Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pemodelan Sebaran Emisi SO? dari Cerobong Boiler Bahan Bakar Batubara di Industri Pengolahan Susu Menggunakan Software Screen View?? Intan Zanjabila; Nora Amelia Novitrie; Ahmad Erlan Afiuddin
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor industri yang turut menyumbang emisi di udara. Sumber pencemar udara berasal dari cerbong boiler pada industri pengolahan susu. Jenis emisi dari proses pembakaran batubara jenis subbituminous yang dikeluarkan melalui cerobong boiler salah satunya adalah Sulfur Dioksida (SO?). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pola sebaran dan konsentrasi emisi SO? menggunakan Software Screen View??. Hasil pemodelan menunjukkan nilai konsentraai maksimum SO? pada musim hujan sebesar 1,94 ?g/m³ pada jarak 568 meter dan pada musim kemarau nilai konsentrasi emisi sebesar 1,69 ?g/m³ pada jarak 431 meter. Berdasarkan hasil pemodelan nilai konsentrasi SO? tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan oleh Peraturan Gubernur Jatim No. 10 Tahun 2009 .Visualisasi pola sebaran hasil pemodelan menggunakan software Arcmap 10.8.
Analisis Suhu pada POC Lumpur Tinja berdasarkan Variasi Bahan dan Pengadukan Nabila Nurulita Maghfirani; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) merupakan penyedia unsur hara yang mudah diserap akar dan daun tanaman. Bahan baku POC bisa diperoleh dari limbah seperti lumpur tinja, sisa makanan, dan kotoran kambing. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan unsur hara seperti C-organik, nitrogen, fosfor, dan kalium yang menunjang kandungan POC. Proses pengadukan dilakukan untuk meningkatkan kualitas POC yang dihasilkan. Pengadukan secara berkala bertujuan untuk mengoptimalkan proses homogenitas bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis variasi bahan dan variasi pengadukan terhadap suhu pada POC. Variasi pengadukan pada penelitian berupa tanpa pengadukan, 8 kali pengadukan (setiap 30 menit), dan 16 kali pengadukan (setiap 15 menit). Metode yang digunakan adalah fermentasi secara anaerob. Fermentasi dilakukan selama 12 hari dengan menggunakan MoL nasi sebagai bioaktivator. Hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) menunjukkan bahwa variasi bahan dan pengadukan tidak berpengaruh pada suhu POC dengan nilai signifikansi ?>0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor dengan komposisi 40% lumpur tinja 60% kotoran kambing dan pengadukan setiap 15 menit (16 kali pengadukan) menghasilkan suhu tertinggi. Suhu tertinggi diperoleh oleh R6 dengan suhu sebesar 32,50C.
Analisis Volatile Matter, Kalor, dan Uji Penyalaan Pada Biobriket Sludge IPAL, Serbuk Gergaji Kayu dan Fly ash Araya Bonita Pakpahan; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah lumpur IPAL merupakan hasil pengolahan air limbah dalam industri minuman yang wajib dikelola oleh pihak industri yang bersangkutan. Pemanfaatan limbah lumpur menjadi briket dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Kualitas briket sludge dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan baku seperti serbuk gergaji kayu dan fly ash. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu dapat dijadikan bahan bakar alternatif berupa briket, mengetahui pengaruh variasi lumpur IPAL, fly ash, dan serbuk gergaji kayu terhadap mutu briket berupa volatile matter, nilai kalor dan lama nyala pembakaran. Variasi komposisi yang digunakan dalam penelitian ini sludge IPAL, serbuk gergaji kayu, dan fly ash (40%:50%:10%, 60%30%:10%, 80%:10%:10%, 100%:0%;0%) dengan penggunaan variasi suhu (4000C dan 6000C) selama 120 menit. Hasil biobriket terbaik terdapat pada komposisi sludge IPAL, serbuk kayu, dan fly ash (40:50:10) dengan suhu karbonisasi 6000 C. Biobriket tersebut memiliki kadar volatile matter 20,31%, nilai kalor 4828,35 kal/g dengan lama pembakaran biobriket senilai 3900 detik.
Pengaruh pH terhadap Kemampuan Komposit Adsorben Hidroksiapatit Tulang Ikan-Biochar Kulit Pisang Kepok untuk Menurunkan Limbah Pewarna Industri Tekstil Dyah Isna Nurhidayati; Nora Amelia Novitrie; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil yang ada di Indonesia sebanyak 1.540 industri. Produksi tekstil di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang melebihi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02% pada periode yang sama. Industri tekstil berpotensi pencemaran dikarenakan menghasilkan zat pewarna seperti methylene blue. Kulit pisang kepok mempunyai kandungan lignin sebesar 20,21% sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai biochar. Proses karbonisasi menggunakan plasma dengan power 1,2kW, gas 9 SLM, dan waktu 5 menit. Selain itu, tulang ikan memiliki kandungan kalsium sebesar 60% untuk pembuatan hidroksiapatit. Kemampuan hidroksiapatit untuk menganalis pengaruh variasi pH. Biochar dan hidroksiapatit dikompositkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Konsentrasi yang digunakan 500 ppm dengan variasi pH 2, 4, 6, 8, 10, dan 12, serta menggunakan massa adsorben 1 g/l. Efisiensi penyisihan methylene blue tertinggi terjadi pada massa adsorben 0,5 g/L dengan konsentrasi 500 ppm pada pH 12 dalam 180 menit yaitu sebesar 99,89% dengan kapasitas adsorpsi sebesar 288,527 mg/g. Adsorben dalam pengujian adsorpsi konsentrasi methylene blue sebesar 500 ppm di uji menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Ini menyiratkan bahwa kondisi optimal pH untuk adsorpsi methylene blue menggunakan adsorben komposit adalah pada pH basa, khususnya pH 12. Pada penelitian ini menggunakan uji statistika ANOVA.
Analisis Kualitas Biobriket Kulit Singkong Dan Ampas Teh Komposisi 50% : 50% Dengan Pirolisis Suhu 300oC Dan 350oC Vidia Qusnul Qoriah; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang mempunyai potensi besar di Indonesia. Biobriket adalah salah satu energi alternatif bahan bakar yang terbuat dari biomassa. Biobriket dibentuk dari material yang berbentuk serbuk arang dihaluskan menjadi material yang lebih besar. Salah satu bahan yang dapat di manfaatkan menjadi biobriket adalah kulit singkong dan ampas teh. Biobriket kulit singkong dengan campuran ampas teh dapat dijadikan bahan bakar alternatife dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada biobriket kulit singkong dan ampas teh berupa pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis terhadap pengujian proximate dan nilai kalor briket. Penelitian ini menggunakan pirolisis suhu 300-350oC dengan komposisi kulit singkong dan ampas teh (50%:50%). Tahapan biobriket terdiri dari penyiapan dan pengeringan bahan baku, proses pirolisis, penghalusan bahan, pengayakan, pencampuran bahan baku, pencetakan, pengeringan, pengujian proksimat (kadar air, kadar abu, volatile matter, fixed carbon) dan nilai kalor. Pengujian analisis proximate dan nilai kalor terhadap kualitas biobriket mengacu pada standar SNI 01-6325-2000. Hasil dari penelitian menunjukan biobriket dengan suhu pirolisis 300-350oC memiliki nilai kadar air 6,9-3,4%, kadar abu 16,71-20,55%, Volatile matter 50,75-51,1%, Fixed Carbon 29,27-27% dan nilai kalor 4.826,97-5.039,08 kal/g.
Analisis Kuat Tekan dan Lama Penyalaan Biobriket Campuran Serbuk Ampas Kopi dan Tempurung Kelapa Happy Lestari; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biobriket berbahan dasar serbuk ampas kopi dan tempurung kelapa yang telah dipirolisis, dihaluskan dan disatukan dengan perekat dari tepung tapioka dengan perbandingan antara serbuk ampas kopi dan tempurung kelapa sebesar (50%:50%) terhadap tepung tapioka sebesar 7%. Biobriket dipres dan dicetak dalam bentuk silinder berdiameter 3,5 cm x 1,5 cm. Biobriket yang telah dicetak kemudian dikeringkan di dalam oven bersuhu 110 oC selama 8 jam agar mengurangi kadar air yang terkandung dalam biobriket. Biobriket yang bisa digunakan diharapkan memiliki kualitas yang bagus sebagai bahan bakar alternatif sehingga diperlukan uji kuat tekan menggunakan Mesin Uji Kuat Tekan Beton dan uji lama penyalaan menggunakan bunsen dan pemantik api dengan tujuan untuk menguji kualitas fisik serta performa pembakaran biobriket sebagai bahan bakar alternatif. Hasil dari pengujian uji kuat tekan sebesar 17,93 Kg/cm3 , dan lama penyalaan biobriket yaitu 4500 detik. Kualitas biobriket yang telah diujikan diharapkan memenuhi baku mutu briket arang kayu SNI 01- 6235-2000.
Studi Jejak Karbon dari Penggunaan LPG, Listrik dan Bensin Pada Aktivitas Rumah Tangga di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Khofifah Hadi Lestari; Nora Amelia Novitrie; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah kepadatan penduduk di kecamatan Sumbersari sejalan dengan penggunaan energi sehingga berpotensi menyumbangkan emisi karbon. Penggunaan energi oleh setiap rumah tangga untuk kegiatan sehari hari seperti penggunaan memasak, listrik dan bahan bakar kendaraan menjadi penyumbang emisi karbon pada aktivitas rumah tangga. Perhitungan jejak karbon perlu dilakukan untuk mengetahui emisi karbon yang dihasilkan oleh suatu kegiatan pada suatu wilayah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai emisi karbon dan pemetaan jejak karbon. Sampel rumah tangga diklasifikasikan menjadi rumah sederhana, menengah dan mewah. Perhitungan emisi karbon berdasarkan metode IPCC (Intergovermental Panel on Climate Change) pada penggunaan energi. Gas karbon yang dihitung pada penelitian ini yaitu CO2, CH4, dan N2O. Berdasarkan perhitungan rata-rata emisi karbon di kecamatan Sumbersari sebesar 12,80615 ton CO2-eq/tahun. Rumah mewah menghasilkan emisi karbon 6,536977 ton CO2-eq/tahun menjadi paling tinggi. Rumah menengah 4,067081 ton CO2-eq/tahun dan rumah sederhana 2,202092 ton CO2-eq/tahun. Pemetaan jejak karbon berdasarkan sub-sektor pada penggunaan listrik menjadi penyumbang emisi karbon paling tinggi sekitar 67% dari emisi karbon yang dihasilkan.
Pengaruh Plasticizer Kitosan pada Biodegradability dan Water Resistance pada Bioplastik Limbah Nata de Coco Syahreza Palevi; Nora Amelia Novitrie; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah plastik terus meningkat dan telah mencapai 64 juta ton/tahun. Indonesia juga mengalami peningkatan limbah sisa makanan sebesar 42,3%. Hal ini memerlukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penggunaan bioplastik dapat mereduksi 80% gas rumah kaca, menggunakan kurang dari 52% NonRenewable Energy, dan terdegradasi lebih cepat. Limbah Nata de Coco memiliki polimer selulosa sebagai bahan ideal untuk membuat bioplastik, sedangkan kitosan merupakan senyawa alami turunan kitin yang dapat digunakan sebagai plasticizer. Penambahan kitosan sebagai placticizer mengoptimalkan water resistance dan biodegradabilitas bioplastik. Penelitian ini menganalisis pengaruh plasticizer kitosan dengan variasi 1% dan 4% pada kemampuan biodegradabilitas dan water resistance bioplastik limbah Nata de Coco yang dibuat dengan metode solvent casting. Bioplastik yang dibuat dengan penambahan plasticizer kitosan 1% dan 3% terdegradasi sebesar 34,88 % dan 45,55 % dalam 12 hari dan memperoleh nilai water resistance sebesar 79,90 % dan 85,72%. Variasi plasticizer kitosan berpengaruh terhadap biodegradabilitas dan water resistance bioplastik. Semakin banyak plasticizer kitosan yang digunakan dalam pembuatan bioplastik Nata de Coco maka semakin tinggi biodegradability dan water resistance yang diperoleh.
Kombinasi Cangkang Kepiting- Fly Ash-Nanopartikel (Fe3O4) Dalam Proses Adsorpsi Zat Warna Dewi One Dira Pratiwi; Novi Eka Mayangsari; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cangkang kepiting memiliki kandungan kitin sebesar 50-60% dapat dimodifikasi menjadi kitosan. Isolasi kitin menjadi kitosan melalui proses deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Komposit kitosan cangkang kepiting Fly Ash-Magnetik Nanopartikel (Fe3O4) untuk menurunkan efisiensi kandungan konsentrasi limbah artifisial zat warna Congo Red dengan metode adsorpsi. Kitosan dapat menurunkan polutan dengan memodifikasi yang dikompositkan bahan Magnetik Nanopartikel (Fe3O4) dan Fly Ash. Efisiensi Congo Red terhadap kitosan cangkang kepiting-Fly Ash-Magnetik Nanopartikel memiliki nilai tertinggi sebesar 99,99%. Kinetika adsorpsi mengikuti orde dua dan isotherm mengikuti Langmuir dan Freundlich. Kapasitas adsorpsi komposit tertinggi sebesar 49,73 mg/g.
Analisis Proksimat dan Nilai Kalor pada Biobriket Manure Sapi dan Cangkang Pala menggunakan Variasi Suhu Annisaa Maheswari Akmal Hermanto; Ayu Nindyapuspa; Nora Amelia Novitrie
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manure sapi yang terdapat pada pertenakan berpotensi untuk dijadikan energi biomassa berupa biobiket, akan tetapi dalam pembuatan biobriket manure sapi masih memiliki kekurangan dari struktur bahan baku. Maka dari itu perlu adanya penambahan bahan baku salah satu altenatif yang dapat digunakan yaitu cangkang pala. Pada pembuatan biobriket ini diharapkan dapat memenuhi SNI 01-6235-2000. Proses pembuatan biobriket menggunakan metode pirolisis dengan mengunakan suhu 450° C selama 2 jam. Penelitian ini menggunakan perekat tepung tapioka 7%, dan komposisi manure sapi : cangkang pala yaitu 30% : 70%. Hasil penelitian di dapatkan kadar air 1,4%, kadar abu 9,5%, volatile matter 61,1%, fixed carbon 29,4%, dan nilai kalor 4856,71 kal/gram. Kata Kunci: Biobriket, Cangkang Pala, Manure Sapi, Pirolisis, Proksimat