Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Karakter Disiplin Peserta Didik Sekolah Dasar dalam Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Seni Tari Lestari, Hevi Dwi; Asriyanti, Frita Devi
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i5.10476

Abstract

Penelitian berlatar belakang karena terdapat beragam bentuk disiplin yang dicerminkan peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler tari di SDN 3 Wates. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan nilai karakter disiplin peserta didik yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari. Karakter disiplin dalam kegiatan di ektrakurikuler tari pertama kali diukur berdasarkan ketepatan waktu, kepatuhan, tanggung jawab dan kesungguhan mengikuti kegiatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Data diperoleh melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 20 peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 5. Penganalisisan data dengan reduksi, penyampaian data dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan angket karakter disiplin memiliki presentase 89% dan hasil observasi karakter disiplin peserta didik mengikuti ekstrakurikuler seni tari memiliki presentase 87% dengan kategori sangat baik. Peserta didik menunjukkan sikap disiplin melalui ketepatan waktu saat hadir dan pulang latihan, kepatuhan dalam berpakaian, tanggung jawab terhadap properti tari, serta kesungguhan mengikuti arahan pelatih. Meski masih ditemukan beberapa kendala seperti keterlambatan atau atribut yang belum lengkap. Ekstrakurikuler tari membantu membentuk kedisplinan pada diri peserta didik
Pendampingan dan Pelatihan Membuat Media Pembelajaran dengan Aplikasi POWTOON pada Guru-Guru Sekolah Dasar di Lingkungan Kabupaten Tulungagung Nugrahini, Yulia; Rakhmawati, Ika; Asriyanti, Frita Devi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.447

Abstract

Peranan guru sangat diperlukan untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar agar materi dapat dipahami secara optimal. Seorang guru tidak hanya semata mengajar di depan kelas saja, tetapi harus bias menginspirasi siswa. Proses pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang baru saja di implementasikan ini memerlukan kemampuan guru dalam bidang IT terutama pembuatan media pembelajaran yang mudah dan menarik karena pembelajaran dalam kurikulum merdeka yang sebenarnya bebas tapi masih diperlukan penjelasan materi tertentu. Penilaian yang dilakukan ada yang masih menggunakan kurikulum 2013 yang mencakup 3 ranah yaitu afektif ,kognifif, dan psikomotor. Tujuan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan pembuatan media pembelajaran powtoon pada pembelajaran kurikulum merdeka pada beberapa sekolah dasar dan kepada semua guru pada sekolah dasar mitra dari pengabdian kepada masyarakat ini. Pendampingan ini ditragetkan akan menghasilkan materi yang bisa di jadikan bahan materipada kurikulum merdeka
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Tema 6 Energi dan Perubahannya Subtema 1 Sumber Energi Pada Siswa Kelas 3 Di SDN 1 Pakisrejo Oktaviani, Erlinda; Asriyanti, Frita Devi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran di kelas III di SDN 1 Pakisrejo tidak menggunakan LKS yang sesuai dengan kebutuhan siswa melainkan menggunakan buku cerdas. Sedangkan LKS harusnya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa kelas III, yang menyukai LKS bergambar dan bewarna. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kevalidan dan keterterapan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Tema 6 Energi dan Perubahanya Subtema 1 Sumber Energi. Penelitian ini menggunakan metode Reseach and Development (R&D) model pengembangan Borg and Gall.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan uji kevalidan media, materi, penyebaran angket dan wawancara. Hasil penelitian ini diperoleh dari uji tingkat kevalidan dan uji tingkat keterterapan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Dimana tingkat kevalidan diperoleh dari validasi ahli media dan ahli materi dan tingkat keterterapan diperoleh dari angket respon siswa dan respon guru. Validasi media oleh validator diperoleh presentase 86% dengan kategori sangat valid, penilaian oleh validator materi 85% dengan kategori sangat valid. Hasil angket siswa diperoleh rata-rata presentase 85,6% dengan kategori sangat baik, dan hasil angket guru diperoleh nilai presentase 81% dengan kategori sangat baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Tema 6 Energi dan Perubahannya Subtema 1 Sumber Energi valid dan layak untuk digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran di SDN 1 Pakisrejo.
Pengembangan Buku Ajar Siklus Air Tema 8 Subtema 1 Manusia dan Lingkungan untuk Siswa Kelas V SD Negeri 1 Gemaharjo Asriyanti, Frita Devi; Kurniasari, Amelya
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha menunjang pembelajaran tematik agar berjalan lancar dan efektif adalah dengan disediakannya sarana prasarana yang digunakan mendukung proses pembelajaran tersebut berlangsung. Buku ajar merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam pembelajaran tematik. Dari observasi yang telah peneliti lakukan di SDN 1 Gemaharjo ditemukan adanya kurangnya pemahaman siswa pada siklus air. Hasil analisis peneliti hal tersebut disebabkan karena terbatasnya media pembelajaran yang dimiliki oleh SDN 1 Gemaharjo. Kegiatan pembelajaran di SDN 1 Gemaharjo hanya menggunakan LKS dari pemerintah yang belum mencerminkan budaya literasi dan kurang menarik dari segi tampilannya. Pengembangan bahan ajar diperlukan untuk memotivasi guru agar lebih kreatif dalam membuat bahan ajar dan memotivasi siswa agar pembelajarannya lebih bermakna. Hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yaitu hasil validasi Buku Ajar Siklus Air ini dapat disimpulkan dalam kategori valid dengan validasi ahli media mendapatkan skor presentase 80%, dan validasi ahli materi mendapatkan presentase 90%. Berdasarkan angket respon guru memperoleh hasil 68 dengan presentase skor 90% dengan kategori sangat baik, sedangkan untuk angket respon siswa memperoleh hasil 67 dengan skor presentase 89% kategori sangat baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa Buku Ajar Siklus Air valid dan layak untuk diterapkan pada siswa kelas V SD Negeri 1 Gemaharjo. (Calibri 11, reguler, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt)
Analisis Faktor Rendahnya Minat Baca Siswa Kelas III Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD Negeri 3 Sidorejo Asriyanti, Frita Devi; Alfito, Muhammad
AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Vol. 1 No. 8 (2024): AKSIOMA : Jurnal Sains, Ekonomi dan Edukasi
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/m3amh779

Abstract

This research aims to find out what factors cause low interest in reading in class III students at SDN 3 Sidorejo. This type of research is qualitative research with a descriptive approach. The research subjects were class students, teachers and parents. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation. The data analysis technique in this research uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. Checking the validity of this research data uses triangulation techniques. The results of this research are factors that influence the low interest in reading in class III students at SD Negeri 3 Sidorejo, including: students' feelings of enjoyment towards reading, attention and awareness within students in reading activities. Motivation for reading from teachers in getting used to reading books in learning Indonesian makes students interested and enjoy reading books. Teachers become creators, facilitators and evaluaters in increasing students' reading interest. The literacy environment in the classroom influences students' interest in reading. Reading facilities really support students' reading, such as reading books, libraries and comfortable reading areas.
ANALISIS NILAI CINTA TANAH AIR DALAM PENGGUNAAN MEDIA PAPAN KANTONG KELAS V Arfianti, Sindi; Asriyanti, Frita Devi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.60928

Abstract

The abstract concept of national values is difficult for students who are still at the concrete operational stage of thinking to understand, so interactive and contextual learning media such as pocket board. This study aims to describe the value of patriotism through the use of the pocket board as a teaching aid for fifth-grade students. This study employs a descriptive qualitative approach. The research subjects consisted of 21 fifth-grade students and their classroom teacher. Data were collected through direct observation during the learning process, structured and in-depth interviews, and document analysis. Data analysis was conducted in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was ensured through triangulation. The results of the study indicate that the use of the pocket board teaching aid significantly supports the instillation of patriotism in fifth-grade students. Based on the observation results, a total score of 734 was obtained, with an average score of 34.95 and a success rate of 87.34%, placing it in the “very high” category. This sense of patriotism is reflected in the students’ concrete behaviors, such as (1) taking pride in being Indonesian citizens; (2) appreciating cultural diversity and domestic products; (3) maintaining the cleanliness and sustainability of the school environment; (4) complying with school rules and regulations; and (5) respecting differences in background among classmates. The pocket board is highly recommended as an applicable alternative learning medium for elementary school teachers to help students internalize national character values.
INTERNALISASI NILAI GOTONG ROYONG SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Maharani, Perdita Winola; Asriyanti, Frita Devi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61144

Abstract

The value of mutual cooperation is one of the values of Pancasila that reflects an attitude of cooperation, mutual assistance, caring, and shared responsibility. It is important to instill this value starting in elementary school because it plays a role in shaping students’ social character. The internalization of the value of mutual cooperation can be achieved through various learning activities that involve interaction and cooperation among students. This study aims to describe the internalization of the value of mutual cooperation among fourth-grade students at SDN 1 Jepun in Tulungagung Regency. This study employs a qualitative approach using a phenomenological methodology. Research data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the value of mutual cooperation has been internalized in the learning process of fourth-grade students. This value is evident in their willingness to help peers experiencing learning difficulties, their concern for classmates, their mutual respect during discussions, and their ability to collaborate in completing group assignments. The students also demonstrated responsibility toward the assigned tasks and actively participated in group activities. Although there are still some students who are not yet consistent in applying the value of mutual cooperation, in general, this value has become an integral part of the students’ behavior during learning activities. Based on the research findings, it can be concluded that the value of mutual cooperation has been well internalized by the fourth-grade students at SDN 1 Jepun in Tulungangung Regency.
ANALISIS KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS BERBANTUAN KAHOOT MATERI KABUPATEN TEMPAT TINGGALKU Wulandari, Firda Eka Ayu; Asriyanti, Frita Devi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61191

Abstract

Student engagement is a key aspect of the learning process because it reflects students’ involvement during classroom activities. Preliminary research findings in third-grade classes at SDN I Jepun indicate that student engagement in learning the “My Home County” curriculum topic is still suboptimal. This study aims to describe and analyze third-grade students’ engagement in using Kahoot during IPAS lessons on the “My Home District” topic at SDN I Jepun in Tulungagung Regency. This study employs a qualitative approach using a descriptive research design. The research subjects consisted of the third-grade teacher and 20 third-grade students at SDN I Jepun. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, while data analysis utilized the Miles and Huberman model, which encompasses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity was tested using source triangulation and methodological triangulation. The research results showed that student engagement was 82.88%, while interviews with teachers and students revealed that most students were actively engaged throughout the learning process. Student engagement was evident through their attention to the lesson, their willingness to answer questions, their ability to express opinions or ask questions, and their active participation in Kahoot quizzes. The use of Kahoot made students more focused, enthusiastic, and motivated to participate in the lesson. Thus, the use of Kahoot supported the creation of interactive learning and encouraged student engagement in IPAS lessons.