Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENGGUNAAN GADGET TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 5 SDN PUCANG 3 SIDOARJO: ANALISIS PERAN SEKOLAH DAN ORANG TUA Rachmah, Maulidia Nur; Rozy, Fakhrur
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26224

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly impacted the field of education, including the use of gadgets among elementary school students. At SDN Pucang 3 Sidoarjo, the high ownership of gadgets among students provides opportunities for utilizing technology as a learning tool. However, uncontrolled use may lead to negative effects such as reduced concentration, gadget addiction, and declining academic performance. This study aims to analyze the school policy regarding gadget usage, the teacher's role in integrating gadgets into the learning process, and the role of parents in supervising gadget use at home. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include interviews, observations, documentation, and questionnaires involving the school principal, 5th-grade teachers, students, and parents. The results indicate that the school policy restricts gadget use to students in grades 5 and 6, specifically for learning activities that require digital access under teacher supervision. Teachers play a critical role in facilitating engaging, adaptive, and technology-based learning. Meanwhile, parents demonstrate strong awareness in monitoring their children’s gadget usage at home by setting time limits, applying parental control features, and using dialogic approaches. The use of gadgets in learning has been shown to enhance students’ motivation, material comprehension, creativity, and academic achievement. Collaboration between teachers and parents is a key factor in optimizing the benefits of technology while minimizing its potential negative impacts in primary education.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI PERSEKUTUAN MELALUI MEDIA PAPAN FUNGSI DI KELAS V SDN KETEGAN Nur Chanifah Wulandari; Fakhrur Rozy; Nabila Khairina Maskuri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/37gkyp68

Abstract

Matematika adalah mata pelajaran yang bersifat abstrak, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu mengkonkretkan konsep – konsep di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kelipatan dan faktor persekutuan dengan memanfaatkan media papan fungsi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan test, menggunakan instrumen berupa lembar observasi serta soal evaluasi. Data yang di peroleh dianalisis secara statistic deskripsi dengan melibatkan 21 peserta didik kelas V SDN Ketegan. Berdasarkan hasil analis diketahui bahwa terjadi peningkatkan hasil belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan media konkret seperti papan fungsi mampu membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih mudah dan menarik. Selain itu, keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran meningkat, sehingga berdampak positif terhadap pencapaian kompetensi. Temuan ini menegaskan bahwa media pembelajaran inovatif dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika di sekolah dasar. Namun, setelah dilakukan perbaikan pada siklus II melalui peningkatan intensitas penggunaan papan fungsi serta pemberian bimbingan yang lebih terarah, hasil belajar siswa meningkat secara nyata dan aktivitas pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Papan fungsi terbukti membantu siswa memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret dan menarik perhatian mereka, Penggunaan media konkret membuat pembelajaran lebih menarik, mudah dipahami, serta meningkatkan fokus dan partisipasi aktif peserta didik. Papan fungsi juga terbukti mampu mengurangi aktivitas di luar pembelajaran, sehingga siswa lebih terarah dalam mengikuti proses belajar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa media papan fungsi dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika di sekolah dasar. Selain itu, integrasi penggunaan papan fungsi selama kegiatan pembelajaran mendorong peserta didik untuk berkolaborasi lebih aktif dalam menyelesaikan masalah matematika. Suasana kolaboratif ini tidak hanya mendukung pembelajaran antar teman, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri siswa ketika menyampaikan ide-ide mereka. Elemen visual dan praktik langsung pada papan fungsi memungkinkan peserta didik mengeksplorasi hubungan matematis dengan cara yang lebih jelas dan bermakna. Saat siswa memanipulasi komponen pada papan tersebut, mereka mengembangkan pemahaman konseptual yang lebih mendalam, tidak hanya sekadar menghafal. Selain itu, bimbingan guru yang konsisten selama proses pembelajaran berperan penting dalam membantu peserta didik mengatasi miskonsepsi terkait persekutuan.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN POROGAPIT DIKELAS IV SDN KETEGAN Ma’rifatul Ainiyah; Fakhrur Rozy; Linda Rizqi Budiyanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/0a4bw708

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi porogapit melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) di kelas IV SDN Ketegan. Subjek penelitian terdiri dari 17 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I pada bulan Oktober 2025 menggunakan model pembelajaran konvensional berupa ceramah, sedangkan siklus II pada bulan November 2025 menerapkan model kooperatif tipe NHT. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa pada siklus I baru mencapai 5 siswa atau 29%. Setelah penerapan model NHT pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara signifikan menjadi 15 siswa atau 88%. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan model kooperatif tipe NHT efektif dalam meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa pada materi porogapit. Dengan demikian, model NHT dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MEMBACA KELAS 1 DENGAN MEDIA KAKAGAM (KARTU KATA GAMBAR) SD NEGERI KETEGAN A’isyah Cahyaningtyas; Fakhrur Rozy; Siti Widiawati
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/p100bx39

Abstract

Riset tindakan kelas ini bersasaran guna mengembangkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SDN Ketegan melalui penggunaan media KaKaGam (kartu kata gambar). Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan model DDAER yang meliputi diagnosis, perancangan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Hasil pra-siklus menunjukkan bahwa dari 19 siswa, 47% belum mampu membaca, 32% masih mengeja perlahan, dan hanya 21% yang dapat membaca kata sederhana. Pada siklus I, pembelajaran tanpa media KaKaGam menghasilkan ketuntasan 53%, sehingga diperlukan perbaikan. Pada siklus II, penerapan media KaKaGam dengan kartu gambar dan kartu kata yang lebih jelas meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kemampuan membaca siswa, dengan ketuntasan mencapai 84%. Terjadi peningkatan sebesar 31% dari siklus sebelumnya. Dengan demikian, media KaKaGam efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara aktif dan bermakna. Penerapan KaKaGam sejalan dengan teori belajar visual dan pendekatan konstruktivistik yang menekankan pentingnya asosiasi konkret antara simbol huruf, bunyi, dan makna. Media visual berperan besar dalam membantu siswa usia dini membangun pemahaman membaca melalui pengamatan, pengulangan, dan pengalaman langsung. KaKaGam juga memfasilitasi peningkatan fokus, retensi memori, dan kepercayaan diri siswa, sehingga membantu mereka membaca lebih lancar dan mandiri. Selain itu, penggunaan media ini mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai perkembangan kognitif anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sederhana namun efektif seperti KaKaGam sangat diperlukan dalam tahap membaca permulaan, terutama untuk mengatasi kesulitan mengenali huruf dan menggabungkan suku kata. Maka, KaKaGam direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran yang mampu meningkatkan literasi dasar siswa kelas awal secara optimal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA KARTU KUARTET TERHADAP KEMAMPUAN BEPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS IV SDN GELAM I CANDI SIDOARJO Siti Fatimah; Fakhrur Rozy
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the 21st century, students are required to have critical thinking skills to analyze problems. One example is SDN Gelam I Candi Sidoarjo, where students still lack critical thinking skills. The purpose of this study is to analyze the effect of the jigsaw cooperative learning model assisted by quartet cards on the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN Gelam I Candi Sidoarjo. This study was conducted in a fourth-grade class with 20 students. The research design was quantitative pre-experimental with a one-group pre-test post-test design. The results of this study showed 0.118 > 0.054, which is normally distributed. The paired sample test showed 0.000 < 0.05, indicating a significant difference between the quartet card media and the jigsaw cooperative learning model.
PENGARUH MEDIA CONGKLAK DALAM MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS DEEP LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR KPK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Siti Ma&#039;rufa; Fakhrur Rozy; Muhammad Assegaf Baalwi
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 16 No. 2 (2026): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/6a5xzr44

Abstract

This research is motivated by the low student learning outcomes in the KPK material caused by conventional learning and the lack of use of concrete media. This study aims to determine the effect of the use of congklak media in the PBL model based on deep learning on the KPK learning outcomes of fifth-grade elementary school students. This study uses a quantitative approach with a One Group Pretest-Posttest design. The research sample amounted to 29 selected using saturated sampling techniques. Data were collected through pretest and posttest tests, then analyzed using normality tests and Paired Sample t-tests. The results showed that the average student score increased from 57 in the pretest to 81 in the posttest. The results of the paired sample t-test obtained a significance value of 0.000 <0.05, thus indicating that there is a significant effect of the use of congklak media in the PBL model based on deep learning on the KPK learning outcomes of fifth-grade students of SDN Karangtanjung.
Analysis Of Teachers’ Pedagogical Competence In The Planning, Implementation, And Evaluation Of Inclusive Learning At Mumtaz 1 Taman Elementary School Moch Mafud Danni Ramadhan; Fakhrur Rozy; Ganal Arief Rahmawan
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 12 No. 2 (2026): Vol. 12 No.2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v12n2.p164-172

Abstract

This study focuses on the importance of teachers' teaching skills in implementing inclusive learning in elementary schools. Although inclusive learning has been implemented in many places, its implementation still faces obstacles in serving the diverse needs of students. This study aims to examine teachers' teaching skills in creating, implementing, and evaluating inclusive learning processes at Mumtaz 1 Taman Elementary School, as well as identifying problems and methods used in managing inclusive education. The researcher used a qualitative approach with a problem-solving research method. The subjects of this study were three: the first was a fifth-grade teacher, the second was the principal, and the third was a fifth-grade student with disabilities. Information was collected through observation, semi-structured interviews, and notes, then analyzed using interactive analysis and through information reduction, information presentation, and drawing conclusions using triangulation of sources and methods to ensure the validity of data and information. The results of this study indicate that teachers have improved their teaching skills in inclusive education through planning that begins with familiarizing students with comparison, effective communication and understanding student needs, as well as assessment that focuses on individual progress through evaluation, revision, and module deepening.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Pendekatan Deep Learning dengan Strategi Kuis Berhadiah terhadap Pemahaman Konsep Keberagaman Sosial dan Budaya Kelas IV SDN Ketegan Khilyatus Sholihah Rosyidatun Nisa; Fakhrur Rozy
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 7 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i7.10565

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep peserta didik pada materi IPS, khususnya materi keberagaman sosial dan budaya yang cenderung dipelajari secara mekanis akibat dominasi metode ceramah satu arah dan minimnya media pembelajaran kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbasis pendekatan deep learning dengan strategi kuis berhadiah terhadap pemahaman konsep keberagaman sosial dan budaya pada siswa kelas IV SDN Ketegan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental desain One Group Pretest-Posttest. Populasi adalah seluruh siswa kelas IV SDN Ketegan semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan teknik sampling jenuh (total sampling) sehingga diperoleh 17 peserta didik sebagai sampel. Instrumen berupa tes tertulis 15 butir soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (alpha = 0,746). Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Paired Samples T-Test dengan SPSS 26. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata dari 58,82 (pretest) menjadi 88,94 (posttest). Hasil uji hipotesis menunjukkan thitung = 9,288 > ttabel = 2,120 dan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Problem Based Learning berbasis pendekatan deep learning dengan strategi kuis berhadiah terhadap pemahaman konsep keberagaman sosial dan budaya siswa kelas IV SDN Ketegan.
Implementasi Metode Diskusi Kelompok Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dalam Menumbuhkan Nilai Kerja Sama Pada Siswa Kelas IV di SDN Banjarbendo Jihan Salsabila Maulidil Rohma; Fakhrur Rozy; Mohammad Setyo Wardono
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.1173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi metode diskusi kelompok pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam menumbuhkan nilai kerja sama pada siswa kelas IV di SDN Banjarbendo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode atau strategi studi kasus “Case Studies”. Dengan kata lain, studi kasus merupakan penelitian dimana peneliti menggali suatu fenomena tertentu dalam suatu waktu menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama periode tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada 3 teknik, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendukung proses analisis data kualitatif, peneliti memanfaatkan perangkat lunak NVivo 12 pro melalui tahapan coding, pengelompokan tema, serta visualisasi data dalam bentuk Word Cloud, Hierarchy Chart, dan Mind Map sehingga hasil analisis menjadi lebih sistematis, terstruktur, dan objektif. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Banjarbendo mampu menumbuhkan nilai kerja sama siswa, yang ditandai dengan partisipasi aktif, sikap saling membantu, tanggung jawab, dan menghargai pendapat teman. Selain itu metode diskusi kelompok juga membantu meningkatkan pemahaman materi dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penggunaan Media Dakota Pada Materi KPK di Kelas V SDN Ketegan Liizza Diana; Fakhrur Rozy; Nabila Khairina Maskuri
Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 2 No. 1 (2025): Pengenalan Lapangan Persekolahan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/kavc9x50

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dalam konteks masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan media Dakota (Dakon Matematika) pada siswa kelas V SDN Ketegan. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes formatif berupa LKPD dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran awal yang berpusat pada ceramah hanya menghasilkan ketuntasan sekitar 70%. Setelah penggunaan media Dakota, ketuntasan belajar meningkat menjadi sekitar 85%, disertai perubahan pada cara siswa memahami pola kelipatan dan menyelesaikan soal kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa media Dakota efektif membantu siswa memahami konsep KPK secara lebih konkret dan bermakna. This classroom action research aims to improve student learning outcomes on the Least Common Multiple (LCM) material in the context of real-life problems through the use of Dakota media (Dakon Matematika) for fifth-grade students of Ketegan Elementary School. This study uses a Classroom Action Research (CAR) model implemented in two cycles with the stages of planning, action implementation, observation, and reflection. Learning outcome data were collected through formative tests in the form of LKPD and analyzed descriptively quantitatively to determine student learning completeness. The results showed that initial learning centered on lectures only resulted in completeness of around 70%. After the use of Dakota media, learning completeness increased to around 85%, accompanied by changes in how students understand multiple patterns and solve contextual problems. These findings indicate that Dakota media is effective in helping students understand the concept of LCM in a more concrete and meaningful way.