Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Modernisasi Pendidikan Pesantren (Studi Analisis di Pondok ‎Pesantren Nurul Haramain NW Narmada)‎ al Jumhuri, Muh. Asroruddin
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat, NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia telah menyajikan sebuah sistem pendidikan yang tradisional. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, sebagian besar pesantren mengadakan berbagai perbaikan dan pembenahan sebagai upaya modernisasi pendidikan yang diselenggarakannya. Modernisasi pendidikan pesantren, diyakini sebagai suatu upaya pesantren untuk tetap bertahan dan eksis di tengah persaingannya dengan lembaga pendidikan modern yang menawarkan sistem pendidikan sekuler melalui sistem pendidikan sekolah. Modernisasi pesantren dilakukan sebagai respon terhadap penjajah Belanda yang memperkenalkan sistem pendidikan modern. Modernisasi pesantren dilakukan dengan mengembangkan kurikulum pesantren dengan memasukkan mata pelajaran umum, yang selanjutnya berimplikasi terhadap diversifikasi lembaga pendidikan pesantren, sistem penjenjangan, kepemimpinan dan manajemen pendidikan pesantren. Nurul Haramain NW Narmada sebagai salah satu lembaga pesantren sejak lahirnya pada tahun 1991 silam, telah mencoba menerapkan sistem pendidikan pesanten modern sebagai tawaran pilihan tambahan bagi masyarakat dalam memberikan pendidikan bagi putra putri mereka selain lembaga-lembaga pesantren yang menggunakan sistem tradisional.
Modernisasi Pendidikan Pesantren (Studi Analisis di Pondok ‎Pesantren Nurul Haramain NW Narmada)‎ Muh. Asroruddin al Jumhuri
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat, NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli Indonesia telah menyajikan sebuah sistem pendidikan yang tradisional. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, sebagian besar pesantren mengadakan berbagai perbaikan dan pembenahan sebagai upaya modernisasi pendidikan yang diselenggarakannya. Modernisasi pendidikan pesantren, diyakini sebagai suatu upaya pesantren untuk tetap bertahan dan eksis di tengah persaingannya dengan lembaga pendidikan modern yang menawarkan sistem pendidikan sekuler melalui sistem pendidikan sekolah. Modernisasi pesantren dilakukan sebagai respon terhadap penjajah Belanda yang memperkenalkan sistem pendidikan modern. Modernisasi pesantren dilakukan dengan mengembangkan kurikulum pesantren dengan memasukkan mata pelajaran umum, yang selanjutnya berimplikasi terhadap diversifikasi lembaga pendidikan pesantren, sistem penjenjangan, kepemimpinan dan manajemen pendidikan pesantren. Nurul Haramain NW Narmada sebagai salah satu lembaga pesantren sejak lahirnya pada tahun 1991 silam, telah mencoba menerapkan sistem pendidikan pesanten modern sebagai tawaran pilihan tambahan bagi masyarakat dalam memberikan pendidikan bagi putra putri mereka selain lembaga-lembaga pesantren yang menggunakan sistem tradisional.
Tindakan Preventif Pesantren dalam Menghadapi Kenakalan Remaja (Studi Analisis Di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Putra Narmada) Muh. Asroruddin al Jumhuri
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 5 No 02 (2020): Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat, NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic boarding schools in their development and development have educational principles consisting of universal truth values ​​and play an important role and always create peace, comfort and harmony. So that it can become the main characteristic of pesantren as a culture.However, seeing the ever-increasing developments in daily life, the boarding school tries to educate students to be able to adjust to the current situation, so that they do not follow current developments. However, sooner or later, whether intentionally or not, various cultures will have an influence on the students. This influence can have an impact both on the socio-political life, security, education and also on the morality of the students, this impact can be positive or negative.The formulation of the problems of this study are as follows: 1) What types of juvenile delinquency affect the lives of students at the Nurul Haramain Islamic Boarding School, NWDI Putra Narmada ?, and 2) What preventive measures does Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Putra Narmada use in dealing with juvenile delinquency? This research is a descriptive study, namely research that aims to obtain a complete picture of the whole subject and object under study.Based on the results of interviews and observations made by the author during the research location, it can be identified that there are two ways or efforts made by the Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Putra Narmada in dealing with juvenile delinquency. 1) Internal efforts, namely the efforts made by the Nurul Haramain Islamic Boarding School, NWDI Putra Narmada, whose activities are more focused on students with the aim of fostering and directing students according to Allah's orders and Rasullulloh or according to Al-Quran and As-Sunnah such as routine recitation. , Night prayers and spiritual taujih-tujih to awaken and foster the morals of the santri. and 2) Efforts that are external in nature which include the efforts made by the Nurul Haramain Islamic Boarding School NWDI Putra Narmada in order to carry out its function as a religious institution that does not only preach in the pesantren environment but also actively conducts activities for the communities around it. .
Efektivitas Pendidikan Karakter Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada. Muh. Asroruddin al Jumhuri
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 6 No 01 (2021): Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat, NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak bisa dinafiakan bahwa bahwa Covid-19 telah memaksa sebagian besar di hampir semua lembaga pendidikan di Indonesia untuk mengadakan pendidikan jarak jauh, memaksa santri/santriwati untuk belajar tanpa bertemu langsung dengan guru mereka. Walaupun demikian adanya beberapa lembaga pendidikan juga tetap mengadakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Pendidikan karakter merupakan upaya-upaya yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis untuk membantu peserta didik memahami nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan. Nilai-nilai tersebut dapat terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Kegiatan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Nurul Haramain NWDI Narmada bertujuan memberikan kesempatan kepada santri/santriwati untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap santri/santriwati sesuai dengan kondisi lembaga. Kegiatan pengembangan diri berada di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakulikuler. Pendidikan karakter di pondok pesantren Nurul Haramain NWDI secara garis besar diterapkan melalui pembiasan, dengan banyaknya rutinitas kegiatan sehari-hari, mulai dari bangun tidur sampai mau tidur. Kendala yang sering muncul dalam pelaksanaan pendidikan karakter tersebut adalah karakteristik santri/santriwati yang berbeda-beda. Selain itu adanya aturan/kebijakan pembatasan kagiatan sehingga mengakibatkan kesulitan mengadakan kegiatan-kegiatan luar sekolah formal.
Peran Pondok Pesantren Dalam Mengembangkan Karakter Disiplin Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada) Muh. Asroruddin al Jumhuri
Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 4 No 01 (2019): Jurnal Al-Amin: Kajian Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam al-Amin, Gersik, Kediri, Lombok Barat, NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the increasing number of negative behaviors of school-age children. Negative behaviors make parents worried about their children's association. To anticipate this so that school-age children are not easily affected by the moral degradation, the Islamic Boarding School is the institution. In Islamic boarding schools, many apply various methods or activities in an effort to form discipline awareness in students or female students. The location of this research is at the Pondok Pesantren Nurul Haramain Putri NW Narmada. The formulation of the problem in this study are, (1) What is the role of Islamic boarding schools in developing student discipline awareness at the Nurul Haramain Putri NW Narmada Islamic Boarding School? (2) What are the obstacles faced by the Nurul Haramain Putri NW Islamic Boarding School in developing discipline awareness? This research uses qualitative research with a case study approach. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses an interactive method with steps including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) The role of the Nurul Haramain Putri NW Narmada Islamic Boarding School in developing the disciplined character of female students is that discipline in general can be said to be running as it should, Tips for inculcating discipline are carried out through increasing motivation, education and training, leadership, enforcement of rules and the application of rewards and punishments. (2) Obstacles faced in the application of character education in Islamic boarding schools include: often female students are tired and in participating in boarding school activities so that not a few students have received punishment, as well as the character and habits of female students who have just entered the first semester at Islamic boarding schools are still difficult. to overcome, this is due to their inability to adjust to the Islamic boarding school environment.
Building Tolerance and Openness Through Islamic Education: Addressing Cultural and Religious Pluralism Al Jumhuri, Muhammad Asroruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.2177

Abstract

This study investigates how Islamic education fosters tolerance and openness, especially concerning cultural and religious pluralism, essential for global social cohesion. Islamic education, rooted in rich ethical traditions, can significantly contribute to this endeavor. The research involves a literature review to explore tolerance-building in Islamic education. Qualitative interviews and surveys with educators, students, and community leaders provide insights. Data collection methods include semi-structured interviews and questionnaires, enabling qualitative and quantitative analysis. Thematic analysis identifies recurring patterns in qualitative data, while statistical methods reveal trends in quantitative data. Preliminary findings highlight Islamic education's role in promoting tolerance by emphasizing values like compassion and empathy. Both educators and students see it as fostering intercultural dialogue, promoting inclusivity. This study's implications are significant for policymakers, educators, and community leaders in Islamic education. Recognizing Islamic education's potential in fostering tolerance can lead to more effective strategies and curricula. Cultivating these values ultimately contributes to building resilient societies amidst diversity.
Empowering Women through Islamic Education: Building Equality and Sustainable Achievement Al Jumhuri, Muhammad Asroruddin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.2178

Abstract

Empowering women through Islamic education is pivotal for fostering equality and sustainable achievement. This study explores the transformative role of Islamic education in advancing women's empowerment within Muslim communities, focusing on building equality and fostering sustainable development. Utilizing a comprehensive literature review and qualitative research methods, the study investigates how Islamic education empowers women by challenging traditional gender norms and promoting gender equality through ethical teachings. Additionally, it examines pedagogical approaches within Islamic educational institutions that foster women's leadership, critical thinking, and agency. Moreover, the research delves into the societal impact of empowered women, highlighting their contributions to social cohesion, economic development, and community well-being. Through qualitative interviews and case studies, the study showcases success stories of women benefiting from Islamic education and becoming agents of positive change. The findings have significant implications for policymakers, educators, and community leaders, suggesting the need for inclusive educational policies and support systems that promote gender equality and sustainable development through Islamic education. In conclusion, empowering women through Islamic education is essential for building equitable and resilient societies, reflecting the transformative potential of Islam in advancing equality and sustainable achievement within and beyond Muslim communities.
Literasi Agama Sebagai Alternatif Pendidikan Al-Qur’an Di Desa Lembar Selatan Al Jumhuri, Muh. Asroruddin; Samsul Hakim; Alfan Hadi; Sunardi Utami; Yuliana; Sanimah; Martini; Saptini; M. Izrar; Ridwanullah; Sadam Paksindra; Vatimatuz Zakhrah; Zahroyani; Muhammad Holkin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 2 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v2i2.207

Abstract

This community service aims to study religious literacy as an alternative to Qur'anic education in Lembar Selatan Village, West Lombok Regency. The method used in the implementation of this community service is the planning stage, preparation stage, implementation stage. The results of this service show that religious literacy has great potential in improving the understanding and religious practices of the people of Lembar Selatan Village. Nevertheless, there are challenges in its implementation, including the professionalism of community service work that is less effective and efficient and the lack of adequate educational facilities and infrastructure.
Analisis Konsep Keadilan Dalam Perspektif Islam Muh. Asroruddin al Jumhuri; Putri Marta Nitalia
Jurnal Kompilasi Hukum Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v9i1.186

Abstract

Keadilan sosial merupakan konsep fundamental dalam masyarakat yang adil dan seimbang. Konsep ini berfokus pada penghapusan kesenjangan sosial, ekonomi dan politik serta menjamin persamaan hak bagi semua orang. Keadilan sosial merupakan aspek penting dalam membangun masyarakat yang adil dan harmonis. Memahami keadilan dalam Islam dan bagaimana orang-orang dari latar belakang sosial yang berbeda dapat berperan aktif dalam memperjuangkan keadilan. Fokus kajian ini adalah bagaimana Al-Quran memandang konsep keadilan dan peran individu dalam memperjuangkan keadilan dalam situasi sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep keadilan Al-Quran dan menyoroti pentingnya peran manusia dalam mewujudkan keadilan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks Al-Quran dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa Al-Quran menekankan pentingnya keadilan sosial dan menekankan bahwa setiap individu mempunyai tanggung jawab untuk berkontribusi dalam terciptanya masyarakat yang adil dan berkeadilan. Pemahaman mendalam terhadap konsep keadilan Al-Quran memungkinkan individu dan masyarakat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan ajaran Islam. Temuan-temuan ini mempunyai implikasi penting bagi pengembangan pemikiran dan tindakan yang berorientasi pada keadilan sosial di masyarakat yang beragam.
Implementasi Islam Rahmatan lil Alamin dalam Mengurangi Stunting Melalui Pemberian Makanan Bergizi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anak di SDN 1 Sembalun Bumbung Muh. Asroruddin al Jumhuri; Fatmawati; Halimatussa’diyah; Jovan Dwi Saputra
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): Desember
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kejadian dimana seorang mengalami kekuragan gizi yang mengakibatkan tinggi badan di bawah normal, dan juga keterlambatan otak dalam berpikir. Menurut nilai cut-off World Health Organization (WHO) dari signifikansi kesehatan masyarakat untuk stunting, Indonesia dianggap memiliki prevalensi stunting yang tinggi (30-39%) (WHO, 2010). Kementrian Kesehatan mengumumkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, Rabu (25/1) dimana prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022. Nilai ini masih cukup tinggi dibandingkan dengan angka stunting di negara lain. Sedangkan di NTB angka stunting berada di 12,6%, yang dimana menempati urutan ke-16 dari 38 provinsi di Indonesia. Pemerintah sudah melakukan beragam upaya untuk pencegahan stunting di Indonesia, contohnya Kemenekes yang fokuskan 11 program intervensi pada tahun 2023 lalu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memfokuskan 11 program intervensi ini diarahkan pada dua fase pertumbuhan, yaitu fase ibu hamil dan fase sesudah melahirkan, yang utamanya pada bayi yang berusia 0-24 bulan. Menkes menjelaskan dari 11 program intervensi salah satunya adalah program Pendidikan, edukasi, dan promosi yang dimana itu mencakup kedua fase pertumbuhan yang difokuskan. Berdasarkan hal tersebut, kami dari prodi Manajemen melakukan sosialisasi di salah satu sekolah dasar di Lombok, yaitu SDN 1 Sembalun Bumbung yang berlokasi di Lombok Timur. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap anak-anak yang ada di di SDN 1 sembalun Bumbung tentang apa itu stunting dan bagaimana cara pencegahannya.