Ikin Asikin
Unknown Affiliation

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implikasi Pendidikan QS. Al-Baqarah Ayat 3, 4, dan 285 tentang Rukun Iman terhadap Pembinaan Aqidah Rani Anggraeni Granita; Aep Saepudin; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 279-286
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23876

Abstract

Abstrak. Pembinaan aqidah merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam karena berperan dalam membentuk keyakinan, karakter, dan perilaku peserta didik sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Namun, perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi, arus globalisasi, serta munculnya berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan aqidah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pendidikan yang terkandung dalam QS. Al-Baqarah ayat 3, 4, dan 285 terhadap pembinaan aqidah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis melalui studi kepustakaan (library research) serta pola penyajian tafsir tahlili. Sumber data primer berasal dari Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir, yaitu Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Qur'an, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Maraghi, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 3, 4, dan 285 mengandung nilai-nilai pendidikan yang meliputi keimanan kepada perkara gaib, keyakinan terhadap kitab-kitab Allah, keimanan kepada para rasul, keyakinan terhadap hari akhir, kepatuhan kepada Allah Swt., serta pengamalan ibadah sebagai implementasi aqidah. Nilai-nilai tersebut memiliki implikasi terhadap pembinaan aqidah melalui penguatan aspek kognitif, afektif, dan konatif sehingga mampu membentuk peserta didik yang memiliki keyakinan yang kokoh, berakhlak mulia, dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Abstract. Faith development (aqidah) constitutes the fundamental foundation of Islamic education, as it plays a crucial role in shaping students' beliefs, character, and behavior in accordance with the teachings of the Qur'an and Sunnah. However, the rapid advancement of information technology, globalization, and the emergence of various ideologies that contradict Islamic values have posed significant challenges to strengthening students' faith. This study aims to analyze the educational implications of Qur'an Surah Al-Baqarah verses 3, 4, and 285 for aqidah development. The research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical method through library research and the tahlili (analytical) interpretation method. Primary data were obtained from the Qur'an and five classical and contemporary tafsir references, namely Tafsir Ibn Kathir, Fi Zhilal al-Qur'an, Tafsir Al-Qurtubi, Tafsir Al-Munir, and Tafsir Al-Maraghi. Secondary data consisted of books, scholarly journals, and other relevant academic literature. The findings reveal that these verses encompass essential educational values, including belief in the unseen, faith in the revealed scriptures, belief in the messengers of Allah, certainty in the Hereafter, obedience to Allah, and the practice of worship as a manifestation of faith. These values contribute significantly to aqidah development by strengthening the cognitive, affective, and conative dimensions of learners, thereby fostering indivduals with strong faith, noble character, and the ability to implement Islamic values in their daily lives.
Efektivitas Game Based Learning Berbantuan Ular Tangga terhadap Hasil Belajar SKI Yuni Nuraeni; ikin asikin; khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education 323-330
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23932

Abstract

Abstract. The learning of Islamic Cultural History (ICH) in Islamic elementary schools is still predominantly conducted through lecture-based instruction, resulting in limited student engagement and suboptimal learning outcomes. This study aimed to examine the effectiveness of Game-Based Learning assisted by the Snakes and Ladders learning media in improving students' learning outcomes in Islamic Cultural History. This research employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest design. The participants consisted of 14 fifth-grade students at MI Al-Hidayah Cimahi. Data were collected through pretest and posttest instruments and analyzed using statistical tests to determine the differences in students' learning outcomes before and after the implementation of the learning model. The findings revealed that students' average scores improved after the implementation of Game-Based Learning assisted by the Snakes and Ladders media. Furthermore, the hypothesis testing indicated a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings demonstrate that Game-Based Learning assisted by the Snakes and Ladders learning media is effective in improving students' learning outcomes in Islamic Cultural History. Therefore, this learning model can serve as an innovative and interactive alternative to enhance the quality of Islamic Cultural History instruction at Islamic elementary schools. Abstrak. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah masih didominasi oleh metode ceramah sehingga keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan hasil belajar belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Game-Based Learning berbantuan media ular tangga terhadap hasil belajar SKI siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa kelas V MI Al-Hidayah Cimahi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan setelah penerapan Game-Based Learning berbantuan media ular tangga dan hasil pengujian hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Game-Based Learning berbantuan media ular tangga efektif dalam meningkatkan hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam pada siswa Madrasah Ibtidaiyah. Model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif yang inovatif dan interaktif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SKI di sekolah dasar berbasis Islam.
Pengelolaan Metode Ishlah Pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur’an (KBMA) Masjid Nurul Qur’an Kabupaten Bandung Lyana Nur Fitria; ikin asikin; fitroh hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education 339-346
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.23968

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya umat Islam, khususnya pembelajar dewasa dan lansia, yang belum mampu membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang adaptif dengan karakteristik peserta didik dewasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Metode Ishlah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an pada Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an (KBMA) Masjid Nurul Qur'an, Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Metode Ishlah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan dengan metode talaqqi, klasikal, individual, pengulangan (istikror), dan koreksi langsung, serta evaluasi yang berfokus pada ketepatan makhraj dan penerapan tajwid. Penerapan metode ini mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an peserta secara bertahap yang ditunjukkan oleh meningkatnya ketepatan bacaan, kelancaran, dan kepercayaan diri. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh kompetensi pengajar dan motivasi peserta, sedangkan keterbatasan waktu serta perbedaan kemampuan peserta menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, Metode Ishlah merupakan pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an pada pembelajar dewasa dan lansia di lingkungan pendidikan nonformal. Abstract. This study was motivated by the fact that many Muslims, particularly adult and elderly learners, are still unable to read the Qur'an correctly in accordance with the rules of tajwid. This condition highlights the need for a learning approach that is adaptive to the characteristics of adult learners. The study aimed to analyze the management of the Ishlah Method in improving Qur'anic reading skills at the Qur'an Reading Learning Group (Kelompok Belajar Membaca Al-Qur'an/KBMA) of Nurul Qur'an Mosque, Bandung Regency. A qualitative approach with a descriptive method was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that the Ishlah Method was managed through systematic instructional planning, implementation using talaqqi, classical and individual learning, repetition (istikror), and direct correction, followed by periodic evaluation focusing on makhraj accuracy and tajwid. The method gradually improved participants' reading accuracy, fluency, and self-confidence. Teacher competence and learners' motivation supported the learning process, whereas limited learning time and differences in participants' abilities became the main challenges. The findings indicate that the Ishlah Method is an effective approach to improving Qur'anic reading skills among adult and elderly learners in nonformal education settings.
Pengaruh Penerapan Metode Game Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa di Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang Zahra Nurazizah Khairunnisa; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 529-538
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24665

Abstract

Abstract. This study was motivated by the low level of students’ learning activeness at Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang due to the use of conventional teaching methods. The study aimed to determine the level of students’ learning activeness before and after the implementation of the Game Based Learning (GBL) method and to analyze its effect on students’ learning activeness. This study employed a quantitative approach using a One Group Pretest-Posttest Design. The population and sample consisted of all 11 sixth-grade students at Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang. Data were collected through a learning activeness questionnaire and an observation sheet. The data were analyzed using descriptive analysis, the N-Gain test, and the paired sample t-test. The results showed that the average level of students’ learning activeness increased from 51.67% (moderate category) before the implementation of GBL to 85.60% (high category) after learning through educational games. The hypothesis test indicated that the calculated t-value (28.886) was higher than the t-table value (2.228), with a significance value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect. The N-Gain analysis yielded a score of 0.70 (69.9%), which was categorized as moderately effective. Therefore, the implementation of the Game Based Learning method had a positive and significant effect on improving students’ learning activeness. Keywords: Game Based Learning, Learning Activity, Madrasah Diniyyah, Students. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan belajar siswa di Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang akibat penggunaan metode pembelajaran konvensional.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keaktifan belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode Game Based Learning (GBL), serta menganalisis pengaruhnya terhadap keaktifan belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimen tipe One Group Pretest-Posttest Design. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang yang berjumlah 11 orang (total sampling). Instrumen pengumpulan data berupa angket keaktifan belajar dan lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator Paul B. Diedrich. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji N-Gain, dan uji-t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keaktifan belajar siswa sebelum penerapan GBL adalah sebesar 51,67% (kategori sedang). Setelah diberikan perlakuan melalui permainan edukatif seperti TTS, word search, dan quiz competition, keaktifan siswa meningkat signifikan menjadi 85,60% (kategori tinggi). Berdasarkan uji hipotesis, diperoleh nilai t-hitung (28,886) > t-tabel (2,228) dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan. Analisis N-Gain menghasilkan skor 0,70 (69,9%) yang termasuk cukup efektif. Dengan demikian, penerapan metode Game Based Learning berpengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa di Madrasah Diniyyah Baiturrahim Padalarang. Kata Kunci: Game Based Learning, Keaktifan Belajar, Madrasah Diniyyah, Siswa
Relevansi Konsep Interaksi Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Kitab Nidzhamul Ijtima'i Dengan Budaya Sekolah Di SMPIT Insantama Bandung R Maulidya Al Kautsar; Nadri Taja; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 806-813
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25599

Abstract

Abstract. The development of information technology, social media, and global culture has influenced patterns of interaction between male and female adolescents, creating challenges for educational institutions in fostering students' character based on Islamic values. One concept regulating such interactions is presented in Nidzhamul Ijtima’i by Taqiyuddin An-Nabhani. This study aims to analyze the relevance of the concept of male and female interaction in Nidzhamul Ijtima’i to the school culture at SMPIT Insantama Bandung. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research informants consisted of the principal and teachers of SMPIT Insantama Bandung. The findings reveal that the concept of interaction in Nidzhamul Ijtima’i emphasizes preserving honor, lowering the gaze, prohibiting khalwat and ikhtilat, and regulating interactions in accordance with Islamic law. The school culture at SMPIT Insantama Bandung supports these values through separate seating arrangements, supervision of student interactions, the cultivation of Islamic etiquette, and school regulations governing relationships between male and female students. The analysis indicates a strong relevance between the concept in Nidzhamul Ijtima’i and the school's culture because most of its practices are consistent with Islamic principles, although stronger written policies and continuous guidance are still needed to enhance their implementation. Keywords: Interaction between Men and Women, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, School Culture. Abstrak. Perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan budaya global telah memengaruhi pola interaksi laki-laki dan perempuan di kalangan remaja sehingga menjadi tantangan bagi lembaga pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Islam. Salah satu konsep yang mengatur interaksi tersebut terdapat dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i karya Taqiyuddin An-Nabhani. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi konsep interaksi laki-laki dan perempuan dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i dengan budaya sekolah di SMPIT Insantama Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru SMPIT Insantama Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep interaksi dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i menekankan penjagaan kehormatan, menjaga pandangan, larangan khalwat dan ikhtilat, serta interaksi sesuai syariat. Budaya sekolah di SMPIT Insantama Bandung telah menerapkan berbagai aturan dan pembiasaan yang mendukung nilai-nilai tersebut, seperti pemisahan tempat duduk, pengawasan interaksi peserta didik, pembiasaan adab Islami, serta tata tertib hubungan antara siswa laki-laki dan perempuan. Hasil analisis menunjukkan adanya relevansi yang kuat antara konsep dalam kitab Nidzhamul Ijtima’i dengan budaya sekolah karena sebagian besar penerapannya telah sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam, meskipun masih diperlukan penguatan melalui penyempurnaan kebijakan tertulis dan pembinaan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Interaksi Laki-Laki dan Perempuan, Nidzhamul Ijtima'i, Taqiyuddin An-Nabhani, Budaya Sekolah.
Strategi Guru PAI Membina Percaya Diri melalui Program Muhadloroh Puja Buana Syifa Laduni; Ikin Asikin; Haditsa Qurani Nurhakim
Bandung Conference Series: Islamic Education 937-944
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25986

Abstract

Abstrak. Rasa percaya diri merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan dalam proses pendidikan karena mendukung kemampuan siswa dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan menyampaikan pendapat. Namun, masih terdapat siswa yang merasa gugup, kurang berani, dan belum yakin terhadap kemampuan dirinya ketika berbicara di depan umum. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui program muhadloroh sebagai wadah latihan berbicara di depan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina rasa percaya diri siswa melalui program muhadloroh yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di MTs Ar-Riyadl. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan kegiatan, pelaksanaan yang mencakup pemberian motivasi, bimbingan, latihan, dan kesempatan tampil secara bergiliran, serta evaluasi melalui penilaian, koreksi, dan apresiasi. Strategi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan keberanian siswa untuk berbicara di depan umum, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Dengan demikian, program muhadloroh menjadi salah satu strategi yang efektif dalam membina rasa percaya diri siswa melalui pembiasaan dan pendampingan secara berkelanjutan. Abstract. Self-confidence is an important aspect that needs to be developed in the educational process because it supports students' ability to communicate, interact, and express opinions. However, some students still feel nervous, lack courage, and are unsure of their abilities when speaking in public. One effort that can be done to overcome this condition is through the muhadloroh program as a forum for practicing speaking in front of an audience. This study aims to describe the strategies of Islamic Religious Education (PAI) teachers in fostering student self-confidence through the muhadloroh program, which includes the planning, implementation, and evaluation stages. The study used a qualitative approach with a case study method at MTs Ar-Riyadl. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model, while data validity was tested through triangulation of sources, techniques, and time. The results showed that the PAI teacher's strategies were implemented systematically through activity planning, implementation that included providing motivation, guidance, practice, and opportunities to perform in turns, as well as evaluation through assessment, correction, and appreciation. This strategy had a positive impact on increasing students' courage to speak in public, their communication skills, and their confidence in expressing opinions. Thus, the muhadloroh program is an effective strategy in fostering students' self-confidence through continuous habituation and mentoring.