Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PSIKOEDUKASI MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM MENGHADAPI REMAJA PADA GURU SMA DI MALANG Puspitasari, Dwi Nikmah; Prabawangi, Rani Prita; Ridhoi, Ronal; Febrinan, Jhodie; An-Nisa, Lhulu
Jurnal Graha Pengabdian Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.559 KB)

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode perkembangan dimana individu mengalami banyak perubahan di berbagai hal. Perubahan-perubahan tersebut secara langsung dapat mempengaruhi pembentukan sikap dan respon remaja dalam menghadapi persoalan hidup sehari-hari, data di SMA Negeri 8 Malang, dari tahun ke tahun masalah siswa, seperti motivasi belajar cenderung menurun, kesopanan dan tata cara siswa dalam berkomunikasi dengan guru menjadi sorotan. Pendekatan psikoedukasi dengan tema pemberian informasi seputar bagaimana membangun komunikasi efektif pada guru perlu diberikan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi seputar dinamika remaja kepada para guru, dan memberikan pendekatan penyelesaian masalah yang lebih sesuai dengan kondisi dan tahap perkembangan remaja. Psikoedukasi ini diikuti oleh 65 guru dengan metode pemberian ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari psikoedukasi ini diakui oleh para guru dapat memberikan pemahaman lebih terkait dengan kondisi remaja dan bagaimana cara pendekatan yang sesuai, para guru juga menyampaikan bahwa psikoedukasi ini membantu untuk menyusun strategi dan pendekatan pembelajaran di kelas. Abstract: Adolescence is a period of development in which individuals experience many changes in various. These changes can directly affect the formation of adolescent attitudes and responses in dealing with problems of daily life, data in SMA Negeri 8 Malang, from year to year student problems, such as learning motivation tends to decrease, politeness and procedures for students in communicating with teachers in the spotlight. A psychoeducation approach with the theme of providing information about how to build effective communication with teachers needs to be given. This activity aims to provide education around the dynamics of youth to teachers, and provide an approach to solving problems that is more appropriate to the conditions and stages of adolescent development. This psychoeducation was attended by 65 teachers by the method of giving lectures, discussions, and questions and answers. The results of this psychoeducation are recognized by the teachers can provide more understanding related to the condition of adolescents and how to approach accordingly, the teachers also said that this psychoeducation helps to develop strategies and approaches to learning in the classroom.
Implementasi Model ADDIE dalam Media Edukasi sebagai Pemahaman Kesehatan Mental An-Nisa, Lhulu; Farida, Ika Andrini; Eva, Nur; Apsari, Diani Akmalia; Utomo, Hanggara Budi
Psyche 165 Journal Vol. 18 (2025) No. 1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v18i1.466

Abstract

Era digitalisasi membawa manusia pada peradaban hidup bersama teknologi. Berbagai macam platform media menjadi wadah informasi tercepat untuk bisa memperoleh ilmu atau berita kekinian. Namun, tidak semua platform dapat bermanfaat untuk manusia sehingga dibutuhkan kesadaran diri yang baik dalam pemilihan media informasi. Dampak dari kesalahan pemilihan adalah munculnya stressor baru serta ketegangan otot karena ketidaksanggupan individu dalam mengelola kognitif dan perasaan ketika menerima informasi. Berbagai permasalahan kesehatan mental saat ini khususnya di Indonesia menjadi fokus perhatikan untuk tetap menjaga stabilitas keadaan masyarakat. Kabar baiknya, telah banyak tenaga ahli di bidang psikologi yang mendirikan platform sebagai wadah informasi preventif kepada masayarakat umum. Apabila terdapat permasalahan klinis atau kronis dari hasil asesmen psikolog maka disarankan untuk melakukan konseling atau terapi psikologis. Saat ini wadah tersebut dapat berupa aplikasi curhat, konseling dengan psikolog, atau berbagai informasi dari postingan di media sosial. Mengamati fenomena tersebut, peneliti mengembangkan sebuah aplikasi permainan digital yang berguna sebagai media informasi preventif bagi masyarakat umum dengan desain sederhana dan penuh warna. Permainan KESMO Games yang dikembangkan oleh peneliti menggunakan metode RnD dengan model ADDIE. Hasil uji validasi ahli media dan materi menyatakan bahwa KESMO Games layak untuk diimplementasikan. Setelah diimplementasikan kepada 30 partisipan, ditemukan bahwa responden mudah menerima knowledge kesehatan mental menggunakan KESMO Games karena keterbacaan media yang sangat baik dan membawa kesan fun dalam bermain. Berdasarkan hasil dari kegiatan penelitian ini, metode ADDIE efektif digunakan pada KESMO Games yang memuat pengetahuan kesehatan mental dan berhasil menambahkan pemahaman kepada player atau partisipan.
TRAINING OF TRAINER KETERAMPILAN SOSIAL PADA KOMUNITAS INSAN GENERASI BERENCANA (GENRE) KABUPATEN MALANG Dyah Hapsari, Ayu; Izzah, Nadyana; Multisari, Widya; An-Nisa, Lhulu
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 3 (2025): JULI 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i3.6820

Abstract

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang meluncurkan Program Generasi Berencana (GENRE) yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja tentang kehidupan pernikahan, kehidupan keluarga, pendidikan, serta pembentukan karakter generasi muda untuk membangun bangsa. Namun Ketua Insan GENRE Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa para anggota Insan GENRE masih kurang memahami metode atau cara penyampaian yang efektif ketika mengedukasi terkait isu-isu psikologis. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menyampaikan informasi, konseling, dan penyelesaian masalah yang kerap dijumpai anggota GENRE. Pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui Workshop Keterampilan Sosial Training of Trainee yang terbagi ke dalam tujuh sesi. Kegiatan workshop dilakukan pada hari sabtu tanggal 10 Agustus 2024 pukul 07.00 hingga pukul 15.00. Pada kegiatan ini, terdapat 29 peserta yang hadir yang juga merupakan anggota GENRE Kabupaten Malang. Pada akhir pelaksanaan, peserta diminta untuk memberikan penilaian dan feedback terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Dari beberapa penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelatihan keterampilan sosial merupakan kegiatan yang memang dibutuhkan bagi anggota GENRE. Selain itu berdasarkan penilaian tersebut, peneliti juga dapat melihat beberapa faktor pendukung kegiatan serta faktor yang menghambat kegiatan ini.
Efektivitas Permainan Green Generation untuk Meningkatkan Perilaku Pro Lingkungan pada Siswa Sekolah Dasar Dharmastuti, Anjarie; Noorrizki, Rakhmaditya Dewi; Nurmalitasari, Femmi; An-Nisa, Lhulu; Agusdian, Rian
Flourishing Journal Vol. 5 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v5i52025p286-296

Abstract

Mitigating global warming disasters caused by climate change can be achieved through pro-environmental behavior. Developing such behavior from an early age is considered more effective. However, teaching disaster-related topics to children must be done carefully to avoid fear and confusion. One alternative solution is using educational game media with a disaster theme. This study aimed to design and test the effectiveness of an educational game themed around global warming, as well as to analyze elementary school students’ perceptions of its use. This study used a quantitative pre-experimental approach. The subjects of this study were 90 students of SDN Kotalama. The results of the expert validity test of the material in the game showed that 97.5% of the data was used without revision. Hypothesis analysis with the Paired Samples Test showed that this educational game was effective because there was a significant increase in knowledge from pretest to posttest. All research subjects (100%) felt that their knowledge of global warming had increased and were increasingly motivated to protect the environment. It can be concluded that this educational game media is effective in increasing knowledge of global warming disasters and increasing student motivation related to pro-environmental behavior. AbstrakMitigasi bencana pemanasan global akibat perubahan iklim dapat dilakukan dengan perilaku pro lingkungan. Pembentukan perilaku pro lingkungan sejak dini dinilai akan lebih efektif. Pengajaran materi kebencanaan pada anak-anak harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tidak menimbulkan rasa takut dan bingung. Media permainan edukatif bertema bencana menjadi salah satu alternatif solusi yang dapat diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji keefektifan permainan edukatif bertema pemanasan global, serta menganalisis persepsi siswa SD terhadap penggunaan permainan edukatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif praeksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Kotalama sebanyak 90 siswa. Hasil uji validitas ahli terhadap materi dalam permainan menunjukkan 97,5% data terpakai tanpa revisi. Analisis hipotesis dengan Paired Samples Test menunjukkan permainan edukatif ini efektif karena terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan dari pretest ke posttest. Seluruh subjek penelitian (100%) merasakan bahwa pengetahuannya tentang pemanasan global menjadi meningkat dan semakin termotivasi untuk menjaga lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa media permainan edukatif ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan akan bencana pemanasan global dan meningkatkan motivasi siswa terkait perilaku pro lingkungan.
Potret Kemampuan Sosial Peer Counselor dalam Program Training of Trainer Puspitasari, Dwi Nikmah; Hapsari, Ayu Dyah; Multisari, Widya; An-Nisa, Lhulu
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p137-155

Abstract

Social skills are essential to adolescent development and support success in social, academic, and future professional contexts. This study employed the Training of Trainers (ToT) approach to enhance the social skills of peer counselors in Malang. The participants were 58 peer counselors divided into two groups: an experimental group and a control group. The ToT module was adapted from the Social Skills among Adolescents Module and had previously undergone feasibility testing. Social skills were assessed using a 23-item Social Skill Measurement instrument, which demonstrated good validity and reliability (Cronbach’s Alpha = 0.84). Paired sample t-test analysis yielded significance values of 0.071 for the control group and 0.184 for the experimental group, indicating no significant differences between pretest and posttest scores in either group. The lack of training effectiveness was influenced by several factors, particularly the pretest results, which showed that 20 participants (68.97%) were already in the high-skill category and the remaining 9 participants (31.03%) were at a moderate level, leading to a ceiling effect. Improvements are needed, including a reassessment of instrument selection, more detailed activity scheduling, the addition of ice-breaking sessions, and increased time allocation for discussion and practical exercises. AbstrakKeterampilan sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja dan berperan dalam mendukung keberhasilan di bidang sosial, akademik, serta profesional di masa depan. Pendekatan training of trainers (ToT) digunakan dalam meningkatkan keterampilan sosial konselor sebaya di Malang. Partisipan penelitian adalah 58 konselor sebaya yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Modul ToT diadaptasi dari Social Skills among Adolescents Module dan telah melalui uji kelayakan sebelumnya. Keterampilan sosial diukur menggunakan instrumen Social Skill Measurement yang terdiri dari 23 butir, yang menunjukkan validitas dan reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,84. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,071 pada kelompok kontrol dan 0,184 pada kelompok eksperimen, yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest pada kedua kelompok. Ketidakefektifan pelatihan dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama hasil pretest yang menunjukkan bahwa 20 partisipan (68,97%) telah berada pada kategori keterampilan tinggi, sementara 9 partisipan lainnya (31,03%) berada pada kategori sedang, sehingga menimbulkan ceiling effect. Beberapa aspek masih perlu ditingkatkan, antara lain evaluasi pemilihan instrumen, perincian jadwal kegiatan, penambahan sesi icebreaking, serta penambahan alokasi waktu untuk diskusi dan latihan praktik.
Efektivitas Pelatihan Peer Counselor untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Praktik Konseling Dasar Siswa Fatmawiyati, Jati; Puspitasari, Dwi Nikmah; Hapsari, Ayu Dyah; An-Nisa, Lhulu; Artha, Sholicahtud Devytta; Andayani, Sri
Flourishing Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v6i12026p171-181

Abstract

The imbalance between school counsellors and students limits the effectiveness of psychosocial services, requiring preventive student-empowerment approaches. This study aimed to examine the effectiveness of peer counsellor training in improving students’ knowledge and basic counselling practice skills. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was conducted with 26 vocational high school students selected through purposive sampling. Instruments consisted of a basic counselling knowledge questionnaire and practice observation sheets, and data were analysed using a paired sample t-test. Results indicated a significant post-training improvement (p < .001; d = 1.135), with mean scores increasing from 119.6 to 151.9. The findings suggest that integrating counselling concepts, ethics, empathic communication, role-play simulation, and structured feedback facilitates the transformation of declarative knowledge into procedural competence and enhances self-efficacy. The training also strengthened interpersonal readiness to provide peer support as an extension of school counselling services. In conclusion, peer counsellor training effectively improves students’ basic counselling competencies and offers a collaborative strategy to expand access to school mental-health services, although further controlled and longitudinal studies are recommended to strengthen external validity. AbstrakKeterbatasan rasio guru bimbingan dan konseling dengan jumlah siswa menyebabkan layanan psikososial di sekolah belum optimal, sehingga diperlukan pendekatan preventif berbasis pemberdayaan siswa. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pelatihan peer counselor dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik konseling dasar siswa. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen dengan desain one-group pretest post-test pada 26 siswa sekolah menengah kejuruan yang dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan konseling dasar dan lembar observasi praktik, sedangkan analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pasca pelatihan (p < 0,001; d = 1,135) dengan kenaikan mean dari 119,6 menjadi 151,9. Pembahasan mengindikasikan bahwa kombinasi psikoedukasi konsep konseling, etika, empati, role-play, dan umpan balik reflektif memfasilitasi transformasi pengetahuan deklaratif menjadi keterampilan prosedural serta meningkatkan efikasi diri peserta. Pelatihan juga memperkuat kesiapan interpersonal dalam memberikan dukungan sebaya sebagai perpanjangan layanan konselor sekolah. Sehingga, pelatihan peer counselor efektif meningkatkan kompetensi konseling dasar siswa dan berpotensi menjadi strategi kolaboratif untuk memperluas akses layanan kesehatan mental di sekolah, meskipun penelitian lanjutan dengan kelompok kontrol dan follow-up diperlukan untuk memperkuat validitas eksternal.