Ikin Asikin
Unknown Affiliation

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Jujur dalam Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 70 Miftahudin Wirtadipura; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14828

Abstract

Abstract. This research aims to examine: (1) the opinions of commentators on Q.S. Al-Ahzab verse 70, (2) the essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70, (3) the implications of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70, and (4) the values of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70. The study involved an in-depth review of various interpretations and books related to the research topic. The conclusions drawn from the research are as follows: (1) The verse contains two main commands: to be pious to Allah and to speak the truth. This verse emphasizes the importance of piety as the foundation of faith that drives Muslims to guard their speech. Honest character education in Surah Al-Ahzab verse 70, according to commentators, emphasizes that honesty is a direct expression of deep faith in Allah. (2) The essence of Q.S. Al-Ahzab verse 70 is (a) One should always believe in Allah (b) One should always be pious to Allah (c) One should always speak the truth (d) The importance of honest character education. (3) The implication of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70 is that honesty is a tangible manifestation of deep faith in Allah. This verse affirms that authentic faith must be reflected in real actions, especially in speaking and acting truthfully. (4) The values of honest character education in Q.S. Al-Ahzab verse 70 are (a) Faith values (b) Piety values (c) Honesty in speech. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) bagaimana pendapat para mufassir dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70? (2) Apa Esensi dari Q.S. Al-Ahzab Ayat 70? (3) Bagaimana implikasi pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab ayat 70? (4) Bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter jujur yang terdapat pada Q.S. Al-Ahzab ayat 70?. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengkaji secara mendalam berbagai tafsir dan buku yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini diperoleh beberapa Kesimpulan yaitu: (1) Ayat ini mengandung dua perintah utama bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan benar. Ayat ini menekankan pentingnya ketakwaan sebagai landasan iman yang mendorong umat Islam untuk menjaga ucapan mereka. Pendidikan karakter jujur dalam Surah Al-Ahzab Ayat 70 menurut para mufassir menekankan bahwa kejujuran merupakan ekspresi langsung dari iman yang mendalam kepada Allah. (2) Esensi Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah (a) Hendaknya manusia selalu beriman kepada Allah (b) Hendaknya manusia selalu bertakwa kepada Allah (c) Hendaknya manusia selalu berbicara yang benar (d) Pentingnya pendidikan karakter jujur. (3) Implikasi pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah menunjukkan bahwa kejujuran merupakan manifestasi nyata dari iman yang mendalam kepada Allah. Ayat ini menegaskan bahwa keimanan yang autentik harus tercermin dalam tindakan nyata, khususnya dalam berbicara dan bertindak dengan benar. (4) Nilai-nilai pendidikan karakter jujur dalam Q.S. Al-Ahzab Ayat 70 adalah (a) Nilai keimanan (b) Nilai ketakwaan (c) Nilai kejujuran dalam perkataan.
Implementasi Program Jumat Mengaji dalam Mengembangkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa di SDN 2 Suntenjaya Lembang Dhisty Rengganis Aprilia; Ikin Asikin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14998

Abstract

Abstract. This research is motivated by the lack of attention to reading the Qur’an, especially for young people who are starting to lose connection with religion and spirituality, including the Qur’an. Research data shows that 65% of Muslims in Indonesia are still illiterate in Qur’an. This research aims to answer several questions, such as the process of implementing the Friday recite program, the ability to read the Qur'an of students at Public Elementary School 2 Suntenjaya, and supporting and inhibiting factors in implementing the Friday recite program. This type of research is descriptive qualitative. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Based on the results obtained from the implementation of the Friday recite program in developing students Qur'an reading skills, as follows: 1) The implementation of the Friday recite program is carried out every Friday during the first lesson from 07.15-08.00, before the Qur’an recitation activity, students perform prayer dhuha, then reading the Qur’an together, translate verses, and repeat short letters. 2) The level of students ability to read the Qur’an which is grouped into advanced, skilled and basic levels. 3) Supporting factors for the Friday recite program activities are adequate infrastructure, sufficient time for learning, student motivation and interest that develops during the Friday recite program, a school environment that supports the program and parental support with the Friday recite program. . Factors inhibiting the implementation of the Friday Koran program are the lack of school facilities and infrastructure such as ablution facilities and program implementation areas, a lack of teaching staff in the field of religion, and a lack of guidebooks Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perhatian terhadap membaca Al-Qur’an, khususnya bagi anak muda yang mulai kehilangan keterkaitan dengan agama dan spiritualitas, termasuk Al-Qur'an. Data riset menunjukkan bahwa 65% umat Islam di Indonesia masih buta aksara Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan seperti, proses pelaksanaan program jumat mengaji, kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di SDN 2 Suntenjaya, dan faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pekasanaan program jumat mengaji. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari Guru PAI, Kepala Sekolah, dan Siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari implementasi program jumat mengaji dalam mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa, sebagai berikut: 1) Pelaksnaan program jumat mengaji dilaksanakan setiap hari jumat pada jam pelajaran pelajaran pertama dari pukul 07.15-08.00, sebelum kegiatan mengaji siswa melaksanakan shalat dhuha, kemudia membaca Al-Qur’an bersama-sama, menerjemahkan ayat, dan melakukan pengulangan pada surat-surat pendek. 2) Tingkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa yang dikelompokkan menjadi tingkat mahir, terampil dan dasar. 3) Faktor pendukung kegiatan program jumat mengaji berupa sarana prasarana yang cukup, waktu pelaksanaan pembelajaran yang cukup, motivasi dan minat siswa yang berkembang selama program jumat mengaji dilaksanakan, lingkungan sekolah yang mendukung adanya program dan dukungan orang tua dengan adanya program jumat mengaji. Faktor penghambat pelaksanaan program jumat mengaji adalah kurangnya sarana dan prasarana sekolah seperti fasilitas tempat wudhu dan tempat pelaksanaan program, kurangnya tenaga pendidik di bidang agama, dan kurangnya buku pedoman.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kelas Inklusi di SD Dewi Sartika Kota Bandung Reyfaira Diva Salsavier; Ikin Asikin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15368

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menjelaskan tentang implementasi pendidikan agama islam pada kelas inklusi di SD Dewi Sartika Kota Bandung. Fenomena yang terjadi dimana seorang siswi yang duduk dikelas 1 sekolah dasar di kota Solo mengalami perundung dari teman sebayanya karena mengalami diseleksia yaitu gangguan belajar yang menyebabkan masalah dengan membaca, menulis, dan mengeja. Ia sering menjadi bahan ejekan temannya karena ia sering berteriak dan hiperaktif di kelas. Hal tersebut menunjukan bahwa pentingnya pendidikan agama islam bagi ABK karena berdampak positif bagi perkembangan spiritual, emosional, dan sosial mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung pada pembelajaran PAI pada kelas inklusi di SD Dewi Sartika Kota Bandung. Pada penelitian ini peneliti melakukan pendekatan kualitatif, menggunakan metode jenis penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan dan data penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa implementasi pembelajaran pendidikan agama islam pada kelas inklusi di sd dewi sartika kota bandung belum berjalan maksimal, hal ini dikarenakan dalam rencana pembelajaran yang sudah dirangkai sebaik mungkin tidak berjalan dengan baik dalam pelaksanaannya. Adapun faktor penghambat yaitu faktor materi dan keterbatasan siswa ABK yang memiliki emosional yang tidak menentu. Adapun faktor pendukung yaitu support dari kepala sekolah, wali kelas, tenaga pendidikan, dan orang tua kepada siswa ABK begitu baik sehingga mendorong siswa ABK untuk selalu semangat dan selalu berusaha untuk bisa mengikuti pembelajaran dengan baik di kelas.
Implementasi Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Membaca dan Menghafal Siswa Kelas XI di SMA Al Falah Kota Bandung Lathifah Nur 'Abidah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15492

Abstract

Abstract. One important aspect that is often overlooked is Qur'anic education. In general, parents focus more on Formal Education and less on Qur'anic Education. This study aims to determine how the planning, implementation, evaluation and factors that influence the learning process in the Thematic Learning Programme of the Qur'an for class XI students at Al Falah High School, Bandung City. The method used in this research is descriptive method with Qualitative approach, which is conducted to describe the implementation of Thematic Learning Programme of Al-Qur'an in class XI. As well as preparing learning media in the form of tajweed science guidebooks, yanbu'a Al-Qur'an, Iqra' and memorization deposit cards owned by students. the implementation of learning is divided into 3 stages, namely opening activities, core activities and closing activities. evaluation in the Al-Qur'an Thematic Learning Programme is carried out 2 times a year, namely after the end of semester exams and after the end of year exams in the form of oral tests. The factors that influence the Thematic Learning Programme of the Qur'an, namely there are internal supporting factors in the form of learning methods used. Internal inhibiting factors in the form of a lack of educators and because the place of learning for the Thematic Al-Qur'an Programme is carried out in the mosque, it takes a lot of time to condition the class. External supporting factors in the form of good parental cooperation in controlling their children's recitation. External inhibiting factors in the form of some parents who are still ignorant of children so that parents pay less attention to students when at home. Abstrak. Salah satu aspek penting yang sering dikesampingkan adalah pendidikan Al-Qur’an. Pada umumnya orangtua lebih menitikberatkan ilmu terhadap Pendidikan Formal saja dan kurang mementingkan Pendidikan mengenai Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta faktor-faktor yang memengaruhi proses pembelajaran dalam Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an siswa kelas XI di SMA Al Falah Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif, yang dilakukan untuk menggambarkan implementasi Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an di kelas XI. Serta menyiapkan media pembelajaran berupa buku panduan Ilmu tajwid, Al-Qur’an yanbu’a, Iqra’ serta kartu setoran hafalan yang dimiliki siswa. pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu kegiatan pembukaan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. evaluasi dalam Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an dilakukan 2 kali dalam satu tahun yaitu setelah dilaksanakannya Ujian Akhir semester dan setelah dilaksanakannya Ujian Akhir Tahun berupa tes lisan. faktor-faktor yang memengaruhi Program Pembelajaran Tematik Al-Qur’an, yaitu terdapat dari faktor pendukung internal berupa metode pembelajaran yang digunakan. Faktor penghambat internal berupa kurangnya tenaga pendidik dan dikarenakan tempat pembelajaran Program Tematik Al-Qur’an ini dilakukan di masjid, maka lumayan memakn banyak waktu untuk mengkondisikan kelas. Faktor pendukung eksternal berupa kerjasama orangtua yang baik dalam mengontrol ngaji anaknya. Faktor penghambat ekstrenal berupa sebagian orangtua yang masih cuek terhadap anak sehingga kurang perhatian orangtua terhadap siswa saat di rumah.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S. Al-Baqarah Ayat 152-153: Tentang Perintah Bersyukur dan Sabar Mohamad Noer Amal; Ikin Asikin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15620

Abstract

Abstract. The focus of this research is to examine the values of Q.S. al-Baqarah verses 152-153: What is the opinion of the mufassir about Surah al-Baqarah verses 152-153? 2.What is the essence of Surah al-Baqarah verses 152-153 according to the commentators? 3.What is the concept of the commandment of gratitude and patience according to the experts? 4. What are the educational values of the commandments of gratitude and patience? From the results of this study, it can be concluded that these educational values are. Allah promises that by being grateful He will give pleasure to His servants, and by being patient, because patience can bring good, and Allah is with those who are patient. Servants who always perform dhikr (remembrance of Allah) in obedience to Allah, surely Allah will always remember His servants by giving rewards and forgiveness. (a) Every believer must be grateful and mention the name of Allah for sending the Messenger of Allah and his message (b) Withdrawal of blessings from those who deny the blessings that Allah gives (c) Patience and prayer are a help to believers (d) Good fortune to grateful and patient servants in the face of trials. Abstrak. Fokus penelitian ini mengkaji nilai-nilai tentang Q.S al-Baqarah Ayat 152-153: Tentang Perintah Syukur Dan Sabar.berdasarkan hasil tersebut maka terdapat rumusan masalah 1. Bagaimana pendapat mufassir tentang surat al-Baqarah ayat 152-153 ? 2.Bagaimana esensi dari surat al-Baqarah ayat 152-153 menurut ahli tafsir ? 3.Bagaimana konsep perintah syukur dan sabar menurut para ahli ? 4.Bagaimana nilai-nilai pendidikan tentang perintah syukur dan sabar ?. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan ini adalah. Allah berjanji dengan bersyukur ia akan menambah kenikmatan kepada hambanya dan bersabarlah karena kesabaran dapat membawa kebaikan, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Hamba yang selalu melaksanakan ketatan kepada Allah berdzikir (mengingat Allah) niscaya Allah akan selalu menginat hamba-Nya dengan memberi pahala dan ampunan. (a.Setiap mukmin wajib bersyukur dan menyebut asma Allah karena telah mengutus rasulullah dan risalahnya (b.Pencabutan nikmat bagi orang-orang yang ingkar terhadap nikmat yang Allah berikan (c. Sabar dan shalat merupakan pertolongan untuk orang beriman (d.Kebahagian kepada hamba yang bersyukur dan sabar dalam mengahdapi cobaan.
Nilai Pendidikan terhadap Amar Ma’ruf Nahi Munkar dalam QS Ali Imran 104 dan 110 Husnun Nurhana; Ikin Asikin
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v4i1.3870

Abstract

Abstract.  Education is assistance to students with full awareness, whether with tools or not, in their obligation to develop and grow themselves to improve their abilities and roles as individuals and members of society, especially in inviting good and away from evil. The purpose of this study is to obtain an overview of the opinions of the mufassirs about the contents of the Qur'an in Surah Ali Imran 104 and 110. The research was carried out with the interpretation of tahlili, namely describing the values contained in the verses and then interpreting the vocabulary, background, the relation of other verses, and opinions regarding this interpretation. Based on the results of an analysis of educational values on the concept of amar ma'ruf nahi munkar in the Qur'an Suart Ali Imran verses 104 and 110, namely: (1) Faith, the definition of faith is a belief that is justified by the heart, spoken by the tongue and done by deed. (2) Be pious. Aqidah which can be interpreted as being careful or introspective. (3) Muslims, namely submitting themselves to Allah. (4) The Prophet strongly recommended to deepen knowledge (5) Da'wah the ability to order to do good, to prevent doing evil. Abstrak. Pendidikan merupakan bantuan kepada peserta didik dengan penuh kesadaran, baik dengan alat atau tidak, dalam kewajiban mereka mengembangkan dan menumbuhkan diri untuk meningkatkan kemampuan serta peran dirinya sebagai individu dan anggota masyarakat terutama dalam mengajak kepada kebaikan dan menjauhi dari keburukan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu: memperoleh gambaran pendapat para mufassir tentang isi kandungan qur’an surah Ali Imran 104 dan 110. Penelitian dilakukan dengan tafsir tahlili yaitu menguraikan nilai-liai yang terkandung didalam ayat lalu menafsirkan kosa kata, latar belakang, kaitan ayat lain, dan pendapat berkenaan dengan tafsir tersebut. Berdasarkan hasil analisis nilai-nilai pendidikan terhadap konsep amar ma’ruf nahi munkar dalam al-qur’an suart Ali Imran ayat 104 dan 110 yaitu: (1) Beriman, Definisi iman adalah keyakinan yang di benaarkan oleh hati, di ucapkan oleh lidah dan di lakukan oleh perbuatan. (2) Bertaqwa. Aqidah yang bisa diartikan sikap ke hati-hatian atau mawas diri. (3) Muslim yaitu menyerahkan diri kepada Allah. (4) Nabi sangat menganjurkan untuk mendalami suatu pengetahuan (5) Da’wah kemampuan untuk menyuruh berbuat ma’ruf, mencegah berbuat munkar.
Pembacaan Ayat dan Surat Pilihan dalam Al-Qur’an Pada Waktu Dzikir Ramadhani Nurinsani; Ikin Asikin; Sobar Al Ghazal
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v4i2.5328

Abstract

Abstract. This research will discuss of the learning process regarding educational values carried out through the process of recitation, tafhim, tathbiq Al-Qur'an as well functions and benefits of Cukang Lantaran for the congregation. The purpose this study is to explain Living Qur'an procession carried out at Cukang Lantaran and to find out functions and benefits of dhikr for religious study group. The research method used is a qualitative method with  descriptive approach. Data collection techniques use interview data, documentation, and observation. The results of this study are (1) The procession begins by reading istighfar then continues by reading several selected verses and surahs, followed by reading prayers contained in Majmu Syarif then reading Surah Yasin, and finishes by asmaul husna. (2) The values of Islamic education instilled in the Cukang Lantaran are three values, namely aqidah, worship, and moral. (3) The function of Cukang Lantaran is to provide a way to spen free time, A place where we can get to know the teachings of Islam and the Qur'an, Facilitate affairs. The benefits of the Cukang Lantaran for the group are to get closer to Allah and be able to control emotions in ourselves, through dhikr, wishes are believed be to answered swiftly. Abstrak. Penelitian ini akan membahas betapa pentingnya proses pembelajaran mengenai nilai-nilai pendidikan yang dilakukan melalui proses tilawah, tafhim dan tathbiq Al-Qur’an serta fungsi dan manfaat dari adanya pengajian Cukang Lantaran ini bagi jamaah. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan prosesi Living Qur’an yang dilakukan di pengajian Cukang Lantaran, untuk mengetahui fungsi dan manfaat dzikir bagi jamaah pengajian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan data wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian ini adalah (1) Prosesi yang dilakukan dimulai dengan membaca istighfar lalu membaca beberapa ayat dan surat pilihan, dilanjutkan dengan membaca do’a-do’a yang terdapat dalam kitab Majmu Syarif kemudian membaca surat Yasin dan diakhiri dengan membaca asmaul husna. (2) Nilai pendidikan Islam yang ditanamkan kepada jamaah pengajian Cukang Lantaran terdapat tiga nilai yaitu nilai aqidah, nilai ibadah, serta nilai akhlak (3) Fungsi Pengajian Cukang Lantaran sebagai pengisi waktu luang, Tempat mengenal ajaran Islam dan Al-Qur'an, Mempermudah urusan. Manfaat pengajian Cukang Lantaran bagi jamaah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, mampu mengontrol emosi dalam diri, dan dengan berdzikir, keinginan akan lebih cepat terkabul.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAIK DAN KUAT BAKU DI SMP NEGERI 9 BANDUNG: IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER BAIK DAN KUAT BAKU DI SMP NEGERI 9 BANDUNG Islamy Nurfadlilah; Ikin Asikin; Helmi Aziz
Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 1, No. 2 (November 2024) Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/idarotuna.v1i2.6145

Abstract

The purpose of this study was to analyze the implementation of "Good and Strong" character education in SMP Negeri 9 Bandung, which includes planning, implementation, evaluation, supporting and inhibiting factors, and the results of the implementation. The study was conducted through field observation methods, documentation, and interviews with the Principal, Curriculum, PAI Teachers, BK Teachers, and student representatives. The results of the study indicate that character education planning is carried out systematically by integrating good character values ​​(honesty, sincerity, humility) and strong character values ​​(courageous, disciplined, tough) into formal and non-formal curricula. The "7 Loves" approach (knowledge, mosque, alms, dhikr, Al-Qur'an, fasting, and tahajud) is the main foundation in the formation of student character. Implementation is carried out through daily activities, such as the habit of reading the Qur'an, praying in congregation, and social action, as well as special programs such as daily literacy, tahsin-tahfidz, and active involvement of parents in supporting the implementation of character values ​​at home. Evaluation is carried out collaboratively through direct observation, assessment of attitudes in report cards, student reflection, and involvement of teachers and parents, to ensure the effectiveness of the program. Supporting factors for implementation include complete facilities and infrastructure, cooperation between schools, and the role of the family as a moral foundation. However, there are inhibiting factors such as lack of parental attention, limited facilities, suboptimal ISOMA time management, and internal (student intentions) and external (environmental) obstacles. The implementation results showed an increase in positive attitudes and behaviors in 85% of students from a total of 1006 students, including honesty, discipline, and responsibility. This program has proven effective in forming a generation with integrity, resilience, and high morals, although around 15% of students still need a sustainable approach.
Pengaruh Permainan Konstruktif Menggunakan Lego terhadap Peningkatan Kreativitas Anak Usia 5–6 Tahun Di TK Al Islam Kota Bandung Icha Agustina; Masnipal; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education Vol. 5 No. 1 (2025): Bandung Conference Series: Early Chillhood Teacher Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v5i1.17792

Abstract

Abstract. Early Childhood Education (PAUD) focuses on developing children's creativity and abilities through targeted play activities. This study aims to examine the influence of the use of constructive games, especially Lego, on the increase in creativity of 5-6 year old children in Al Islam Kindergarten, Bandung City. Using a quantitative method with a pretest-posttest experimental design, the study involved 20 children who were divided into experimental and control groups. Data was collected through the Figural Creativity Test (TKF) and analyzed using SPSS. The results showed that there was a significant improvement in the aspects of smoothness, flexibility, authenticity, and elaboration in the experimental group after treatment. The results of the study showed that there was a significant increase in creativity after the treatment of PKPK model Lego games at TK Al Islam. This conclusion emphasizes the importance of constructive games in increasing children's creativity in early childhood education, as well as providing recommendations for educators to integrate these games in the learning process. Abstrak. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berfokus pada pengembangan kreativitas dan kemampuan anak melalui kegiatan bermain yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan permainan konstruktif, khususnya Lego, terhadap peningkatan kreativitas anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Al Islam, Kota Bandung. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen pretest-posttest, penelitian melibatkan 20 anak yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui Tes Kreativitas Figural (TKF) dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek kelancaran, kelenturan, keaslian, dan elaborasi di kelompok eksperimen setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kreativitas yang signifikan setelah diberikannya treatment permainan Lego model PKPK di TK Al Islam. Kesimpulan ini menegaskan pentingnya permainan konstruktif dalam meningkatkan kreativitas anak di PAUD, serta memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk mengintegrasikan permainan ini dalam proses pembelajaran.
Implementasi Program Mentoring Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Sesuai Kaidah Tajwid di Kelas X SMA PGII 2 Bandung Reihan, Kemal Nan; Ikin Asikin; Diden Rosenda
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i1.6578

Abstract

Abstract. The percentage of students unable to read the Qur'an consistently remains high at the start of each new academic year. SMA PGII 2 Bandung has a flagship program aimed at improving students' ability to read the Qur'an. This research aims to explore the implementation of planning, execution, evaluation, as well as the supporting and inhibiting factors of the Qur'an mentoring program in enhancing the ability of 10th-grade students at SMA PGII 2 Bandung to read the Qur'an according to tajwid principles. This study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data analysis techniques include data reduction, triangulation, and drawing conclusions. The research method used to delve into the program's processes and outcomes involves data collection through interviews, observations, and document studies. The findings indicate that the Qur'an mentoring program at SMA PGII 2 Bandung has significantly improved the ability of 10th-grade students to read the Qur'an, particularly in applying tajwid rules. Since the 2021–2022 academic year, the program has shown a substantial increase in the number of students with enhanced Qur'an reading skills. The program's success continues to develop through effective management. The implementation of the Qur'an mentoring program in the 2024–2025 academic year demonstrates the application of a structured implementation concept, including clear program policies, defined target groups, improvement goals, and responsible supervisors for program monitoring. This program has successfully supported the school's objective of producing a Qur'anic generation. However, some challenges remain, such as limited execution time, an insufficient number of mentors, and inadequate communication between the school and parents. These factors require evaluation to ensure the program's consistency and growth. Overall, the Qur'an mentoring program significantly benefits the development of students with noble character and proficiency in reading the Qur'an according to tajwid principles. Abstrak. Jumlah peserta didik tidak bisa membaca Al-Qur’an selalu tinggi persentasenya di setiap tahun ajaran baru. SMA PGII 2 Bandung memiliki program yang unggulan dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat mentoring Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid siswa kelas X di SMA PGII 2 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, triangulasi dan penarikan kesimpulan. Metode penelitian yang digunakan untuk mendalami proses dan hasil program adalah pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mentoring Al-Qur’an di SMA PGII 2 Bandung berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas X secara signifikan, terutama dalam penerapan kaidah tajwid. Sejak tahun ajaran 2021-2022, program ini menghasilkan peningkatan jumlah siswa yang meningkat kualitas membaca Al-Qur’an. Keberhasilan program terus berkembang meliputi manajemen program yang baik. Pelaksanaan mentoring Al-Qur’an pada tahun ajaran 2024-2025 menunjukkan penerapan konsep implementasi yang terstruktur, meliputi adanya kebijakan program, kelompok sasaran yang jelas, target peningkatan, serta pelaksana yang bertanggung jawab dalam pengawasan program. Program ini berhasil dalam mendukung tujuan sekolah untuk mencetak generasi Qurani. Terkecuali, beberapa kekurangan masih menjadi tantangan, seperti keterbatasan waktu pelaksanaan, jumlah pementor yang kurang memadai, serta komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa. Faktor-faktor ini perlu menjadi evaluasi agar program dapat terus konsisten dan berkembang. Secara keseluruhan, program mentoring Al-Qur’an memberikan manfaat signifikan dalam mencetak peserta didik yang berakhlakul karimah dan mahir membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid