Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA SMP NEGERI 6 SENGAH TEMILA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA Tiko, Brian Febrianto Atrensius; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6848

Abstract

Education in the 21st century requires students not only to master academic knowledge but also creative thinking skills, particularly in mathematics learning. This study aims to analyze the creative thinking abilities of junior high school students at SMP Negeri 6 Sengah Temila in solving PISA problems. The method used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including written tests, interviews, and documentation. Key steps in this research involve data collection, analysis of test results, and interviews with students and teachers to explore their perceptions and experiences. The findings indicate that students' creative thinking abilities remain relatively low, with the primary challenge stemming from learning methods that inadequately support the exploration of new ideas. The main conclusion of this study is the necessity for innovative learning approaches to enhance students' creative thinking skills, enabling them to better confront real-world challenges and improve global competitiveness. This research is expected to provide recommendations for curriculum development and more effective teaching methods to foster student creativity. ABSTRAKPendidikan di abad ke-21 menuntut siswa untuk tidak hanya menguasai pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan berpikir kreatif, terutama dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 6 Sengah Temila dalam menyelesaikan soal PISA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah penting dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis hasil tes, dan wawancara dengan siswa dan guru untuk menggali persepsi dan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa masih tergolong rendah, dengan tantangan utama berasal dari metode pembelajaran yang kurang mendukung eksplorasi ide-ide baru. Simpulan utama dari penelitian ini adalah perlunya inovasi dalam pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata dan meningkatkan daya saing di tingkat global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam mendukung kreativitas siswa.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA DALAM PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK KHAS KECAMATAN MENYUKE Framica, Esterina; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7179

Abstract

This study aims to delve deeper into the ethnomathematical concepts embedded in the traditional game of Engklek, originating from the Menyuke District. Engklek is regarded as an embodiment of ethnomathematics, specifically the application of mathematical concepts within the local cultural context. Consequently, Engklek is not merely a traditional recreational activity but also holds potential as an effective instrument in the process of mathematics education. This research adopts a descriptive qualitative approach, employing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. Data sources are gathered from various stakeholders, including community leaders, local residents, children, and parents who still actively engage in playing Engklek. The research findings reveal that the game of Engklek integrates a diverse array of mathematical concepts, such as number sequences, geometric shapes (squares, rectangles, semicircles), symmetry, and simple geometric transformations. Furthermore, Engklek plays a role in enhancing numeracy skills, logical thinking abilities, spatial aptitude, and motor coordination among children. The cultural values encompassed within include a spirit of collaboration, sportsmanship, and adherence to established rules. Thus, Engklek can be optimally utilized as a contextual and enjoyable medium for mathematics learning, while simultaneously preserving local cultural heritage. ABSTRAKStudi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam konsep etnomatematika yang terdapat dalam permainan tradisional engklek yang berasal dari Kecamatan Menyuke. Engklek dianggap sebagai perwujudan etnomatematika, yaitu penerapan konsep matematika dalam konteks budaya setempat. Oleh karena itu, engklek bukan hanya sekadar aktivitas rekreasi tradisional, melainkan juga berpotensi menjadi instrumen yang efektif dalam proses pembelajaran matematika. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, penduduk setempat, anak-anak, serta orang tua yang masih aktif memainkan engklek. Hasil penelitian mengungkap bahwa permainan engklek mengintegrasikan beragam konsep matematika, seperti urutan bilangan, bentuk-bentuk geometri (persegi, persegi panjang, setengah lingkaran), simetri, dan transformasi geometri yang sederhana. Selain itu, engklek juga berperan dalam meningkatkan keterampilan berhitung, kemampuan berpikir logis, kecakapan spasial, dan koordinasi motorik pada anak-anak. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya meliputi semangat kerja sama, sportivitas, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan demikian, engklek dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran matematika yang kontekstual dan menyenangkan, sekaligus melestarikan warisan budaya lokal.
EFEKTIVITAS PHOTOMATH BERBASIS ANDROID TERHADAP PRESTASI BELAJAR PADA MATERI KOMPOSISI FUNGSI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 JELIMPO Martines, Jonathan; Annur, Muhammad Firman
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i3.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan membuktikan efektivitas aplikasi Photomath terhadap prestasi belajar materi komposisi fungsi dibandingkan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan two group pretest-posttest pada dua kelas XI di SMA Negeri 1 Jelimpo, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. Hasil pretest menunjukkan kemampuan awal kedua kelompok setara. Setelah perlakuan, analisis posttest menggunakan uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa meskipun nilai rata-rata kelas eksperimen (21,21) lebih tinggi dari kelas kontrol (18,79), perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, tidak ditemukan perbedaan prestasi belajar yang berarti antara siswa yang menggunakan Photomath dengan yang tidak. Penelitian juga mencatat bahwa prestasi belajar pada tahun sebelumnya justru lebih tinggi, menandakan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh. Kesimpulannya, Photomath lebih tepat diposisikan sebagai media bantu pembelajaran, bukan faktor utama peningkat prestasi. Disarankan sampel penelitian selanjutnya melibatkan lebih luas dan mengintegrasikan Photomath dengan model pembelajaran inovatif serta meneliti variabel lain seperti motivasi belajar. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji efektivitas aplikasi Photomath terhadap prestasi belajar materi komposisi fungsi dibandingkan pembelajaran konvensional. Desain penelitian menggunakan two group pretest-posttest pada dua kelas XI di SMA Negeri 1 Jelimpo, yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen yang dipilih melalui Cluster Random Sampling. Hasil pretest menunjukkan kemampuan awal kedua kelompok setara. Setelah perlakuan, analisis posttest menggunakan uji Mann-Whitney U menunjukkan bahwa meskipun rata-rata nilai kelas eksperimen (21,21) lebih tinggi dari kelas kontrol (18,79), perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Artinya, tidak ditemukan perbedaan prestasi belajar yang berarti antara siswa yang menggunakan Photomath dengan yang tidak. Penelitian juga mencatat bahwa prestasi belajar pada tahun sebelumnya justru lebih tinggi, menandakan adanya faktor lain yang lebih berpengaruh. Kesimpulannya, Photomath lebih tepat diposisikan sebagai media bantu pembelajaran, bukan faktor utama peningkat prestasi. Disarankan penelitian selanjutnya melibatkan sampel lebih luas dan mengintegrasikan Photomath dengan model pembelajaran inovatif serta meneliti variabel lain seperti motivasi belajar.
Exploring Gender Differences in Spatial Reasoning: Analyzing Hyperbolic Problem-Solving Skills Among University Students Suprihatiningsih, Siti; Rangkuti, Rizki Kurniawan; Annur, Muhammad Firman; Erwin, Erwin; Irvan, Irvan; Bonyah, Ebenezer
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3464

Abstract

Penelitian mengenai perbedaan penalaran spasial berdasarkan gender di tingkat universitas masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan langkah-langkah penyelesaian soal hiperbola antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih melalui rumus Slovin dari total populasi 480 mahasiswa. Instrumen penelitian meliputi tes soal hiperbola dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada aspek orientasi spasial, di mana mahasiswa perempuan menunjukkan keunggulan dalam langkah-langkah penyelesaian karena pemahaman konsep jarak yang lebih baik. Temuan ini menyimpulkan bahwa terdapat karakteristik unik pada penalaran spasial perempuan di tingkat pendidikan tinggi yang berbeda dari temuan umum di tingkat sekolah. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan literatur penalaran spasial dalam pendidikan matematika. Research on gender-based differences in spatial reasoning at the university level requires further empirical confirmation. This study aims to describe the differences in procedural steps for solving hyperbola problems between male and female students. Employing a qualitative method, the study involved 30 students selected via Slovin’s formula from a population of 480. Research instruments consisted of hyperbola problem-solving tasks supported by interview transcripts. The findings reveal distinct differences in spatial orientation, where female students demonstrated superior performance in solving steps due to a robust understanding of distance concepts. In conclusion, these results highlight unique spatial reasoning characteristics among female students in higher education, diverging from common findings at the school level. This research contributes to the theoretical development of spatial reasoning literature within mathematics education.