Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IDENTIFICATION OF POTENCY AND PROBLEM OF SLUMS AREA IN KAPUAS REGENCY Amiany
BALANGA: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2017): Journal Balanga Edisi Januari-Juni 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, FKIP, Universitas Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia as a developing country with an unstable demographic condition is reflected in an uncontrolled population growth rate. The severity of the large population is not accompanied by improvement and good economic growth. Impaired economic conditions further increase the poverty rates in Indonesia which impacts on the degradation of physical and non-physical conditions of life and livelihoods of the community which is clearly and clearly reflected in the declining quality of the environment in which people live. Even the worst is the formation of slums or slums. Slum areas in Kapuas Regency are dominant in the riverbanks. In accordance with the slum area criteria that the area has irregular, densely populated, unsuitable quality of buildings, and are not equipped with proper utilities (roads, clean water, waste water, drainage and waste disposal) with community income levels the low one. Handling the Problem of Slum Settlements is part of the anticipation of urban impacts from the improvement of the function of the region into a center of growth and to plan the space of more humane settlements in the future. Less-integrated and less targeted housing and settlements, and less attention to the completeness of basic infrastructure and facilities such as clean water, sanitation, waste management systems and rain drainage channels, will tend to degrade environmental quality or later be terminated as "Slums Area".
POTENSI FISIK DAN AKSESBILITAS WISATA KAMPUNG SASIRANGAN SUNGAI JINGAH BANJARMASIN MIRANDA ASTERIANANDA; AMIANY
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v5i2.7649

Abstract

Kawasan Sungai Jingah yang dikenal dengan Kampung Sasirangan memiliki sentra pariwisata yang memiliki potensi besar di bidang pariwisata di Provinsi Kalimantan Selatan.. Keunggulan kawasan pemukiman bagi pengrajin kain Sasirangan adalah setiap rumah di desa tersebut berfungsi sebagai bengkel pengrajin dan diberi akses sehingga wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain sasirangan secara langsung hingga pemasaran batik sasirangan dapat ditemukan di desa tersebut. Sentra Wisata Sasirangan Sungai Jingah memiliki potensi yang dapat dioptimalkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi Wisata Sasirangan Sungai Jingah yang menitikberatkan pada potensi lokasi, sarana dan prasarana, serta potensi aksesibilitas fisik dan non fisik, tahap analisis dibagi menjadi 4 yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan analisis variabel potensi lokasi Wisata, sarana dan prasarana serta analisis potensi aksesibilitas berupa aksesibilitas sesuai standar Wisata. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil analisis kondisi eksisting lokasi, sarana dan prasarana serta aksesibilitas, terkait aspek lokasi, sarana dan prasarana, dan aksesibilitas diharapkan sesuai dengan standar Wisata yang akan dibangun. mampu membantu Wisata Kampung Sasirangan Sungai Jingah Banjarmasin menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Banjarmasin maupun di Provinsi Kalimantan Selatan.
Urban Gardening Pada Kawasan Hunian Barak Sebagai Upaya Penerapan Edukasi dan Ketahanan Pangan di Kelurahan Bukit Tunggal Amiany; Ruben Tinting Sirenden; Ave harysakti
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Diteksi, Vol. 1, No. 2, November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v1i2.12257

Abstract

Bukit Tunggal is one of the densely populated residential areas where there are many barracks, inhabited by many housewives of productive age between 30-46 years old with an average junior high school education who have a lot of free time. Housewives generally take care of the household with a junior high school education without adequate skills. After the pandemic, people tend to be more creative and can be creative to outsmart the existing situation, including in maintaining access to food. People are expected to have the awareness to do independent planting, at least to fulfil their own food needs. There are many ways to do independent planting, such as urban gardening, which is the concept of gardening on limited urban land, which is the right solution for community members, especially housewives, in helping to improve family food security. Therefore, it is necessary to provide knowledge and understanding training to partners so that they are able to master this urban gardening pattern including: (1) preparation, namely preparing training modules, basic knowledge of urban gardening and trials; (2) training implementation: potential vegetables, urban gardening planting methods and media, and direct practice to partners; (3) Partner assistance, and (4) evaluation. The results of vegetable crops that are usually grown include mustard greens, spinach, lettuce, kale, tomatoes and others.
COTTAGE RESORT DI KOTA PALANGKA RAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR LOKAL Oktavia, Mely; Amiany, Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 16 No. 01 (2021): Jurnal Perspektif Arsitektur Volume 16 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v16i01.8412

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam yang belum dikembangkan dan dikelola secara maksimal, oleh karena itu perlu adanya pengelolaan dan pengembangan pada potensi alam tersebut. Salah satu sektor yang paling mendukung adalah sektor pariwisata. Pemanfaatan dan pengembangan potensi wisata yang dimiliki dikelola oleh masing-masing daerah seperti yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah. Kota Palangka Raya ini dikenal dengan kekentalan akan kekhasan budaya Dayak yang unik yang dapat mengundang wisatawan baik dari mancanegara maupun domestik. Oleh karena itu, melihat dari banyaknya potensi pariwisata yang dapat dikembangkan dan jumlah wisatawan cukup tinggi maka perlu ada pengembangan tempat penginapan yaitu kawasan Cottage Resort dan dikembangkan tidak hanya menikmati keindahan alam yang alami yang disediakan oleh cottage resort namun juga kenyamanan serta memperkenalkan budaya lokal Provinsi Kalimantan Tengah yang ditampilkan pada rancangan cottage resort yang memiliki gaya arsitektur lokal yang dapat memberikan citra dan nuansa arsitektur berlandaskan budaya Kalimantan Tengah. Dalam membangun cottage resort, harmonisasi dengan budaya lokal merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini bisa diwujudkan dengan pengolahan tata ruang luar dan dalam dan pengolahan Fasilitas seperti menyediakan fasilitas SPA berupa Batimung yang sampai saat ini masih dilestarikan, fasiltas restoran yang menyediakan makanan khas suku Dayak Ngaju, serta ruang pameran kerajinan tangan khas suku Dayak Ngaju, sehingga mampu menjawab isu-isu sinkronisasi bangunan dengan kebudayaan lokal.
PERANCANGAN RESORT DI PANTAI SERUYAN DENGAN TEMA THE ART OF DOING NOTHING Esterliani; Widati, Titiani; Amiany
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2023): Vol. 18 No. 2 (2023): "Teori dan Implementasi Desain Perancangan"
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v18i2.11939

Abstract

Indonesia is known as a maritime and archipelagic country that has extensive offshore areas, this can be utilized as one of the developments in the tourism sector. One of the unspoiled beaches is the beach in Seruyan district, Central Kalimantan. Utilization of Seruyan Beach land by paying attention to its potential which is very quiet and far from the crowds, so it is very suitable to be used as a resort in the form of a resort to unwind from the boredom of work in the city using the theme The Art of Doing Nothing. The Art of Doing Nothing is a relaxation method that makes the simplicity of nature and the surrounding environment the most valuable things in life. To solve this problem, Organic Architecture is used as a solution to the problem by using its characteristics, namely simplicity and serenity. This can be realized by processing spatial planning, area patterns and facilities that provide appropriate activities so that they are able to answer needs with the theme The Art of Doing Nothing used.
Pemetaan Tata Ruang Desa Berbasis Partisipatif dalam Upaya Penyelesaian Konflik, Pemanfaatan dan Perlindungan Ruang Masyarakat di Desa Talekung Punei Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas Amiany; Desi Riani; Fredyantoni F. Adji
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Diteksi, Vol. 1, No. 1, Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v1i1.8968

Abstract

Kegiatan Pemetaan Tata Ruang Desa Berbasis Partisipatif dalam Upaya Penyelesaian Konflik, Pemanfaatan dan Perlindungan Ruang Masyarakat ini dapat membantu pemerintah desa untuk mengelola ruang hidup yang dapat dijadikan dokumen model perencanaan melalui dokumen Rencana Tata Ruang Perdesaan sehingga dapat mendukung tercapainya sebuah perencanaan penggunaan tanah/lahan yang lebih baik melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam proses penataaan dan pemanfaatan ruang atas kawasan desa. Desa Talekung Punei merupakan salah satu dari 21 Desa di Wilayah Kecamatan Kapuas Murung yang belum ada tanda batas desa yang permanen dengan desa tetangga. mempunyai luas wilayah seluas ± 49.383.500 meter persegi ditambah ada perusahaan sawit skala nasional yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Potensi yang dimiliki desa Talekung Punei adalah ruang-ruang kawasan desa yang belum termanfaatkan dengan maksimal dengan tetap memperhatikan kepentingan ruang bagi masyarakat untuk pengelola wilayah Desa melalui perencanaan Tata Guna Lahan dan pemanfaatan ruang yang berkelanjutan. Adanya peta tata Guna Lahan dan perencanaan tata ruang wilayah desa secara partisipatif dan berkelanjutan. Terinventarisasinya masalah, solusi dan inisiatif tingkat desa dalam pemanfaatan dan pengelolaan ruang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran yaitu: sosialisasi pembuatan pembuatan peta, pendampingan kegiatan survey dan pengumpulan data serta evaluasi
Peningkatan Kualitas Lingkungan Permukiman Kumuh Perkotaan Melalui Program Kampung Bersih Berbasis Masyarakat Sebagai Upaya Penanganan Sampah di Kelurahan Selat Hilir Kecamatan Selat Kota Kuala Kapuas Sutan P. Silitonga; Yesser Priono; Amiany
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Diteksi, Vol. 1, No. 1, Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v1i1.8969

Abstract

Kawasan kumuh di Kota Kuala Kapuas dominan terletak di kawasan bantaran sungai Kapuas yang berlokasi di Kelurahan Selat Hilir. Sebagai Daerah yang berlokasi dekat pasar dan bantaran sungai, kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Selat Hilir tidak pernah lepas dari permasalahan sampah. Penyiapan sarana dan infrastruktur oleh pemerintah Kabupaten ternyata belum mampu mengimbangi produksi sampah domestik yang dihasilkan oleh rumah tangga. Oleh sebab itu tujuan umumnya adalah meningkatkan kualitas lingkungan kawasan permukiman kumuh dari yang semula kotor dan kurang tertata rapi menjadi lingkungan yang bersih dan indah di Kelurahan Selat Hilir. Kegiatan ini sebagai upaya penanganan sampah di Kelurahan Selat Hilir Kecamatan Selat Kota Kuala Kapuas dengan harapan dapat: meningkatnya kualitas lingkungan kawasan permukiman kumuh, memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang cara pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan pengelolaan sampah terpadu 3R, mengajak kelompok-kelompok organisasi masyarakat peduli sampah untuk terlibat dan bersama-sama melaksanakan kegiatan peningkatan kualitas lingkungan kumuh perkotaan melalui program kampung bersih berbasis masyarakat dalam penanganan sampah. Metode kegiatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran yaitu: sosialisasi pengelolaan sampah, pendampingan kegiatan pembuatan bak sampah serta evaluasi
Kreatifitas Patchwork Perca Batik Dayak Sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Komunitas Perempuan Gereja Gloria Kuala Kapuas Tiawon, Harin; Widati, Titiani; Heriamariaty, Heriamariaty; Amiany, Amiany; Angelica, Novelia Putri
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Diteksi, Vol. 2, No. 1, Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v2i1.14878

Abstract

Selat Barat Village is one of the residential areas that has many women's community groups that are active in social and religious activities, one of which is the SPPer Gloria Church Group. This group is one of the largest Christian social religious activity drivers in this area which involves many productive-age housewives between 30-46 years old who are educated on average high school who have a lot of free time. The existence of this creative craft industry can be a solution in efforts to foster an entrepreneurial spirit and improve the economy of the area. The potential of the Dayak batik patchwork home industry as a creative and innovative craft product can be a solution in increasing the income level and welfare of the community in Selat Barat Village by producing products with minimal capital and high selling power in the Kuala Kapuas City area. In addition, there has never been this art craft in the Central Kalimantan Province in particular. Therefore, it is necessary to provide training activities to make creative patchwork products. These creative patchwork activities include: (1) preparation, namely preparing training modules, basic knowledge of patchwork art trials; (2) implementation of training: making patterns, printing patterns onto fabric, cutting and joining, sewing or joining; (3) evaluation. The results of the training are making innovative interior design craft products including tablecloths, chair cushion covers, flower pot coasters, doormats and wallets.
VARIABEL DAN KRITERIA DESAIN PASAR WISATA DI PULAU TELO BARU KABUPATEN KAPUAS Thea Meiluna; Amiany
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v6i2.8205

Abstract

Pasar wisata adalah tempat berbagai kegiatan wisata yang didukung oleh daya beli produk khas yang dijual di suatu daerah. Sektor pariwisata ini dapat memperkenalan kebudayaan daerah Kalimantan Tengah dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru, mendorong pembangunan ekonomi dan sumber pendapatan daerah. Dilengkapi dengan fasilitas dan pelayanan yang disediakan, pasar yang menjadi tempat berlangsungnya proses jual beli kebutuhan pokok, kuliner tradisional, kerajianan serta hasil bumi di Kalimantan Tengah, berdampingan dengan kegiatan lokalwisata yang di peroleh dari rekreasi di kawasan Pulau Telo baru kota Kapuas yang dapat menghadirkan identitas lokal. Penulisan ini bertujuan untuk membantu masyarakat menyediakan hasil bumi Kalimatan Tengah dengan kegiatan wisata lokal. Karena masih belum tersedianya pusat tempat jual beli hasil lokal Kalimatan Tengah yang lengkap dengan fasilitas rekreatif bagi pengunjung. Penelitian pasar wisata di pulau telo dapat di lakukan dengan mendapatkan Variabel dan Kriteria Pasar Wisata, yang mampu meningkatkan minat masyarakat lokal maupun luar daerah untuk memeperoleh kebutuhan serta meningkatakan sektor pariwisata daerah. Dalam hal ini penelitian Pasar Wisata di Pulau Telo baru dapat menjadi tempat berbelanja sekaligus berekreasi.
DESAIN TAMAN HIDROPONIK PERKOTAAN BERBASIS EDUKASI DAN REKREASI DI KOTA PALANGKA RAYA Amiany; Titiani Widati; Ave Harysakti
Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Teknika: Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Keteknikan, April 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52868/jt.v6i2.8208

Abstract

Taman Perkotaan merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan RTH suatu ruang kota. Ruang ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan alam dan kualitas lingkungan perkotaan. Karena fungsinya tersebut, maka ruang tersebut harus berada dalam jumlah yang cukup di kota dan menjadi tuntutan bagi kota di Indonesia untuk berusaha menambah dan meningkatkan kuantitas dan kualitas taman perkotaan. Keberadaan taman kota secara tidak langsung dapat dijadikan indikator kenyamanan suatu kota. Kota Palangka Raya mengalami permasalahan dalam hal penggunaan ruang publik. Hal tersebut dikarenakan perkembangan ibukota provinsi Kalimantan Tengah masuk pada tahap perkembangan dari kota sedang menuju ke kota besar. Semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan oleh karena pesatnya pertumbuhan jumlah bangunan berakibat manusia sulit mendapatkan area terbuka untuk menikmati suasana alam yang asri dan segar. Taman Hidroponik merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan di atas. Hadirnya teknologi tersebut juga menjawab tantangan terhadap kebutuhan taman di perkotaan untuk mendapatkan suasana segar dan nyaman bagi pengunjung. Dalam penelitian ini menggunakan metode secara kualitatif dimaksudkan untuk mengangkat fakta, keadaan, variabel dan fenomena-fenomena yang terjadi terhadap keberadaan Taman Perkotaan dimana dikarenakan pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan sehingga perlu desain taman hidroponik di Kota Palangka Raya sehingga bisa dijadikan model untuk diterapkan pada suatu kawasan yang bisa menajadi fasilitas umum yang memadukan unsur edukasi sekaligus rekreasi serta memotivasi masyarakat untuk bisa berkreasi pada lahan-lahan sempit yang terdapat di perkotaan.