikan yang lebih inklusif dan beragam yang akan membawa dampak positif dalam masyarakat dan budaya pendidikan.
Menggali Potensi Seni Tata Rias Body Painting sebagai Pembelajaran di Pendidikan Guru Pendidikan Islam Anak Usia Dini Lisa Alistiana
Tarunateach: Journal of Elementary School Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/tarunateach.v1i1.143

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PIAUD) memegang peranan penting dalam pembentukan dasar perkembangan anak-anak. Dalam upaya untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan memfasilitasi perkembangan holistik mahasiswa PIAUD, metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sangat dibutuhkan. Salah satu bentuk seni yang menarik dalam konteks ini adalah seni tata rias body painting. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi seni tata rias body painting sebagai metode pembelajaran di Mahasiswa PIAUD UINSA Surabaya. Metode penelitian yang digunakan mencakup observasi partisipatif, wawancara, dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan seni tata rias body painting dalam konteks pembelajaran PIAUD di UINSA Surabaya memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kreativitas, ekspresi diri, dan pemahaman mahasiswa PIAUD tentang seni serta perkembangan anak. Seni tata rias body painting mendorong partisipasi aktif mahasiswa dan memperkaya pengalaman belajar mereka. Hasil penelitian ini memberikan perspektif yang berharga tentang potensi seni tata rias body painting sebagai alat pembelajaran yang inovatif dan dapat diterapkan secara efektif dalam PIAUD. Implikasi temuan ini terhadap pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran di PIAUD UINSA Surabaya serta potensi aplikasinya dalam konteks pendidikan anak usia dini secara lebih luas akan dibahas dalam studi ini. Penelitian ini mengundang pembicaraan lebih lanjut dan eksplorasi lanjutan tentang peran seni sebagai alat pembelajaran yang kreatif dan efektif di lingkungan PIAUD, dengan harapan bahwa pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan potensi anak-anak usia dini.
Pelatihan dan pendampingan pembuatan cerita bergambar berbasis digital bagi guru sekolah dasar Mariati, Pance; Kasiyun, Suharmono; Nafiah, Nafiah; Hartatik, Sri; Alistiana, Lisa
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023629

Abstract

Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Cerita Bergambar Berbasis Digital bagi Guru Sekolah Dasar di SDN Balasklumprik 1 Surabaya merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kreativitas guru dalam mengembangkan bahan ajar berbasis teknologi. Metode pelaksanaan yang digunakan pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dilakukan melalui serangkaian sesi pembelajaran praktis tentang penggunaan perangkat lunak khusus untuk menciptakan cerita bergambar berbasis digital. Setelah pelatihan, guru-guru di SDN Balasklumprik 1 Surabaya diberikan pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan cerita bergambar digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan ini telah memberikan dampak positif pada kemampuan guru dalam menciptakan cerita bergambar digital yang kreatif dan relevan dengan kurikulum sekolah dasar. Selain itu, guru juga mengalami peningkatan motivasi dan kepercayaan diri dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan dan pendampingan berbasis praktik sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengadopsi teknologi pendidikan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lainnya untuk mengembangkan program pelatihan dan pendampingan serupa guna memperkuat kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung penggunaan teknologi dalam pendidikan. Abstract: Training and Mentoring for the Digital-based Illustrated Story Creation by Elementary School Teachers at SDN Balasklumprik 1 Surabaya is an initiative aimed at enhancing the competence and creativity of teachers in developing technology-based teaching materials. The implementation method used is training and mentoring. Training is conducted through a series of practical learning sessions on the use of specialized software to create digital-based illustrated stories. After the training, teachers at SDN Balasklumprik 1 Surabaya receive ongoing mentoring in the development of digital illustrated stories. The research results indicate that this training and mentoring have had a positive impact on teachers' abilities to create creative and curriculum-relevant digital illustrated stories. Additionally, teachers have experienced an increase in motivation and self-confidence in integrating technology into the learning process. These results demonstrate that a practice-based training and mentoring approach is highly effective in enhancing teachers' competence in adopting educational technology. This research makes a significant contribution to supporting human resource development in the field of education, particularly at the elementary school level. Its findings can serve as a reference for schools and other educational institutions to develop similar training and mentoring programs to strengthen teachers' competence in integrating technology into the learning process. Furthermore, this research also underscores the importance of collaboration between the government, schools, and the community in supporting the use of technology in education.
Harmoni Islam dalam Tradisi Tari Hadrah: Kearifan Lokal Masyarakat Gresik dalam Memelihara Kerukunan dan Toleransi Sosial Alistiana, Lisa
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 8 No 1 (2024): AnCoMS, Oktober 2024
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v8i1.575

Abstract

The Hadrah Dance tradition in Gresik Regency embodies a unique blend of Islamic values and local culture. Beyond serving as entertainment and cultural expression, Hadrah Dance conveys moral and spiritual messages. This study aims to reveal how the Hadrah Dance tradition reflects Islamic values and the local wisdom of the Gresik community in fostering social harmony and interfaith tolerance. Using a qualitative ethnographic approach, the research explores the meaning, function, and role of Hadrah Dance in Gresik society. Data collection was conducted through direct observation of Hadrah performances and interviews with artists, religious leaders, and local residents. Findings indicate that Hadrah Dance acts as an effective medium for Islamic teachings, promoting values of brotherhood, peace, and respect for diversity. Additionally, it strengthens social bonds among Gresik residents of diverse religious backgrounds, symbolizing a harmonious blend of local culture and Islamic teachings. The study concludes that the Hadrah Dance tradition holds significant value in maintaining social harmony and tolerance within a multicultural society, underscoring its importance for sustaining social cohesion in an increasingly diverse modern era.
Model Pembelajaran Seni Islami dengan Pendekatan Etnopedagogi Alistiana, Lisa; Setyawan, Dedy
Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars Vol 9 No 1 (2025): AnCoMS, Oktober 2025
Publisher : Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IV Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/ancoms.v9i1.718

Abstract

The Islamic arts learning model holds a strategic position in the education of prospective madrasah teachers as it fosters spirituality, strengthens moral character, and bridges local wisdom with the vision of global education. This study aims to formulate an Islamic arts learning model grounded in an ethnopedagogical approach within the context of the Islamic Elementary Teacher Education Program (PGMI). Using a descriptive qualitative conceptual method, data were obtained through classroom observations, document analysis (lesson plans and teaching notes), and a comprehensive review of national and international literature. The findings indicate that Islamic arts learning in PGMI remains fragmented and tends to emphasize technical skills, with limited integration of Islamic values in the character-building process. The ethnopedagogical approach proves effective in offering contextual, participatory, and socially grounded learning experiences for students. The proposed model comprises four interrelated components: 1) Islamic values as the foundational principle, 2) participatory pedagogical strategies, 3) Islamic artistic expression as a medium for value internalization, and 4) affective–reflective assessment focusing on character formation. This study contributes to the strengthening of Islamic character education in PGMI through a holistic, applicable, and contextually relevant framework for Islamic arts learning in the 21st century.
Model Pedagogi Tari Lintas Budaya untuk Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah Dasar Islam Alistiana, Lisa; Rismayanti, Nur Haifa
Tarunateach: Journal of Elementary School Vol. 3 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/tarunateach.v3i2.880

Abstract

Penelitian ini berangkat dari keterbatasan pendekatan pembelajaran moderasi beragama yang selama ini lebih menekankan aspek kognitif, khususnya di jenjang pendidikan dasar Islam. Literatur mutakhir menunjukkan bahwa sikap toleransi dan kesadaran sosial tidak hanya terbentuk melalui pemahaman konseptual, tetapi juga melalui pengalaman tubuh yang bersifat kinestetik. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan kerangka pembelajaran yang mengintegrasikan pengalaman gerak dengan penguatan moderasi beragama melalui pedagogi tari. Penelitian ini menggunakan desain integrative literature review dengan menyintesis literatur lintas disiplin yang mencakup pedagogi tari, pendidikan karakter, pembelajaran berbasis tubuh, dan moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Sumber literatur dipilih secara sistematis dari publikasi ilmiah nasional dan internasional periode 2019–2024, serta karya teoretis utama yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil sintesis menghasilkan Model Pedagogi Tari Lintas Budaya (PTLB) yang memosisikan tari tradisional sebagai media pedagogis untuk menumbuhkan empati, toleransi, dan kesadaran keberagaman pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Model ini mengintegrasikan pertimbangan teologis, strategi pedagogis, dan karakteristik perkembangan peserta didik usia sekolah dasar. Penelitian ini berkontribusi dengan menawarkan kerangka konseptual berbasis pengalaman tubuh yang memperluas wacana pendidikan moderasi beragama serta membuka peluang pengembangan praktik pembelajaran inovatif di pendidikan dasar Islam.
REKONSTRUKSI OTORITAS GURU DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: ANALISIS EPISTEMIK, PEDAGOGIS, DAN MORAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH Ali, M. Mahrus; Alistiana, Lisa
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6835

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence dalam pembelajaran telah memunculkan perubahan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh struktur dasar otoritas guru dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kehadiran AI memengaruhi otoritas guru pada dimensi epistemik, pedagogis, dan moral dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain integrative literature review yang mengkaji literatur fundamental dan kontemporer terkait pendidikan Islam dan penggunaan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran otoritas epistemik dari guru sebagai sumber utama pengetahuan menuju sistem teknologi yang menyediakan informasi secara instan, yang berisiko mereduksi dimensi adab dalam memperoleh ilmu. Pada dimensi pedagogis, peran guru bertransformasi dari penyampai materi menjadi desainer inkuiri dan mediator yang membimbing siswa melakukan verifikasi kritis antara jawaban AI dengan sumber otoritatif (turath). Sementara itu, pada dimensi moral, otoritas guru justru semakin krusial sebagai penjaga nilai etis di tengah dominasi logika efisiensi algoritmik. Artikel ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi otoritas guru tidak menghilangkan peran pendidik, melainkan menggesernya menuju bentuk otoritas yang lebih reflektif, kontekstual, dan berbasis nilai.