Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMANFAATAN THERMO ELECTRIC GENERATOR DARI KONVERSI ENERGI PANAS MENJADI LISTRIK UNTUK CHARGER PONSEL: Array Silaban, Jisro; Nasution, Agus Almi; Roza, Indra
JiTEKH Vol. 8 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35447/jitekh.v8i2.295

Abstract

Thermo Electric generator element is a conversion system that converts heat into electricity by utilizing heat energy. This tool is designed which comes from wood fuel as a heat source, which can be converted by a Thermo Electric Generator (TEG) into electricity, because not all rural areas have electricity, so researchers use it as a back up for cellphone chargers. This research is a small scale only used for cellphone chargers, the results show that the temperature difference is a very influential factor in producing voltage output and electric current, the greater the temperature gradient (ΔT) produced, the greater the voltage output on the thermo electric. The working principle of the TEG element is that there is a temperature difference on each side, so the TEG will generate electricity. The TEG output is stabilized by an LM317 regulator to a constant 5V DC, the voltage does not fluctuate and does not cause damage to the cellphone. This element is packaged in the form of thin strips with two-sided cross sections, with one side absorbing heat and one side absorbing cold. The tool is designed to consist of 4 TEG with type TEG 12706 arranged in series to increase tension. The results of the research on the hot temperature side of at least 40.1 0C with a voltage of 0.70V DC and a maximum heat temperature of 187 0C with a voltage of 8.55V DC and on the cold side of a minimum of 0 0C a maximum of 26 0C with (P) power 0.105 W, (V) 8V DC voltage and (I) 0.013 mA current.
Rancang Alat Over Current Relay Digital Dengan Variable Timer dan Arus Batas Berbasis Mikrokontroler Atmega 8335 Panggabean, Ervin; Roza, Indra
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 7, No 2 (2022): JET Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v7i2.5396

Abstract

Masalah yang dihadapi oleh pengaman konvensional seperti sekering atau MCB adalah arus start yang besar dari beberapa beban misalnya motor induksi. Arus start akan membuat sekering putus atau MCB mengalami trip sehingga harus menggunakan rating yang lebih besar dan ini akan mengurangi kinerja pengaman. Untuk mengatasinya penulis merancang OCR (over current relay) menggunakan mikrokontroler atmega 8335, rele, display LCD dan sensor arus ACS 712 untuk mendeteksi arus dan menampilkan data pada display. Terdapat juga 2 potensimeter untuk mengatur setpoint arus dan waktu tunda. Waktu tunda dapat diatur dari 0 hingga 10 detik dan arus batas dapat diatur mulai dari 1 A hingga 10 A. Pengujian alat dilakukan pada setpoint 1 A dan waktu tunda 3 detik, setpoint 2 A dengan waktu tunda 5 detik, setpoint 3 A dengan waktu tunda 10 detik dan setpoint 4 A dengan waktu tunda 0 detik. Berdasarkan hasil pengujian, jikaarus melebihi arus setpoint maka timer akan mulai menghitung dan membandingkan dengan timer yang dibuat. Saat timer melebihi waktu batas dan arus masih tetap tinggi maka proteksi akan dilakukan dengan memutus rele, namun jika arus kembali normal sebelum waktu setpoint maka rele akan tetap bekerja normal.
Analysis of Age Transformer Due to Annual Load Growth in 20 kV Distribution Network Roza, Indra; Ananda, Yussa; Siregar, Lisa Adriana; Cahyadi, Catra Indra; Junaidi, Junaidi
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 1 No. 1 (2021): March 2021
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v1i1.3685

Abstract

Distribution transformer is a component in distributing electricity from distribution substations to consumers. Damage to distribution transformers causes continuity of customer service to be disrupted (power cut or blackout occurs). The length of the PLN electricity network requires a transformer to distribute electricity to serve consumers and how to maintain the transformer. The daily load curve of a peak load for housing, shops and factories / industries varies. Load served 200 kVA distribution transformer cannot serve the load on housing, shops and factories / industry. The method used is the replacement of a distribution transformer with a capacity of one stage greater or the replacement of a distribution transformer with a capacity of two levels larger. The distribution transformer carried out by the research is a capacity of 200 kVA replaced by 250 kVA. The ability of a distribution transformer cannot accommodate a load which will increase as an area is advanced. Observations made by calculating the age of the transformer by assuming the annual load growth (r) = 3% = 0.3. Annual peak load (P) = 1.8 p, u increase in oil temperature at peak load (θo = 96.21 0C; 84.16 0C). The increase in the hottest temperature above the oil cover, the increase in the temperature of the hottest place above the oil (θg = 20 0C; 20 0C). The ratio of the load loss to the nominal load excitation loss (Q = 3; 30). By assuming the values of these methods it can be estimated that the life of a distribution transformer is 20 kV, a capacity of 200 kVA is 18 years.
Rancangan Fire Alarm untuk Pengamanan Kebakaran di Bandara Udara Merdey Papua Barat Prastyo, Agung; Roza, Indra; Kusuma, Budhi Santri; Ananda, Yussa
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 2 No. 4 (2024): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v2i4.511

Abstract

Perkembangan teknologi akan memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia. Pada bidang elektronika dan komputer yang pesat membuat banyak produk seperti mikrokontroler, tranduser, sensor dan lainnya yang dapat diintergrasikan menjadi suatu sistem yang lebih canggih. Minimnya sistem pengaman yang ada dibandara Papua -Barat terutama alarm kebakaran pada saat ini. Perlu adanya sebuah alat deteksi kebakaran dapat dirancang dengan membuat sebuah sistem alarm kebakaran dan juga dengan merakit rangkaian elektronik untuk merealisasikan sistem tersebut, kemudian dengan merancang algoritma program untuk menjalankan perangkat alarm kebakaran yang dibuat. Pada sistem kerja alat yang dirancang, sensor dapat mendeteksi titik api memberikan sinyal pada mikrokontroler dengan mengubah cahaya inframerah yang dipancarkan oleh api dan mengubahnya menjadi tegangan analog dan diberikan pada mikrokontroler. Saat mikrokontroler menerima tegangan tersebut, maka mikrokontroler akan merespon nya sebagai kebakaran dan akan mengaktifkan buzzer kemudian mengaktifkan pompa air. Dalam hasil percobaan sensor mendeteksi api (1 lilin-8 lilin) pada jarak 100-400 cm dan buzzer akan langsung otomatis berbunyi pada saat itu juga. Sensor kebakaran adalah alat yang berfungsi untuk mendeteksi kebakaran sejak dini, agar kebakaran yang terjadi tidak berkembang menjadi lebih besar. Sistem alarm kebakaran dapat dibuat dengan memanfaatkan sensor api, mikrokontroler, buzzer, pompa air yang dirancang secara terprogram untuk mendeteksi api yang ada di ruangan. Algoritma program dirancang dengan bantuan software Arduino IDE versi 1.8.13 dengan struktur bahasa C, kemudian dikompile dan diunggah pada mikrokontroler wemos D1R1.
IMPLENTASI PENGINDERAAN KEAMANAN CERDAS MOTOR RODA DUA DI LEMBAGA KENCANA JAYA DI STABAT SUMATERA UTARA Adriana Srg, Lisa; Ananda, Yussa; Almi Nst, Agus; Sawitri, Dara; Roza, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 4 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i4.1425-1432

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem penginderaan keamanan cerdas pada motor roda dua di Lembaga Kencana Jaya, Stabat, Sumatera Utara. Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor di wilayah tersebut menuntut adanya solusi yang inovatif dan efektif dalam meningkatkan keamanan kendaraan. Sistem yang dirancang menggunakan teknologi berbasis mikrokontroler dan sensor cerdas yang mampu mendeteksi upaya pencurian secara otomatis. Sistem ini terdiri dari sensor gerak, sensor getaran, serta modul komunikasi yang terintegrasi dengan aplikasi berbasis IoT, sehingga memungkinkan pemilik kendaraan menerima notifikasi real-time saat terjadi aktivitas mencurigakan pada motor. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap perencanaan, sosialisasi, pelatihan, implementasi sistem pada motor peserta, serta evaluasi kinerja sistem. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam memberikan peringatan dini terhadap potensi pencurian dengan tingkat respons yang cepat dan akurat. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan kendaraan dan penggunaan teknologi sebagai solusi. Dengan adanya sistem ini, diharapkan mampu mengurangi risiko pencurian motor roda dua serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keamanan lingkungan. Ke depan, pengembangan lebih lanjut akan difokuskan pada peningkatan fitur sistem dan perluasan implementasi di komunitas lainnya.
PENGGUNAAN SISTEM KONTROL KINCIR AIR OTOMATIS UNTUK TAMBAK UDANG DI DESA PEMATANG GUNTUNG Evalina, Noorly; Irsan Pasaribu, Faisal; Azis, Abdul; A, Arfis; Roza, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3432-3437

Abstract

Kualitas air yang baik sangat dibutuhkan pada usaha budidaya udang vanamei di desa Pematang Guntung, kualitas air yang buruk akan mengakibatkan kegagalan panen atau udang yang dibudidayakan akan mati, untuk menghasilkan kualitas air yang baik petani tambak menggunakan kincir air, khusus untuk udang yang berumur 1 – 25 hari petani tambak membutuhkan kincir air  yang bekerja selama 3 jam dan tidk bekerja selama 1 jam demikian terus menerus, permasalahan yang dialami petani tambak adalah petani tambak masih mengoperasikan kincir air secara manual, apabila petani tambak sebagai operator lupa untuk menghidupkan kincir air sesuai jadwal ditentukan akan mengakibatkan kualitas air jelek dan udang akan mati, dan jika petani tambak lupa mematikan kincir air akan mengakibatkan motor induksi yang digunakan dan kincir air panas yang bisa berakibat kerusakan motor. tim pengabdian mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan petani tambak dengan menggunakan alat kontrol otomatis kincir air yang dirancang berdasarkan waktu sehingga kincir air dapat beroperasi hidup dan mati berdasarkan setting waktu yang ditentukan secara otomatis, penggunaan alat ini akan mengurangi kelalaian dari operator dalam hal ini petani tambak sehingga motor induksi dan kincir air yang digunakan terhindar dari panas yang berlebih dan kualitas air tambak udang baik. keberhasilan pengabdian yang dilaksanakan  dibuktikan dengan kemampuan petani tambak memasang dan menggunakan alat kontrol kincir air otomatis pada tambak udang yang beroperasi berdasarkan waktu dimana kincir air bekerja selama 3 jam dan berhenti bekerja selama 1 jam.