Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EDUKASI ANEMIA DAN PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BEKASI Rahayu Khairiyah; Mariyani; Tuty Yanuarti; Nur Sitiyaroh
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.523 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v2i2.480

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan suatu keadaan di mana terjadinya penurunan kadar hemoglobin atau penurunan jumlah sel darah merah yang beredar dalam tubuh dibandingkan nilai normal berdasarkan usia, jenis kelamin dan fisiologis. Anemia dapat disebabkan karena masalah gizi, yaitu defisiensi satu atau beberapa zat gizi esensial, dan masalah non-gizi, seperti kehilangan darah yang berlebih. Salah satu faktor penyebab anemia adalah stunting. Metode: Metode yang digunakan ada tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil: Setelah memberikan Edukasi anemia kepada siswa terlihat antusiasme dan tanya jawab siswa tentang anemia dan hasil pemeriksaan hemoglobin siswa didapatkan kadar rata-rata hemoglobin adalah 10,80 gr/dl Kesimpulan: Dari hasil pemeriksaan Hemoglobin kurang dari 11 gr/dl termasuk kategori anemia defisiensi zat besi.
PENCEGAHAN DAN EDUKASI COVID-19 DI WILAYAH PASAR BAMBU KUNING Tuty Yanuarti; Novita; Lili Farlikhatun; Mia Nurlatipah; Sri Wulandari
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.73 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v4i1.547

Abstract

Pendahuluan: Penyebaran virus Covid-19 sangat cepat dan hampir semua negara terjangkit Covid-19, termasuk Indonesia dalam waktu beberapa bulan. Penyuluhan yang dilakukan untuk memberi informasi kepada seluruh masyarakat Pasar Bambu Kuning tentang Pencegahan dan Edukasi Covid-19 dan memberi informasi kepada masyarakat agar menghindari kerumunan, mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dan selalu menggunakan masker Metode: Tahapan kegiatan penyuluhan yaitu persiapan kegiatan, penyuluhan, penutupan, sasaran, output dan outcome Hasil: Memberikan edukasi dan membagikan masker secara gratis bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker. Selama kegiatan penyuluhan berlangsung tampak masyarakat menjadi lebih peduli dan mendengarkan arahan dari pemberi materi. Kesimpulan: Penyuluhan tentang Pencegahan dan Edukasi Covid-19 di wilayah Pasar Bambu Kuning telah terlaksana dengan baik
PEMBERDAYAAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENCEGAHAN COVID-19 DI MASYARAKAT JATIBENING Rahayu Khairiya; Tuty Yanuarti; Mariyani; Mery Andriani; Varas Devita
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.641 KB) | DOI: 10.37063/pengmas.v3i1.574

Abstract

Pendahuluan: Wabah Covid 19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, penyebarannya sangat cepat hingga ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Penularan yang sangat mudah dan penyebaran yang cepat maka Covid 19 harus diputus mata rantai penularannya. Salah satu program dalam memutus penularan Covid 19 yaitu dengan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak sosial serta sebaik mungkin untuk menetap di rumah jika tidak ada keperluan yang penting atau di sebut dengan Work From Home (WFH). Dalam WFH Keluarga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyakit Covid 19 yaitu dengan memberikan dukungan keluarga berupa dukungan infomasional, dukungan instrumental, dukungan emosional dan dukungan penghargaan. Metode: Metode dalam pengabdian masyarakat ini menggunakan deskriptif observasional dengan sampel 30 keluarga binaan di masyarakat jatibening. Hasil: Dari hasil evaluasi pre dan post tersebut didapatkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari nilai pre test ratarata 65 menjadi nilai post test rata-rata 85 Kesimpulan: Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dalam pemberdayaan dukungan keluarga unuk mencegah penyakit Covid 19 berhasil dilakukan dengan antusiasme audiens dalam mendiskusikan materi melalui sistem daring.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN IMUNISASI MR (MEASLES RUBELLA) PADA ANAK BALITA DI KLINIK JATI BENING RAYA Novita; Tuty Yanuarti; Feva Tridiyawati; Tatag; Desvi Syam Wilis
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.66 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i1.674

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi merupakan hal yang terpenting dalam usaha melindungi kesehatan anak. Imunisasi merupakan suatu cara yang efektif untuk memberikan kekebalan khusus terhadap seseorang yang sehat. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015 menunjukkan bahwa terdapat 19,4 juta anak yang tidak mendapatkan imunisasi dan memperkirakan 30.000 anak akan meninggal akibat penyakit campak. Kejadian campak di kawasan Asia Tenggara tahun 2018 bahwa Indonesia menduduki peringkat kedua setelah India dengan presentase 20,1%. Berdasarkan kelompok umur, proporsi kasus campak terbesar pada kelompok umur 1- 4 tahun dan 5-9 tahun dengan proporsi masing-masing sebesar 25,4%. dan 31,6%. Rendahnya cakupan imunisasi tidak lepas dari faktor yang mempengaruhi imunisasi yaitu perilaku kesehatan. Perilaku kesehatan Faktor predisposisi terdiri dari pengetahuan, pendidikan, sikap, pendapatan, pekerjaan, dan dukungan keluarga Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi serta pembagian leaflet. Pada pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan media leaflet serta audiovisual berupa video Hasil: Selama penyampaian materi ibu-ibu yang memilki bayi mendengar dengan penuh perhatian atau terfokus pada materi yang disampaikan. Usaha promotif untuk kegiatan dapat juga dilakukan dengan media audio-visual. Kesimpulan: menambah pengetahuan baik berupa informasi dan wawasan ibu yang memiliki bayi dalam berupaya mengikuti program pemerintah yang sudh digalakkan dipuskesma-puskesmas
EDUKASI PENCEGAHAN SCREEN DEPENDENCY DISORDER (SDD) DAN TANTANGAN POLA ASUH EFEKTIF ANAK USIA DINI ERA DIGITAL DI PUSKESMAS MARGA JAYA Tuty Yanuarti; Lia Idealistiana; Novita
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.616 KB) | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v5i2.793

Abstract

Pendahuluan: Screen Dependency Disorder (SDD) atau biasa disebut kondisi kecanduan layar dan gadget merupakan penggunaan gadget elektronik dan internet yang tidak terkendali dan disertai dengan gangguan perilaku, kognisi dan sosial. Berdasarkan situs New York Times, 70% orang tua mengaku mengijinkan anak-anak mereka yang berusia 6 bulan- 4 tahun untuk bermain gagdet ketika orang tua sedang sibuk, 25 % mengaku meninggalkan anak-anak sendiri dengan bermain gagdet saat menjelang tidur. Metode: Metode yang digunakandalam pengabdian ini mengadopsi langkahlangkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan perencanaan, tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi. Mitra pada pengabdian ini merupakan ibu/orang tua, kader, bidan desa dan tokoh masyarakat.Hasil: Dari hasil edukasi yang diberikan menunjukkan bahwa 29 orang (82,85 %) sudah benar menjawab kuesioner yang diberikan. Para orangtua tersebut juga sangat antusias ingin mempraktekan materi pola asuh yang sudah diberikan. Kesimpulan: Kesimpulan pada pengabdian ini adalah kegiatan ini sangat berdampak positif bagi para orang tua dan masyarakat umum karena meningkatkan pengetahuan orang tua dalam tentang Screen Dependency Disorder (SDD)/kecanduan layer dan gadget serta pola asuh anak yang efektif terhadap anak usia dini di era digital.
EDUKASI MANAJEMEN PERAWATAN LUKA PERINEUM POST PARTUM Tuty Yanuarti; Lia Idealistiana; Novita Novita
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v6i1.886

Abstract

Pendahuluan: Bidan memiliki peran penting dalam perawatan luka perineum setelah melahirkan. Perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea akan lembab dan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi. Edukasi pada pasien sangat penting tentang manajemen perawatan luka perineum pada tingkat penyembuhan luka dan kepatuhan terhadap perawatan luka. Metode: Metode yang digunakan yaitu memberikan penguatan tentang edukasi pada ibu hamil trimester III melalui metode pendidikan kesehatan dalam upaya manajemen perawatan luka perineum. Kegiatan Pengabdian dilakukan oleh dosen kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara dengan sasaran ibu hamil trimester III. Hasil: Hasil pengabdian ini tercapai target luaran dari mencapai keberhasilan 100%. Kegiatan pengabdian masyarakat juga memiliki potensi yang sangat bagus sebagai suatu aset dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Selain itu kegiatan ini mampu mensupport ibu hamil trimester akhir yang berfikir kritis dalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi padanya Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan edukasi manajemen perawatan luka perineum post partum antara lain meningkatnya pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang manajemen perawatan luka perineum post partum.
Relationship of Family Support to Medication Compliance in Pulmonary Tuberculosis Patients Tuti Yanuarti
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. SpecialEdition (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9iSpecial Edition.552

Abstract

Aims: Tuberculosis (TB) is a disease caused by infection with Mycobacterium Tuberculosis. According to World Health Organization (WHO) figures, there were 10.4 million instances of tuberculosis events in 2016 (8.8 million-12 million), which is comparable to 120 cases per 100,000 population. India, Indonesia, China, the Philippines, and Pakistan have the highest incidence of instances. Health Status According to the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, West Java province had the highest number of TB infections in Indonesia in 2016, with 52,328 cases. Methods: This study's design is descriptive analytic using a cross-sectional approach. In the TB DOTS poly space, 71 patients with pulmonary tuberculosis were sampled. Purposive sampling procedures are used to obtain samples. Primary data collected directly from respondents / informants through a questionnaire are used in research data collection methodologies.Univariate and bivariate (Chi-square) analyses were utilized, with a significance limit of Alpa = 0.05. Results: According to the findings of this study, there is a strong association between family support and medication adherence in patients with pulmonary tuberculosis (P = 0.000). Conclusion: In the DOTS Polyclinic Hospital, there is a relationship between family support and medication adherence among the three factors.
Factors Affecting Perineal Wound Healing in Postpartum Women at Puskesmas X Ai Desti; Tuti Yanuarti
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. SpecialEdition (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9iSpecial Edition.591

Abstract

Aims: There were 2.7 million cases of perineal lacerations or lesions among birthing mothers worldwide in 2019. This number is projected to reach 6,300,000 by 2050. In Indonesia, 75% of vaginally birthing women encounter perineal lacerations or wounds. 57% of mothers who had spontaneous vaginal births in the year 1951 obtained perineal sutures (28% due to episiotomy and 28% due to spontaneous tears). Objectives: To determine the effect of knowledge, personal hygiene and early mobilization, family environment, and culture on the healing of perineal wounds in postpartum mothers at Puskesmas X in 2022. Methods: The research design utilized a cross-sectional, analytic survey methodology. Cross-sectional methodology. There were as many as 28 postpartum women in this study who suffered perineal injuries. The data technique is incorporated into the SPSS program's univariate statistical calculations.. Results: The results of this study indicate that there are influences of knowledge, personal hygiene, early mobilization, family environment and culture on the healing of perineal wounds in postpartum mothers. With a value of p = 0.005, p = 0.034, p = 0.014, p = 0.001, p = 0.004. Conclusion : Knowledge, personal hygiene, early mobilization, family environment, and culture impact perineal wound healing in health centers in 2022, with a significant relationship.
Relationship between Maternal Knowledge about Complementary Food and Incidence of Diarrhea in Toddlers Aged 6-8 Months In Calungbungur Village, Pajagan 2023 Nurhafidoh, Idoh; Yanuarti, Tuty
Jurnal Obstretika Scientia Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v11i1.1034

Abstract

Background: Diarrhea disease is one of the infectious diseases of the digestive tract that is a health problem in the world including Indonesia. Behavioral factors can influence the spread of enteric germs and reduce the risk of diarrhea. Referring to the Pajagan Health Center MTBS register book in 2023, toddlers aged 6-8 months in Ciuyah Village who experienced diarrhea based on gender were 13 boys and 11 girls. Research Objective: To determine the effect of maternal knowledge about complementary feeding (MP-ASI) with the incidence of diarrhea in toddlers aged 6-8 months in Calungbungur Village, Pajagan Health. Center in 2023. Research Methods: This study used quantitative research methods. The research design used a case control design. The total sample was 15 respondents. Case and control samples were taken in an unmatched case control with a ratio of 1: 2. The sampling technique used was simple random sampling. Research Results: The results of the Chi Square Test showed that there was no significant relationship between maternal knowledge about complementary feeding and the incidence of diarrhea in toddlers (p value 1.000). The results of the OR calculation show that mothers with less knowledge about complementary feeding 1.556 times to experience the incidence of diarrhea in toddlers compared to good knowledge (95% CI 0.165-14.654). Conclusion and Suggestion: Health promotion on Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) should be carried out regularly so that people in Calungbungur Village understand how to maintain environmental health. Mothers of infants aged 6-8 months should understand the importance of complementary feeding, so as to maintain infant health and reduce the risk of diarrhea.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINUMAN JAHE DAN LEMON PADA IBU HAMIL TRIMESTER I TERHADAP PENGURANGAN EMESIS GRAVIDARUM DI BPM SRI MULYANTI TAHUN 2022: The Effectiveness of Giving Ginger and Lemon Drinks to First Trimester Pregnant Women in Reducing Emesis Gravidarum at BPM Sri Mulyanti in 2022 Sucipto, Berliana Cantikaaty; Tuti Yanuarti
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1647

Abstract

Pendahuluan : Mual dan muntah terjadi pada 60%-80% wanita dengan kehamilan pertama (primigravida) dan 40-60% pada wanita yang sudah pernah hamil (multigravida). Mual muntah yang terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi bahkan berat badan menurun pada ibu hamil. Apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat maka akan berakibat buruk bagi ibu hamil dan janin bahkan dapat menyebabkan kematian ibu hamil dan janin. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas pemberian minuman jahe dan lemon pada ibu hamil trimester I terhadap pengurangan emesis gravidarum di BPM Sri Mulyani Tahun 2022. Metode: menggunakan design rancangan quasi eksperimen design (pre test and post test two group study). Populasi berjumlah 65 ibu hamil Trimester I, jumlah sampel 40 dibagi menjadi 2 kelompok intervensi. Menggunakan intrumen berupa kuesioner PUQE (Pregnancy Unique Quantification of Emesis and Nause. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: nilai rata-rata kuesioner PUQE pada kelompok intervensi minuman jahe sebelum intervensi 3,10 dan setelah intervensi menurun menjadi 1,75. nilai rata-rata kuesioner PUQE pada kelompok intervensi minuman lemon sebelum intervensi 3,10 dan setelah intervensi menurun menjadi 1,70. Hasil analisis bivariat dengan uji Wilcoxon didapatkan pada kelompok intervensi minuman jahe Nilai p 0,000< 0,05 adanya perbedaan skala emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian minuman jahe pada ibu hamil trimester I. Pada kelompok intervensi minuman lemon Nilai p 0,000< 0,05 adanya perbedaan skala emesis gravidarum sebelum dan sesudah pemberian minuman lemon pada ibu hamil trimester I di BPM Sri Mulyanti Tahun 2022. Kesimpulan: minuman jahe dan lemon efektif dalam pengurangan emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester I. Selanjutnya hasil penelitian ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi non farmakologis dalam mengatasi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.