Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ELEVATING LEARNING: DEVELOPING HOTS CHALLENGES FOR SENIOR STUDENTS AT SMK PUI CIKIJING Sifa Nurfauziyah; Ida Hamidah; Sun Suntini; Fahrus Zaman Fadhly
Indonesian Journal of Learning and Instruction Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijli.v7i1.9604

Abstract

This study aims to develop Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions for Class XII Indonesian at SMK PUI Cikijing based on four HOTS criteria: the Operational Verb (KKO) aspect, critical thinking skills, creative thinking, and problem-solving. The research method used in this study is Research and Development (R&D). The development model employed is the 4D model, limited to development only. Hence, the development stage begins with defining (analyzing Indonesian HOTS questions), designing (formulating HOTS questions based on the analysis of HOTS items regarding KKO aspects, critical thinking skills, creative thinking, and problem-solving), and developing (creating HOTS questions based on the analysis of HOTS questions in terms of KKO aspects, critical thinking skills, creative thinking, and problem-solving). Based on the analysis of the profile of Indonesian HOTS questions for Class XII at SMK PUI Cikijing, it is found that they are lacking in fulfilling the criteria for HOTS questions. Only 6% or 2 items are identified as HOTS questions, 30% or 9 questions need improvement, and 63% or 19 questions do not meet the HOTS criteria. Thus, there is a need to design HOTS questions based on the analysis of the HOTS item profile conducted in the defining stage. Subsequently, Low-Order Thinking Skills (LOTS) questions are transformed into HOTS questions based on four HOTS criteria: the Operational Verb (KKO) aspects, including C4 (analyzing) and C5 (evaluating) cognitive domains, critical thinking skills, creative thinking, and problem-solving. Keywords: development of HOTS questions, HOTS criteria, KKO, critical thinking skills, creative thinking skills, problem-solving skills.
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK PAUD SE-KECAMATAN SINDANGAGUNG Zulfa Fauziah; Sun Suntini; Ida Hamidah
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 21 No 2 (2025)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v21i2.495

Abstract

Pemerolahan bahasa adalah suatu periode ketika seorang individu memperoleh bahasa baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi, (2) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek sintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam aspek morfologi yang mendominasi yaitu pengunaan afiksasi, sedangkan yang paling sedikit adalah kata majemuk. Afiksasi yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu sufiks, prefiks, konfiks, dan klofiks. Namun yang mendominasi yaitu sufiks [-nya]. Ditemukan pula pengunaan afiks nonbaku seperti /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/. Selanjutnya hasil analisis dalam aspek sintaksis yang mendominasi yaitu kalimat deklaratif, sedangkan yang paling sedikit adalah imperatif. Struktur kalimat yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu struktur kalimat tidak lengkap seperti SP, PO, PK, SPO, SPK, POK dan struktur kalimat lengkap SPOK. Namun yang mendominasi SP dan yang paling sedikit yaitu SPOK. Tidak hanya itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa penggunaan kalimat pada anak usia 4-5 tahun lebih banyak mengunakan empat sampai lima kata dalam satu kalimat.
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK PAUD SE-KECAMATAN SINDANGAGUNG Zulfa Fauziah; Sun Suntini; IDA HAMIDAH
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.220

Abstract

ABSTRAK: Pemerolahan bahasa adalah suatu periode ketika seorang individu memperoleh bahasa baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi, (2) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek sintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam aspek morfologi yang mendominasi yaitu pengunaan afiksasi, sedangkan yang paling sedikit adalah kata majemuk. Afiksasi yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu sufiks, prefiks, konfiks, dan klofiks. Namun yang mendominasi yaitu sufiks [-nya]. Ditemukan pula pengunaan afiks nonbaku seperti /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/. Selanjutnya hasil analisis dalam aspek sintaksis yang mendominasi yaitu kalimat deklaratif, sedangkan yang paling sedikit adalah imperatif. Struktur kalimat yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu struktur kalimat tidak lengkap seperti SP, PO, PK, SPO, SPK, POK dan struktur kalimat lengkap SPOK. Namun yang mendominasi SP dan yang paling sedikit yaitu SPOK. Tidak hanya itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa penggunaan kalimat pada anak usia 4-5 tahun lebih banyak mengunakan empat sampai lima kata dalam satu kalimat. KATA KUNCI: Anak usia dini; morfologi; pemerolehan bahasa; sintaksis. >  INDONESIAN LANGUAGE ACQUISITION IN PRESCHOOL CHILDREN IN SINDANGAGUNG SUB-DISTRICT   ABSTRACT: Language processing is a period when an individual acquires a new language. The formulation of the problems in this study are; (1) How is Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in morphological aspects, (2) How is Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in syntactic aspects. This study aims to analyze how Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in morphological and syntactic aspects. This research uses descriptive qualitative method, with data collection techniques through documentation and interviews. The results of the analysis show that the dominant morphological aspect is the use of affixation, while the least is compound words. The affixations that appear in children aged 4-5 years are suffixes, prefixes, confixes, and clofixes. However, the dominant one is the suffix [-nya]. Non-standard affixes such as /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/ were also found. Furthermore, the results of the analysis in the syntactic aspect that dominates are declarative sentences, while the least is imperative. The sentence structures that appear in children aged 4-5 years are incomplete sentence structures such as SP, PO, PK, SPO, SPK, POK and complete sentence structure SPOK. However, SP dominates and the least is SPOK. Not only that, the results of the analysis also show that the use of sentences in children aged 4-5 years uses more four to five words in one sentence. KEYWORDS: Early childhood; morphology; language acquisition; syntax.
IKON, INDEKS, DAN SIMBOL DALAM IKLAN SIRUP MARJAN TAHUN 2020-2024 (ANALISIS SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE) Delia Noviani; Sun Suntini; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.223

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ikon, indeks, dan simbol dalam iklan Sirup Marjan Tahun 2020-2024. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika dari Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, data primer yang diambil berupa cuplikan video iklan dari objek yang diteliti, sedangkan data sekunder yang diambil berupa teori yang mendukung data primer yang diambil. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan ini menggunakan ikon untuk merepresentasikan produk secara langsung seperti visual botol sirup yang menyerupai bentuk nyata, indeks untuk menandakan suasana kebersamaan dan waktu tertentu seperti Ramadhan, serta simbol untuk menyampaikan makna yang lebih dalam terkait nilai religius dan kekeluargaan seperti warna hijau yang melambangkan kesegaran dan nuansa religi. Ketiga jenis tanda tersebut berperan penting dalam membentuk makna serta membangun kedekatan emosional dengan audiens. Analisis semiotik Charles Sanders Peirce dapat mengungkapkan strategi komunikasi visual yang digunakan untuk membangun identitas merek dan pesan kultural dalam iklan. Iklan Sirup Marjan bukan hanya alat promosi, tetapi juga media penyampai nilai budaya dan sosial yang kompleks. KATA KUNCI: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce; iklan sirup Marjan; ikon; indeks; simbol   >  ICON, INDEX, AND SYMBOL IN MARJAN SYRUP ADVERTISEMENTS OF 2020-2021 (CHARLES SANDERS PEIRCE'S SEMIOTIC ANALYSIS)   ABSTRACT: This study aims to determine the icons, indexes, and symbols in the Marjan Syrup advertisement in 2020-2024. The theory used in this study is Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data in this study uses primary and secondary data, the primary data taken in the form of video clips of advertisements from the objects studied, while the secondary data taken in the form of theories that support the primary data taken. The data collection technique in this study uses documentation and literature study techniques. The results of this study indicate that this advertisement uses icons to represent the product directly, such as visual syrup bottles that resemble real shapes, indexes to indicate an atmosphere of togetherness and certain times such as Ramadan, and symbols to convey deeper meanings related to religious and family values ​​such as the color green which symbolizes freshness and religious nuances. These three types of signs play an important role in shaping meaning and building emotional closeness with the audience. Charles Sanders Peirce's semiotic analysis can reveal the visual communication strategies used to build brand identity and cultural messages in advertisements. The Marjan Syrup advertisement is not only a promotional tool, but also a medium for conveying complex cultural and social values. KEYWORDS: Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis; Marjan syrup advertisements; icons; indexes; symbols