Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PENAMBAHAN LIMBAH BAKARAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI FILLER CAMPURAN ASPAL AC WC Agus Setiobudi; Amiwarti Amiwarti; Doni Tamara
Jurnal Deformasi Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v5i2.5022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui campuran aspal AC WC pada nilai-nilai karakteristik propertis Marshall test. Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan  data dimabil di laboratorium AMP PT. Hka Aspal Beton UP Palembang. Hasil penelitian dengan penambahan abu ampas tebu dengan variasi 1%, 2% dan 3% dengan hasil yang mendekati spesifikasi di variasi 1%, dimana hasil pengujiannya yaitu  Nilai Stabilitas Marshall sebesar 1169,0 kg. Nilai Vim sebesar 4,54%. Nilai VMA (Void In Marshall Anggregat) sebesar 16,92%. Nilai VFB (Void Filled Bitumen) sebesar 73,14%.  Nilai flow (kelelahan) sebesar 3,70 mm. dan Nilai Marshall Quotient sebesar 324,69 kg/mm. Dari hasil pengujian yang dilakukan dengan penambahan filler abu ampas tebu sebesar 1%, 2% dan 3% menghasilkan aspal AC WC  yang belum sesuai spesifikasi Umum 2010 Revisi 3 Dinas PU Bina Marga
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Terhadap Kuat Tekan Paving Block Devi Meileni; Herri Purwanto; Agus Setiobudi
Jurnal Deformasi Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5614

Abstract

Rantau Alai adalah wilayah di Kabupaten Ogan Ilir yang salah satu usaha penduduknya banyak membuat perlengkapan rumah tangga, dan hasil olahannya menghasilkan limbah serbuk kayu yang tidak dimanfaatkan dan diperlukan alternatif untuk mengatasi limbah tersebut dan salah satunya untuk bahan campuran pembuatan paving block. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran pembuatan paving block dengan variasi campuran 0%, 5%, 10% dan 15% melalui pengujian kuat tekan. Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian sampel pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 60 paving block dengan variasi penambahan limbah serbuk kayu 0%, 5%, 10% dan 15% sebanyak 15 paving block untuk setiap variasinya. Dari hasil penelitian kuat tekan tertinggi dibanding dengan kondisi normal terjadi pada penambahan limbah serbuk kayu sebesar 10%, yaitu pada umur 7 hari dengan kuat tekan 78,38 kg/cm2 (26,91%),  umur 14 hari kuat tekan 82,24 kg/cm2 (12,49%),  umur 28 hari kuat tekan 127,68 kg/cm2 (10,55%). Sehingga penggunaan 10% limbah serbuk kayu daerah Rantau Alai sebagai campuran pada pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 10,55% dengan nilai kuat tekan 127,68 kg/cm2
Pengaruh Penambahan Bubuk Batu Bara Sebagai Filler pada Campuran Aspal AC WC Tri Cahyono; Herri Purwanto; Agus Setiobudi; Muhammad Firdaus
Jurnal Deformasi Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i2.6317

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber energi alam yang dibutuhkan dalamikehidupan dan salah satu sumber energi di dunia, berwarna coklat sampai hitam, yang mengalami proses fisika dan kimia serta kaya kandungan karbon. Aspal beton adalah suatu jenis perkerasan konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal dan agregat, baik dengan bahan tambah maupun atau tanpa bahan tambah. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bubuk batubara sebagai bahan tambah filler pada campuran aspal AC WC dengan variasi campuran 0%, 1%, 2%, 3%. Dari hasil penelitian campuran aspal AC WC yang digunakan sudah sesuai standar Spesifikasi Umum 2018 Revisi 2 Dinas PU Bina Marga yaitu pada kondisi kadar aspal 5,7%, dengan nilai density 2,246 gr/cc, nilai VMA 16,92%, nilai VFB 73,14%, nilai VIM 4,54%, nilai stabilitas 1169 kg, nilai flow 3,7 mm dan nilai marshall quotient 324,7 kg/mm. Dari pengujian setelah penambahan variasi filler 0%, 1%, 2%, 3%., didapat hasil nilai VMA maksimal sebesar 75,1% pada variasi 3%, nilai VIM maksimal sebesar 5,48%  pada variasi 0%, nilai VFB  maksimal sebesar 16,26% pada variasi 2%, nilai stabilitas maksimal sebesar 1828 kg pada variasi 3%, nilai flow maksimal sebesar 3,53 mm pada variasi 0%, dan nilai marshall quotient maksimal sebesar 600 kg/mm pada campuran 3%. Dan semua penambahan bubuk batubara sebagai filler dengan variasa 1%, 2% dan 3% sebagai campuran aspal AC WC memenuhi syarat spesifikasi umum revisi 2 tahun 2018 revisi 2 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Pengaruh Penambahan Abu Serbuk Kayu Sebagai Bahan Tambah Filler Pada Campuran Aspal AC-WC Herru Anggiyansyah; Herri Purwanto; Muhammad Firdaus; Agus Setiobudi
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i1.15907

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan masyarakat di Indonesia sangat pesat yang menyebabkan meningkatnya jumlah kendaraan di jalan raya. Salah satu yang berpengaruh yaitu jalan raya yang merupakan sarana transportasi strategis didalam ekonomi, sosial, dan budaya. Jalan raya sendiri merupakan prasarana transportasi sektor pembangunan yang diprioritaskan, terbukti dengan banyaknya anggaran nasional yang terserap pada sektor ini, baik untuk pembangunan konstruksi jalan baru maupun pemeliharaan jalan. Ruang lingkup penelitian ini meliputi sampel pengujian diambil dari hasil limbah serbuk kayu Tembesu sebagai filler campuran aspal AC WC menggunakan variasi 0%, 5%, 5.5%, 6%, dengan masing-masing 3 benda uji, dan aspal curah yang dipakai merek Shell Pen 60/70, lapisan perkerasan yang ditinjau adalah lapisan AC WC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase optimum dan menganalisis seberapa besar pengaruh abu serbuk kayu Tembesu terhadap karakteristik Marshall sebagai penambahan filler pada campuran AC WC variasi 0%, 5%, 5.5%, 6%. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimen. Data dipereroleh dari uji laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan penambahan abu selrbuk kayu selbagai penambah fillelr pada campuran aspal AC-WC 5% bisa dijadikan bahan penambah fillelr karena selsuai dengan spelsifikasi umum Bina Marga 2018 relvisi 2
Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 Herri Purwanto; Agus Setiobudi; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beton dari hasil Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Terhadap Kuat Tekan Beton K-250 dengan  persentase penambahan dengan variasi 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Metode penelitian ini berupa tergolong penelitian metode kuantitatif dengan judul Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 yang dilakukan di Workshop Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang untuk membuat sampel dan pengujian kuat tekan beton sedangkan di Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan untuk pengujian propertis material agregat yang dipakai. Hasil penelitian bahwa pada umur beton 28 hari nilai kuat tekan beton normal K-250 rata-rata sebesar 253,46 kg/cm2, kuat tekan beton dengan tambahan campuran 2,5% merek Damdex rata-rata sebesar 273,84 kg/cm², campuran 5% merek Damdex rata-rata sebesar 279,58 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Damdex rata-rata sebesar 210,89 kg/cm². Sedangkan untuk tambahan campuran 2,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 277,31 kg/cm², campuran 5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 325,56 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata 241,08 kg/cm².
Analisis Efisiensi Penerapan Leg Extension Tower pada Konstruksi SUTT 150 kV Manna-Bintuhan Rahma Doni; Herri Purwanto; Agus Setiobudi
Jurnal Deformasi Vol. 10 No. 2 (2025): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v10i2.19946

Abstract

Proyek Pembangunan SUTT 150 kV Manna–Bintuhan bertujuan meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan, khususnya di Kabupaten Kaur dan umumnya di Provinsi Bengkulu, yang melintasi Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kaur. Tantangan utama proyek ini adalah kondisi geografis berupa lereng dan perbukitan yang tidak ideal untuk pembangunan pondasi tower. Umumnya digunakan metode Cut and Fill, namun metode ini mengganggu stabilitas alami lereng, berisiko longsor, dan memerlukan Dinding Penahan Tanah (DPT) dalam volume besar. Permasalahan ini dianalisis menggunakan metode Root Cause Problem Solving (RCPS) untuk mencari solusi yang tepat. Evaluasi dilakukan pada tower-tower di lokasi kritis, seperti Tower No. 02, 31, 34, 125, 156, dan 179, guna mempertimbangkan alternatif teknis selain Cut and Fill. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penggunaan metode Leg Extension Tower lebih efektif dibandingkan metode Cut and Fill, baik dari segi mutu, waktu, maupun biaya, serta lebih menjaga stabilitas lereng. Pendekatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penyelesaian proyek dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan akibat gangguan pada topografi alami.
Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton Fc’20 Agus Setiobudi; Herri Purwanto; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan
Jurnal Tekno Global Vol. 15 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v15i01.6281

Abstract

ABSTRACT Concrete road casting requires accelerated hardening to minimize traffic disruptions and reduce the impact of congestion. This research examines the effectiveness of combining Rice Husk Ash (RHA) as a partial cement replacement and Sikacim as a partial water replacement to enhance the hardening process of Fc'20 grade concrete. RHA was used to replace 5% of the cement content, while Sikacim was utilized as a water replacement with concentration variations of 5%, 10%, and 15% of the total mixing water requirement. The experimental methodology involved compressive strength testing on 24 standard cylindrical specimens after a 7-day curing period. The results indicated that the optimal combination of 5% RHA and 10% Sikacim achieved a compressive strength of 20.57 MPa at 7 days (equivalent to 31.65 MPa at 28 days), representing a 44.39% increase over the target Fc'20 quality. This performance boost resulted from the synergistic effect between the pozzolanic reaction of the RHA, which forms additional C-S-H (Calcium Silicate Hydrate) gel, and the superplasticizer properties of Sikacim, which improves workability while densifying the concrete matrix. The 5% Sikacim combination showed lower compressive strength due to an insufficient additive dosage to compensate for cement reduction, while 15% Sikacim led to potential segregation and hydration interference. These findings prove that 5% RHA with 10% Sikacim not only accelerates hardening but also significantly improves concrete quality. Implementing these findings provides a valuable contribution to speeding up road construction projects while promoting the sustainable use of local materials, specifically supporting green construction practices through the utilization of agricultural waste Keywords : Rice Husk Ash, Fc'20 Concrete, Concrete Compressive Strength, Rapid Concrete Hardening, Sikacim   ABSTRAK Pengecoran jalan beton memerlukan percepatan pengerasan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan mengurangi dampak kemacetan. Penelitian ini mengkaji efektivitas kombinasi abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen dan Sikacim sebagai pengganti sebagian air dalam meningkatkan proses pengerasan beton Fc'20. ASP digunakan untuk menggantikan 5% kandungan semen, sedangkan Sikacim digunakan sebagai pengganti air dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dari total kebutuhan air campuran. Metodologi eksperimen melibatkan pengujian kuat tekan pada 24 spesimen silinder standar setelah periode perawatan 7 hari. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi optimal 5% ASP dan 10% Sikacim mencapai kuat tekan 20,57 MPa pada 7 hari, setara dengan 31,65 MPa pada 28 hari, terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 44,39% dari mutu rencana Fc'20. Peningkatan kinerja ini dihasilkan dari efek sinergis antara reaksi pozzolanik ASP yang membentuk gel C-S-H tambahan, dan sifat superplasticizer Sikacim yang meningkatkan workability sekaligus memadatkan matriks beton. Kombinasi dengan 5% Sikacim menunjukkan kuat tekan yang lebih rendah karena dosis aditif yang tidak cukup untuk mengkompensasi pengurangan semen, sementara 15% Sikacim menyebabkan potensi segregasi dan gangguan hidrasi. Hasil ini membuktikan bahwa 5% ASP dengan 10% Sikacim tidak hanya mempercepat pengerasan beton tetapi juga secara signifikan meningkatkan kualitas beton. Implementasi temuan ini memberikan kontribusi berharga untuk mempercepat proyek konstruksi jalan sekaligus mendukung pemanfaatan bahan lokal yang berkelanjutan dalam industri konstruksi, khususnya mendukung praktik konstruksi hijau melalui pemanfaatan limbah pertanian. Kata Kunci : Abu Sekam Padi, Beton Fc'20, Kuat Tekan Beton, Pengerasan Beton Cepat, Sikacim