Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Aplikasi Kombinasi Pupuk Kiserite dan Pupuk NPK Terhadap Nisbah Dispersi Tanah Pada Pertanaman Jagung (Zea mays L.), Bandar Lampung: Application Combination Of Kieserite and NPK Fertilizers on Soil Dispersion Ratio In Maize (Zea Mays L.), Bandar Lampung Ramadhani, Winih Sekaringtyas; Faqina, Sadila; Afandi; Septiana, Liska Mutiara; Novpriansyah, Hery
Agrocentrum Vol. 3 No. 2 (2025): Agrocentrum
Publisher : Agriculture Faculty - UPN "Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrocentrum.v3i2.101

Abstract

Changes in corn production are related to the decline in agricultural land quality. One of the main indicators for assessing soil aggregate stability is the dispersion ratio. The efforts made in this study were the application of Kieserite and NPK fertilizers. This study aimed to determine the effect of the combination of Kieserite and NP K fertilizers on the soil dispersion ratio in corn crops, as well as to determine the best combination dose. The study was conducted in Campang Raya, Bandar Lampung from August 2024–May 2025 using a Randomized Block Design (RAK) with four treatments and six replications, namely A = Control, B = Standard Fertilizer (NPK), C = 1 Kieserite + 1 NPK, and D = 1 Kieserite + ¾ NPK. The main parameter was the soil dispersion ratio, with supporting parameters in the form of microaggregate distribution, soil texture, pseudo sand, soil pH, and corn production. The results showed that all treatments still produced the "highly dispersed" category (65.83–73.42%), with the lowest value in treatment C and the highest in the control. Combination of Kieserite + NPK application did not significantly improve the dispersion ratio or microaggregate distribution, but did affect corn production. Treatment C resulted in dry corn kernel production of 2.37 tons ha⁻¹, higher than the control at 1.47 tons ha⁻¹. This increase in corn production is supported by the role of Mg²⁺ ions from kieserite which can improve photosynthesis efficiency, chlorophyll formation, and transport of photosynthesis products to the cob. Magnesium fertilization in the soil plays an important role in stimulating plant metabolism, improving the quality and quantity of harvests, and the supply of NPK nutrients that stimulate root growth and root exudates to aid aggregation.
PEMANFAATAN MIKROORGANISME LOKAL IN-SITU UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DAN SISTEM “SAFE AND HEALTHY FARM” DI DESA SIDODADI, PESAWARAN Ramadhani, Winih sekaringtyas; Arif, M. Ach. Syamsul
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i2.11857

Abstract

Desa Sidodadi, Pesawaran mengalami permasalahan yaitu tingginya limbah organik, tingginya alih fungsi lahan serta rendahnya kesuburan karena intensif aplikasi pupuk kimia. Salah satu upaya dalam meningkatkan kesuburan tanah dan memanfaatan lahan pekarangan adalah pemanfaatan limbah organik in-situ menjadi mikroorganisme lokal (MOL) yang bermanfaat menjadi pupuk organik cair. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan ceramah, demonstrasi peroses pembuatan dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Desa Sidodadi pada bulan Agustus hingga September 2025. Pembuatan MOL berasal dari bahan utama yaitu limbah bonggol pisang dan bahan pendukung diantaranya jamur nasi, air cucian beras, gula merah serta air kelapa. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian terjadi peningkatan pemahaman petani terhadap pemanfaatan limbah organik dan pengelolaan limbah organik menjadi pupuk organik cair dengan limbah yang tersedia di jamur nasi dan bonggol pisang. Peningkatan pemahaman petani sebesar 75% dari sebelum sosialisasi hingga setelah dilakukan sosialisasi. Hal ini juga terlihat dengan antusias petani dalam memperhatikan serta saat tanya jawab antara petani dan narasumber. Sehingga pengabdian mampu memberikan pengetahuan dan kreatifitas petani dalam memanfaatkan limbah serta mendukung pertanian Safe and Healthy Farm. Hasil evaluasi yang dapat dilihat bahwa petani memahami pentingnya pengelolaan limbah organik dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mencetak pertanian organik secara berkelanjutan.
Response of soil strength and density to compost application: A study on the vegetative phase of pineapple Dermiyati, Dermiyati; Rahmawanty, Adisty; Afandi, Afandi; Larasati, Jeni; Ramadhani, Winih Sekaringtyas; Yuwono, Slamet Budi
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 3 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.133.10519

Abstract

This study aimed to determine the effects of applying 50 t ha?¹ of compost, made from a mixture of cow dung, bromelain waste, and chopped bamboo, on soil compaction and penetration in pineapple (Ananas comosus L. Merr.) plantations in Central Lampung, Indonesia. This study used a survey method at four locations, each representing a different age of pineapple plants. Soil penetration analysis was performed using a Digital Cone Penetrometer. Soil bulk density and total pore space were determined using the volumetric method. The results indicated that soil compaction decreased with increasing pineapple plant age, corresponding to a reduction in soil bulk density. Specifically, the soil bulk density values for pineapple plants at 0, 3, 5, and 9 months after planting (MAP) were 1.42 g cm?³, 1.23 g cm?³, 1.13 7 g cm?³, and 1.02 g cm?³, respectively. Lower soil bulk density corresponded to less soil compaction, leading to lower soil penetration resistance. The lowest soil penetration value was recorded at location 9 MAP, while other locations remained below the critical soil penetration limit. A lower soil penetration value indicates reduced soil strength. There was a positive correlation between soil bulk density and specific gravity, and between soil penetration and age at 5 and 9 months. Conversely, higher soil pore space and dispersion index were associated with decreased soil penetration. In conclusion, applying 50 t ha?¹ of compost appears to be an effective solution for pineapple cultivation.
PERBEDAAN TEKNIK DAN DOSIS APLIKASI PUPUK CAMPURAN ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS DI TANAH ULTISOL LAMPUNG TENGAH Ambar Arum Kaloka; Sri Yusnaini; Septi Nuru Aini; Mas Achmad Syamsul Arif; Dermiyati; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.5

Abstract

Respirasi tanah merupakan salah satu indikator dari kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk dalam tanah. Pada penelitian ini pupuk yang digunakan adalah pupuk produksi PT. GGP berupa pupuk campuran organik dan anorganik berbentuk pelet yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan respirasi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh teknik aplikasi, dosis aplikasi, dan interaksi antara teknik dan dosis pupuk campuran organik dan anorganik terhadap respirasi tanah pada pertanaman nanas di tanah Ultisol, serta mempelajari korelasi antara C-organik, pH tanah, kadar air tanah, dan suhu tanah dengan raspirasi tanah. Penelitian ini dilakukan di PT.GGP dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Biologi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dengan rancangan split plot yang terdiri dari 9 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji tukey dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian teknik broadcast dan tugal menujukkan respirasi tanah lebih tinggi dibandingkan teknik larikan pada 15 BST dan hanya teknik tugal yang tertinggi pada 16 BST. Dosis aplikasi 1,5 ton ha-1 menunjukkan respirasi tanah lebih tinggi dibandingkan dosis aplikasi 3 ton ha-1 dan 4,5 ton ha-1 pada pengamatan 16 BST. Hasil interaksi perlakuan teknik broadcast dosis 1,5 ton ha-1 menunjukkan nilai respirasi tanah yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan teknik tugal dengan dosis (3 ton ha-1 dan dosis 4.5 ton ha-1) menunjukkan adanya korelasi positif antara pH tanah dengan respirasi tanah.
PENGARUH APLIKASI KOMPOS PREMIUM TERHADAP POPULASI DAN KERAGAMAN MESOFAUNA DI LAHAN PERTANAMAN NANAS PT GGP LAMPUNG TENGAH Pandan Arum Irawan; Dermiyati; Dedy Prasetyo; Mas Achmad Syamsul Arif; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.8

Abstract

Sistem tanam monokultur dan penggunaan pupuk kimia secara terus menerus akan menyebabkan degradasi lahan. Perbaikan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan menambahkan Pupuk Kompos Premium yang merupakan pupuk organik dengan komposisi berbagai bahan organik dan mineral dalam upaya meningkatkan ketersediaan bahan organik dalam tanah. Mesofauna tanah dapat menjadi salah satu indikator kesuburan tanah yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bahan organik dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh aplikasi pupuk kompos premium terhadap populasi dan keragaman mesofauna pada lahan pertanaman nanas di PT GGP (Great Giant Pineapple) Lampung Tengah serta mempelajari korelasi antara C-organik, pH tanah, kadar air dan suhu tanah dengan populasi dan keragaman mesofauna tanah. Penelitian dilaksanakan di PT GGP dan analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah FP Unila. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 4 kelompok. Data yang diperoleh lalu dianalisis dengan analisis ragam dan uji tukey kemudian diuji lanjut menggunakan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Kompos Premium A (P2) dan Kompos Premium B (P3) tidak berbeda nyata dengan perlakuan Tanpa Kompos (P0) tetapi perlakuan Kompos Premium A (P2) dan Kompos Premium B (P3) dapat meningkatkan populasi mesofauna dibandingkan dengan perlakuan Kompos Kotoran Sapi (P1). Selain itu hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi antara C-Organik tanah, pH tanah, suhu tanah, dan kadar air tanah dengan populasi mesofauna tanah.
KOMBINASI APLIKASI PUPUK ROCK PHOSPHATE DAN PUPUK NPK TUNGGAL TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI BANDAR LAMPUNG Afandi; Winih Sekaringtyas Ramadhani; Violeta Cahya Ajeng; Hery Novpriansyah
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.14

Abstract

a
APLIKASI KOMBINASI PUPUK NPK MAJEMUK CAIR DAN TUNGGAL PADAT TERHADAP KEMANTAPAN AGREGAT DAN PRODUKSI PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI KONDISI EL NINO, BANDAR LAMPUNG Winih Sekaringtyas Ramadhani; Dinda Isti Qomaria; Afandi; Nur Afni Afrianti
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.16

Abstract

m
The use of pineapple liquid waste and cow dung compost to improve the availability of soil N, P, and K and growth of pineapple plant in an Ultisol of Central Lampung Ramadhani, Winih Sekaringtyas; Nuraini, Yulia
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2018.061.1457

Abstract

A study that was aimed to elucidate the effect of adding pineapple liquid waste and cow dung compost in increasing the availability of soil N, P, K, contents of N, P, K in pineapple leaves and growth of pineapple plant in an Ultisol was conducted in Central Lampung. The study consisted of two steps, i.e. incubation of pineapple liquid waste with cow dung compost in the soil, and planting pineapple by adding pineapple liquid waste and cow dung compost. Treatments tested in experiment 1 (laboratory incubation experiment) were combinations of pineapple liquid waste (L) and cow dung compost (K). Changes of soil chemical characteristics were observed at 15, 30, 45, and 60 days. Three best treatments of experiment 1 were selected for the experiment 2 (plant growth experiment in a glasshouse). Two control treatments were included in experiment 2. N, P, and K contents in pineapple leaves as well as and pineapple root length were observed at 30 and 60 days. Results of the first experiment showed that addition of pineapple liquid waste and cow dung compost significantly increased soil pH, availability of soil N, P, and K compared to controls at 15, 30, 45, and 60 days. Addition of 20 t cow dung compost/ha and 20,000 L pineapple liquid waste/ha (K3L3 treatment) resulted in higher values of soil pH, total N, available P, and available K than the control. Results of the second experiment showed that the addition of pineapple liquid waste and cow dung compost gave no significant effect on the growth of pineapple plant, but the addition of 20 t cow dung compost/ha and 10,000 L pineapple liquid waste/ha (K3L2 treatment) gave optimum growth compared to other treatments at 60 days. The  K3L2 treatment also had higher pineapple leaf nutrient content, compared to control.
PENGARUH APLIKASI KOMPOS KOTORAN SAPI DAN PUPUK PREMIUM TERHADAP BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME TANAH PADA PERTANAMAN NANAS RATOON, LAMPUNG TENGAH Winih Sekaringtyas Ramadhani; Ulia Karlismayani; Dermiyati; M. A. Syamsul Arif
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.12061

Abstract

Biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah merupakan indikator kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk di dalam tanah. Pupuk premium pada penelitian ini merupakan produksi PT Great Giant Pineapple (GGP) yang di dalamnya terkandung campuran bahan organik dan amelioran yang diharapkan mampu meningkatkan C-mik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian kompos kotoran sapi dan pupuk premium dalam meningkatkan C-mik tanah pada pertanaman nanas. Penelitian dilakukan di PT GGP kemudian analisis tanah dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Universitas Lampung. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan pertama yaitu P1 = standar budidaya tanaman, P2 = kompos kotoran sapi (50 ton ha-1), P3 = pupuk premium A (kompos kotoran sapi 77,6%, batubara muda 9,8%, zeolit 9,8%, LOB 1,8%, vermikompos 1%) dan P4 = pupuk premium B (kompos kotoran sapi 72,7%, batubara muda 14,7%, zeolit 9,8%, LOB 1,8%, vermikompos 1%). Data yang diperoleh diuji homogenitas ragam dengan uji Bartlett dan aditifitas data dengan uji Tukey kemudian dilakukan uji analisis ragam taraf 5%. Kemudian, data diuji lanjut menggunakan uji Ortogonal Kontras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran sapi dan pupuk premium tidak berpengaruh terhadap C-mik tanah. Pemberian pupuk premium B menunjukkan nilai C-mik tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 13,68 mg C-CO2 kg tanah-1 10 hari-1. Uji korelasi menunjukkan adanya korelasi positif antara respirasi tanah, c-organik dan pH tanah dengan C-mik tanah.
Co-Authors Abdul Mutolib Adi Jaya Aditya, Dinar Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Afandi Ahmad Maulana Irfanudin Ahmad Rizal Muhaimin Ahmad Rizal Muhaimin Aini, Septi Nurul Akhmad Syaifudin Akhmad Syaifudin, Akhmad Ali Rahmat Ali Rahmat Ali Rahmat Ali Rahmat Ali Rahmat Ali Rahmat Ali Rahmat Ali Rahmat Ambar Arum Kaloka Anisa Miftakhul Jannah Arif, M. Ach. Syamsul Arif, M.A Syamsul Arif Asha Ananda Arza Astriana Rahmi Setiawati Bucharie, Henrie Chosa Zahro Fatiha Dedy Prasetyo Dedy Prasetyo Dermiyati Dermiyati Dermiyati, Dermiyati Dewi Puspita Widiarini Dicky Lian Pratama Dinda Isti Qomaria Ega Restapika Natalia Eko Handayanto Faqina, Sadila Farida, Resti Fattur Rachman Fazar Sidiq Kusumah Putra Febriana, Jonah Fitri Wijayanti Haidar Fari Aditya Helvi Yanfika Henrie Buchari, Henrie Hery Novpriansyah Intan Maharani Samsi Ir, MT., Siswanto Istiawati, Novia Fitri Jannah, Anisa Miftakhul Jonah Febriana Kusuma Handayani, Kusuma Larasati, Jeni Lestari, Safira Riska Linandu Darmawan M. A. Syamsul Arif Maroeto Maroeto Mas Achmad Syamsul Arif Mas Achmad Syamsul Arif Muhammad Frayoga Janata Novia Fitri Istiawati Novia Fitri Istiawati Novpriansyah, Hery Nur Afni Afrianti Nurul Farida Nurwahidin Pamela, Ahmad Bintang Pandan Arum Irawan Priyo Cahyono Priyo Cahyono, Priyo R. Rudy Raden Ajeng Diana Widyastuti Rahmawanty, Adisty Raudah Anggraini Tarigan Rivaie, Arivin Sadikin, Yuni Septi Nuru Aini Septi Nurul Aini Septiana, Liska Mutiara Shofihatul Maula Slamet Budi Yuwono Sri Yusnaini Sri Yusnaini Sri Yusnaini Sugeng Triyono Sumardi . Ulia Karlismayani Vernandes, Deo Violeta Cahya Ajeng Yonariza Yonariza, Yonariza Yulia Nuraini