Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Model Pembelajaran Pendidikan Anti Korupsi Pada Perguruan Tinggi di Samarinda Fathurachmi, Enny; Wirawan, Rendy
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 21, No 3 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v21i3.6632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pembelajaran Pendidikan anti Korupsi dengan lokasi yang telah ditentukan dan mengukur keefektifan model pembelajarannya. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket serta studi kepustakaan. Observasi dilakukan untuk menggali informasi mengenai pelaksanaan mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi di empat Perguruan Tinggi yang dipilih. Teknik analisis data dilakukan dengan metode kualitatif naratif-interpretatif dimana data-data yang diperoleh akan dinarasikan dan diinterpretasikan dengan alat ukur teori dan konsep yang dipergunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dikti sebagai institusi yang memiliki kewenangan akan hal tersebut telah mempersiapkan landasannya.  Hal ini merupakan bentuk komitmen kuat pada bangsa akan fenomena korupsi di Indonesia.  Meskipun belum semua Perguruan Tinggi menjadikan Mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi sebagai satu mata kuliah tersediri di institusinya, namun muatan Pendidikan Anti Korupsi sendiri telah lama dimasukan dalam mata kuliah tertentu.  Berbagai Perguruan tinggi lewat Program Studinya memiliki interpretasi terhadap modul Pendidikan Anti Korupsi.  Dari Program Studi di Perguruan Tinggi di Samarinda salah satunya Program Studi Hubungan Internasional Unmul menekankan pada model participatory approach dimana secara teknis banyak memberikan project dalam penyampaian mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi
Management of Indonesia’s boat people Yuniarti; Pasan, Etha; Retnowatik, Frentika Wahyu; Wirawan, Rendy
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 15 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v15i2.10067

Abstract

International migration in the case of boat people in Berau Waters is one of the problems faced by Indonesia Government over times. Their cross border activities of three countries between Philippine, Malaysia and Indonesia had an impact on Indonesia’s economics, social, politics and environment, especially Berau. This study aims to explain the efforts of the Government of Indonesia in boat people management in Berau Regency. The result shows that the government used a normative approach based on Undang-Undang No.6/2011 concerning immigration and a humanitarian approach involved local government agencies and communities. Such efforts had been able to decrease the number of boat people migrating to Berau Waters from 2010-2020
Navigasi Baru Diplomasi Indonesia: Analisis Perubahan Politik Luar Negeri Pasca Pemindahan Ibu Kota Anggraini, Yayuk; Wirawan, Rendy; Alexandra, Frisca; Nizardi Bhakti, Braily Diaz; Laksono, Ailsa P. Saskira
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 27 No. 3 (2025): Juli
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v27i2.2903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan luar negeri Indonesia pasca pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Nusantara. Perubahan geopolitik domestik ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada posisi dan strategi diplomasi Indonesia di kancah internasional. Pemindahan ibu kota tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dimensi strategis yang dapat mempengaruhi hubungan luar negeri, baik dalam konteks regional maupun global. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis kebijakan dan wawancara, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana pemerintah Indonesia beradaptasi dengan perubahan ini serta apa tantangan yang dihadapi pemerintah Indonesia pasca pemindahan ibu kota negara dan bagaimana pemindahan ibu kota menjadi bagian dari agenda diplomasi ekonomi, politik, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nusantara, sebagai ibu kota baru, dirancang untuk menjadi pusat diplomasi hijau dan ketahanan ekonomi yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yang diharapkan meningkatkan posisi Indonesia dalam forum internasional. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam transisi kebijakan luar negeri yang berkaitan dengan infrastruktur diplomatik, perubahan dinamika kekuatan regional, dan upaya Indonesia untuk mempertahankan peran aktif di kawasan ASEAN dan G20.
The Effectiveness of Thematic Student Community Service Intervention in Teaching and Learning Activities at SDN 003 Waru Wirawan, Rendy; Thasya Marsaulina Hutauruk; Ratih Dilla Maulia
Outline Journal of Education Vol. 4 No. 2: August 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/zch0th88

Abstract

Education is a basic need which its presence must be carried out by government. However, in rality, government fails to deliver such qualified education to public due to various impediments. Many areas experience such impediments, not to exclude Api-Api Village in Penajam Paser Utara Regency. The lack of numbers of educators as well as inadequate support from surrounding towards the importance of education, lead to difficulty of schools to develop qualified education for students. Therefore, a group of students under community service duty from Universitas Mulawarman attempts to give a new perspective in learning methods through ice breaking and problem-based learning. As a result, students experience improvement in motivation and learning outcomes.
The Melanesian Way: Interpretation in the Context of Leadership and Consensus as the Approach to Solving Conflict Tendy; Wirawan, Rendy; Yuniarti; Mulyani, Sari
Papua Journal of Diplomacy and International Relations Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/pjdir.v5i1.4249

Abstract

This study examines the interpretation of the Melanesian Way in leadership and its role in conflict resolution within Melanesian communities. It aims to analyse how traditional leadership values, particularly the “Big Man” leadership model, contribute to social cohesion and dispute settlement. A literature review and narrative analysis were used to interpret the socio-political significance of Melanesian leadership structures. It argues that although the Melanesian Way refers to a complex system reflecting values and norms developed over thousands of years, it remains relevant today. The findings indicate that Melanesian leadership is deeply influenced by Christian values, shaping conflict resolution strategies that emphasize consensus, charisma, and social harmony. This research contributes to the broader understanding of indigenous governance by demonstrating how traditional leadership systems remain relevant in contemporary conflict management. By highlighting the effectiveness of culturally embedded governance mechanisms, this study offers insights into alternative models of conflict resolution beyond state-centric approaches. KEYWORDS Big Man; Consensus; Conflict Resolution; Melanesian Way
Tourism Development Through Indonesia – France Cooperation 2011-2016: Pembangunan Pariwisata Melalui Kerjasama Indonesia - Perancis Tahun 2011-2016 Segarmas, Bambang; Yuniarti, Yuniarti; Wirawan, Rendy
Progress In Social Development Vol. 4 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psd.v4i1.50

Abstract

As one of the most significant sectors in supporting the economy of a state, tourism sector is constantly advanced through cooperation with other states. The huge amount of economic distribution makes this sector essential in global economy. This must also affect Indonesia and France as two among many states which are quite popular as destination for overseas tourists. For Indonesia, French touristsis among the top of European travelers, though for France itself, Indonesian tourists only on placed on the fifth rank among Asians. Therefore, this circumstance drives both states to cooperate in advancing quantity and quality of tourism from Indonesia to France, vice versa. Furthermore, this research will elaborate tourism development through the cooperation between Indonesia and France in 2011-2016. This cooperation covers 6 areas which later rendered through three Joint Working Groups until 2016. The results shows that the cooperation increase the number of French tourist visit to Indonesia, and vice versa Indonesia to France. Nevertheless, in practice, there were still several points of cooperation that had previously been on the agenda in the JWG could not be implemented optimally. Sebagai salah satu sektor yang sangat penting dalam mendukung perekonomian suatu negara, sektor pariwisata terus dikembangkan melalui kerjasama dengan negara lain. Besarnya distribusi ekonomi menjadikan sektor ini penting dalam perekonomian global. Hal ini tentunya juga berimbas pada Indonesia dan Perancis sebagai dua di antara banyak negara yang cukup populer sebagai tujuan wisatawan mancanegara. Bagi Indonesia, wisatawan Prancis termasuk dalam top traveler Eropa, sedangkan untuk Prancis sendiri, wisatawan Indonesia hanya menempati peringkat kelima di antara orang Asia. Oleh karena itu, keadaan ini mendorong kedua negara untuk bekerja sama dalam memajukan kuantitas dan kualitas pariwisata dari Indonesia ke Prancis, begitu pula sebaliknya. Selanjutnya, penelitian ini akan mengelaborasi pengembangan pariwisata melalui kerjasama antara Indonesia dan Perancis pada tahun 2011-2016. Kerja sama ini mencakup 6 bidang yang kemudian disalurkan melalui tiga Joint Working Groups hingga tahun 2016. Hasil studi memperlihatkan bahwa kerjasama ini meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Perancis ke Indonesia, dan sebaliknya Indonesia ke Perancis. Meskipun demikian, dalam praktiknya, sampai dengan tahun 2016 masih ada beberapa butir kerjasama yang sebelumnya sudah diagendakan dalam JWG namun belum bisa terlaksana dengan maksimal.
Strategi Taliban dalam Mengambil Alih Pemerintahan Afghanistan Nizardi Bhakti, Braily Diaz Nizardi Bhakti; Wirawan, Rendy
Interdependence Journal of International Studies Vol. 6 No. 2 (2025): Interdependence Journal of International Studies
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/ijis.v6i2.90

Abstract

The establishment of the Taliban in Afghanistan led to significant conflict and upheaval after the withdrawal of the Soviet Union on February 15, 1989. Initially, the presence of the Taliban was seen as a source of hope for the Afghan community, who longed for stability after the Soviet conflict, which had resulted in a prolonged power struggle. However, that hope faded when the Taliban imposed repressive rules on the Afghan people. In 1996, the Taliban successfully took control of the Afghan government for the first time but collapsed in 2001 due to the US invasion following the 9/11 attacks. During this period, the Taliban faced destruction but eventually regained strength, and in 2021, it once again took control of Afghanistan.This paper aims to explain the strategies used by the Taliban to take over the Afghan government. The author uses Bruce Hoffman's concept of terrorism, supported by the views of other experts, to address the question of what strategies the Taliban employed. The results show that suicide bombings, symbolic violence, and the use of media and propaganda were key elements of the Taliban’s strategy. These approaches contributed to the loss of government credibility and ultimately paved the way for the Taliban to regain control of Afghanistan. Keywords: Taliban, Afghanistan, Taliban Strategy, Terrorism
Geopolitical Pressures and Digital Sovereignity: Indonesia’s Strategic Response to US-China Data Hegemony Herlanda, Mohammad Dzaky; Wirawan, Rendy
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v18i2.76019

Abstract

Data security has become a new arena of geopolitical competition amid global digital transformation, particularly between the United States and China. In this power struggle, developing countries such as Indonesia occupy a vulnerable yet strategic position. Using Indonesia as the main case study, this research analyzes the geopolitical dynamics of data through an analytical framework that integrates data geopolitics, technology dependency theory, and a hybrid hard-soft digital power approach. The study maps how China exerts digital influence through the expansion of digital ecosystems and infrastructure, while the United States does so through privacy concerns and international standards. Indonesia responds with multilateral digital diplomacy, national cyber infrastructure development, and legislation such as the Personal Data Protection (PDP) Law. Findings show that Indonesia seeks to preserve digital sovereignty through a digital non-alignment strategy, maintaining technological autonomy by avoiding excessive dependence on any major technological power bloc. This concept modernizes the historical Non- Aligned Movement in the context of today’s “digital Cold War” between the US liberal market model and China’s state-driven surveillance model. However, the strategy’s success depends on policy coherence, technological capacity, and global bargaining power. Overall, the study highlights both the strategic opportunities and structural challenges faced by developing states in achieving data sovereignty. Keywords: Geopolitics of Data, Digital Sovereignty, Cybersecurity, Digital Pressure.
Invasi Rusia ke Ukraina Tahun 2022: Analisis Perspektif Keamanan Sosial Wirawan, Rendy; Kuncoro, Farhan Setyo
Jurnal Hubungan Internasional Indonesia Vol. 7 No. 1 (2025): JHII Desember 2025
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v7i1.78

Abstract

Penelitian ini menganalisis invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 melalui perspektif keamanan sosial dengan menggunakan kerangka Copenhagen School. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana Rusia membangun narasi sekuritisasi terhadap identitas komunitas penutur bahasa Rusia di Donbas sebagai justifikasi invasi militer. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis terhadap pidato politik, kebijakan negara, dokumen resmi, serta pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rusia memanfaatkan konsep Russky Mir untuk mengonstruksi keterikatan historis, budaya, dan identitas antara Rusia dengan komunitas di Ukraina timur. Identitas kolektif ini dibingkai sebagai objek referen yang terancam oleh kebijakan nasionalisasi Ukraina, khususnya dalam isu bahasa, budaya, dan simbol sejarah. Narasi perlindungan ini berfungsi ganda: mengonsolidasikan legitimasi domestik sekaligus mencari pembenaran internasional. Namun, mayoritas komunitas internasional menilai klaim tersebut sebagai manipulasi wacana demi kepentingan geopolitik Rusia.
PERTENTANGAN REZIM VIKTOR ORBÁN TERHADAP NILAI-NILAI UNI EROPA TAHUN 2021-2024 Wirawan, Rendy; Laksono, Ailsa Purwabhagawanta Saskirana
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal JISIPOL January 2026
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk pertentangan terhadap nilai-nilai fundamental Uni Eropa yang tercantum dalam Pasal 2 Traktat tentang Uni Eropa oleh pemerintahan Viktor Orbán. Penelitian ini menggunakan konsep demokrasi liberal melalui enam nilai Uni Eropa, yaitu penghormatan terhadap martabat manusia, kebebasan, demokrasi, kesetaraan, supremasi hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk hak kelompok minoritas. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini mengkaji sejumlah kebijakan domestik pemerintahan Orbán mulai dari reformasi sistem pemilu, restrukturisasi lembaga peradilan, konsolidasi media, kebijakan anti-imigrasi, hingga regulasi anti-LGBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Hungaria secara formal masih menjalankan prosedur elektoral tetapi praktik politik serta kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Orbán semakin menjauh dari nilai-nilai Uni Eropa. Konsolidasi kekuasaan dan agenda iliberal yang dijalankan mencerminkan adanya pertentangan terhadap nilai keanggotaan Uni Eropa.