Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

THE FIRST POSITION OF THE DAYAK SOCIAL COMMUNITY AND THE EMPOWERMENT OF EMPOWERMENT IN THE CITY OF PALANGKA RAYA Sumiatie
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Balanga Edisi Januari-Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis study discusses two main issues namely: first, arrangement of position and authority of Damang in life of Dayak tribe society, and Second is about effort of empowering Damang in Palangka Raya city. The discussion until the conclusion in this thesis, can be described as follows: (1). The position of Damang is legally recognized in the prevailing laws and regulations and still adhered by Dayak society in Palangkaraya; (2). In the implementation of its function Damang as Head of Adat always put forward the ways of settling the case peacefully based on the principle of harmony, ie mutual tandem, mutual love, mutual care, so that can solve the problem thoroughly and the result can satisfy all parties; (3). In the present condition the role of Damang as head of adat ability to remain effective and not lose its function. Empowerment steps can be done internally and externally. Internally more on improving human resources and ways of resolving custom cases. Then externally more to the provision of facilities and infrastructure supporting the implementation of duties of Damang as head of adat.
PERCEPTION OF HISTORY EDUCATION COLLEGE STUDENT ABOUT HISTORY EDUCATION PROGRAM STUDY (UNIVERSITY PGRI PALANGKARAYA CLASS OF 2014 CASE STUDY) Sumiatie
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2016): Journal Balanga Edisi Juli-Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.165 KB)

Abstract

Perception is a process that involves the inclusion of a message or information to the human brain. Through continuous human perception meneurs make contact with the environment. This relationship is done through the senses, the senses of sight, the listener, touch, taste and smell. The method used in this research is Qualitative. To obtain the data used participatory observation methods passive (passive participation), interview (in dept interview), study the documentation. To test the objectivity and validity of the data used source triangulation techniques and triangulation techniques. Triangulation means to get data from different sources with the same technique, while triangulation technique means researchers used data collection techniques vary to obtain data from the same data source. Data analysis was performed using analytical models of interaction (interactive analysis models) are components of data reduction and data presentation is done in conjunction with the data collection process. After the data is collected, the three components of the analysis (data reduction, data presentation, drawing conclusions) interact. The results showed that 1). History college student class of 2014 perception toward history education program study can be said good or positive. 2). Enthusiastic students in the form of inflammatory spirit obtained during the continuity of the learning process. 3). College interest inevitably arise when they have been registered as a college student of history education Program Study and ready for the college. 4). Background electoral history majors are not always coherent with the ideals of the college student.
Makna Ritual Manajah Antang Bagi Kehidupan Masyarakat Dayak Katingan di Kasongan Sumiatie Sumiatie
Anterior Jurnal Vol 20 No 2 (2021): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v20i2.1669

Abstract

Kalimantan Tengah yang didiami oleh berbagai suku, seperti suku Dayak ngaju Ma'anyan, Lawangan, Dusun dan sebagainya yang mempunyai keanekaragaman adat istiadat, tradisi dan budaya yang merupakan cerminan dari kekayaan daerah Kalimantan Tengah. Adapun suku yang dibicarakaan dalam penelitian ini adalah suku Dayak Katingan, Kebanyakan dari suku ini mendiami sungai Katingan (Mandawai) dan sebagian besar masih memeluk agama Kaharingan, dengan salah satu tradisinya yaitu Upacara Adat Tradisional Manajah Antang. Upacara tradisional ini merupakan upacara yang sifatnya turun temurun dengan mengundang antang tajahan. Menurut kepercayaan Dayak Katingan, antang tajahan berbeda dengan burung antang biasa, dimana antang tajahan tersebut memiliki kesaktian yang dapat memberi petunjuk atau pertanda dan pertolongan kepada manusia. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendriskripsikan makna Ritual Manajah Antang bagi kehidupan masyarakat Dayak Katingan di Kasongan Kabupaten Katingan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dalam bentuk kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipasi atau pengamatan terlibat serta komunikasi langsung dalam bentuk wawancara. Berdasarkan hasil analisa dan interprestasi bahwa tujuan penyelenggaraan Upacara Adat tradisional Manajah Antang di anggap mengandung makna untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, dapat menimbulkan rasa aman, bisa memberikan petunjuk , dapat membawa keselamatan bagi yang melakukan perjalanan jauh sehingga sampai ketujuan, dapat meningkatkan kehidupan sosial masyarakat, serta dapat memberikan penghidupan yang lebih layak dalam membuka lahan bagi masyarakat.
Pengaruh Subjektivitas Dalam Penulisan Sejarah Lokal Kalimantan Tengah Sumiatie Sumiatie; Dewi Ratna Juwita; Yudi Susanto; Eny Susilowati
Anterior Jurnal Vol 21 No 1 (2021): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i1.2782

Abstract

Penulisan sejarah lokal berhubungan dengan dua aspek tradisi kesejarahan yang tumbuh dan melekat dalam kehidupan suatu komunitas, yaitu tradisi kesejarahan yang bersifat lisan dan tertulis. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendriskripsikan Pengaruh Subjektivitas dalam Penulisan Sejarah Lokal Kalimantan Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dengan menggunakan pendekatan kualititatif. Berdasarkan hasil analisa dan interprestasi bahwa Tradisi lisan dapat dimanfaatkan sebagai sumber sejarah, dengan menekankan sejauh mungkin keterbatasan-keterbatasan dari tradisi lisan. Hal ini mengingat bahwa sering terjadi sumber sejarah yang hanya ada berupa tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya. Penulisan sejarah lokal Kalimantan Tengah tidak terlepas dari subjektivitas penulis, hal ini terjadi karena sulitnya memperoleh jejak-jejak sejarah yang bersifat tertulis dan lebih banyak menggunakan jejak sejarah lisan.
Explorasi Nilai-Nilai Demokrasi Pada Rapat Damai Di Desa Tumbang Anoi Tahun 1894 Sumiatie Sumiatie; Silvia Arianti; Yudi Susanto
Anterior Jurnal Vol 21 No 2 (2022): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v21i2.3003

Abstract

Rapat Damai di Desa Tumbang Anoi menjadi titik awal bersatunya suku-suku yang memiliki nilai historis pada penyatuan suku Dayak di Borneo. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Mendeskripsikan peristiwa Rapat Damai di Desa Tumbang Anoi . 2) Menggali nilai-nilai Demokrasi yang terkandung dalam Rapat Damai di Desa Tumbang Anoi. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode deskriptif analitik dalam pembahasannya. Teknik penggalian data menggunakan 3 metode yaitu observasi, wawancara dan studi literatur. Analisis data dalam penelitian berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data dengan menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Rapat Damai Tumbang Anoi sangat penting baik bagi Belanda maupun bagi suku Dayak sendiri karena merupakan awal bersatunya suku Dayak. (2). Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam rapat damai di desa Tumbang Anoi seperti: bermusyawarah, Semangat perdamaian,Semangat kekeluargaan, Kesadaran akan suatu masyarakat Dayak yang lebih luas, dan Kesadaran akan perlunya tertib hukum.
PERCEPTION OF HISTORY EDUCATION COLLEGE STUDENT ABOUT HISTORY EDUCATION PROGRAM STUDY (UNIVERSITY PGRI PALANGKARAYA CLASS OF 2014 CASE STUDY) Sumiatie
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 4 No. 2 (2016): Journal Balanga Edisi Juli-Desember 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perception is a process that involves the inclusion of a message or information to the human brain. Through continuous human perception meneurs make contact with the environment. This relationship is done through the senses, the senses of sight, the listener, touch, taste and smell. The method used in this research is Qualitative. To obtain the data used participatory observation methods passive (passive participation), interview (in dept interview), study the documentation. To test the objectivity and validity of the data used source triangulation techniques and triangulation techniques. Triangulation means to get data from different sources with the same technique, while triangulation technique means researchers used data collection techniques vary to obtain data from the same data source. Data analysis was performed using analytical models of interaction (interactive analysis models) are components of data reduction and data presentation is done in conjunction with the data collection process. After the data is collected, the three components of the analysis (data reduction, data presentation, drawing conclusions) interact. The results showed that 1). History college student class of 2014 perception toward history education program study can be said good or positive. 2). Enthusiastic students in the form of inflammatory spirit obtained during the continuity of the learning process. 3). College interest inevitably arise when they have been registered as a college student of history education Program Study and ready for the college. 4). Background electoral history majors are not always coherent with the ideals of the college student.
THE FIRST POSITION OF THE DAYAK SOCIAL COMMUNITY AND THE EMPOWERMENT OF EMPOWERMENT IN THE CITY OF PALANGKA RAYA Sumiatie
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Balanga Edisi Januari-Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This thesis study discusses two main issues namely: first, arrangement of position and authority of Damang in life of Dayak tribe society, and Second is about effort of empowering Damang in Palangka Raya city. The discussion until the conclusion in this thesis, can be described as follows: (1). The position of Damang is legally recognized in the prevailing laws and regulations and still adhered by Dayak society in Palangkaraya; (2). In the implementation of its function Damang as Head of Adat always put forward the ways of settling the case peacefully based on the principle of harmony, ie mutual tandem, mutual love, mutual care, so that can solve the problem thoroughly and the result can satisfy all parties; (3). In the present condition the role of Damang as head of adat ability to remain effective and not lose its function. Empowerment steps can be done internally and externally. Internally more on improving human resources and ways of resolving custom cases. Then externally more to the provision of facilities and infrastructure supporting the implementation of duties of Damang as head of adat.
Persepsi Guru Sejarah Terhadap Keberadaan Museum Balanga Berkaitan Dengan Pembelajaran Sejarah Di Sma Negeri 4 Palangka Raya Sumiatie Sumiatie; Yudi Susanto
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6 No 2 (2021): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v6i2.2527

Abstract

Museum Balanga memiliki fungsi sebagai pengembangan pendidikan suku Dayak di Kalimantan Tengah, termasuk koleksi dan dokumentasi benda budaya (artefak) dan sumber daya alam, perolehan dan konversi benda budaya untuk dipamerkan, serta penyajian budaya. objek sehingga dapat ditampilkan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Persepsi Guru Sejarah tentang Keberadaan Museum Balanga Berkaitan dengan Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Persepsi Guru Sejarah tentang Keberadaan Museum Balanga Berkaitan dengan Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dimana gejala dalam penelitian ini tidak bersifat sebab-akibat (kausal), tetapi lebih bersifat reciprocal (saling mempengaruhi), sehingga penelitian ini tidak mencari pengaruh antar variable, melalui pengujian hipotesis, tetapi ingin merekonstruksikan gejala dalam satu model hubungan reciprocal. Dalam reciprocal tidak diketahui hubungan sebab dan akibat, karena semuanya berinteraksi. Penelitian ini tidak menguji hipotesis, tetapi menemukan hipotesis.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 3 metode yaitu, (1) observasi, (2) wawancara, (3) studi dokumen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pembelajaran materi sejarah menggunakan museum Balanga telah diterapkan di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Siswa SMA Negeri 4 Palangka Raya menjadi lebih termotivasi dalam belajar karena cara belajarnya sambil berwisata sejarah sehingga tidak membosankan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pembelajaran siswa SMA Negeri 4 Palangka Raya pada obyek pembelajaran dengan menggunakan museum Balanga terhadap perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran sejarah itu sendiri.
Desa Bukit Bamba: wisata edu dan wisata kesehatan Fitria Husnatarina; Jasiah Jasiah; Silvia Arianti; Infa Minggawati; Satriya Nugraha; Sumiatie Sumiatie
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 1 (2022): April
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v3i1.93

Abstract

Saat ini pariwisata berkembang pesat. Permasalahannya, kemajuan suatu kawasan wisata tidak menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Hal ini dikarenakan perkembangan pariwisata di Indonesia beberapa tahun terakhir ini telah memasuki tatanan baru. Untuk pengembangan tersebut, telah dilakukan strategi melalui pengembangan desa wisata, salah satunya adalah Desa Wisata Bukit Bamba yang terletak di Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau. Dengan berkembangnya wisata edukasi (Edu Tourism) dan wisata kesehatan (Wellness Tourism). Karena kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, sedangkan kesehatan adalah bagaimana kita menjaga kesehatan dan berubah dari sakit menjadi sehat. Dengan pendidikan kita menjadi pintar dalam menjaga kesehatan, mulai mampu mempersiapkan generasi yang unggul untuk masa depan, dengan pendidikan kita bisa lebih mengutamakan masa depan daripada ego yang konsumtif. Maka kita menyadari bahwa pendidikan dan kesehatan adalah dua pilar sebuah negara, termasuk Indonesia.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN MASSIE OPE OLIE OURSES (MOOC) UNIVERSITAS PGRI PALANGKA RAYA Arief Rahman Hakim; Sumiatie Sumiatie; Rosmawiah Rosmawiah; Liberti Natalia Hia; Eny Susilowati; Silvia Arianti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring Vol 1, No 1 (2021): Jurnal PKM Agri Hatantiring
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agri Hatantiring

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59900/pkmagri.v1i1.20

Abstract

MOOCs, atau Massie Open Online Courses adalah perkuliahan daring yang menaarkan akses terbuka melalui internet secara gratis atau dengan biaya kecil. Peserta MOOC dapat mencapai angka yang sangat tinggi, hingga lebih dari 100,000 pelajar dalam aktu yang bersamaan. MOOC juga terbuka, yang berarti baha siapapun, dimanapun dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan perkuliahan tersebut. Selain itu, MOOC juga dilaksanakan melalui internet, dan seringkali memiliki materi yang mirip dengan mayoritas perkuliahan daring uniersitas. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) akan memprakarsai pembentukan MOOC yang merupakan konsorsium seluruh Perguruan Tinggi yang bernaung di baah bendera PGRI. MOOC PGRI tersebut akan di lounching pada tanggal 12 Pebruari 2021 (12022021) Mengingat peranan penting MOOC dalam pembelajaran di era Merdeka Belajar, Kampus Merdeka maka perlu dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan Massie Open Online Couses (MOOC) di lingkungan Uniersitas PGRI Palangka Raya. Diharapkan adanya sosialisasi dan pelatihan ini, Peserta mampu mengenal MOOC dan Manfaatnya bagi PendidikanPengajaran, Peserta mampu membuat akun pada MOOC, Peserta mampu mengikuti kuliah pada berbagai uniersitas dalam dan luar negeri, Peserta mampu membuka dan memiliki akun PAYPAL.