Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Asupan Zinc dan Magnesium terhadap Tekanan Darah Lansia Sri Nani Jelmila; Dita Hasni; Yhofa Nindra
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i1.959

Abstract

Hipertensi merupakan faktor utama untuk penyakit kardiovaskuler yang dipengaruhi oleh faktor usia dan asupan mikronutrien seperti zinc dan magnesium. Lanjut usia beresiko mengalami hipertensi karena faktor penuaan dan kurangnya asupan mikronutrien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan asupan zinc dan magnesium dengan tekanan darah lansia. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan design cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 38 orang lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin Kabupaten Padang Pariaman. Analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata asupan zinc responden adalah 3,91±0,93 mg, rerata asupan magnesium 148,48±33,50 mg. Uji statistik hubungan asupan zinc dengan tekanan darah sistolik didapatkan nilai p=0,38, r=-0,14, hubungan asupan zinc dengan tekanan darah diastolik didapatkan nilai p=0,19, r=-0,21. Asupan magnesium dengan tekanan darah sistolik didapatkan nilai p=0,23, r=-0,19. Hubungan asupan magnesium dengan tekanan darah diastolik didapatkan nilai p=0,16, r=-0,22. Kesimpulan penelitian ini Tidak terdapat hubungan asupan zinc dan magnesium dengan tekanan darah sistolik dan diastolik lansia di Panti Sosial Sabai Nan Aluih Sicincin.
Penilaian Asupan Makronutrient, Natrium, dan Kalium pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pajar Bulan Syakira Olyvia Dwi Nanda; Dita Hasni; Tri Puspita PAF
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/f7q7mq24

Abstract

Latar belakang : Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh pola makan baik berupa asupan zat gizimakro ataupun mikro seperti protein, lemak, karbohidrat, natrium, dan kalium. Tujuan : Untukmengetahui gambaran asupan karbohidrat, lemak, protein, natrium dan kalium pada pasien denganhipertensi di Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Muara EnimTahun 2020. Metode : Jenis penelitianyang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terjangkau dalampenelitian ini adalah semua pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Pajar Bulan pada bulanJanuari Tahun 2019 – Juli Tahun 2020 dengan 48 sampel menggunakan teknik total sampling. Analisadata univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil : Asupan karbohidratterbanyak adalah cukup yaitu 39 orang (81,3%), asupan protein terbanyak adalah lebih yaitu 33 orang(68,8%), asupan lemak terbanyak adalah cukup yaitu 32 orang (66,7%), asupan natrium terbanyakadalah lebih yaitu 32 orang (66,7%) dan asupan natrium terbanyak adalah kurang yaitu 48 orang(100%). Kesimpulan : Asupan karbohidrat terbanyak adalah cukup, asupan protein terbanyak adalahlebih, asupan lemak terbanyak adalah cukup, asupan natrium terbanyak adalah lebih dan asupannatrium terbanyak adalah kurang
Edukasi Penyakit Mastitis Saat Menyusui di Kantor Lurah Gantiang, Padang Panjang Timur Nana Liana; Meta Zuliyati Oktora; Sri Nani Jelmila; Budi Yulhasfi Febrianto; Dita Hasni
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 3 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i3.379

Abstract

Breastfeeding or in a foreign language called breasting is the feeding of breast milk (breast milk) as a natural food provided to the baby. The breastfeeding process can be hampered due to several problems, one of which is mastitis. Mastitis in nursing mothers is an infection of breast tissue when the mother is breastfeeding, mainly occurs due to blockage of breast milk ducts by a coagulated breast milk and accompanied by bacteria that enter the breast tissue through the nipple.  The incidence of mastitis is estimated to occur in the first 12 weeks to the second year of feeding. Mastitis needs to be considered because being one of the reasons for the mother to stop breastfeeding can proceed to other diseases such as breast abscesses. Lack of knowledge about mastitis and its treatment causes many mothers to detect mastitis too late and aggravate the state of mastitis. Therefore, prevention and education related to mastitis when the mother is breastfeeding is needed.This activity was held on July 29, 2022 for 3 hours and was attended by 23 mothers of reproductive age who lived in Gantiang village, Padang Panjang Timur. The results of this activity obtained differences in the average level of knowledge of participants before and after counseling. This activity has an impact on increasing public knowledge related to mastitis so that it can increase the success of breastfeeding and prevent stunting.
Deteksi Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular dan Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kantor Camat Padang Utara Sri Nani Jelmila; Yuliza Birman; Dita Hasni; Vina Tri Septiana; Reski Akbar; Niken Oktavia
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i2.350

Abstract

Corona Virus Disease (Covid-19) has resulted in around 5.4 million deaths worldwide. The virus that causes COVID-19 continues to mutate with the latest variant known as Omicron. Hypertension and diabetes are the most common comorbidities in Covid-19. Prevention of infection and complications of Covid-19 can be done by implementing clean and healthy living behaviors and early detection of comorbid diseases. This community service activity aims to early detection of non-communicable diseases and provide education about a clean and healthy lifestyle which is very much needed during a pandemic so that the immune system can increase and avoid transmission and complications of Covid-19. This activity held on January 8, 2022 for 2 hours. The participants of the activity are people in the working area of the Padang Utara sub-district office, Padang City. The results of this activity showed that the participants' average blood pressure was within normal limits and the average blood sugar was in the prediabetes category. This activity has the impact of increasing public knowledge about risk factors for non-communicable diseases and clean and healthy living behavior during a pandemic so it can prevent infectious disease infections and avoid non-communicable diseases and their complications.