Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemanfaatan Dan Karakterisasi Batu Kapur Alam Dan Jerami Padi Sebagai Campuran Bahan Baku Dalam Pembuatan Kertas Jumiati, Ety; Husna Br. Lubis, Lailatul; Adiani Nasution, Arfa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui (1) Bahan jerami padi dan batu kapur alam dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan baku dalam pembuatan kertas. (2). Karakteristik kertas yang dihasilkan dengan memanfaatkan jerami padi dan batu kapur alam sebagai campuran bahan baku dalam pembuatan kertas. Dan untuk mengetahui komposisi variasi suhu nitrasi agar dihasilkan kertas dengan karakteristik yang optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimental, dengan melakukan pendekatan secara kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah batu kapur alam dan jerami padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kertas dapat diperoleh dari bahan jerami padi yang menghasilkan pulp kertas berwarna putih dan batu kapur alam menghasilkan sintesis PCC dengan warna putih dan memiliki ukuran partikel yang kecil. Ini sesuai dengan parameter uji gramatur, uji kadar air, uji kadar abu, dan ketahanan tarik. Karakteristik kertas yang dihasilkan meliputi: nilai uji gramatur pada sampel A sebesar 98,66 g/m2 dan sampel B sebesar 89,44 g/m2, nilai uji kadar air pada sampel A sebesar 2,81 % dan sampel B sebesar 3,85 %, uji kadar abu pada sampel sebesar A sebesar 16,22% dan sampel B sebesar 22,67% , dan uji ketahanan tarik pada sampel A sebesar 1,1813 Mpa dan sampel B sebesar 0,5995 Mpa. Karakteristik pembuatan kertas yang optimal yaitu pada sampel A, dengan nilai uji gramatur sebesar 98,66 g/m2, nilai uji kadar air sebesar 2,81 % dan uji kadar abu sebesar 16,22% yang sudah memenuhi syarat mutu kertas cetak tipe A (SNI 7474-2008). Karakteristik Sintesis PCC yang dihasilkan pada sampel A dengan suhu nitrasi 60°C dan suhu kalsinasi 25°C berupa serbuk putih dengan jenis kristal kalsit yang dilihat dari analisis spektrum FT - IR, Difaktogram X-Ray, serta Scanning Electron Microscopy (SEM).
PENGARUH NILAI POROSITAS TERHADAP KUAT TEKAN ASPAL BERBAHAN ABU AMPAS TEBU Tiara, Finky Manda; Jumiati, Ety; Lubis, Ridwan Yusuf
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.9201

Abstract

Telah dilakukan karakterisasi aspal dengan menggunakan abu ampas tebu sebagai bahan pengisi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh nilai porositas terhadap sifat mekanik (kuat tekan) struktur aspal berbahan dasar abu ampas tebu dengan perbandingan komposisi 0:40:60; 5:35:60; 10:30:60; 15:25:60. Abu ampas tebu diperoleh sebagai silika dan bahan pengisi pada pencampuran aspal. Hasil analisa nilai porositas mempengaruhi nilai kuat tekan. Dari hasil penelitian, nilai pengujian terbaik diperoleh pada variasi D (15:25:60) dengan nilai porositas sebesar 11,52%, dan kuat tekan sebesar 3,991 MPa. Berdasarkan data yang diperoleh, sampel D merupakan variasi yang paling optimal meskipun belum memenuhi standar nasional Indonesia.
PENGARUH PENAMBAHAN SUHU SINTERING TERHADAP KARAKTERISTIK KERAMIK BERPORI BERBAHAN BIJI SALAK DAN CLAY Rachmaini, Alya; Jumiati, Ety; Masthura, Masthura
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.8926

Abstract

Keramik berpori merupakan keramik yang mempunyai pori-pori kecil sehingga pori-pori tersebut dapat memenuhi membran. Membran keramik memiliki kelebihan seperti tahan terhadap korosi, perubahan suhu yang tinggi dan tahan terhadap kontaminasi dari material lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik keramik berpori berbahan salak dan tanah liat. Penelitian ini menggunakan variasi suhu 900°C, 950°C, dan 1000°C dengan komposisi biji salak dan tanah liat sebesar 20%:80%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan alat-alat sebagai berikut: jangka sorong, timbangan digital, ayakan 100 mesh, gelas kimia, oven dan tungku. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bubuk salak dan tanah liat. Parameter pengujian sifat fisik dan mekanik keramik berpori adalah daya serap air dan kuat tekan. Hasil pengukuran daya serap air dan kuat tekan memenuhi SNI 8640:2018 tentang baku mutu bata ringan untuk pemasangan dinding. Variasi optimum yang diperoleh adalah sampel A dengan nilai serapan air keramik berpori sebesar 22,03% dan kuat tekan keramik berpori sebesar 8,92 MPa.
SIFAT FISIK PAPAN KOMPOSIT DARI SERAT ECENG GONDOK DAN RESIN EPOKSI PADA BERBAGAI KETEBALAN silalahi, homsiah mayang sari; jumiati, ety; masthura, masthura
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v8i1.8931

Abstract

Eceng gondok merupakan tanaman yang sulit dikendalikan pertumbuhannya. Salah satu upaya untuk mengatasi pesatnya pertumbuhan tersebut adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan bakun papan serat. Fibreboard merupakan produk komposit yang dihasilkan dengan pengepresan panas antara campuran bahan lignoselulosa dan perekat. Perekat yang digunakan pada penelitian ini adalah resin epoxy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan papan komposit dari serat eceng gondok terhadap nilai kadar air dan perkembangan ketebalan. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, dimulai dari tahap pembuatan serat eceng gondok kemudian tahap pembuatan dan pengujian papan serat. Variasi ketebalannya adalah sampel A (0,7 cm), sampel B (1 cm) dan sampel C (1,5 cm). Hasil penelitian dipengaruhi oleh variasi ketebalan papan serat yaitu bertambahnya ketebalan papan serat membuat nilai kadar air dan perkembangan ketebalan semakin menurun. Hasil paling optimal diperoleh pada sampel C dengan nilai kadar air 0,71% dan pengembangan ketebalan 0,96%.
EFEKTIVITAS BRIKET KULIT PINANG TERHADAP PENURUNAN NILAI KADAR AIR DAN NILAI DENSITAS Rani Saputri; Jumiati, Ety; Sirait, Ratni
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v10i2.267

Abstract

Utilization of briquettes as an alternative biomass energy source is possible. Biomass is a renewable energy source that is becoming increasingly important throughout the world. This has the potential to reduce human dependence on fossil fuels. This research aims to determine the effectiveness of reducing the water content and density values of areca nut shell briquettes. The raw materials used in making briquettes are areca nut shells and arpus adhesive, with each percentage of material and adhesive composition, namely sample A (55% : 45%), sample B (60% : 40%), sample C (65% : 35%), and sample D (70% : 30%). The results of this research obtained a water content value of 6.36% - 4.82% and a density value of 0.534 g/cm3 - 0.599 g/cm3. This water content value meets SNI 01-6235-2000 regarding wood charcoal and these briquettes are suitable to be used as a substitute for charcoal on a household scale.
PENINGKATAN KUALITAS NILAI KADAR AIR DAN KADAR ZAT TERBANG PADA SERBUK KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI SUHU AKTIVASI Siti Putri Masyitah; Jumiati, Ety; Sirait, Ratni
ELEMEN : JURNAL TEKNIK MESIN Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : POLITALA PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/je.v10i2.268

Abstract

This research aims to determine the characteristics of coconut shell activated carbon in powder and granular form using quantitative methods. Making activated carbon consists of preparation, carbonization and activation. Then the physical properties were tested and the analysic. Actived carbon is made through a carbonization stage at a temperature of 400°C for 2 hours and activation at a temperature of 800°C, 900°C, and 1000°C for 1 hour. The parameters used are air content and volatile substance content with active carbon quality requirements based on SNI No. 06-3730-1995. The research results showed that the best quality powdered activated carbon at a temperature of 1000°C with an air content of 6.4% and a volatile matter content of 15.2%
Analisis Sifat Fisika dan Kimia terhadap Pembuatan Briket Arang Limbah Biji Salak dengan Variasi Perekat Tepung Tapioka dan Tepung Sagu Harahap, Nurlaila Sari; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.1.115-123.2023

Abstract

Telah dilakukan pembuatan briket arang dengan bahan dasar biji salak dengan variasi perekat tepung tapioka dan tepung sagu. Variasi komposisi biji salak dengan perekat tepung tapioka dan tepung sagu antara lain : Sampel A (65% : 30%), B (70% : 30%) dan C (75% : 25%) perbandingan perekat dengan air (1:3) serta waktu pengeringan  selama 7 hari. Parameter uji  meliputi : kadar abu, kadar zat terbang dan kadar karbon. Hasil uji diperoleh briket arang yang optimal yaitu pada  sampel A dengan perekat tepung sagu. Pada Sampel A, briket arang yang diperoleh menghasilkan nilai kadar abu 5,21%, kadar zat terbang 9,62% dan kadar karbon 78,53%. Sampel briket telah sesuai dengan SNI No.01-6235-2000 briket arang. Sehingga briket arang dapat digunakan dalam skala rumah tangga.The manufacture of charcoal briquettes with the essential ingredients of salak seeds has been carried out with variations of tapioca flour and sago flour adhesives. Variations in the composition of salak seeds with tapioca flour and sago flour adhesives include: Sample A (65%: 30%), sample B (70%: 30%), and sample C (75%: 25%) with a ratio of adhesive and water (1 :3) and the drying time is 7 days. Parameters of the tests carried out include: ash content, volatile matter content, and carbon content. The test data obtained showed that the optimal charcoal briquettes were in sample A with sago flour adhesive. In Sample A, the charcoal briquettes obtained produced an ash content of 5.21%, a volatile matter content of 9.62%, and a carbon content of 78.53%. The briquette samples were by SNI No. 01-6235-2000 regarding charcoal briquettes. So that charcoal briquettes can be used on a household scale. 
Pengaruh Penambahan Serbuk Pati Jagung dan Kitosan Terhadap Mutu Sifat Fisis Bioplastik Noviansyah, Kiki; Jumiati, Ety; Lubis, Ridwan Yusuf
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.465-470.2023

Abstract

Bioplastik polimer dapat terurai oleh aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Pati jagung, kitosan dan plasticizer sorbitol dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan bioplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap mutu sifat fisis bioplastik. Variasi campuran pati jagung dan kitosan (A) 40% : 60%, (B) 50% : 50% dan (C) 60% : 40% dengan plasticizer sorbitol 2 ml. Dengan uji ketebalan, biodegradasi, dan daya serap air. Hasil data pengujian ketebalan sampel A sebesar 0,24 mm, sampel B sebesar 0,17 mm dan sampel C sebesar 0,16 mm. Nilai biodegradasi sampel A sebesar 33,3%, sampel B sebesar 50% dan Sampel C sebesar 80% dan daya serap air sampel A sebesar 25%, sampel B sebesar 30% dan sampel C sebesar 50%. Nilai biodegradasi sudah memenuhi standar SNI 7188.7:2016 pada sampel C. Sedangkan daya serap air belum memenuhi standar ASTM D570-98 pada semua sampel. 
Pengaruh Nilai Ketahanan Tarik Terhadap Daya Regang Dalam Pembuatan Kertas Dari Bahan Baku Kulit Singkong dan Daun Nanas Ningsih, Mulia; Sirait, Ratni; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.518-525.2023

Abstract

 Kertas dihasilkan dari bahan setengah jadi (pulp) yang mengandung selulosa. Bahan baku yang digunakan kulit singkong dan daun nanas, karena mengandung selulosa yang tinggi diatas 40%. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik kertas dan variasi komposisi terbaik kertas dari kulit singkong dan daun nanas. Metode pembuatan pulp menggunakan proses soda. Variasi berat sampel A (80:20%), B (60:40%), C (40:60%) dan D (20:80%). Kulit singkong dan daun nanas dipanaskan menggunakan hot plate dengan penambahan NaOH 1,5% dengan suhu 100˚C. Proses pemutihan menggunakan larutan H2O2 10%. Hasil karakterisasi kertas pada sampel menunjukkan bahwa nilai uji ketahanan tarik sampel A bernilai 0,2567 MPa, B bernilai 0,4854 MPa, C bernilai 1,3127 Mpa dan D bernilai 1,4322 MPa dan daya regang sampel A sebesar 0,70%, B sebesar 0,86%, C sebesar 1,69%, dan D sebesar 2,05%. Berdasarkan data menunjukkan bahwa sampel D yang terbaik dan telah memenuhi kertas cetak C SNI 14-0937-2005 dalam pembuatan kertas.         
Pengaruh Kulit kakao dan Biji kakao Terhadap Uji Fisis Briket Bioarang Menggunakan Perekat Getah Damar Azmi, Afifah; Sirait, Ratni; Jumiati, Ety
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.268-274.2024

Abstract

Telah dilakukan pembuatan briket bioarang yang merupakan arang yang terbuat dari aneka macam bahan hayati atau biomassa seperti kayu, ranting dan limbah pertanian, bertujuan untuk mengetahui karakteristik  dan komposisi yang paling optimal pada pembuatan briket bioarang menggunakan kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar. Variasi komposisi kulit kakao dan biji kakao dengan perekat getah damar antara lain sampel A (50%:30%), B (40%:40%) dan C (30%:50%). Parameter uji fisika dan kimia meiliputi: kadar air, kadar abu, nilai kalor, kadar zat teirbang dan kadar karbon. Hasil uji fisika dan kimia brikeit bioarang kulit kakao dan biji kakao dipeiroleih brikeit bioarang yang optimal yaitu pada sampeil B yaitu nilai kadar airnya 7,35%, nilai kadar abu 6,40%, nilai kalor 6028 cal/g nilai kadar zat teirbang 16,20% dan nilai kadar karbon 70,05%. Sampeil brikeit bioarang teilah seisuai SNI No. 01-6235-2000 teintang brikeit arang.