Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

The Effect of Giving Forest Guava Fruit Yogurt (Bellucia pentamera Naudin) on the Growth of Esterichia coli Bacteria in Mice (Mus musculus) Agusanty, Shelly Festilia; Salim, Maulidiyah; Chitra, Fara
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.9077

Abstract

This research investigates the effect of forest guava fruit yogurt (Bellucia pentamera Naudin) on the growth of Escherichia coli bacteria in mice (Mus musculus). The study utilized an experimental design with treatment and control groups. Mice were divided into four groups: three treatment groups received forest guava fruit yogurt at concentrations of 5, 10, and 15%, respectively, administered at 0.5 ml per dose daily for 14 days, while the control group was given plain yogurt. E. coli growth was assessed by analyzing fecal samples from each group. The findings revealed that the growth of E. coli bacteria in the mice decreased significantly after administration of forest guava fruit yogurt, with the most pronounced reduction observed in the group receiving the 15% concentration. In contrast, the control group, which received plain yogurt, exhibited a less marked decrease in E. coli growth. These results suggest that forest guava fruit yogurt has a stronger inhibitory effect on E. coli bacteria compared to plain yogurt. In conclusion, forest guava fruit yogurt appears to be an effective natural agent for reducing E. coli growth in mice, potentially offering added health benefits beyond those of conventional yogurt.
ANALISIS DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT GIZI NUGGET HATI AYAM DENGAN PENAMBAHAN BAYAM HIJAU (Amaranthus spp) Fitriana, Fadilah; Hariyadi, Didik; Agusanty, Shelly Festilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v9i1.1612

Abstract

Latar Belakang : Nugget merupakan olahan pangan praktis yang diminati banyak kalangan, karena rasanya enak dan bentuknya menarik. Nugget terbuat dari daging giling berbumbu yang dibentuk, dimasak, dibekukan, dan dilapisi tepung roti, dan digoreng, sehingga lebih praktis sebagai lauk dan cemilan sehari-hari. Untuk meningkatkan nilai gizi, nuget dapat ditambahkan hati ayam dan bayam hijau. Hati ayam kaya akan vitamin A, B kompleks, B12, serta zat besi 15,8 mg/100 gram yang mencegah anemia. Bayam mengandung zat besi, vitamin C, dan serat tinggi yang juga mencegah anemia Nugget hati ayam dengan penambahan bayam dapat direkomendasikan sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui “Analisis Daya Terima Dan Kandungan Zat Gizi Nugget Hati Ayam  Dengan Penambahan Bayam Hijau (Amaranthus Spp)”.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan menggunakan uji friedman  yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu F1(75g : 40g), F2 (85g : 30g ), F3 ( 95g : 20g). Uji yang dilakukan ada dua tahap yaitu uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan sebanyak 25 panelis terhadap warna, aroma, rasa dan tekstur pada nugget hati ayam  dan  uji analisis zat gizi uji protein dengan metode kjeldahl , uji kadar Fe metode spektofometri Serapan Atom (ASS) dan uji  kadar air dengan metode thermogravometric (pengeringan) .Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa nugget yang diuji daya terima dari warna, aroma, rasa dan tekstur pada perlakuan F3 ( 95g : 20g). Nugget pada perlakuan terbaik memiliki kadar protein ( 9,02 %), Fe (6,10 mg/kg), kadar air ( 54,87%).Kesimpulan : Secara keseluruhan formulasi nugget hati ayam dengan penambahan bayam hijau yang paling diterima secara keseluruhan yaitu F3. Adanya pengaruh aroma, warna, rasa, tekstur terhadap daya terima nugget hati ayam dengan penambahan bayam hijau. Kata Kunci : Nugget, Hati Ayam, Bayam Hijau.  Keterangan : 1) Peneliti Utama, 2) Pembimbing Utama, 3) Pembimbing Pendamping