Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

The Perbedaan Fungsi Paru Antara Siswa yang Merokok dan Tidak Merokok di SMAN 1 Karawang Tahun Ajaran 2022-2023 Rafif Naufal Rizqullah; Widayanti; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6411

Abstract

Abstract. Smoking has become a bad habit that is considered normal, especially among teenagers. Harmful substances contained in cigarettes can interfere with lung function. The purpose of this study was to find differences between students who smoke and do not smoke at SMAN 1 Karawang. This research method is analytic observational with cross sectional design. The number of samples in this study amounted to 120 people, consisting of 80% of smoking students and 20% of non-smoking students, who were selected by simple random sampling. Data was taken through a questionnaire based on the Brinkman index and spirometry examination in September 2022. The research data was processed using chi-square with SPSS version 25. The smoking degree classification shows that all smokers are light smokers. The results of the FEV1 score showed that the majority of students had normal lung function (89%), some students with mild obstructive disorder (10%), and only 1 student with moderate degree of obstruction (0.8%). FVC assessment showed that the majority of students had normal lung function (98.3%) and the rest had mild restriction disorders (1.7%). The ratio between FEV1/FVC showed that the majority of students had normal lung function (87.5%), and other students had obstructive disorders (10.8%) and restriction disorders (1.7%). There was no significant difference between smoking habit and lung function (p=0.117). Insignificant results may be influenced by other factors that contribute to lung parenchymal damage. Abstrak. Merokok sudah menjadi kebiasaan buruk yang dianggap wajar khususnya di kalangan remaja. Zat berbahaya yang terkandung dalam rokok dapat mengganggu fungsi paru. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari perbedaan antara siswa yang merokok dan tidak merokok di SMAN 1 Karawang. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 120 orang, terdiri dari 80% siswa yang merokok dan 20% siswa yang tidak merokok, yang dipilih dengan simple random sampling. Data diambil melalui kuesioner berdasarkan indeks Brinkman dan pemeriksaan spirometri pada bulan September 2022. Pengolahan data penelitian dilakukan menggunakan chi-square dengan SPSS versi 25. Klasifikasi derajat merokok menunjukkan seluruh perokok merupakan perokok ringan. Hasil nilai VEP1 menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (89%), beberapa siswa dengan gangguan obstruksi ringan (10%), dan hanya 1 siswa dengan derajat obstruksi sedang (0,8%). Penilaian KVP menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (98,3%) dan sisanya mengalami gangguan restriksi ringan (1,7%). Rasio antara VEP1/KVP menunjukkan mayoritas siswa memiliki fungsi paru normal (87,5%), dan siswa lainnya memiliki gangguan obstruksi (10,8%), dan gangguan restriksi (1,7%). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan fungsi paru (p=0,117). Hasil yang tidak signifikan dapat dipengaruhi oleh faktor lain yang berkontribusi terhadap kerusakan parenkim paru.
Hubungan Flat Foot dengan Keseimbangan Dinamis pada Siswa Sekolah Dasar Mathla’ul Khoeriyah Bandung Tahun 2023 Arishal Prambudi Hikmatiar; Cice Tresnasari; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10862

Abstract

Abstract. The ability to maintain a balanced body position both at rest and during movement is known as balance. Flat feet are one of the factors that can disrupt balance. This study aims to analyze whether there is a relationship between flat feet and dynamic balance in students at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School in Bandung in 2023. This research uses an observational analytical method with a cross-sectional approach. The sampling method is stratified random sampling with a probability sampling technique. The sample size that meets the inclusion criteria is 184 individuals. The research instruments used to identify flat feet are the Clarke angle, while the Beam Balance Test is used for dynamic balance measurement. Chi-square test is utilized for data analysis. The chi-square test results show values (p: 0.786) p>0.05 for dynamic balance. These results indicate that there is no relationship between flat feet and dynamic balance in students at Mathla'ul Khoeriyah Elementary School in Bandung in 2023. Abstrak. Kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh yang seimbang baik saat diam maupun saat bergerak dikenal dengan istilah keseimbangan. Flat foot merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terganggunya keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan flat foot dengan keseimbangan dinamis pada Siswa Sekolah Dasar Mathla’ul Khoeriyah Bandung Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Cara mengambilan sampel adalah dengan teknik probability sampling jenis stratified random sampling. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi sebanyak 184 orang dengan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi flat foot adalah Clarke angel, dan untuk mengukur keseimbangan dinamis menggunakan Beam Balance Test. Uji ¬chi-square digunakan untuk analisis data penelitian. Uji chi-square menunjukan hasil nilai (p:0,786) p>0,05 untuk keseimbangan dinamis, hasil ini menunjukan tidak terdapat hubungan antara flat foot dengan keseimbangan dinamis pada Siswa Sekolah Dasar Mathla’ul Khoeriyah Bandung Tahun 2023.
Hubungan Performa Motorik Kasar Berdasarkan Gross Motor Function Classification System pada Anak Cerebral Palsy dengan Tingkat Kecemasan Ibu di RS Al-Islam Bandung Tahun 2023 Alissa Fajrina Salsabila; Cice Tresnasari; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10999

Abstract

Abstract. Cerebral palsy (CP) is a movement disorder, postural change, and communication disorder that occurs in children during development. The severity of movement disorders can be seen from gross motor performance assessed using the Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Children's gross motor limitations can have an impact on the mother's anxiety level, because mothers are required to be more intensive in caring for their children compared to normal children. To assess the mother's anxiety level, the Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) questionnaire was used. This study aims to analyze the relationship of gross motor performance of CP children based on GMFCS with maternal anxiety. This study used analytic observation method with cross sectional research design. The research data were processed using the chi-square test. The results of this study indicate that most of the gross motor levels of CP children at Al-Islam Bandung Hospital in 2023 are at GMFCS level V. Most mothers who have CP children are at a mild level of anxiety. There is no relationship between gross motor performance based on GMFCS in CP children with the level of maternal anxiety at Al-Islam Bandung Hospital in 2023 (p = 0,245). The anxiety level of mothers of CP patients is influenced by many factors, including stress management skills, clinical assessment and positive support from the surrounding environment. Abstrak. Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan gerakan, perubahan postur, dan gangguan komunikasi yang terjadi pada anak selama masa perkembangan. Tingkat keparahan gangguan gerakan dapat dilihat dari performa motorik kasar yang dinilai menggunakan Gross Motor Function Classification System (GMFCS). Keterbatasan motorik kasar anak dapat memberi dampak terhadap tingkat kecemasan ibu, sebab ibu dituntut lebih intensif dalam merawat anaknya dibandingkan dengan anak normal. Untuk menilai tingkat kecemasan ibu digunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan performa motorik kasar anak CP berdasarkan GMFCS dengan kecemasan ibu. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data hasil penelitian diolah menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar level motorik kasar anak CP di RS Al-Islam Bandung Tahun 2023 berada pada level GMFCS V. Sebagian besar ibu yang memiliki anak CP berada tingkat kecemasan ringan. Tidak terdapat hubungan performa motorik kasar berdasarkan GMFCS pada anak CP dengan tingkat kecemasan ibu di RS Al-Islam Bandung tahun 2023 (p = 0,245). Tingkat kecemasan ibu pasien CP dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kemampuan manajemen stres, assesmen klinis dan dukungan positif dari lingkungan sekitar.
Hubungan Hipoalbuminemia dengan Mortalitas Pasien Pneumonia di RSUD Subang Tahun 2020-2022 Siti Fani Farida Hendrik; Ieva Baniasih Akbar; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11010

Abstract

Abstract. Pneumonia is an infectious disease that is a health problem in both developing and developed countries with a high mortality rate. Based on Riskesdas 2018, the incidence of pneumonia in Indonesia has increased by 1% from 2013. In addition, pneumonia is included in the ten diseases with the highest of case fatality rate (CFR) highest in Indonesia. Pneumonia is an inflammatory condition with high catabolism which can cause a decrease in albumin levels in the blood. This situation makes examining serum albumin levels an objective examination in determining the severity of pneumonia patients. This study aims to analyze the relationship between the degree of hypoalbuminemia and mortality status in pneumonia patients at Subang District Hospital in 2020-2022. This research is a analytic correlation study using a cross-sectional study. Data collection used secondary data from medical records of 70 patients who experienced pneumonia at Subang District Hospital in 2020-2022. Data were analyzed using univariate and bivariate tests and analyzed using tests Chi-Square. The majority of pneumonia patients in this study were >65 years old and male. The majority of patients experienced moderate hypoalbuminemia, 52 patients (74%) with a mortality rate in pneumonia patients of 49% or 30 patients. The Chi-Square test shows a p value of 0.012 where the P value is smaller than 0.05. There is a relationship between albumin levels and the mortality status of pneumonia patients at Subang District Hospital, West Java in 2020-2022. Abstrak. Pneumonia merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan baik di negara berkembang maupun di negara maju dengan angka kematian yang tinggi. Berdasarkan Riskesdas 2018 angka kejadian pneumonia di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 1% dari tahun 2013. Selain itu pneumonia termasuk kedalam sepuluh penyakit dengan angka case fatality rate (CFR) tertinggi di Indonesia. Pneumonia merupakan kondisi inflamasi dengan katabolisme yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penurunan kadar albumin didalam darah. Keadaan tersebut menjadikan pemeriksaan kadar albumin serum menjadi pemeriksaan objektif dalam menentukan keparahan pasien pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara derajat hipoalbuminemia dengan status mortalitas pada pasien pneumonia di RSUD Subang tahun 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi menggunakan studi potong lintang. Pengumpulan data menggunakan data sekunder dari rekam medis 70 pasien yang mengalami pneumonia di RSUD Subang tahun 2020-2022. Data di analisis menggunakan uji univariat dan bivariat dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas pasien pneumonia pada penelitian ini berusia >65 tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Mayoritas pasien mengalami hipoalbuminemia sedang sebanyak 52 pasien (74%) dengan angka kematian pada pasien pneumonia sebesar 49% atau sebanyak 30 pasien. Uji Chi-Square menunjukan nilai p sebesar 0.012 dimana nilai P lebih kecil dari 0.05. Terdapat hubungan antara kadar albumin dengan status mortalitas pasien pneumonia RSUD Subang Jawa Barat tahun 2020-2022. Kadar albumin menurun dapat menjad tanda keparahan pasien pneumonia.