Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Asesmen Program Asistensi Mengajar Satuan Pendidikan Berbasis Kognitif, Afektif, Dan Psikomotorik Di Mts Negeri 9 Jombang Rizki, Restu Budiansyah; Haris, Abdul; Hudayana, Nur Alawi; Asari; Hasanah, Uswatun; Hindun; Triwijayati, Luluk Habibah; Hakim, Luqman
EL-FUSHA: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2025): EL-FUSHA: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-fusha.v6i1.8920

Abstract

This study aims to evaluate the teaching program assessment in an educational unit as part of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) curriculum. This research is a case study involving 5th-semester students participating in a teaching assistance program, with a total of 11 student participants. Data collection methods included direct observation and assessment documentation by supervising school teachers. Data analysis used a qualitative-quantitative percentage approach. The results showed that among the three assessment domains—cognitive, affective, and psychomotor—the lowest scores were in the affective domain (3.55), while the highest scores were in the psychomotor domain (3.58). Individually, Student 7 achieved the highest overall score (3.77) compared to the others. These findings indicate that the 11 participating students need to improve their affective domain skills in learning and teaching processes. All three domains (cognitive, affective, and psychomotor) will serve as essential preparation for these student practitioners when entering the real workforce throughout their professional lives.
Asesmen Program Asistensi Mengajar Satuan Pendidikan Berbasis Kognitif, Afektif, Dan Psikomotorik Di Mts Negeri 9 Jombang Rizki, Restu Budiansyah; Haris, Abdul; Hudayana, Nur Alawi; Asari; Hasanah, Uswatun; Hindun; Triwijayati, Luluk Habibah; Hakim, Luqman
EL-FUSHA: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2025): EL-FUSHA: Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/el-fusha.v6i1.8920

Abstract

This study aims to evaluate the teaching program assessment in an educational unit as part of the Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) curriculum. This research is a case study involving 5th-semester students participating in a teaching assistance program, with a total of 11 student participants. Data collection methods included direct observation and assessment documentation by supervising school teachers. Data analysis used a qualitative-quantitative percentage approach. The results showed that among the three assessment domains—cognitive, affective, and psychomotor—the lowest scores were in the affective domain (3.55), while the highest scores were in the psychomotor domain (3.58). Individually, Student 7 achieved the highest overall score (3.77) compared to the others. These findings indicate that the 11 participating students need to improve their affective domain skills in learning and teaching processes. All three domains (cognitive, affective, and psychomotor) will serve as essential preparation for these student practitioners when entering the real workforce throughout their professional lives.
Pembelajaran Proyek Sains Dalam Meningkatkan Sosial Emosional Anak Usia Dini 5-6 Tahun Maryani; Suparni; Hindun
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2024): 2024
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v2i4.340

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh peneliti yaitu kurangnya guru menerapkan konsep-konsep pembelajaran proyek sains, kurangnya guru dalam menerapkan konsep-konsep perkembangan sosial emosional anak Rumusan masalah penelitian ini yaitu, 1) bagaimanakah konsep penerapan pembelajaran proyek sains dalam meningkatkan sosial emosional padda anak usia ddini 5-6 tahun di taman kanak-kanak Pembina negeri kecamatan singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi, 2) bagaimanakah konsep sosial emosional anak melalui pembelajaran proyek sains pada anak usia dini 5-6 tahun di taman kanak-kanak Pembina negeri kecamatan singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi, 3) faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan guru kurang optimal dalam melaksanakan pembelajaran proyek sains dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak pada anak usia dini 5-6 tahun di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptip. Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, Display data, verifikasi data dan ujian kepercayaan menggunakan tringgulasi data. Lokasi penelitian dilakukan di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi. Hasil dari penelitian ini yaitu konsep penerapan pembelajaran proyek sains di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi sudah bisa dikatakan cukup baik, dikarenakan bantuan dari metode kegiatan pembiasaan yang dilakukan oleh guru. Konsep penerapan proyek sains dalam meningkatkan sosial emosional anak di taman kanak-kanak Pembina negeri singkut kabupaten sarolangun provinsi jambi juga bisa dikatakan cukup baik walaupun masih ada beberapa anak yang belum mampu melakukan kegiatan proyek sains. Meski terdapat faktor penghambat dalam penerapan pembelajaran proyek sains yaitu dari rendahnya kompetensi guru beserta media dan fasilitas yang ada disekolah, kurangnya kepedulian guru dalam mengenal dan menerapkan perkembangan sosial emosional anak dan keterbatas diwaktu.
Penggunaan Media Iklan Youtube Kemenkes dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Karangan Persuasi Ningsih, Wahyu; Hindun
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 3 No. 01 (2022)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v3i01.4057

Abstract

Media is an important instrument for teachers in teaching and learning activities. The existence of media is expected to make it easier for teachers to convey material and make it easier for students to understand the material, of course the media used must be adapted to the development of the times. This study aims to find out how the use of video media from the Ministry of Health's YouTube channel in learning persuasive text writing skills for class VIII students at SMP Islamiyah Ciputat. The method used in this study is a qualitative descriptive method in the form of a description of the results of student essays. The data collection techniques used in this study used observation, interviews, documentation, and tests. Aspects assessed in this study were the quality of the content of the essay, spelling and writing, structure of the essay, organization of content, and accuracy of diction. The results of the study showed that the ability to write persuasive essays for class VIII-3 students obtained an average score of 81, 30 with good category (B). So it can be concluded that, public service advertising media from the Ministry of Health's YouTube can be used as an appropriate learning media for learning the skills of writing persuasive essays.   Media menjadi insturmen yang penting bagi guru dalam kegiatan belajar mengajar.Adanya media diharapkan memudahkan guru menyampaikan materi dan memudahkan peserta didik dalam memahami materi, tentunya media yang digunakan harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media video dari kanal YouTube Kemenkes dalam pembelajaran keterampilan menulis teks persuasi pada siswa kelas VIII di SMP Islamiyah Ciputat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif yang berupa pendeskiripsian dari hasil karangan siswa.Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes.Aspek yang dinilai dalam penelitian ini yakni kualitas isi karangan, ejaan dan tata tulis, struktur karangan, organisasi isi, dan ketepatan diksi.Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa keterampilan menulis karangan persuasi peserta didik kelas VIII-3 memperoleh nilai rata-rata 81, 30 dengan kategori baik (B).Jadi dapat disimpulkan bahwa, media iklan layanan masyarakat dari YouTube Kemenkes dapat dijadikan media pembelajaran yang sesuai untuk pembelajaran keterampilan menulis karangan persuasi.
Faktor Kebahasaan dan Nonkebahasaan sebagai Penunjang Berbicara dalam Pidato Mendikbudristek Nadiem Makarim Soal Pendidikan RI Hira, Hanna Hanifa; Hilwa Tsamarah; Dina Inayah; Hindun
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6216

Abstract

Pidato merupakan salah satu bentuk komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang pendidikan. Namun untuk menyampaikan pidato yang baik diperlukan berbagai faktor pendukung baik linguistik maupun nonlinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendukung dalam berpidato tentang pendidikan di Indonesia khususnya Nadiem Makarim, Bapak Pendidikan Republik Indonesia tahun 2024. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik catat, mengambilnya dari video YouTube dan menganalisisnya. Sumber data hasil video channel YouTube bernama SINDOnews dengan judul ‘‘Pidato Mendikbud Nadiem Makarim Soal Pendidikan RI’’, dimuat pada 2 Mei 2024 berdurasi empat menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kebahasaan seperti keakuratan tuturan (sistem bunyi), penempatan tekanan, nada, sambungan, dan durasi, pilihan kata (diksi), serta kalimat efektif berperan penting dalam menunjang tuturan keberhasilan tujuan pidato. Selain itu, terdapat pula faktor nonlinguistik seperti sikap yang wajar, tenang, dan tidak kaku, kontak mata atau tatapan mata wajib ditujukan terhadap lawan, kemauan menghargai pendapat orang lain, gerakan dan ekspresi wajah yang tepat, kenyaringan bunyi, kehalusan, relevansi/penalaran. Penguasaan topik atau materi pembicara serta berperan dalam meningkatkan kualitas tuturan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Pidato Nadim Makarim terdapat penunjang berpidato dari faktor Kebahasaan dan Nonkebahasaan. Dalam pidato yang disampaikan 99% keberhasilan pidato yang disampaikan melalui faktor kebahasan karena semakin baik pemilihan kata dapat mempengaruhui pendengar untuk selalu semangat menempuh Pendidikan. Keduanya saling berkaitan untuk satu komponen utuh penunjang keterampilan berbicara.
Internalization Of Students’ Moral Values Through the Hidden Curriculum: Lickona's Perspective Maudia, Mefta; Sarah Gunawan, Aurellia; Kamila Safithri, Najma; Hindun
Global Expert: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 13 No. 2 (2025): Dec (in progress)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jge.v13i2.6216

Abstract

This analysis investigates the implementation of the hidden curriculum and its contribution to cultivating moral values in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program. The research is motivated by the limited exploration of how character formation occurs outside formal instruction, particularly regarding the alignment of hidden practices with Lickona’s character education framework. The main problem addressed is the gap between the formally planned curriculum and the moral values implicitly shaped through daily interactions, institutional culture, and lecturer-student relations. This qualitative descriptive study collects data through in-depth interviews with experienced lecturers and a review of relevant literature. Findings show that the hidden curriculum significantly supports the development of moral values emphasized in Lickona’s framework, namely moral knowing, moral feeling, and moral action through modeling, classroom routines, implicit norms, and lecturers’ interpersonal approaches. More concretely, students demonstrate increased discipline, responsibility, empathy, and respect as outcomes of these hidden curricular practices. These results indicate that the hidden curriculum functions as an essential complement to the formal curriculum, contributing to students’ holistic character formation. Keywords:  Character Education, Curriculum, Hidden Curriculum, Lickona’s Framework, Moral Values