Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tradisi Maureh Sasaran sebagai Wadah Pewarisan Nilai-Nilai Budaya pada Masyarakat Dunia Persilatan di Kota Padang Sarbaitinil, Sarbaitinil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.333 KB)

Abstract

Tujuan melakukan penelitian, yaitu: mengetahui dan mendeskripsikan tradisi Maureh Sasaran pada masyarakat dunia persilatan di Pauh kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengambilan data di lapangan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman terdiri atas tiga aktivitas, yaitu reduction data, display data, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Maureh Sasaran merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat dunia persilatan di Pauh kota Padang secara turun temurun dari dahulunya. Saat ini tradisi tersebut sudah jarang dilakukan oleh masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: Jarangnya silaturrahmi pemuka masyarakat dunia persilatan, merasuknya budaya asing, rendahnya minat generasi muda untuk belajar silat, banyaknya Tapian tidak aktif lagi. Dalam tradisi Maureh Sasaran ini terkandung nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut dapat diinterpretasikan melalui beberapa persyaratan yaitu: Bahan aia paureh, ayam jantan balang tigo, kemenyan, batu nikie, cirik basi, limau kapeh, dan bareh saganggam. Nilai-nilai tersebut adalah nilai kesabaran, keberanian, keikhlasan, ketangguhan, dan kegigihan. Artinya, sebagai seorang pesilat harus menginternalisasikan nilai-nilai ini sekaligus mengimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, nilai-nilai ini diwariskan kepada generasi penerus melalui sasaran-sasaran pencak silat, maupun melalui proses pendidikan di sekolah dalam rangka menumbuh-kembangkan karakter bangsa.
Faktor Determinan yang Menyebabkan Perubahan Kesejahteraan Perantau Yang Berasal dari Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar Amelia, Serli; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Hefni, Hefni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.491 KB)

Abstract

Penelitian ini berguna untuk menganalisis Faktor Determinan yang Menyebabkan terjadinya Perubahan Kesejahteraan Perantau Dari Nagari Atar penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian yang di dapatkan anatra lain adalah dimana yang buka usaha photocopy sebanyak 95%, pedagang pakaian 2% dan usaha rumah makan 3% berdasarkan data terseut faktor determinan yang menyebabkan terjadinya perubahan kesejahteraan pada peranatau yang berasal dari Nagari Atar diantaranya, Adanya keinginan untuk merubah nasib dan kehidupan yang lebih sejahtera, dengan cara merubah jenis usaha dari para perantau yang bersal dari Nagari Atar ke Usaha jasa Foto Kopi, adanya motivasi dan dorongan yang kuat para perantau yang berasal dari Nagari Atar dalam mencapai kesejahteraan, memiliki kesabaran dalam menjalankan usaha baru dari perantau yang berasal dari Nagari Atar. Dengan tekun dan kesabaran untuk menjadi sukses memerlukan waktu bertahun-tahun dalam menjalankan usaha tersebut dan keinginan untuk merubah kehidupan masyarakat di kampung halaman agar juga dapat merasakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya atau meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Atar dan perantau yang berasal dari Nagari Atar.
Makna Tradisi Mangain Sebelum Acara Pernikahan pada Masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Sinaga, Agnes Herlina; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Elfemi, Nilda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.397 KB)

Abstract

Tradisi Mangain adalah bagian tradisi masyarakat Suku Batak yang dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan Marga. Tradisi Mangain masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar dalam tradisi Mangain. Adat tradisi Mangain ini dibuat dulu adatnya atau resepsi sebelum acara pernikahan yang disebut resepsi pengangkatan anak, tidak bisa pernikahan dilakukan sebelum ada marganya di dalam pernikahan adat Batak ini, sehingga harus sah marganya dan barulah bisa dilakukan acara tradisi Mangain ini menuju pernikahan dengan menentukan orang tua angkatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Makna Tradisi Mangain Sebelum Acara Pernikahan Pada Masyarakat Batak Toba Di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. Untuk menjelaskan permasalahan penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori Herbert Blumer tentang Interaksionalisme Simbolik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat batak toba yang melaksanakan tradisi Mangain, tokoh agama, masyarakat batak toba di Batusangkar yang menghadiri tradisi Mangain. metode pengumpulan dilakukan dengan tiga cara yaitu: observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan data iteraktif dari Miles Huberman. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa permasalahan yang ditemukan dilapangan terkait dengan makna tradisi Mangain sebelum acara pernikahan pada masyarakat Batak Toba Di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, secara umum tradisi Mangain ini adalah tradisi yang sudah ada secara turun-temurun pada masyarakat suku Batak yang dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan marga, termaksud masyarakat Batak yang ada di perantauan diluar Sumatera Utara, dalam hal ini proses tradisi Mangain ini dilaksanakan satu sampai dua Minggu sebelum acara Pernikahan adat Batak. Tujuan dari tradisi Mangain ini adalah untuk mempererat interaksi-interaksi masyarakat yang sempurna agar ikatan keluarga tidak terputus. Prosesi dalam tradisi Mangain yaitu adanya musyawarah antara kedua keluarga terkait proses tradisi Mangain, makan bersama ditampilkan adanya nasi putih, air mineral, ikan mas, ulos, dan uang yang memiliki makna di dalam tradisi Mangain, pemberian ulos kepada pengantin yang mengikuti tradisi Mangain, penyerahan makanan adat kepada saudara laki-laki perempuan (Hula-hula), pemberian uang (Upa Panggabei), dan penutup tradisi Mangain dengan kebaktian singkat oleh saudara laki-laki perempuan (Hula-hula).
Dampak Pengembangan Objek Wisata Pulau Terhadap Kehidupan Masyarakat Lokal Amanda, Sakhila; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Yuhelna, Yuhelna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.573 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengembangan onjek wisata pulau telah membawa dampak bagi masyarakat lokal di Sungai Pisang terhadap kehidupan, dampak bagi kehidupan masyarakat lokal dimana mata pencaharian yang mulai meningkat, serta ada juga dampak negatifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pengembangan objek wisata pulau pulau terhadap kehidupan masyarakat lokal di Sungai Pisang Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang. Metode pengumpulan data digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dampak dari objek wisata pulau yaitu berdampak positif dan negarif. Dampak positifnya yaitu memunculkan Pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, mendorong semakin meningkatknya pendidikan. sedangkan dampak negatifnya yaitu masuknya budaya luar, kerusakan pada lingkungan Pulau, hubungan sosial masyarakat perkerja trasportasi antar pulau.
STRATEGI PENGUSAHA RUMAH BATIK DEWI BUSANA DALAM MEMAJUKAN USAHANYA DI KECAMATAN LUNANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Handayani, Afrila; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Elfemi, Nilda
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 13, No 2 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v13i2.58221

Abstract

Changes and developments caused by foreign cultures turned out to have an impact on people's mindsets, one of which was to entrepreneurs of batik craftsmen. This impact changed the ways and strategies in managing their batik business, both in terms of production, distribution and marketing. The purpose of this study was to describe the strategy of the Dewi fashion batik house entrepreneur in advancing her business in the Lunang District, Pesisir Selatan Regency. The theory used in this study is the theory of economic action proposed by Max Weber. The research was conducted in Lunang District, Pesisir Selatan Regency,. This study uses qualitative research methods with descriptive research type. The withdrawal of informants was carried out by purposive sampling technique. The data collection method in this study began with observation, in-depth interviews, and document studies. Data analysis was carried out in several stages, namely, data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that there were several strategies of entrepreneurs in developing the Dewi Busana batik house, Lunang District, Pesisir Selatan Regency. Among them are by increasing human resources, and doing marketing of production through social media, and fashion show events. In addition, in developing batik houses, there are also several obstacles, such as the difficulty of meeting consumer needs in large production and the difficulty of obtaining raw materials.
EFFORTS OF THE COMMUNITY IN INCREASING TOURIST VISITS TO THE PADANG ROCO TEMPLE TOURISM OBJECT IN DHARMASRAYA REGENCY Melinia, Indah; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Rahmadani, Sri
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 14, No 1 (2023): Edisi April 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v14i1.58533

Abstract

The tourism sector will become a national asset if it can be well-developed. One of the ways is by promoting tourist attractions, which is not only the responsibility of the government but also the community. The community plays a vital role in developing and maintaining the values of a tourist object. Hence, this research aims to examine the community's efforts in increasing tourist visits to the Padang Roco Temple Tourism Object in Dharmasraya Regency. The research approach used in this study was qualitative with a descriptive research type, and 12 informants were selected through purposive sampling. Data collection techniques included observation, interviews, and document studies. The analysis technique used was the Miles and Huberman model, which includes data collection, reduction, presentation, and conclusion. Based on the research results, the government and the community have tried to develop the Padang Roco Temple Tourism Object. Some of the efforts include 1) efforts by the caretakers of the temple to develop the facilities and infrastructure, 2) efforts by the local community groups to promote the Padang Roco Temple Tourism Object, and 3) efforts by the community to help in the development of the temple by donating land to the government.
Expressing Philosophical Discourse In Pencak Silat As A Pillar of Character Education And Strengthening Social Ties In Society Sarbaitinil, Sarbaitinil; Rudagi, Reindy; Rahmat, Indra; Elfemi, Nilda; Isnaini, Isnaini
Journal of Pragmatics and Discourse Research Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : ppjbsip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jpdr.v3i2.301

Abstract

The interest in pencak silat is waning, evident in the current generation's preference for kempo, karate, and taekwondo. However, pencak silat holds significant societal value, fostering a heightened sense of concern for others. This study aims to explore and analyze the philosophical discourse of pencak silat as a fundamental element of character education and social cohesion in society. The research methodology adopted is a literature study, involving a thorough search and review of various works on pencak silat, encompassing art, culture, and aesthetics, as well as its role in strengthening social bonds among teachers, students, and their peers. The findings of this study emphasize that pencak silat is a valuable cultural heritage of Indonesia's ancestors, deserving preservation and conservation as it serves as a cornerstone of character education, encompassing nine core values. These character values are deeply ingrained within pencak silat, making it an effective platform for fostering personal growth and moral development. Through pencak silat, social bonds are fortified, leading to enhanced camaraderie and harmonious relationships among different community groups. Two essential aspects that contribute to strengthening social ties in pencak silat are the sense of brotherhood among practitioners and the cultivation of strong spiritual values that resonate within every student engaged in pencak silat training.
Tradisi Maureh Sasaran sebagai Wadah Pewarisan Nilai-Nilai Budaya pada Masyarakat Dunia Persilatan di Kota Padang Sarbaitinil, Sarbaitinil
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan melakukan penelitian, yaitu: mengetahui dan mendeskripsikan tradisi Maureh Sasaran pada masyarakat dunia persilatan di Pauh kota Padang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pengambilan data di lapangan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data menggunakan pendekatan Miles dan Huberman terdiri atas tiga aktivitas, yaitu reduction data, display data, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Maureh Sasaran merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat dunia persilatan di Pauh kota Padang secara turun temurun dari dahulunya. Saat ini tradisi tersebut sudah jarang dilakukan oleh masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: Jarangnya silaturrahmi pemuka masyarakat dunia persilatan, merasuknya budaya asing, rendahnya minat generasi muda untuk belajar silat, banyaknya Tapian tidak aktif lagi. Dalam tradisi Maureh Sasaran ini terkandung nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut dapat diinterpretasikan melalui beberapa persyaratan yaitu: Bahan aia paureh, ayam jantan balang tigo, kemenyan, batu nikie, cirik basi, limau kapeh, dan bareh saganggam. Nilai-nilai tersebut adalah nilai kesabaran, keberanian, keikhlasan, ketangguhan, dan kegigihan. Artinya, sebagai seorang pesilat harus menginternalisasikan nilai-nilai ini sekaligus mengimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, nilai-nilai ini diwariskan kepada generasi penerus melalui sasaran-sasaran pencak silat, maupun melalui proses pendidikan di sekolah dalam rangka menumbuh-kembangkan karakter bangsa.
Faktor Determinan yang Menyebabkan Perubahan Kesejahteraan Perantau Yang Berasal dari Nagari Atar Kecamatan Padang Ganting Kabupaten Tanah Datar Amelia, Serli; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Hefni, Hefni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1899

Abstract

Penelitian ini berguna untuk menganalisis Faktor Determinan yang Menyebabkan terjadinya Perubahan Kesejahteraan Perantau Dari Nagari Atar penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian yang di dapatkan anatra lain adalah dimana yang buka usaha photocopy sebanyak 95%, pedagang pakaian 2% dan usaha rumah makan 3% berdasarkan data terseut faktor determinan yang menyebabkan terjadinya perubahan kesejahteraan pada peranatau yang berasal dari Nagari Atar diantaranya, Adanya keinginan untuk merubah nasib dan kehidupan yang lebih sejahtera, dengan cara merubah jenis usaha dari para perantau yang bersal dari Nagari Atar ke Usaha jasa Foto Kopi, adanya motivasi dan dorongan yang kuat para perantau yang berasal dari Nagari Atar dalam mencapai kesejahteraan, memiliki kesabaran dalam menjalankan usaha baru dari perantau yang berasal dari Nagari Atar. Dengan tekun dan kesabaran untuk menjadi sukses memerlukan waktu bertahun-tahun dalam menjalankan usaha tersebut dan keinginan untuk merubah kehidupan masyarakat di kampung halaman agar juga dapat merasakan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya atau meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Atar dan perantau yang berasal dari Nagari Atar.
Makna Tradisi Mangain Sebelum Acara Pernikahan pada Masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar Sinaga, Agnes Herlina; Sarbaitinil, Sarbaitinil; Elfemi, Nilda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1917

Abstract

Tradisi Mangain adalah bagian tradisi masyarakat Suku Batak yang dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan Marga. Tradisi Mangain masyarakat Batak Toba di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar dalam tradisi Mangain. Adat tradisi Mangain ini dibuat dulu adatnya atau resepsi sebelum acara pernikahan yang disebut resepsi pengangkatan anak, tidak bisa pernikahan dilakukan sebelum ada marganya di dalam pernikahan adat Batak ini, sehingga harus sah marganya dan barulah bisa dilakukan acara tradisi Mangain ini menuju pernikahan dengan menentukan orang tua angkatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis Makna Tradisi Mangain Sebelum Acara Pernikahan Pada Masyarakat Batak Toba Di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar. Untuk menjelaskan permasalahan penelitian ini, teori yang digunakan adalah teori Herbert Blumer tentang Interaksionalisme Simbolik. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat batak toba yang melaksanakan tradisi Mangain, tokoh agama, masyarakat batak toba di Batusangkar yang menghadiri tradisi Mangain. metode pengumpulan dilakukan dengan tiga cara yaitu: observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan data iteraktif dari Miles Huberman. Hasil penelitian ini adalah menunjukan bahwa permasalahan yang ditemukan dilapangan terkait dengan makna tradisi Mangain sebelum acara pernikahan pada masyarakat Batak Toba Di Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, secara umum tradisi Mangain ini adalah tradisi yang sudah ada secara turun-temurun pada masyarakat suku Batak yang dilakukan untuk mengangkat anak dan memberikan marga, termaksud masyarakat Batak yang ada di perantauan diluar Sumatera Utara, dalam hal ini proses tradisi Mangain ini dilaksanakan satu sampai dua Minggu sebelum acara Pernikahan adat Batak. Tujuan dari tradisi Mangain ini adalah untuk mempererat interaksi-interaksi masyarakat yang sempurna agar ikatan keluarga tidak terputus. Prosesi dalam tradisi Mangain yaitu adanya musyawarah antara kedua keluarga terkait proses tradisi Mangain, makan bersama ditampilkan adanya nasi putih, air mineral, ikan mas, ulos, dan uang yang memiliki makna di dalam tradisi Mangain, pemberian ulos kepada pengantin yang mengikuti tradisi Mangain, penyerahan makanan adat kepada saudara laki-laki perempuan (Hula-hula), pemberian uang (Upa Panggabei), dan penutup tradisi Mangain dengan kebaktian singkat oleh saudara laki-laki perempuan (Hula-hula).