Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi pengelolaan limbah obat dalam rumah tangga di Desa Labuapi Nurbaety, Baiq; Fitriana, Yuli; Ittiqo, Dzun Haryadi; Sugara, Taufan Hari; Furqani, Nur; Nopitasari, Baiq Leny; Ningsih, Risma Widia; Rosdiawati, Rosdiawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27944

Abstract

AbstrakLimbah medis merupakan limbah yang mengandung bahan atau kandungan yang dapat menginfeksi seseorang atau makhluk hidup di sekitarnya. Pada umumnya, masyarakat belum mengetahui bahwa pengolahan limbah medis dan limbah rumah tangga memiliki perbedaan. Pembuangan obat dan sediaan farmasi lain secara tidak tepat akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti obat dijual kembali secara ilegal dan disalahgunakan, terutama jika obat dibuang dalam kemanasan aslinya. Masyarakat di Desa Labuapi masih banyak yang belum memahami tentang cara pembuangan limbah obat rumah tangga dengan baik dan benar. Masyarakat yang menangani obat yang rusak/kadaluwarsa dengan cara dibuang ke tempat sampah rumah tangga dan penyimpanan obat yang tidak terpakai dilakukan hingga mencapai tanggal kadaluwarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk  memberikan  informasi pengelolaan limbah obat rumah tangga di Desa Labuapi. Peserta yang terlibat dalam pengabdian ini sejumlah 23 orang yang terdiri dari perwakilan ibu rumah tangga, kader dan karang taruna. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian leaflet, booklet dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat Desa Labuapi. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan tersebut dapat dilihat terjadi peningkatan  pengetahuan  masyarakat Desa Labuapi tentang pengelolaan limbah obat rumah tangga. Pada saat pretest nilai rata-rata peserta adalah 43,47% yang dalam kategori kurang sedangkan pada saat posttest nilai rata-rata peserta meningkat menjadi 78,69% yang dalam kategori Baik. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: pengelolaan; limbah obat; rumah tangga; desa labuapi AbstractMedical waste is waste that contains materials or ingredients that can infect a person or living creatures around them. In general, people do not know that the processing of medical waste and household waste is different. Improper disposal of medicines and other pharmaceutical preparations will result in undesirable things such as illegal resale of medicines and misuse, especially if the medicines are thrown away in their original packaging. Many people in Labuapi Village still do not understand how to dispose of household medicinal waste properly and correctly. People handle damaged/expired medicine by throwing it in the household trash and storing unused medicine until it reaches the expiry date. The aim of this community service activity is to provide information on household drug waste management in Labuapi Village. There were 23 participants involved in this service consisting of representatives of housewives, cadres and youth organizations. The methods used in this activity are the lecture method, giving leaflets, booklets and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are the people of Labuapi Village. Based on the pretest and posttest results from this activity, it can be seen that there has been an increase in the knowledge of the Labuapi Village community regarding household drug waste management. During the pretest the participants' average score was 43.47% which was in the poor category, while during the posttest the participants' average score increased to 78.69% which was in the Good category. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: management; medicinal waste; household; labuapi village
Evaluasi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Kombinasi Anti Diabetik Oral-Oral Di RSUD Provinsi NTB Puspita Anjani, Baiq Lenysia Puspita; Sierly, Nadia; Adikusuma, Wirawan; Qiyaam, Nurul; Furqani, Nur; Rahmawati, Cyntiya
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.23492

Abstract

Background: based on data from the Ministry of Health NTB, the prevalence of Diabetes Mellitus in West Nusa Tenggara in 2020 is around 59,606 people divided into 10 regencies and cities. The highest prevalence of diabetes is type 2 diabetes mellitus (DMT2). One way to assess the success of T2DM therapy is to measure quality of life using Quessionnair's Diabetic Quality Of Life Clinical Trial (DQLCTQ) questionnaire. The purpose of the study: to evaluate the quality of life of DMT2 patients who received oral-oral antidiabetic combination at West Nusa Tenggara Provincial Hospital. Method: observational  analytic with Cross Sectional design with  Concurrent patient data collection. Samples: 56 T2DM patients. The results of the study: on  the characteristics of respondents there was no difference in quality of life on gender, age, occupation and length of suffering from T2DM. Patients who received the combination of metformin and glimepiride had a quality of life score of 71.84, while patients who received the combination of metformin and glimepiride 74.77. Research conclusion: statistical test  with independent sample t-test showed no significant difference between the two groups (p = 0.268).
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Terhadap Penggunaan Tablet Fe (Zat Besi) di Sekolah MA Al-Aziziah Putri Gunung Sari Safitri, Santi; Nurbaety, Baiq; Furqani, Nur; Qiyaam, Nurul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.24525

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu keadaan kadar hemoglobin dalam darah yang kurang dari normal, anemia terjadi karena kekurangan zat besi sebagai akibat dari kurangnya asupan makanan sumber zat besi khususnya sumber pangan hewani (besi heme). Beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi tablet Fe bagi remaja putri diantaranya yaitu pengetahuan gizi, pola makan, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Tingkat pengetahuan pada remaja akan berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih makanan disekolah maupun dirumah yang menentukan mudah tidaknya seseorang memahami manfaat manfaat tablet Fe. Tujuan : Tujuan penelitiana ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri terhadap penggunaan tablet Fe di MA. AL-Aziziah Putri Gunung Sari pada tahun 2023. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantutatif dengan pengambilan data secara cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswi SMA kelas X dan XI di MA. AL-Aziziah Putri Gunung Sari yang berjumlah 81 sampel. Hasil : Berdasarkan dari hasil penelitian diketahui bahwa Tingkat pengetahuan responden mayoritas mempunyai tingkat pengetahuan cukup sebanyak 52 orang (64%). Berdasarkan tingkat pengetahuan responden dalam menjawab kuisioner kategori baik sebanyak 25 orang (31%), kategori cukup sebanyak 52 orang (64%), dan dalam kategori kurang sebanyak 4 orang (5%). Kesimpulan: Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri terhadap penggunaan tablet fe (zat besi) di MA AL-Aziziah Putri Gunung Sari priode Mei 2023 dengan kategori cukup
ANALISIS ANALISIS HUBUNGAN TERAPI POLIFARMASI DENGAN POTENSI DAN TINGKAT KEPARAHAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: ANALISIS HUBUNGAN TERAPI POLIFARMASI DENGAN POTENSI DAN TINGKAT KEPARAHAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Hijriani, Nursela; Nopitasari, Baiq Leny; Furqani, Nur; Natasari, Indri
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v3i1.1617

Abstract

Latar Belakang : Pasien Diabetes Melitus (DM) berpotensi mengalami polifarmasi karena munculnya komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas. Polifarmasi berkaitan erat dengan jumlah penyakit atau multimorbiditas. Semakin banyak penggunaan obat, semakin besar kemungkinan terjadi efek samping atau interaksi obat yang tidak dikehendaki. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan terapi polifarmasi dengan potensi dan tingkat keparahan interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dan menggunakan data retrospektif, yang diambil dari data rekam medis pasien DM tipe 2 rawat jalan dan didapatkan dari ruang rekam medis dan SIRS  (Sistem Informasi Rumah Sakit) RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan metode pengambilan sampel secara Purposive Sampling serta dilakukan pada November 2023. Hasil : Sebanyak 33 rekam medis dengan 132 potensi kejadian interaksi, selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan Drug Interaction Checker (Medscape) dan analisis secara statistik menggunakan uji Chi-Square dan Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara terapi polifarmasi dengan potensi interaksi obat dengan nilai p-value sebesar 0,596 (p-value > 0,05) dan odds ratio (OR) 0,477 serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara terapi polifarmasi dengan tingkat keparahan interaksi obat dengan nilai p-value sebesar 0,344 (p-value > 0,05) dan nilai korelasi sebesar -0,083 yang menunjukkan tingkat hubungannya sangat rendah. Kesimpulan : Hubungan antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat menunjukkan hubungan yang tidak signifikan, dan juga hubungan antara polifarmasi dengan tingkat keparahan menunjukkan hubungan yang tidak signifikan.
Hubungan Pengetahuan tentang Diare dan Perilaku Ibu Balita dalam Swamedikasi di Desa Beber, Batukliang, Lombok Tengah Nurbaety, Baiq; Rosdiawati, Rosdiawati; Qiyaam, Nurul; Furqani, Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.32092

Abstract

Swamedikasi adalah proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan gejala sampai pemilihan dan penggunaan obat. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan yang sering dialami masyarakat seperti demam, pusing, nyeri, batuk, influenza, maag, kecacingan, penyakit kulit dan diare. Diare merupakan suatu keadaan yang tidak normal atau tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume cair serta frekuensi buang air besar tiga kali atau lebih dalam sehari yang disebabkan karena infeksi, malabsorbsi, makanan dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan tentang diare dan perilaku ibu balita dalam swamedikasi. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, serta menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 82 ibu balita dan dilaksanakan pada 27 juni – 30 juli 2024 dengan cara pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukan ibu balita memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 48 (58,5 %) dan perilaku cukup 37 (45,1%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku ibu dalam swamedikasi diare pada balita dengan nilai signifikan p = 0,000 (p-value < 0,05).
Tingkat Kepatuhan Ibu Hamil Mengkonsumsi Tablet Fe (ferrum) di Puskesmas Gunung Sari Nurbaety, Baiq; Hardiani, Baiq Rizki; Nopitasari, Baiq Leny; Furqani, Nur; Fitriana, Yuli; Sugara, Taufan Hari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i1.21304

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anemia atau kekurangan darah pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu sebanyak 48,9%. Penatalaksanaan anemia pada ibu hamil di Indonesia masih terfokus pada pemberian tablet tambah darah. Berdasarkan survei data pendahuluan di Puskesmas Gunung Sari, menunjukkan bahwa anemia ibu hamil di Puskesmas Gunung Sari pada tahun 2021 yaitu sebanyak 61 pasien, kemudian terjadi peningkatan pada tahun 2022  yaitu dengan jumlah kasus anemia sebayak 71 pasien.Tujuan : Untuk mengetahui tingkat kepatuhan Ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe (Ferrum) di puskesmas Gunung Sari. Metode: Deskriptif Observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan selama periode  5 April-5 Mei 2023 yang  melibatkan 38 ibu hamil sebagai responden yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Gunung Sari menggunakan Kuesioner MMAS-8.Hasil: Didapatkan bahwa dari 38 responden yang memiki kepatuhan tinggi sebanyak 4 orang (10%), kepatuhan menengah 11 orang (29%) dan kepatuhan rendah 23 orang (61%). Berdasarkan skor rata-rata jawaban kuesioner terhadap tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe di Puskesmas Gunung Sari adalah 3,71 yaitu termasuk  dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan: Tingkat kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe (Ferrum) di Puskesmas Gunung Sari yaitu termasuk kategori kepatuhan rendah  sebanyak 23 orang (61%).
Sosialisasi dan edukasi dapatkan, gunakan, simpan dan buang (DAGUSIBU) obat di SMAN 10 Mataram Nurbaety, Baiq; Sugara, Taufan Hadi; Fitriana, Yuli; Hati, Melati Permata; Furqani, Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23935

Abstract

AbstrakPengelolaan obat di masyarakat mulai dari prosedur mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang sisa obat tidak boleh dianggap remeh, karena jika salah melakukan pengelolaan obat, maka akan berakibat sangat fatal bagi diri kita sendiri atau konsumen obat. Pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram masih rendah tentang penggunaan obat yang rasional. Pemahaman siswa masih kurang dalam memahami obat apa saja yang boleh dibeli tanpa resep dan harus memakai resep dokter danpengelolaan obat dirumah seperti cara menyimpan obat dengan benar dan membuang obat yang telah rusak atau kadaluarsa. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi terkait DAGUSIBU kepada siswa SMAN 10 Mataram. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, pemberian brosur dan metode pre - post test dalam bentuk kuesioner. Subyek pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa SMAN 10 Mataram. Instrumen yang digunakan adalah power point, brosur dan kuesioner. Berdasarkan hasil pretest dan posttest dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat terjadi peningkatan pengetahuan siswa SMAN 10 Mataram tentang DAGUSIBU dari nilai rata-rata pretest peserta adalah 75% (Cukup) meningkat menjadi 87,72% (Baik) pada saat posttest. Hal ini menunjukkan bahwa para peserta dapat menerima edukasi yang diberikan dengan baik. Kata kunci: sosialisasi; edukasi; siswa; DAGUSIBU AbstractManagement of medicines in the community, starting from procedures for obtaining, using, storing and disposing of remaining medicines, should not be taken lightly, because if you mismanage medicines, it will have very fatal consequences for ourselves or medicine consumers. SMAN 10 Mataram students' knowledge is still low regarding the rational use of drugs. Students' understanding is still lacking in understanding what medicines can be purchased without a prescription and must use a doctor's prescription and manage medicines at home, such as how to store medicines properly and dispose of medicines that have been damaged or expired. This community service activity aims to provide information related to DAGUSIBU to students of SMAN 10 Mataram. The methods used in this activity are the lecture method, giving brochures and the pre-post test method in the form of a questionnaire. The subjects of this community service are students of SMAN 10 Mataram. The instruments used were power points, brochures and questionnaires. Based on the results of the pretest and posttest from the activities carried out, it can be seen that there was an increase in SMAN 10 Mataram students' knowledge about DAGUSIBU from the average pretest score of participants being 75% (Fair) increasing to 87.72% (Good) at the time of the posttest. This shows that the participants can receive the education provided well. Keywords: socialization; education; student; DAGUSIBU