Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Focus Group Discussion Pembangunan Perikanan Budidaya Berkelanjutan Berbasis Kawasan Di Maluku Utara Tamrin; Taufiq Abdullah
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2025): Desember (in progress)
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qfzf1p18

Abstract

Focus Group Discussion (FGD) Pembangunan Perikanan Budidaya Berkelanjutan Berbasis Kawasan di Maluku Utara menjadi forum strategis untuk menghimpun aspirasi, pengetahuan, dan masukan dari para pemangku kepentingan sektor perikanan. Proses FGD berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pembudidaya ikan, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir. Diskusi berfokus pada isu-isu kunci seperti peningkatan produktivitas budidaya, mitigasi dampak lingkungan, pengelolaan kualitas air, penanganan penyakit ikan, diversifikasi komoditas, serta penguatan kelembagaan pembudidaya. Pendekatan berbasis kawasan dipilih agar pengelolaan budidaya perikanan dapat dilakukan secara terpadu, mempertimbangkan daya dukung ekosistem, ketersediaan sumber daya, serta kesesuaian ruang. Hasil FGD merumuskan rekomendasi kebijakan konkret, termasuk perlunya penerapan teknologi ramah lingkungan, penguatan kapasitas SDM, pengembangan riset terapan, serta integrasi program pemerintah pusat dan daerah. Partisipasi aktif peserta memperkaya analisis dan memastikan rancangan kebijakan yang disusun selaras dengan kebutuhan lapangan. FGD ini tidak hanya menghasilkan dokumen rekomendasi, tetapi juga membangun sinergi lintas sektor untuk mendorong terciptanya sistem budidaya perikanan yang berkelanjutan, inklusif, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Maluku Utara.
PEMANFAATAN AMPAS KELAPA (Cocos Nucifera) DAN PASTA KAKAOUNTUK PEMBUATAN SNACK MASA KINI Yunita Pasoloran; Tamrin; Rianse, Muh. Iqbal Kusumabaka
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/kgz6h352

Abstract

Permintaan snack bar terus meningkat seiring gaya hidup praktis masyarakat, sehingga diperlukan inovasi melalui pemanfaatan bahan lokal bergizi seperti tepung ampas kelapa (sumber serat) dan pasta kakao (sumber antioksidan) sebagai pengganti tepung terigu yang rendah serat dan bergantung pada impor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh formulasi tepung ampas kelapa dan pasta kakao terhadap sifat organoleptik (hedonik dan deskriptif: warna, aroma, rasa, dan tekstur), karakteristik fisik (daya kekerasan), serta komposisi kimia (kadar air, abu, karbohidrat, protein, lemak, dan serat) dari produk snack bar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Perlakuan terdiri atas perbandingan tepung ampas kelapa : pasta kakao, yaitu T0 (28% : 0%), T1 (20,94% : 20,94%), T2 (15,49% : 35,40%), T3 (11,49% : 45,98%), dan T4 (8,45% : 54,05%). Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANOVA), dan jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan T2 (15,49% tepung ampas kelapa : 35,40% pasta kakao) merupakan formulasi terbaik, dengan pengaruh sangat nyata terhadap atribut organoleptik, yaitu warna (4,07 = suka), aroma (4,03 = suka), rasa (4,03 = suka), dan tekstur (3,83 = suka). Secara fisik, produk T2 memiliki nilai daya kekerasan sebesar 5.420 gf. Komposisi kimia snack bar pada perlakuan T2 terdiri atas kadar air 2,78%, abu 1,60%, lemak 24,81%, protein 14,67%, karbohidrat 48,50%, dan serat 6,23%. Formulasi snack bar dengan kombinasi tepung ampas kelapa dan pasta kakao menghasilkan produk yang disukai panelis serta memiliki kualitas gizi dan tekstur yang baik.
PERKEMBANGAN DIGITALISASI AL-QUR’AN: DAMPAKNYA TERHADAP PEMAHAMAN GENERASI MILENIAL Riza Awal Novanto; Tamrin; Sawaluddin Siregar; Khasana Oriza Sativa
Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/amsal.v2i2.376

Abstract

The digitalization of the Qur’an is one form of Islam’s adaptation to the development of information technology. This phenomenon is marked by the emergence of various Qur’anic applications, tafsir websites, and Islamic content on social media, which facilitate access for the public especially the millennial generation in reading and understanding the Qur’an. This study aims to examine the impact of Qur’anic digitalization on how millennials comprehend the content of the Qur’an. The research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews and documentation studies involving university students who use digital Qur’anic applications. The findings show that digitalization offers ease of access to Qur’anic texts and interpretations in a fast and flexible manner. However, the understanding gained is often superficial due to the lack of guidance from tafsir scholars or religious teachers. Moreover, digital distractions also affect users' concentration in grasping the meaning of the verses. Therefore, although Qur’anic digitalization opens new opportunities for religious learning, it still requires integration between technology and contextual, in-depth religious education
INTEGRASI DAN URGENSI METODE TAFSIR TEMATIK DI ERA GENERASI MILINEAL Dedi Kuswandi; Tamrin; Muliani; Henny Hermayanti
Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis Vol. 2 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Yayasan Baitul Hikmah al-Zain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63424/amsal.v2i2.378

Abstract

The thematic interpretation method is a crucial approach in understanding the Qur'an deeply and relevantly in the modern era. The main issue is how this method can address various contemporary problems by systematically and comprehensively unifying Qur'anic verses under a specific theme. The research method employed in this study is a qualitative-descriptive literature review. Data were collected from various sources, including classical tafsir books, contemporary literature, and related scientific research. Analysis was conducted through critical examination and in-depth interpretation to understand the principles, steps, and benefits of the thematic interpretation method in the modern context. The findings indicate that the thematic interpretation method has high urgency in building a contextual and solution-oriented understanding of the Qur'an concerning current social, cultural, and technological issues. This approach enables the presentation of more organized and easily understood answers for the broader community, thus strengthening the Qur'an's relevance in a dynamic and ever-evolving modern life.
Upaya Peningkatan Kebersihan Pantai Wisata Melalui Kegiatan Pembersihan Pantai di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara Tamrin
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pembersihan pantai di Desa Wisata Maitara dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan sampah yang mengancam ekosistem pesisir dan potensi pariwisata lokal. Desa ini menghadapi tantangan besar terkait sampah plastik, terutama kemasan plastik sekali pakai, yang mencemari pantai dan berpotensi merusak daya tarik wisata. Melalui kegiatan ini, tujuan utama Pembersihan pantai yang dilakukan di Desa Wisata Maitara bertujuan untuk memberikan kontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan pantai wisata Desa Maitara meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan pantai. Kegiatan dimulai dengan perencanaan yang melibatkan koordinasi antara tim pelaksana. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, masing-masing bertanggung jawab atas area tertentu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar sampah yang terkumpul berupa plastik, terutama kemasan plastik sekali pakai. Kegiatan Pembersihan pantai di Desa Wisata Maitara telah berhasil membersihkan pantai dari sampah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kebersihan pesisir memerlukan dukungan berkelanjutan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun pengunjung. Tindak lanjut yang perlu dilakukan meliputi pelatihan berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, peningkatan fasilitas pengolahan sampah di kawasan wisata, serta penguatan regulasi terkait pengurangan sampah.
Vitalitas Bahasa Wabo di Kampung Wabo Tamrin; Budiono, Satwiko; Nazarudin
Linguistik Indonesia Vol. 42 No. 1 (2024): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v42i1.558

Abstract

Upaya pelindungan bahasa minoritas di Provinsi Papua perlu mendapat perhatian mendalam karena jumlah bahasa di Provinsi Papua terbilang banyak dengan jumlah penutur yang sedikit sehingga ancaman kepunahan menjadi tinggi. Salah satu bahasa minoritas di Provinsi Papua yang belum mendapat upaya pelindungan adalah bahasa Wabo di Kabupaten Kepulauan Yapen. Penelitian ini berusaha mengkaji vitalitas dari bahasa Wabo di Kampung Wabo. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan situasi dan kondisi kebahasaan terkini, dan (2) mengidentifikasi indikator vitalitas bahasa mana yang perlu dikembangkan sebagai upaya pelindungan bahasa lanjutan ke depannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatoris. Analisis data menggunakan indikator vitalitas bahasa dari UNESCO. Hasilnya, vitalitas bahasa Wabo di Kampung Wabo dapat dikategorikan dengan status kritis secara keseluruhan. Hal ini karena bahasa Wabo memiliki kondisi yang lemah di semua indikator vitalitas bahasanya dan penyebab utamanya berasal dari absennya transmisi antargenerasi. Indikator yang paling rendah dan membutuhkan upaya pelindungan bahasa secepatnya adalah (1) ketersediaan bahan ajar dan literasi, (2) ranah dan media baru, serta (3) dokumentasi bahasa. Ketiga indikator tersebut dapat diupayakan oleh pihak eksternal penutur, sedangkan indikator transmisi antargenerasi hanya dapat diupayakan oleh pihak internal penutur bahasa Wabo.
ANALISIS PELAYANAN PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM CABANG TEBAS: Kajian Perda Sambas No 7 tahun 2010 Tamrin; Kurniawan, Edy
AL-SULTHANIYAH Vol. 13 No. 1 (2024): AL-SULTHANIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-sulthaniyah.v13i1.2414

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Cabang Tebas dalam memberikan pemenuhan air minum terhadap pelanggan Tinjauan Bab XIV Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Muare Ualakan Kabupaten Sambas dan apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Cabang Tebas dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan empiris. Pendekatan yang digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang dihasilkan dari pengamatan terhadap fenomena yang sebenarnya terjadi. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung dalam pelayanan yaitu adanya peraturan perturan perundang-undangan tentang pelayanan, selain itu yang menjadi faktor penghambat dalam pelayanan adalah kurangnya sumber daya manusia. Perusahaan Umum Daaerah Air Minum Cabang Tebas telah mendistribusikan air selama dua puluh empat jam dalam sehari, yang bertujuan dapat memberikan debit atau tekanan sesuai yang diharapkan.
EFEKTIVITAS DALAM MENJAGA EKOSISTEM DI SUNGAI DESA MERABUAN PERSPEKTIF PERATURAN DESA MERABUAN NOMOR 4 TAHUN 2020 TENTANG LARANGAN MENYETRUM, MERACUN DAN MENGEBOM IKAN DAN UDANG DI SUNGAI DI WILAYAH DESA MERABUAN Hermawan, Doni; Tamrin; Amaluddin, Zainal
Cross-border Vol. 7 No. 1 (2024): JANUARI-JUNI
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peraturan Desa (Perdes) merupakan suatu peraturan perundang-undangan yang dibahas dan disepakati oleh Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang kemudian ditetapkan oleh Kepala Desa. Seperti Peraturan Desa Merabuan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Larangan Menyetrum, Meracun dan Mengebom Ikan dan Udang di Sungai di Wilayah Desa Merabuan. Dimana Perdes ini terbentuk berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya kegiatan penyetruman di Sungai Desa Merabuan yang menyebabkan sebagian besar masyarakat dirugikan dari kagiatan penyetruman tersebut. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: Bagaimana efektivitas dalam menjaga ekosistem di sungai Desa Merabuan perspektif Peraturan Desa Merabuan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Larangan Menyetrum, Meracun dan Mengebom Ikan dan Udang di Sungai di Wilayah Desa Merabuan dan apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam menjaga ekosistem di sungai Desa Merabuan perspektif Peraturan Desa Merabuan Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Larangan Menyetrum, Meracun dan Mengebom Ikan dan Udang di Sungai di Wilayah Desa Merabuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang berdasarkan persepsi pada suatu fenomena dengan pendekatan datanya menghasilkan analisis deskriptif berupa kalimat secara lisan dari objek penelitian. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti menggunakan observasi dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapat, bahwa efektivitas dalam menjaga ekosistem di Sungai Desa Merabuan Perspektif Peraturan Desa Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Larangan Menyetrum, Meracun dan Mengebom Ikan dan Udang di Sungai di Wilayah Desa Merabuan telah berjalan dengan efektif. Dikarenakan dengan berjalannya waktu setelah di tetapkannya Perdes Merabuan ini, sudah tidak ditemukannya masyarakat Desa Merabuan yang melanggar peraturan tersebut, dan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem terutama ekosistem sungai. Serta meningkatnya hasil tangkapan dari para nelayan di Sungai Desa Merabuan. Dan yang menjadi faktor penghambatnya dikarenakan ketidaktahuan masyarakat akan Perdes tersebut dan kebiasaan masyarakat dalam menangkap ikan menggunakan alat setrum. Sedangkan yang menjadi faktor pendukungnya yaitu adanya Perdes larangan menyetrum sebagai landasan hukum bagi masyarakat, dukungan yang diberikan oleh masyarakat setelah diterbitkannya Perdes larangan menyetrum, meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem sungai, serta kekompakan masyarakat Desa Merabuan dalam menjaga ekosistem di Sungai Desa Merabuan.