Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Effectiveness of ”Camerunis” cookies made from functional ingredients as a healthy snack to prevent degenerative diseases Slamet Iskandar; Latsmi Wayansari; Idi Setiyobroto; Diana Andriyani Pratamawati
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 9, No 4 (2024): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v9i4.2012

Abstract

The consumption of monster cookies and dessert boxes can be detrimental to health. This study produces cookies from a mixture of functional ingredients such as wheat flour, mocaf, brown rice, and cinnamon, which are named Camerunis Cookies as an alternative to healthier cookies that prevent degenerative diseases such as Diabetes Mellitus.  This study aimed to determine the nutritional value, glycemic index, and antioxidant activity of Camerunis cookies as well as their effect on their impact in the prevention of degenerative diseases (DM) in experimental animals. Blood glucose levels in experimental animals. The research method used was a quasi-experimental design. The number of samples was 15 white male rats divided into 3 groups, namely normal rats, diabetic rats without giving and diabetic rats by giving Camerunis Cookies.  Camerunis Cookies were produced in the Food Laboratory of Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Proximate, glycemic, antioxidant, and blood glucose levels were tested in experimental animals at  the laboratory of Pusat Antar Universitas (PAU) UGM Yogyakarta. The research data were descriptively analyzed. The moisture content of the C. cookies was 2,18%, ash content of 1,95%, and 6,40%, respectively. fat 31,74%. carbohydrates (57,72%), the glycemic index (35 IG), and antioxidants (27,6 µg/mL. The average reduction in blood glucose levels in the DM rats was 41,55 mg/dL per week. In conclusion, Camerunis cookies meet the SNI 01-2973-1992 standards, have a low glycemic index, contain strong antioxidants, and can reduce blood glucose levels in DM rats.
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Untuk Peningkatan Produksi Sayur Mayur Mandiri Iskandar, Slamet Iskandar; Waluyo, Waluyo; Sitasari, Almira; Pratamawati , Diana Andriyani; Martati, Endah
Jurnal Kesehatan Pengabdian Masyarakat (JKPM) Vol. 3 No. 1 (2022): 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jkpm.v3i2.1789

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan wadah pembinaan bagi wanita yang dikembangkan pemerintah dalam proses transfer teknologi pertanian. Desa Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul memiliki perkumpulan kelompok wanita tani. Namun keberadaan kelompok wanita tani di tengah-tengah kaum perempuan di pedesaan cenderung belum optimal.  Hal ini seperti terlihat dalam kegiatan yang dilaksanakan belum dapat mandiri dan cenderung pasif keberadaannya di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mendampingi meningkatkan keterampilan kelompok wanita tani dalam memanfaatkan lahan kebun desa untuk meningkatkan produksi bahan pangan sayur mayur yang berkualitas, berkuantitas dan beragam.  Berdasarkan hasil kegiatan, pendampingan kelompok wanita tani (KWT) ini  ini telah berhasil menggerakan kegiatan peningkatan produksi sayur mayur untuk ketahanan pangan  rumah tangga khususnya di RT 02 dan RW 05 Dusun Ponggok II Trimulyo Jetis Bantul. Selama enam bulan kegiatan budidaya sayur mayur bisa panen beberapa kali sesuai dengan jenis tanamannya.  Jenis tanaman yang ditanam di kebun kelompok wanita tani adalah cabe rawit, terong ungu, terong biasa, sawi hijau, dan papaya. Rata-rata hasil panen sayur mayur tiap bulan kurang lebih Rp. 315.000,-. Sehingga selama enam bulan dengn enam kali panen menghasilkan Rp. 1.890.000,-. 
Pengaruh Edukasi Menggunakan Media PAPI GIZI terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Anak Sekolah Dasar Wirawan, Susilo; Purnamasari, Dwi; Iskandar, Slamet; Aritonang, Irianton
Student Journal Nutrition (SJ Nutrition) Vol. 2 No. 2 (2023): Student Journal Nutrition (SJ NUTRITION)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/sjn.v2i2.28

Abstract

Background. Obesity in children not only affects physical health but can also have an impact on mental health. Efforts that can be made to improve nutrition are by conducting nutrition education. Elementary school students are the best target in conducting nutrition education. In conducting nutrition education, interesting media are needed to attract students. Knowing the effect of nutrition education using PAPI GIZI media on balanced nutrition knowledge in elementary school children. Methods. This research is a Quasi Experiment research with pre test post test with control group design. This research was conducted on March 2023. The research locations were at SDN Perumnas Condongcatur (counseling using PAPI GIZI media) and SDN Babarsari (counseling using leaflet media), grade V for 52 students were selected. Statistical test data Saphiro Wilk, Wilcoxon Test, Mann Whitney. Result.The results showed that there was a significant influence by using PAPI GIZI media on knowledge about balanced nutrition (p = 0.000) and leaflet media on knowledge about balanced nutrition (p=0.001). There was a significant difference in the difference in knowledge scores on balanced nutrition in the PAPI GIZI group and leaflets (p = 0.002). The results showed that PAPI GIZI media and leaflets had an effect on increasing students' knowledge about balanced nutrition. Conclusion. PAPI GIZI media has a higher level of effectiveness compared to leaflet media in increasing knowledge about balanced nutrition in elementary school students.
PENINGKATAN ASUPAN MINERAL Fe DAN VITAMIN C PADA TOKOH MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET Slamet Iskandar Iskandar; Almira Sitasari; Diana Andriyani Pratamawati; Endah Martati
Media Gizi Mikro Indonesia Vol. 15 No. 2 (2023): Media Gizi Mikro Indonesia (MGMI)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/mgmi.v15i2.2176

Abstract

Background: Consuming food that is not diverse can cause nutrient intake to be deficient and unbalanced, which will affect an individual's nutritional status. Mineral deficiencies can cause health problems such as goiter, osteoporosis, osteomalacia and anemia. Meanwhile, a lack of Vitamin C will cause dry skin, wounds that take longer to heal, bleeding gums, mouth ulcers and anemia. Fulfilling mineral and vitamin needs can be obtained from consuming animal and vegetable foods. One effort to increase mineral and vitamin intake is by conducting outreach in the community. Objective: To know the increased intake of minerals (Fe) and vitamin C figures of the community leaders through counseling using booklet media. Methods: This study used a cohort design with one group pretest and posttest without control. The sample for this research was one hundred community leaders from Jetis District, Bantul Regency. Data on mineral and vitamin intake was collected using food recall. Data analysis was carried out using the Wilcoxon Signed Rank Test.. Results: The average initial tomas mineral intake was 5.15 ± 4.28 mg. The average final tomas mineral intake was 7.76 ± 4.77 mg. The average initial intake of vitamin C for Tomas was 22.56 ± 21.78 mg. The average final intake of vitamin C was 74.60 ± 78.50 mg. The average initial knowledge of Thomas was 44.85 ± 13.72. The average knowledge of final Tomas was 71.55 ± 19.65. The average initial attitude was 56.31 ± 3.48. The average final attitude was 71.98 ± 5.04. Conclusion: There was an increase in Tomas' knowledge, Tomas' attitude, Tomas' mineral intake, and Tomas' vitamin C intake before and after counseling using booklet media. Keywords: Booklet, mineral, Vitamin C, Tomas ABSTRAK Latar Belakang : Konsumsi pangan yang tidak beraneka ragam dapat menyebabkan asupan zat gizi menjadi kurang dan tidak seimbang, sehingga akan berpengaruh pada status gizi individu. Defisiensi mineral dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gondok, osteoporosis, osteomalasia, dan anemia. Sedangkan kekurangan Vitamin C akan menyebabkan kulit kering, luka lebih lama sembuh, gusi berdarah, sariawan, dan anemia. Pemenuhan kebutuhan mineral dan vitamin dapat diperoleh dari konsumsi pangan hewani maupun nabati. Salah satu upaya untuk meningkatkan asupan mineral dan vitamin adalah dengan melakukan penyuluhan di Masyarakat. Tujuan : Mengetahui peningkatan asupan mineral (Fe) dan vitamin C tokoh masyarakat melalui penyuluhan dengan media booklet. Metode : Penelitian ini menggunakan disain kohort dengan one group pretest and posttest without control. Sampel penelitian ini adalah seratus tokoh masyarakat dari Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Data tentang asupan mineral dan vitamin dikumpulkan dengan food recall. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil : Rata-rata asupan mineral tomas awal adalah 5,15 ± 4,28 mg. Rata-rata asupan mineral tomas akhir adalah 7,76 ± 4,77 mg. Rata-rata asupan vitamin C tomas awal adalah 22,56 ± 21,78 mg. Rata-rata asupan vitamin C tomas akhir adalah 74,60 ± 78,50 mg. Rata-rata pengetahuan tomas awal adalah 44,85 ± 13,72. Rata-rata pengetahuan tomas akhir adalah 71,55 ± 19,65. Rata-rata sikap tomas awal adalah 56,31 ± 3,48. Rata-rata sikap tomas akhir adalah 71,98 ± 5,04. Kesimpulan : Ada peningkatan pengetahuan tomas, sikap tomas, asupan Mineral tomas, dan asupan vitamin C tomas sebelum dan sesudah penyuluhn dengan media booklet. Kata Kunci : Booklet, Asupan mineral, Asupan Vitamin C, Tomas