Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penggunaan Media Dakota Pada Materi KPK di Kelas V SDN Ketegan Diana, Liizza; Rozy, Fakhrur; Maskuri, Nabila Khairina
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/kavc9x50

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dalam konteks masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan media Dakota (Dakon Matematika) pada siswa kelas V SDN Ketegan. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes formatif berupa LKPD dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran awal yang berpusat pada ceramah hanya menghasilkan ketuntasan sekitar 70%. Setelah penggunaan media Dakota, ketuntasan belajar meningkat menjadi sekitar 85%, disertai perubahan pada cara siswa memahami pola kelipatan dan menyelesaikan soal kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa media Dakota efektif membantu siswa memahami konsep KPK secara lebih konkret dan bermakna. This classroom action research aims to improve student learning outcomes on the Least Common Multiple (LCM) material in the context of real-life problems through the use of Dakota media (Dakon Matematika) for fifth-grade students of Ketegan Elementary School. This study uses a Classroom Action Research (CAR) model implemented in two cycles with the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. Learning outcome data were collected through formative tests in the form of LKPD and analyzed descriptively quantitatively to determine student learning completeness. The results showed that initial learning centered on lectures only resulted in completeness of around 70%. After the use of Dakota media, learning completeness increased to around 85%, accompanied by changes in how students understand multiple patterns and solve contextual problems. These findings indicate that Dakota media is effective in helping students understand the concept of LCM in a more concrete and meaningful way.
Meningkatkan Pemahaman Keberagaman Sosial dan Budaya melalui Model Teams Games Turnament (TGT) pada Siswa Kelas IV SDN Ketegan Hidayati, Ani; Rozy, Fakhrur; Budiyanti, Linda Rizqi
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/3f63cr12

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas IV SDN Ketegan tentang keberagaman sosial dan budaya melalui model Teams Games Tournament (TGT) berbantuan PPT. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil pra-siklus menunjukkan siswa belum memahami contoh keberagaman dan belum menunjukkan sikap menghargai perbedaan. Pada siklus I, pembelajaran tanpa TGT menghasilkan ketuntasan 64,7%, sehingga diperlukan perbaikan. Pada siklus II, penerapan TGT dan pengelompokan yang lebih kecil meningkatkan interaksi dan pemahaman siswa, dengan ketuntasan mencapai 88,2%. Terjadi peningkatan sebesar 23,5% dari siklus sebelumnya. Dengan demikian, model TGT efektif dalam membantu siswa memahami keberagaman sosial dan budaya secara lebih aktif dan bermakna. This classroom action research aims to improve fourth-grade students’ understanding of social and cultural diversity at SDN Ketegan through the Teams Games Tournament (TGT) model supported by PPT media. The study consisted of two cycles. Pre-cycle observations showed that students had not yet understood examples of diversity or demonstrated respectful attitudes. In Cycle I, learning without TGT resulted in 64.7% mastery. Improvements were made in Cycle II by applying TGT with smaller groups, increasing student participation and understanding, achieving 88.2% mastery. This shows a 23.5% improvement. Thus, TGT is effective in enhancing students’ understanding of social and cultural diversity.
Kemampuan Mengelompokkan Benda melalui Kartu Bergambar pada Pembelajaran Matematika Kelas 1 SDN Ketegan Sela, Novalia; Rozy, Fakhrur; Widiawati, Siti
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/c1nwdk04

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan siswa kelas 1 SDN Ketegan dalam mengelompokkan benda, terutama berdasarkan kriteria ganda, yang dibuktikan dengan hasil pra-siklus sebesar 42% ketuntasan klasikal. Tujuan utama penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengelompokkan benda siswa melalui penerapan media Kartu Bergambar dalam pembelajaran Matematika. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas 1 SDN Ketegan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai rata-rata kemampuan mengelompokkan meningkat dari 58 (Pra-Siklus) menjadi 68 (Siklus I), dan mencapai 90 pada Siklus II. Persentase ketuntasan klasikal meningkat tajam dari 42% (Pra-Siklus) menjadi 90% pada Siklus II, yang telah melampaui indikator keberhasilan penelitian (80%). Dengan demikian, penggunaan media Kartu Bergambar terbukti efektif dan berhasil meningkatkan kemampuan mengelompokkan benda pada siswa kelas 1 SDN Ketegan. This research is a Classroom Action Research (CAR) motivated by the low ability of 1st-grade students at SDN Ketegan to classify objects, particularly based on multiple criteria, evidenced by the pre-cycle classical completeness result of 42%. The main objective of this study is to enhance students' object classification ability through the application of Picture Cards media in Mathematics learning. The research was conducted in two cycles, each cycle including the planning, acting, observing, and reflecting stages. The research subjects were 19 first-grade students at SDN Ketegan. The results showed a significant improvement. The average score for classification ability increased from 58 (Pre-Cycle) to 68 (Cycle I), and reached 90 in Cycle II. The percentage of classical completeness sharply increased from 42% (Pre-Cycle) to 90% in Cycle II, which surpassed the research success indicator (80%). Thus, the use of Picture Cards media proved effective and successful in improving the object classification ability of 1st-grade students at SDN Ketegan.
Meningkatkan Membaca dengan Media SIMABA (Simulasi Membaca Bahagia) Kelas II SD Negri Ketegan Sa’diyah, Chalimatus; Rozy, Fakhrur; Hanum, Farida
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/6c1h6n71

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas II menggunakan SIMABA (Simulasi Membaca Bahagia). Penelitian ini muncul sebagai respon terhadap rendahnya kemampuan membaca yang ditunjukkan oleh siswa, termasuk keterbatasan pengenalan kata, kesulitan membaca suku kata, dan keterbatasan pemahaman kalimat sederhana. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 siswa (7 laki-laki dan 8 perempuan). Proses penelitian terbagi menjadi dua siklus, yang memuat perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, tes membaca, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca siswa yang signifikan. Penguasaan membaca meningkat dari 53% pada Siklus I menjadi 87% pada Siklus II. SIMABA membantu meningkatkan minat, keterlibatan, dan pemahaman siswa selama kegiatan membaca. Temuan ini menunjukkan bahwa SIMABA merupakan media yang efektif dan menyenangkan untuk mendukung pembelajaran membaca awal di kelas-kelas dasar. This classroom action research aims to improve the reading skills of second-grade students using SIMABA (Happy Reading Simulation). This research emerged as a response to the low reading skills demonstrated by students, including limited word recognition, difficulty reading syllables, and limited understanding of simple sentences. The subjects in this study were 15 students (7 boys and 8 girls). The research process was divided into two cycles, which included planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, reading tests, and documentation. The results of the study showed a significant increase in students' reading skills. Reading mastery increased from 53% in Cycle I to 87% in Cycle II. SIMABA helped increase students' interest, engagement, and comprehension during reading activities. These findings indicate that SIMABA is an effective and enjoyable medium to support early reading learning in elementary grades.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Intensif pada Siswa Kelas III SDN Ketegan melalui Cerita Bergambar pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Ramadhani, Eka Okta; Rozy, Fakhrur; Afidah, Lailatul
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/pyz09x25

Abstract

Kemampuan membaca intensif merupakan keterampilan penting yang perlu di kuasai oleh siswa sekolah dasar. Namun, pada kenyataannya siswa kelas III SDN Ketegan masih mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan secara teliti dan mendalam. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tersebut melalui pemanfaatan media cerita bergambar. Subjek penelitihan terdiri dari 16 siswa, yaitu 11 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tehap perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan membaca intensif dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, nilai rata-rata membaca intensif siswa tercatat sebesar 50, sementara KKM yang berlaku adalah 75, sehingga pencapaian pada siklus I masih belum memenuhi standar ketuntasan. Kondisi ini menjadi dasar dilakukannya tindakan perbaikan pada siklus II karena sebagian besar siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Setelah pembelajaran diperbaiki dengan menerapkan media cerita bergambar pada siklus II, nilai rata-rata kemampuan membaca intensif meningkat menjadi 90, yang berarti telah melampaui KKM. Dengan demikian, penggunaan media cerita bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa kelas III SDN Ketegan. Intensive reading ability is an important skill that needs to be mastered by elementary school students. However, in reality, third-grade students of Ketegan Elementary School still have difficulty in understanding the contents of the reading carefully and deeply. This classroom action research aims to improve this ability through the use of picture story media. The research subjects consisted of 16 students, namely 11 male students and 5 female students. The research was conducted in two cycles covering the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The results showed an increase in intensive reading ability from cycle I to cycle II. In cycle I, the average score of students' intensive reading was recorded at 50, while the applicable Minimum Competency Criteria (KKM) was 75, so that the achievement in cycle I still did not meet the completeness standard. This condition became the basis for corrective action in cycle II because most students had not achieved learning completeness. After learning was improved by applying picture story media in cycle II, the average score of intensive reading ability increased to 90, which means it had exceeded the Minimum Competency Criteria (KKM). Thus, the use of picture story media has proven effective in improving the intensive reading ability of third-grade students of Ketegan Elementary School.
Peningkatan Pemahaman Konsep Gaya Magnet Melalui Percobaan Sederhana pada Siswa Kelas IV SDN Ketegan Maslikhah, Siti Khodijatul; Rozy, Fakhrur; Budiyanti, Linda Rizqi
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/b8zj5q72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep gaya magnet pada siswa kelas IV SDN Ketegan melalui penerapan percobaan sederhana dalam pembelajaran IPA. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 17 siswa kelas IV, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa dari siklus I ke siklus II, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan percobaan sederhana yang mudah, ekonomis, dan kontekstual untuk mengonkretkan konsep gaya magnet. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa percobaan sederhana dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran efektif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah dasar. This study aims to improve the understanding of the concept of magnetic force in fourth-grade students of Ketegan Elementary School through the implementation of simple experiments in science learning. The study used a Classroom Action Research (CAR) approach which was implemented in two cycles, including the planning stage, action implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 17 fourth-grade students, with data collection techniques in the form of observation, learning outcome tests, and documentation. The results of the study showed an increase in students' conceptual understanding from cycle I to cycle II, marked by an increase in average scores and percentage of learning completion. The novelty of this study lies in the use of simple experiments that are easy, economical, and contextual to concretize the concept of magnetic force. The implications of this study indicate that simple experiments can be an alternative effective learning strategy for teachers in improving the quality of science learning in elementary schools.
Meningkatkan Hasil Belajar Operasi Penjumlahan Siswa Kelas I SD Negeri Ketegan Dengan Menggunakan PAPINKA (Papan Pintar Matematika) Nisa, Khilyatus Sholihah Rosyidatun; Rozy, Fakhrur; Widiawati, Siti
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/z6bzj519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan partisipasi aktif siswa kelas I SD Negeri Ketegan pada materi operasi penjumlahan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) yang diintegrasikan dengan media konkret PAPINKA (Papan Pintar Matematika). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model DDAER (Diagnosis, Design, Action and Observation, Evaluation, Reflection) yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 19 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I, dengan penerapan Problem-Based Learning tanpa media PAPINKA, tingkat ketuntasan belajar siswa baru mencapai 68,42%. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II melalui penerapan model STAD berbantuan media PAPINKA, ketuntasan klasikal meningkat secara signifikan menjadi 89,47% dengan nilai rata-rata evaluasi 86,32, disertai peningkatan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran. This study aims to improve the learning outcomes and active participation of first-grade students of Ketegan State Elementary School on the material of addition operations through the application of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model integrated with the concrete media PAPINKA (Mathematics Smart Board). This study uses a Classroom Action Research (CAR) approach with the DDAER model (Diagnosis, Design, Action and Observation, Evaluation, Reflection) which is implemented in two cycles on 19 students. The results of the study show that in Cycle I, with the application of Problem-Based Learning without PAPINKA media, the level of student learning completeness only reached 68.42%. After corrective actions were carried out in Cycle II through the application of the STAD model assisted by PAPINKA media, classical completeness increased significantly to 89.47% with an average evaluation value of 86.32, accompanied by an increase in student active participation in learning activities.