Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ZIKIR SEBAGAI TERAPI PENYAKIT HATI DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Maturidi, Maturidi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Jurnal At-Taujih Vol.3 No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v3i1.6954

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana zikir digunakan sebagai sebuah terapi penyakit hati dalam perspektif bimbingan dan konseling Islam. Hal tersebut berguna untuk mengembangkan terapi yang berlandaskan pada ajaran Islam yang berpedoman pada Al-Qur?an, al hadis dan diterapkan dalam proses bimbingan dan konseling Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari berbagai jenis literatur dari perpustakaan. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa zikir dapat digunakan sebagai terapi penyakit hati. Hasil penelitian ini didukung dengan banyaknya ayat Al-Qur?an dan al hadis yang menjelaskan bermacam-macam keutamaan zikir yang salah satunya adalah sebagai obat dan juga sebagai terapi penyakit hati.Kata Kunci: Zikir, Terapi, Bimbingan dan Konseling Islam
KONSELING ISLAM: MENELUSURI AKAR PRAKTIK KONSELING DALAM AKTIVITAS DAKWAH NABI MUHAMMAD Arifin Zain; Maturidi Maturidi
Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam Vol 18, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/hisbah.2021.182-02

Abstract

AbstractProphet Muhammad is the last prophet messenger sent by Allah for implement da’wah as well as closing the prophet. In the process of da’wah, the prophet Muhammad was faced with various problems of the ummah through a series of questions that had relevance to aqidah, worship, and morality in the scope of social life, economy, house hold, problems and even personal problem that were secret. In responding to these questions the prophet Muhammad provided answers and problem solving. The main purpose of this research is to analyze and find how counseling as a process is implemented in da’wah activities of the prophet Muhammad. This research is a field research using qualitative descriptive analysis. The results of study show that the answers or response of the prophet Muhammad turned out to be an activity which in modern times is called counseling. Thus the prophet Muhammad had practiced counseling long before this knowledge was born and developed. However, what must be understood is that the prophet Muhammad was a prophet, that he was said to be a counselor because he had done so in da’wah. This is an added value or advantage that God has given him because he is the best example and axample for all mankind, including an example in counseling.Keywords : The roots of counseling, da’wah activities, prophet Muhammad AbstrakNabi Muhammad merupakan rasul terakhir yang diutus Allah untuk melaksanakan  dakwah sekaligus sebagai penutup para rasul. Dalam proses dakwah tersebut, Nabi Muhammad dihadapkan dengan berbagai problematika umat melalui serangkaian pertanyaan yang memiliki relevansi dengan aqidah, ibadah dan akhlaq dalam lingkup kehidupan sosial, ekonomi, masalah rumah tangga bahkan masalah-masalah pribadi yang sifatnya rahasia. Dalam merespon pertanyaan-pertanyaan tersebut Nabi Muhammad memberikan jawaban-jawaban dan pemecahan masalah. Tujuan utama penelian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan bagaimana konseling sebagai suatu proses  terimplementasi dalam aktivitas dakwah Nabi Muhammad. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jawaban-jawaban atau respon Nabi Muhammad tersebut ternyata merupakan suatu kegiatan yang dalam zaman modern saat ini dinamakan dengan konseling. Dengan demikian Nabi Muhammad telah melakukan praktik konseling jauh sebelum ilmu ini lahir dan berkembang. Akan tetapi yang harus dipahami adalah Nabi Muhammad merupakan seorang rasul, bahwa beliau dikatakan sebagai konselor karena telah melakukannya dalam dakwah. Hal ini merupakan nilai tambah atau kelebihan yang dianugerahkan Allah kepadanya karena dia merupakan teladan dan contoh terbaik bagi semua umat manusia, termasuk contoh dalam konseling. Kata Kunci: Akar Konseling, Aktivitas Dakwah, Nabi Muhammad
Epistemologi dan Ontologi Pendidikan Islam Maturidi Maturidi
At-Tarbawi : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan Vol 7 No 2 (2020): At-Tarbawi: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Kebudayaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/tarbawi.v12i2.2068

Abstract

The education crisis, especially Islamic education, will greatly affect social policies or behaviour, it requires us to continue to develop education, especially in the field of Islamic education. Education, in general, is within the scope of roles, functions and goals that are not different. All aim to uphold human dignity as well as the goals of Islamic education. This study aims to determine the objectives of Islamic education, epistemology and ontology of Islamic education. This research is a type of library research, which is a research activity carried out by collecting data from various types of literature from the library. So, in this study, the author will collect data from various literature from books, journal articles and other types of work related to the subject matter of this article. The results showed that Islamic education aims to manifest Islamic values in the human person that Muslim educators strive for through a process that results in a student with a Muslim personality, faith, piety, and knowledge so that they can develop themselves into obedient servants of Allah.
MODEL BIMBINGAN NABI MUHAMMAD SAW DALAM MELAKUKAN KADERISASI PEMIMPIN Maturidi Maturidi; Arifin Zain
AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Vol 6, No 1 (2021): Vol 6, No 1 Tahun 2021: Januari
Publisher : Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/imr.v6i1.4120

Abstract

 Abstract: The Prophet Muhammad was a successful religious leader as well as a state leader. In addition to being able to make himself successful in leading the religion and state, he is also successful in conducting leader regeneration. The success of the leader regeneration carried out by the Prophet Muhammad. It can be seen from the many successful leaders after him such as Abu Bakr, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib who all became khulafaur rashidin, and Ma'awiyah bin Abi Sufyan who was the founder of Umayyah. In conducting the research, the writer uses library research method, using qualitative method with a historical approach. The results show that in carrying out the regeneration of the leader of the Prophet Muhammad. using a model of guidance including modeling, lectures, assignments, question and answer method and so on. Keywords: Guidance, Prophet Muhammad, regeneration, leader
IMPLEMENTASI KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK MODIFIKASI PERILAKU UNTUK MENGATASI KECANDUAN JUDI ONLINE Maturidi - Maturidi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4, No 1 (2021): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v4i1.9258

Abstract

Permainan judi online termasuk kedalam patologis sosial. Selain menimbulkan masalah sosial judi juga dapat menyebabkan kemiskinan, perceraian, anak terlantar, putus sekolah, dan dapat menjadi pemicu masalah kejahatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan konseling behavioral teknik modelling dapat mengatasi kecanduan judi online. Jenis penelitian yang dipakai peneliti adalah jenis penelitian singel subjek, dengan menggunakan desain penelitian A-B (A=kondisi baseline, B=kondisi intervensi). A-B menunjukkan dua tahapan dari desain; A adalah data baseline (pretest) dan B adalah intervensi (posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling behavioral teknik modifikasi perilaku efektif untuk menurunkan kecanduan judi online. Hal tersebut dilihat dari jumlah durasi bermain judi online subjek sebelum dilakukan intervensi dan penurunan durasi setelah dilakukan intervensi oleh peneliti.
Strategi Konseling Pada Kasus Agama Pathologis: Radikalisme Agama Maturidi - Maturidi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3, No 2 (2020): Jurnal At-Taujih
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v3i2.7955

Abstract

Agama patologi memuat tentang penyakit-penyakit yang menyimpang dari aturan dan konsep agama yang sesungguhnya. Patologis merupakan sifat kelainan yang keluar dari koridor dan mengubah sesuai dengan keinginan para pelakunya, agama patologis sama artinya dengan keberlainan prinsip dan konsep yang sebenarnya pada agama itu sendiri. Bentuk agama patologi tersebut merupakan bentuk yang yang tidak ada dalam aturan agama seperti radikalisme agama yaitu paham ekstrim. Radikalisme agama merupakan respon penolakann pada keadaan realitas yang terjadi dan menginginkan adanya perubahan terhadap realitas tersebut melalui sebuah tindakan yang menyimpang. Tindakan tersebut mulai dari yang halus sampai yang keras bahkan dengan aksi kriminal, kejahatan dan teror. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi konseling pada kasus agama pathologis: radikalisme agama.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu suatu kegiatan penelitian yang dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari berbagai jenis literature dari perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radikalisme agama dapat diatasi melalui peran konselor dan proses konseling seperti mengarahkan fungsi prefrontal cortex ke arah yang tepat melalui disputing (menghancurkan konsep yang salah) yang disebut irrational belief. Irrational belief adalah keyakinan yang bertentangan dengan realitas yang ada serta tidak sesuai dengan tujuan jangka panjang seseorang.
ZIKIR SEBAGAI TERAPI PENYAKIT HATI DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Maturidi Maturidi
At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Jurnal At-Taujih Vol.3 No.1 Januari-Juni 2020
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/taujih.v3i1.6954

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana zikir digunakan sebagai sebuah terapi penyakit hati dalam perspektif bimbingan dan konseling Islam. Hal tersebut berguna untuk mengembangkan terapi yang berlandaskan pada ajaran Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an, al hadis dan diterapkan dalam proses bimbingan dan konseling Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari berbagai jenis literatur dari perpustakaan. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa zikir dapat digunakan sebagai terapi penyakit hati. Hasil penelitian ini didukung dengan banyaknya ayat Al-Qur’an dan al hadis yang menjelaskan bermacam-macam keutamaan zikir yang salah satunya adalah sebagai obat dan juga sebagai terapi penyakit hati.Kata Kunci: Zikir, Terapi, Bimbingan dan Konseling Islam
Interreligious Relations in the Structural Da'wah Framework Arifin Zain; Maturidi Maturidi
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.725 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v15i1.4544

Abstract

This paper examines the Medina Charter, the 1945 Constitution, and Aceh Qanun No. 4 of 2016 as a fundamental source of structural da'wah policies. Structural da'wah is a character of da'wah that involves the state directly in regulating policies related to the implementation of da'wah. The primary purpose of this research is to describe the role and position of the Medina Charter, the 1945 Indonesian Constitution, and Aceh Qanun No. 4 of 2016, being the basis for the implementation of structural da'wah and discussed the regulation about the inter-religious correlation in those three regulations. This research is qualitative research using the content analysis method. The results showed that the Medina Charter, the 1945 Indonesian Constitution, and Aceh Qanun No. 4 of 2016 is a state acknowledgment of the structural da'wah implementation in Aceh because the da'wah is under the direct control of the state or government. The Medina Charter, as a result of the Prophet's ijtihad, contains guidelines for inter-religious relations and the role of the state in regulating people's lives. The 1945 Constitution of Indonesia is the highest source of law in the Republic of Indonesia, which states the guarantees the independence of citizens to embrace religion according to their beliefs. While Aceh Qanun No. 4 contains the rules for spreading religion amid society.
Pesan-Pesan Dakwah dalam Adat Melengkan pada Upacara Pernikahan Suku Gayo Kabupaten Aceh Tengah Arifin Zain; Fauzi Fauzi; Reza Muttaqin; Maturidi Maturidi
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i2.5082

Abstract

There is a traditional guide called melengkan in the Gayo wedding ceremony. Melengkan is a traditional speech that certain people can only deliver. This study raises the issue of da'wah messages in the melengkan at the wedding ceremony. This study aims to find out and find answers to the formulation of research problems: the messages of da'wah contained in the melengkan tradition, the usefulness of the melengkan, and what factors affect the delivery of the message of melengkan in the Gayo tribal wedding ceremony. The research uses a qualitative approach to the method. Data was collected through observation, interviews, and documentation studies. The data processing and analysis technique was carried out in three steps: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that the messages of da'wah contained in the melengkan tradition at the wedding ceremony were in the form of bonds of friendship between fellow human beings, glorifying guests, glorifying temple experts, maintaining marital relations, reminding to remain devoted to both parents, directing husband and wife to become sakinah mawaddah warahmah family
Pesan-Pesan Dakwah dalam Adat Melengkan pada Upacara Pernikahan Suku Gayo Kabupaten Aceh Tengah Arifin Zain; Fauzi Fauzi; Reza Muttaqin; Maturidi Maturidi
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.575 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i2.5082

Abstract

There is a traditional guide called melengkan in the Gayo wedding ceremony. Melengkan is a traditional speech that certain people can only deliver. This study raises the issue of da'wah messages in the melengkan at the wedding ceremony. This study aims to find out and find answers to the formulation of research problems: the messages of da'wah contained in the melengkan tradition, the usefulness of the melengkan, and what factors affect the delivery of the message of melengkan in the Gayo tribal wedding ceremony. The research uses a qualitative approach to the method. Data was collected through observation, interviews, and documentation studies. The data processing and analysis technique was carried out in three steps: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that the messages of da'wah contained in the melengkan tradition at the wedding ceremony were in the form of bonds of friendship between fellow human beings, glorifying guests, glorifying temple experts, maintaining marital relations, reminding to remain devoted to both parents, directing husband and wife to become sakinah mawaddah warahmah family