Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Kolaboratif Antara Bidan dan Perawat Medikal Bedah dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Komorbiditas Penyakit Kronis: Effectiveness of Collaborative Education Between Midwives and Medical-Surgical Nurses in the Prevention of Anemia in Pregnant Women with Chronic Disease Comorbidity Elfira, Eqlima; Nasution, Diah Lestari; Br Karo, Evi Indriani; Faswita, Wirda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.205

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil dengan komorbiditas penyakit kronis menjadi masalah Kesehatan yang kompleks dan berdampak pada ibu dan janin. Intervensi edukasi kolaboratif oleh tenaga Kesehatan lintas disiplin berpotensi meningkatkan hasil Kesehatan ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas edukasi kolaboratif antara bidan dan perawat medical bedah dalam mencegah anemia pada ibu hamil dengan komorbid di Medan Sunggal. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen pretest-posttest dengan kelompok control. Responden penelitian ini sebanyak 60 ibu hamil trimester II-III yang mengalami anemia ringan-sedang dan memiliki komorbid (DM, hipertensi, CKD). Kelompok intervensi (n=30) menerima edukasi kolaboratif, kelompok control (n=30) mendapat edukasi standar. Analisa data menggunakan uji t independent dan berpasangan. Hasil: Rata-rata peningkatan Hb pada kelompok intervensi sebesar +1,4 g/dL (p=0,000), pada kelompok kontrol +0,6 g/dL (p =0,031). Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,002). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan kepatuhan lebih tinggi  pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol. Intervensi edukasi kolaboratif antara bidan dan perawat medikal bedah lebih efektif meningkatkan nilai Hb ibu hamil dibanding jika hanya bidan saja.  Peran bidan dalam aspek kehamilan dikombinasikan dengan keahlian perawat bedah dalam manajemen penyakit kronis menghasilkan peningkatan pemahaman dan kepatuhan ibu. Pendekatan interprofessional ini menjadi model yang relevan diterapkan di layanan primer terutama pada populasi yang berisiko tinggi.
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik Seni Pewarnaan Ikat Celup (tie dye ) terhadap Peningkatan Harga Diri Pasien Harga Diri Rendah Kronis di Ruang Rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Medan.: The Application of Tie Dye Art Therapy Group Treatment to Improve the Self-Esteem of Patients with Chronic Low Self-Esteem in the Rehabilitation Ward of Prof. Dr. Muhammad Ildrem Mental Hospital, Medan. Indrawati; Batubara, Arbani; ELFIRA, EQLIMA; Faswita, Wirda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.223

Abstract

Pendahuluan : Harga diri rendah adalah salah satu masalah psikososial yang sering dialami oleh pasien gangguan jiwa di rumah sakit jiwa. Pasien dengan harga diri rendah cenderung menunjukkan perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Salah satu terapi yang dapat membantu meningkatkan harga diri adalah  terapi kelompok terapeutik seni pewarnaan ikat celup (tie dye ) yang melibatkan kreativitas, ekspresi diri, dan hasil karya yang dapat menimbulkan rasa bangga serta kepuasan pribadi bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Penerapan terapi kelompok terapeutik seni pewarnaan ikat celup (tie dye ) terhadap peningkatan harga diri pasien harga diri rendah kronis di ruang rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem Medan . Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test and post-test dengan 20 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Intervensi terapi dilakukan dalam 4 sesi terapi kelompok selama satu minggu. Pengukuran harga diri dilakukan menggunakan kuesioner Rosenverg Self-Esteen Scale sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan  skor rata-rata harga diri pasien, nilai  sebelum mengikuti terapi 18.45 dan skor rata-rata harga diri pasien setelah selesai mengikuti terapi adalah 27.15. Hasil uji statistik menunjukan perbedaan signifikan setelah dilakukan terapi (p < 0,001). Kesimpulan: Responden menunjukkan perubahan perilaku positif seperti berani mengekspresikan pendapat, merasa bangga terhadap hasil karya sendiri, dan lebih aktif berinteraksi dengan anggota kelompok lain. Terapi ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi untuk membantu pemulihan psikososial pasien.