Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pembinaan Aqidah dan Akhlak melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan di SMAN 1 Narmada Al Jumhuri, Muh. Asroruddin; Alfan Hadi; Iwan Setiawan; Zainal Abidin; Masyhur Aziz; Intoriqotul Khairiyah; Hadawiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 4 No. (2) (2022)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v4i(2).951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan akidah dan akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Narmada. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah ini meliputi pengajian, kajian agama, tadarus Al-Qur’an, dan shalat berjamaah, yang bertujuan untuk memperkuat akidah dan membentuk akhlak siswa sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki pengaruh positif dalam membentuk akidah dan akhlak siswa. Faktor-faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini antara lain dukungan pihak sekolah, antusiasme siswa, pembina yang kompeten, serta fasilitas yang memadai. Namun, beberapa tantangan juga dihadapi, seperti keterbatasan waktu siswa, kurangnya pembina dengan waktu yang cukup, dan pengaruh teknologi yang mengalihkan perhatian siswa. Penelitian ini menyarankan agar pihak sekolah meningkatkan manajemen waktu, menambah jumlah pembina, serta mengembangkan program kegiatan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
Peningkatan Pemahaman Tauhid melalui Kegiatan Diskusi Kelompok bagi Remaja di Desa Setiling, Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah Hadi, Syamsul; Al Jumhuri, Muh Asroruddin; Maulana Rizqi Pratama; Siti Mariana; Milawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i1.961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman tauhid melalui kegiatan diskusi kelompok bagi remaja di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan diskusi kelompok efektif dalam meningkatkan pemahaman tauhid remaja, yang terlihat dari pemahaman konsep tauhid yang lebih komprehensif, partisipasi aktif dalam diskusi, serta perubahan sikap dan perilaku yang lebih sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini meliputi metode pembelajaran yang interaktif, materi yang relevan dengan konteks peserta, peran fasilitator yang efektif, dan lingkungan yang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diskusi kelompok dapat menjadi metode alternatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman tauhid dan membentuk generasi muda yang berakidah kuat. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi lembaga pendidikan keagamaan, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam mengembangkan program-program serupa.
Pendampingan Pengelolaan Di Lembaga Diniyah Islamiyah Adam Institute Dusun Numpeng – Desa Jago Kecamatan Praya Lombok Tengah Muh. Asroruddin Al Jumhuri; Fatmawati, Fatmawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 1 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v1i1.23

Abstract

Historically, the birth of madrasah in Indonesia can be seen from two aspects. First, the internal aspect of Islamic teachings prioritizes the obligation to study, including religious knowledge. Second, the external factor is the condition of Islamic education in Indonesia which requires the presence of madrasah as an alternative religious education during modern Dutch colonial educational institutions in Indonesia. Researchers have conducted mentoring activities for managing institutions at the Madrasah Diniyah Islamiyah Adam Institute, Numpeng Hamlet, Jago Village, Praya District. This guidance is focused on the management of teaching staff at the Madrasah. The form of mentoring activities is carried out by being directly involved in the direction of the Madrasah Diniyah Islamiyah Adam Institute, Numpeng Hamlet, Jago Village, Praya District, Central Lombok. Namely, apply yourself in planning, monitoring, and evaluating every activity at Madrasah Diniyah Islamiyah Adam Institute. It is intended that every action and plan be carried out in accordance with what was previously planned by the Head of Madrasah Diniyah Islamiyah Adam Institute and all administrators and teachers.
Pentingnya Pendidikan Remaja dan Kesadaran Untuk Mencegah Pernikhan Dini di Pondok Pesantren Al – Hamidy Kebon Talo Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Budiman; Husaen Sudrajat; Fatmawati; Muh Asroruddin al-Jumhuri; M. Khairul Izzam; Maelani, Sofhia; Muslihin; Nova Susanto; Heni Handayani; Ainul Istiqomah; Rehanun; Azliza; Nada Nazofa; Siti Rauhun
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Al-Amin Vol. 3 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : STAI Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/jpa.v3i2.270

Abstract

Education is a guide in the growth of children, guiding all of their natural abilities so that they, as human beings and members of society, can achieve the highest possible level of safety and happiness. During adolescence, humans cannot be called adults, but they cannot be called children either. Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood, marked by various physical, cognitive, and psychosocial changes. Early marriage is a marriage contract conducted at an age below the legal requirement. Law No. 16 of 2019 amending Law No. 1 of 1974 on marriage states that marriage is only permitted if both the man and woman have reached the age of 19. This socialization activity aims to provide students with an understanding of the importance of education and the negative impacts of marriage conducted under the legal age. This outreach program uses lecture, discussion, and question-and-answer methods. Participants in this socialization program were approximately 50 students from grades IX MTS and XII MA, who gathered in one room to actively participate in the socialization. Based on the results of this socialization session, some students were less active in discussions but still followed the event attentively. Meanwhile, some students actively participated both in discussions and in answering questions from the presenter. The students understood the importance of education, knew the legal age for marriage, and were aware of the negative consequences of marrying underage.
Pembinaan Aqidah dan Akhlak melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan di SMAN 1 Narmada Al Jumhuri, Muh. Asroruddin; Alfan Hadi; Iwan Setiawan; Zainal Abidin; Masyhur Aziz; Intoriqotul Khairiyah; Hadawiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 4 No. (2) (2022)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v4i(2).951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan akidah dan akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Narmada. Kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan di sekolah ini meliputi pengajian, kajian agama, tadarus Al-Qur’an, dan shalat berjamaah, yang bertujuan untuk memperkuat akidah dan membentuk akhlak siswa sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki pengaruh positif dalam membentuk akidah dan akhlak siswa. Faktor-faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini antara lain dukungan pihak sekolah, antusiasme siswa, pembina yang kompeten, serta fasilitas yang memadai. Namun, beberapa tantangan juga dihadapi, seperti keterbatasan waktu siswa, kurangnya pembina dengan waktu yang cukup, dan pengaruh teknologi yang mengalihkan perhatian siswa. Penelitian ini menyarankan agar pihak sekolah meningkatkan manajemen waktu, menambah jumlah pembina, serta mengembangkan program kegiatan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
Peningkatan Pemahaman Tauhid melalui Kegiatan Diskusi Kelompok bagi Remaja di Desa Setiling, Kec. Batukliang Utara, Kab. Lombok Tengah Hadi, Syamsul; Al Jumhuri, Muh Asroruddin; Maulana Rizqi Pratama; Siti Mariana; Milawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v3i1.961

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman tauhid melalui kegiatan diskusi kelompok bagi remaja di Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan diskusi kelompok efektif dalam meningkatkan pemahaman tauhid remaja, yang terlihat dari pemahaman konsep tauhid yang lebih komprehensif, partisipasi aktif dalam diskusi, serta perubahan sikap dan perilaku yang lebih sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini meliputi metode pembelajaran yang interaktif, materi yang relevan dengan konteks peserta, peran fasilitator yang efektif, dan lingkungan yang mendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diskusi kelompok dapat menjadi metode alternatif yang efektif untuk meningkatkan pemahaman tauhid dan membentuk generasi muda yang berakidah kuat. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi lembaga pendidikan keagamaan, masyarakat, dan stakeholder terkait dalam mengembangkan program-program serupa.
Peran Tuan Guru Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama Di Masyarakat Desa Lembuak, Kecamatan Narmada Muh. Asroruddin al Jumhuri; Fatmawati; Andrian Firdaus
Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman nilai-nilai moderasi beragama menjadi kebutuhan mendesak dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Di tengah tantangan radikalisme dan intoleransi, peran tokoh agama, khususnya Tuan Guru di Lombok, menjadi sangat strategis dalam membentuk sikap keberagamaan yang inklusif dan toleran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Tuan Guru dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di masyarakat Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan Tuan Guru dan tokoh masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tuan Guru di Desa Lembuak memiliki pengaruh signifikan dalam membimbing umat untuk menjalankan ajaran Islam secara wasathiyah (moderat) melalui pengajian, dakwah, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai moderasi seperti toleransi, anti kekerasan, dan komitmen kebangsaan ditanamkan melalui pendekatan kultural dan spiritual yang kuat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran Tuan Guru sebagai agen perdamaian dan pelopor moderasi beragama di tingkat akar rumput.
Upaya Peningkatan Kemampuan Santri Dalam Membaca Al-Qur’an Melalui Program Bimbingan Intensif Berbasis Kelas Kecil Di Yayasan Pondok Pesantren Al-Amin Gersik Kediri Lombok Barat Fatmawati; Syamsul Hadi; Hadlun; Muh Asroruddin al-Jumhuri; Dedi Alfarizi; Rian Hamdani; Ibrahim; Hermayanto; Nihayatul Azania; Herma Widyaningsih; Mariana; Renita Ramdani; Muliatun; Suhartina
Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : BALE LITERASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup dalam berbagai aspek kehidupan. Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sesuai dengan kaidah tajwid, merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui bimbingan intensif atau befokus dalam membaca Al-Qur’an. Bimbingan intensif memberikan pendekatan yang lebih terarah, berkelanjutan, dan fokus terhadap kebutuhan individual peserta. Metode penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan santri, serta tes kemampuan membaca Al-Quran secara berkala. Bimbingan intensif dapat diterapkan melalui metode seperti Talaqqi (bertatap muka dan menirukan), pemberian demonstrasi bacaan sesuai tajwid, latihan rutin, dan motivasi berkelanjutan. Sebelum bimbingan dilaksanakan di ponpes Al-amin, hanya sekitar 75% santri yang dapat membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sesuai tajwid. Setelah program, angka ini meningkat menjadi 85%. Kesalahan umum seperti bacaan yang kurang jelas, salah makhraj, serta ketidaktahuan terhadap hukum tajwid berhasil diminimalisasi. Bimbingan Intensif berbasis Kelas Kecil merupakan metode efektif dalam meningkatkan kemampuan santri” dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Bimbingan membaca Al-Qur’an secara intensif merupakan solusi strategis dan aplikatif dalam menjawab permasalahan kemampuan baca Al-Qur’an di kalangan santri.