Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

SENAM DISMENOR MENURUNKAN NYERI DISMENOR PADA REMAJA Sugiharti, Rosi Kurnia; Amelia, Amelia; Sudrajat, Ananda Dwi Liandy
Jurnal Delima Harapan Vol 12 No 2 (2025): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v12i2.315

Abstract

Background: Dismenore is a pain or discomfort in the lower abdomen felt by women before, during menstruation. There are two ways to relieve dysmenorrhea pain, first therapy by taking medication and second therapy without taking medication. Therapy without taking drugs can be by relaxing and exercising dysmenorrhea gymnastics. Dysmenore exercise can provide comfort to muscles around the waist, stomach, and pelvis. If done continuously in an orderly manner, it can also cause a gradual feeling of comfort. Objective: To identify the effect of dysmenorrhea gymnastics on dysmenorrhea pain in teenage girls at MTS Alwathoniyah 55 Karang Bahagia. Method: Applying a quantitative method and using a quasi experimental one group pretest-postest design. The subjects of this study were 30 respondents who suffered from dysmenorrhea. Results: Based on research findings, the average age of respondents was 14. The majority of respondents experienced pain before moderate intensity with a percentage of 60%, meanwhile, in the after measurement, generally respondents received a decrease in dysmenorrhea to mild pain with a percentage of 70%, furthermore, there was an increase in the number of respondents who did not feel pain with a percentage of 20% from 0%. Based on Wilcoxon's research, a value of = 0.000 (p<0.05) means that there is an effect of dysmenorrhea on the reduction of dysmenorrhea pain. It is expected that women are being dismenorrhea to do light exercise to reduce dysmenorrhea.
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA REMAJA DI KELAS SMAN 1 CIKARANG TIMUR TAHUN 2025: Indonesia Nurfadilla, Siska Bella; Yulianti, Yulianti; Sugiharti, Rosi Kurnia; Fatdo Wardani, Ika Kania
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7035

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia pada remaja kelas X SMAN 1 Cikarang Timur. Metode Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 49 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria mengalami insomnia. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Skala Baku Pengukuran Insomnia Remaja (KSBPJ-IRS). Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender spray pada bantal atau selimut responden setiap malam selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami insomnia ringan (75,5%) dan insomnia berat (24,5%). Setelah intervensi, 81,6% responden tidak lagi mengalami insomnia, sedangkan 18,4% mengalami insomnia ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor insomnia sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender spray berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat insomnia pada remaja, sehingga dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruam Popok Pada Bayi: Factors Associated with Diaper Rash in Babies Yoningsih, Prasti; Fatur Rohmah, Hajar Nur; Siregar, Rohani; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruam popok merupakan permasalahan kulit yang kerap dialami bayi akibat paparan urine, feses, kelembaban, serta gesekan popok. Data WHO (2022) menunjukkan prevalensi global mencapai 65%, sedangkan di Indonesia berkisar antara 7–35% dan di Kabupaten Bekasi sebesar 10,28%. Rendahnya pemahaman ibu mengenai kebersihan bayi menjadi faktor risiko utama terjadinya ruam popok. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian ruam popok pada bayi di Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 88 responden yang dipilih melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepada ibu dengan bayi berusia 0–6 bulan, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,249; OR=0,552) dan sikap ibu (p=0,067; OR=2,565) dengan kejadian ruam popok. Namun, terdapat hubungan bermakna pada faktor pekerjaan (p=0,047; OR=2,644) dan pengetahuan (p=0,018; OR=3,246). Ibu dengan pengetahuan kurang memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan ibu dengan pengetahuan baik. Dengan demikian, pengetahuan serta pekerjaan ibu berperan penting dalam pencegahan ruam popok, sehingga edukasi kesehatan perlu diperkuat untuk menekan angka kejadian.
Indikator Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Nursaadah, Putri; Siregar, Rohani; Fathur Rohmah, Hajar Nur; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7132

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan hak setiap anak untuk mendapatkan perlindungan dari penyakit menular. Namun cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia masih di bawah target, termasuk di Klinik Amelia yang hanya mencapai 62,5% pada Januari–Maret 2025. Kondisi ini menimbulkan risiko tingginya kejadian Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap di Klinik Amelia tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–12 bulan di wilayah kerja Klinik Amelia, dengan teknik total sampling sebanyak 80 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,000; OR=13,77), pendidikan (p=0,000; OR=9,44), pekerjaan (p=0,000; OR=42,48), dan sumber informasi (p=0,000; OR=12,33) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu mengenai imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan: Pengetahuan ibu dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi. Peningkatan cakupan imunisasi dapat dicapai dengan memperkuat edukasi, peran tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga.
Efektivitas Sari Daun Jambu Biji terhadap Frekuensi Diare pada Balita: The Effectiveness of Guava Leaf Juice on the Frequency of Diarrhea in Toddlers Silviana, Vivi; Yulianti, Yulianti; Sugiharti, Rosi Kurnia; Khaerunisa, Ismah
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7184

Abstract

Diare akut merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya di negara berkembang. Berdasarkan survei pendahuluan di RS Cenka pada Maret–April 2025, tercatat 202 kasus diare pada balita yang mengalami peningkatan signifikan akibat faktor infeksi, malabsorpsi, serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari daun jambu biji terhadap frekuensi diare pada balita. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh balita dengan diare di wilayah kerja RS Cenka, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling selama periode 1 Juli–1 Agustus 2025. Intervensi berupa pemberian sari daun jambu biji, sedangkan variabel dependen adalah frekuensi buang air besar per hari. Data dikumpulkan melalui observasi selama tiga hari dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan frekuensi diare dari kategori sedang–berat pada hari pertama menjadi kategori ringan pada hari ketiga. Uji statistik menghasilkan nilai Z = -4,833 dengan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa sari daun jambu biji efektif menurunkan frekuensi diare pada balita dan berpotensi menjadi terapi komplementer yang aman serta terjangkau.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang SADARI Rahma Novianti; Sugiharti, Rosi Kurnia; Musmundiroh, Musmundiroh; Setianingsih, Triseu
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v4i4.6446

Abstract

Breast cancer is recognized as a major global health challenge with 2.3 million cases recorded in 2020 and projections indicating a continuous increase until 2040 (WHO), where early detection becomes a crucial preventive measure that can be introduced through breast self-examination (BSE) education, yet the knowledge of adolescent girls regarding BSE remains low, requiring effective health education strategies; this study therefore aimed to assess the impact of health education using demonstration methods on improving BSE knowledge among adolescent girls at SMK Jayabeka 01 Karawang in 2025 by employing a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 103 respondents selected through total sampling, utilizing pretest and posttest questionnaires consisting of 20 items, and analyzing the data with the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal distribution, with the results showing a significant improvement in knowledge after the intervention (p-value = 0.000, p < 0.05) where 85 respondents experienced an increase, 18 showed no change, and none experienced a decrease, while before the intervention most were in the “moderate” category (67%) and afterward the majority (82.5%) moved into the “good” category, thus confirming that health education delivered through demonstration methods is effective in enhancing adolescent girls’ knowledge of BSE and can be recommended as a suitable and sustainable strategy in school-based programs for early detection of breast cancer.
Hubungan Faktor Maternal dengan Hiperemesis Gravidarum Trimester I di RS DKH Sukatani Usniyah, Usniyah; Yulianti, Yulianti; Julianti, Neneng; Sugiharti, Rosi Kurnia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7251

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual muntah berlebihan pada trimester pertama kehamilan yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Berdasarkan data WHO tahun 2021, angka kejadian HEG mencapai 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, sedangkan di Indonesia mencapai 14,8% dan di Jawa Barat 14,2%. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan HEG. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RS DKH Sukatani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 ibu hamil trimester I yang mengalami HEG dan dirawat inap. Instrumen penelitian berupa data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerjaan (p=0,039), dan pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun, primipara, tidak bekerja, serta berpendidikan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami HEG. Faktor maternal seperti usia, paritas, pekerjaan, dan pendidikan terbukti berhubungan signifikan dengan hiperemesis gravidarum. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar upaya pencegahan dan edukasi pada ibu hamil untuk meminimalisir risiko HEG.
Penerapan pijat endorphin massage terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Desa Wanajaya Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36610

Abstract

Abstrak Nyeri punggung pada ibu hamil trimester III merupakan keluhan yang umum terjadi akibat meningkatnya ukuran kandungan yang menimbulkan tekanan lebih besar pada area punggung.  Kondisi ini sering kali mengganggu aktivitas harian ibu hamil dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama masa kehamilan, Keluhan nyeri punggung sering dialami oleh ibu hamil, khususnya pada trimester ketiga, dan kondisi ini dapat berdampak pada kualitas hidup serta kenyamanan ibu. Pijat endorfin salah satu metode terapi nonfarmakologis yang berfungsi untuk merangsang pelepasan hormon endorfin, sehingga dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan memberikan efek relaksasi serta rasa nyaman, Pemberian asuhan melalui teknik pijat endorphin bertujuan untuk membantu mengurangi keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Teknik yang diterapkan berupa pijat endorphin yang berfokus pada upaya relaksasi sehingga ibu merasa lebih tenang dan nyaman. Kegiatan Pengabdian ini menggunakan metode observasi. Subjek pengabdian ini ibu hamil trimester III yang mengalami nyeri punggung dan bersedia mendapatkan asuhan kebidanan melalui pijat endorphin. Kegiatan Pengabdian ini juga bertujuan untuk meningkatkan edukasi mengenai pijat endorphin sebagai terapi komplementer dalam mengurangi nyeri, baik pada masa kehamilan maupun saat persalinan. Berdasarkan hasil kegiatan yang dicapai secara eksplisit dan riil hasil di lapangan selama kegiatan, hasil yg diukur melalui angket pre-post/wawancara/observasi penerapan pijat endorphin terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri punggung secara bertahap. Diharapkan teknik ini dapat diterapkan untuk membantu ibu hamil trimester III mengatasi nyeri punggung. Kata kunci:  pijat; endorphin; nyeri; punggung; ibu hamil. Abstract Back pain in the third trimester of pregnancy is a common complaint due to the increased size of the uterus, which puts greater pressure on the back area. This condition often disrupts the daily activities of pregnant women and causes discomfort during pregnancy. Back pain is frequently experienced by pregnant women, especially in the third trimester, and this condition can affect the quality of life and comfort of the mother. Massage endorphin is one of the non-pharmacological therapy methods that functions to stimulate the release of endorphin hormone, thereby helping to reduce pain and provide relaxation and comfort effects, The provision of care through endorphin massage techniques aims to help reduce back pain complaints in pregnant women in the third trimester. The technique applied is massage endorphin that focuses on relaxation efforts so that mothers feel calmer and more comfortable. This community service activity employed an observational method. The subjects were third-trimester pregnant women experiencing back pain who were willing to receive midwifery care through endorphin massage. This activity also aimed to enhance education about endorphin massage as a complementary therapy for reducing pain, both during pregnancy and childbirth. Based on the explicitly and tangibly achieved results in the field during the activity, outcomes measured via pre-post questionnaires/interviews/observation of the application of endorphin massage proved effective in gradually reducing back pain intensity. It is hoped that this technique can be applied to help third-trimester pregnant women manage back pain. Keywords: massage; endorphins; pain; back; pregnant women.
Dunia warna : cara mewarnai membantu perkembangan kreativitas balita Sugiharti, Rosi Kurnia; Musmundiroh, Musmundiroh
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35532

Abstract

Abstrak Tingkat kesehatan suatu bangsa dapat diukur dari kesehatan anak-anaknya. Setiap tahun, lebih dari 200 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami keterlambatan perkembangan, dengan 86% kasus terjadi di negara berkembang. Stimulasi menjadi salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap perkembangan otak anak, termasuk dalam mencegah keterlambatan perkembangan. Dengan stimulasi yang tepat, anak dapat mencapai potensi optimalnya. Pemberian stimulasi yang terarah dapat mempercepat perkembangan, terutama dalam aspek motorik halus, melalui aktivitas yang melibatkan gerakan fisik serta stimulasi sesuai dengan tahapan usia. Berdasarkan latar belakang tersebut, dalam program pengabdian masyarakat ini dilakukan kegiatan pelatihan dengan metode mewarnai bagi balita sebagai bentuk stimulasi yang mendukung perkembangan mereka. Selain itu, data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 1-3% anak mengalami keterlambatan motorik. Pada tahun 2020, Puskesmas di Jawa Barat mencatat sebanyak 1.493 balita, dengan 246 di antaranya mengalami keterlambatan perkembangan motorik. Hasil survei pendahuluan di Desa Wanajaya menunjukkan bahwa 10 dari 15 ibu mengaku tidak pernah memberikan stimulasi mewarnai kepada anak mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada ibu dan kegiatan mewarnai pada anak yang berguna untuk meningkatkan motoric halus. Metode yang digunakan dalam  kegiatan ini adalah penyuluhan Pre dan Post tentang metode mewarnai dilanjutkan dengan kegiatan mewarnai. Responden yang mengikuti kegiatan ini adalah ibu yang memiliki balita usia 3-4 tahun sebanyak 20 orang di Desa Wanajaya.  Hasil kegiaan ini adalah tingkat pengetahuan ibu sebelum penyuluhan dan pelatihan adalah sebagian besar cukup 45 %, dan tingkat pengetahuan setelah penyuluhan dan pelatihan sebagian besar baik sebesar 90%. Penyuluhan dan mewarnai pada balita meningkatkan motoric halus pada balita.  Saran yang diberikan dalam kegiatan ini adalah diharapkan para ibu untuk dapat memberikan kegiatan mewarnai secara rutin kepada balita. Kata Kunci: mewarnai; motoric halus; balita. AbstractThe health of a nation can be measured by the health of its children. Each year, more than 200 million children under the age of five experience developmental delays, with 86% of cases occurring in developing countries. Stimulation is a crucial factor contributing to children's brain development, including preventing developmental delays. With appropriate stimulation, children can reach their optimal potential. Targeted stimulation can accelerate development, particularly in fine motor skills, through activities involving physical movement and age-appropriate stimulation. Based on this background, this community service program includes coloring training for toddlers as a form of stimulation to support their development. Furthermore, data from the Health Office indicates that approximately 1-3% of children experience motor delays. In 2020, the Community Health Center in West Java recorded 1,493 toddlers, with 246 of them experiencing delayed motor development. The results of a preliminary survey in Wanajaya Village showed that 10 out of 15 mothers admitted to never providing coloring stimulation to their children. The purpose of this activity was to provide knowledge to mothers and coloring activities for children that are useful for improving fine motor skills. The method used in this activity was Pre and Post counseling on coloring methods followed by coloring activities. Respondents who participated in this activity were mothers of toddlers aged 3-4 years, totaling 20 people in Wanajaya Village. The results of this activity were the level of knowledge of mothers before counseling and training was 45%, and the level of knowledge after counseling and training was 90%. Counseling and coloring for toddlers improve fine motor skills in toddlers. The suggestion given in this activity is expected to mothers can provide coloring activities regularly to toddlers. Keywords: coloring; fine motor skills; todd
Determinasi Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025 Nuramiati, Nuramiati; Musmundiroh, Musmundiroh; Sugiharti, Rosi Kurnia; Setianingsih, Triseu
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Nopember - Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7093

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel yaitu siswa-siswi kelas X dan XI, populasi sebanyak 864 responden, sampel sebanyak 100 responden, menggunakan data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner (Gform), analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden jenis kelamin beresiko yaitu perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden lingkungan buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat.