Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Bahasa Inggris Menghadapi Turis Asing bagi Pelaku UMKM Kampoeng Kajoetangan Heritage Malang Bunyamin, Bunyamin; Munfaqiroh, Siti; Setyawan, Setyawan; Utami, Nunung Nurastuti; Zuchroh, Imama; Murtiningtyas, Triana; Kadarusman, Kadarusman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2609

Abstract

Tujuan Pelatihan " Bahasa Inggris Menghadapi Turis Asing " diselenggarakan untuk para pelaku UMKM Kampoeng Kajoetangan Heritage adalah: UMKM mampu berkomunikasi dalam bahasa inggris dalam menyambut dan menyapa wisatawan asing serta menawarkan produk mereka secara detail dan menjawab pertanyaan dengan lancar sehingga bisa membangun kepercayaan dan kenyamanan wisatawan asing saat berkunjung ke Kampoeng Kajoetangan Heritage.Disamping itu para pelaku UMKM juga dapat memasarkan produk mereka kepada target pasar yang lebih luas. Metode Pelatihan : 1)  Sharing pengetahuan tentang pentingnya kemampuan komunikasi dalam bahasa inggris dalam menyambut tamu asing yang berkunjung serta sharing pengetahuan tentang  bagaimana  berkomunikasi dengan turis asing mulai dari menyapa, memperkenalkan diri serta menawarkan produk mereka. 2) Peserta pelatihan berlatih dengan cara sederhana berkomunikasi dalam bahasa inggris bagaimana menyapa dengan ramah serta bagaimana menawarkan produk mereka sedemikian rupa sehingga turis asing tertarik dan pada akhitrnya membeli produk mereka. 3) Peserta juga mempelajari bagaimana bercerita tentang sejarah Kampoeng Kajoetangan Heritage sehingga membuat para wisatawan nyaman dan terkesan yang pada akhirnya akan berdampak pada citra positip bagi kampoeng kajoetangan heritage. Hasil dari Pelatihan: 1) Peningkatan  Keterampilan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa inggris. 2) Peningkatan Kualitas Layanan pada Turis Asing.
Pengembangan Desain Motif Batik Babon Angrem Dikombinasikan Motif Topeng Panji Bekonang Prasetyo, Nathaly Efata; Setyawan, Setyawan
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.2765

Abstract

Hilangnya cerita dan ciri khas Batik Bekonang akibat munculnya teknologi dan kemajuan zaman menjadi inspirasi dalam pembuatan perancangan ini. Menampilkan pengembangan desain batik Bekonang dengan motif keraton Babon Angrem dan motif alam kupu-kupu. Dipadukan motif terinspirasi Topeng Panji Bekonang, yang juga mengalami dampak dari kemajuan zaman, menjadi ide perancangan. Tujuan pengembangan desain perancangan ini agar dengan hadirnya teknologi di zaman yang semakin modern tidak menyebabkan hilangnya nilai-nilai budaya dari sebuah karya seni tetapi sebagai bentuk pelestarian budaya tanpa meninggalkan nilai didalamnya. Untuk mencapai tujuan dari perancangan, menggunakan teori desain Bram Palgunadi yang terdiri dari tiga tahap proses metode desain, yaitu proses eksplorasi, proses ekstraksi, dan titik terminasi. (1) Proses Eksplorasi, proses analisis merupakan pendalaman atas sejumlah hal berkaitan dengan permasalahan yang ada. (2) Proses Ekstraksi, proses pengerucutan dan pembuatan kesimpulan. (3) Titik Terminasi, proses perencanaan kegiatan (planning), evaluasi (evaluation), melihat kembali (review), dan presentasi. Tahap proses tersebut dijabarkan dalam empat langkah operasional, yaitu; studi kelayakan desain, analisis aspek desain dan penyusunan konsep, penjabaran dan pembuatan desain, dan terakhir proses test produk. Hasil perancangan ini berupa desain motif Batik Bekonang Babon Angrem dipadukan dengan motif terinspirasi Topeng Panji Bekonang. Produk tersebut dijadikan busana dress untuk wanita berusia 19-27 tahun. Menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan colet remasol. Bahannya berupa kain katun jepang.
Identifikasi Karakter Morfologi dan Respons Dua Kultivar Ubijalar (Ipomoea batatas L.) Lokal Kalimantan Timur Terhadap Pemupukan Fosfat Santi, Santi; Setyawan, Setyawan
Journal Scientific of Mandalika (JSM) e-ISSN 2745-5955 | p-ISSN 2809-0543 Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/10.36312/vol6iss1pp33-49

Abstract

Identification of morphological characters and responses of two sweet potato cultivars (Ipomoea batatas L.) Kal-Tim local for Phosphate fertilization aims to identify morphological characteristics and find out the response and obtain the optimal dose of Phosphate fertilizer that provides the highest yield of fresh tubers to two local Kal-Tim sweet potato cultivars. Morphological character identification was carried out based on Descriptores for Sweetpotato. Meanwhile, the response of two local sweet potato cultivars to phosphate fertilization used a two-factor Factorial Design arranged in RAK with 5 replicates. The first factor of the cultivar (K) is: k1 = purple sweet potato and k2 = orange sweet potato. The second factor is Phosphate fertilizer (P), namely: p0 = 0 kg P2O5 ha-1; p1 = 16 kg P2O5 ha-1; p2 = 32 kg P2O5 ha-1; p3 = 48 kg P2O5 ha-1; p4 = 64 kg P2O5 ha-1. The results of morphological character identification showed that the length of the stem segments, the number of petals, the color of the petiole and leaf bones, the color of the young leaves, the flowering ability, the position of the pistil head, the color of the flesh and skin of the tubers, the shape and formation of the tubers showed the diversity between the two tuberous cultivars. The real interaction between sweet potato cultivars x Phosphate fertilizer was only found in the total sugar content. Cultivar treatment has a noticeable effect on the length and diameter of the stems, the number of bulbs per plant and the dry matter of the tubers. The heaviest fresh tuber yield was produced by the Purple sweet potato cultivar, which was 22.07 Mg ha-1. Meanwhile, the treatment of Phosphate fertilizer had a real effect on the length and diameter of the stem, the number and weight of tubers per plant, the weight of tubers per plot and the yield of fresh tubers per hectare. The yield of fresh tubers per the heaviest plot was produced by the treatment of Phosphate fertilizer 48 kg P2O5 ha-1, which is 23.67 Mg ha-1. The relationship between fresh tuber yield per hectare and phosphate fertilizer forms a quadratic regression, with the equation Y = 18.235 + 0.1585x - 0.0017x2 (R2 = 0.6151). Based on this equation, the optimum dose of Phosphate fertilizer was obtained of 46.62 kg of P2O5 ha-1 with a maximum yield of fresh tubers per hectare of 21.92 Mg ha-1. Meanwhile, the relationship between fresh tuber yield per hectare of each sweet potato cultivar and phosphate fertilizer was obtained as follows: YUngu = -0.0054x2 + 0.37775x + 18.328 (R2 = 0.8526) and Y orange = -0.0013x2 + 0.1539x + 17.627 (R2 = 0.9865). Based on this equation, the optimum dose of Phosphate fertilizer for Purple sweet potato and Orange sweet potato cultivars was obtained respectively, namely 34.95 kg P2O5 ha-1 and 59.19 kg P2O5 ha-1 with a maximum fresh bulb yield of 24.92 Mg ha-1 and 22.18 Mg ha-1 respectively.
Legal Protection for Child Criminals in the Indonesian Justice System Setyawan, Setyawan; Endah Wahyuningsih, Sri
Jurnal Hukum Khaira Ummah Vol 20, No 2 (2025): June 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jhku.v20i2.46216

Abstract

Abstract. Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System stipulates that juvenile justice in absolute competence is within the scope of the General Court. The form of providing legal protection is intended to provide oportunities for children to become responsible human beings in their future. The objectives of this study: 1). to determine and analyze legal protection for child perpetrators of criminal acts in the current judicial system in Indonesia; 2). to determine and analyze the weaknesses and solutions for legal protection for child perpetrators of criminal acts in the current judicial system in Indonesia. This study uses a normative legal aproach, with a descriptive analytical research method. The data used are primary and secondary data that will be analyzed qualitatively. Research problems are analyzed using the theory of punishment, retributive theory, legal purpose theory, combined theory and legal system theory. The results of the study concluded that: 1) Legal protection for children in the criminal justice system in Indonesia can be seen from the entire legal process, starting from the investigation stage, arrest and detention, prosecution, trial and guidance. The entire process must be carried out based on the provisions of the SPA Law and must prioritize the needs, development and growth of children, both mentally, physically, and socially, and the interests of the community. Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (SPA Law) provides legal protection for children in conflict with the law (consisting of children in conflict with the law, children who are victims of criminal acts and children who are witnesses to criminal acts) in Indonesia.; 2). The weaknesses of legal protection for children who commit crimes are the lack of quality and quantity of human resources of law enforcement officers who handle criminal cases committed by children, and the lack of coordination between law enforcement officers and related institutions that handle criminal cases. The solution to these weaknesses is that law enforcers should improve the quality and quantity of human resources of law enforcement officers who handle criminal cases committed by children and increase synergy between related law enforcers.
KAJIAN TREND FORECASTING READY TO WEAR INDONESIA TREND FORECASTING (ITF) 2019/2020 SEBAGAI PENDUKUNG KEBIJAKAN BADAN EKONOMI KREATIF (BEKRAF) Aninda, Nafisa; Setyawan, Setyawan
Dimensi : Jurnal Ilmiah Komunikasi dan Seni Desain Grafis Vol. 2 No. 01 (2021): Terbitan Juli 2021
Publisher : University of Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5583/jurnaldimensi.v2i01.48

Abstract

Manusia adalah makhluk yang terus berubah dan berkembang setiap zamannya. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan yang di alami manusia terutama dalam bidang teknologi. Trend Forecasting Indonesia yang diusung oleh asosiasi Indonesia Trend Forecasting (ITF) membuka penalaran terhadap cara pandang baru, mengubah presepsi dan menjadi referensi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Tujuan dalam penelitian ini adalah membuka wawasan baru terhadap trend forecasting dan jangkauannya dalam cara berpikir desain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi kebijakan budaya dan teori dari Shore & Wright. Data diperoleh dengan observasi secara pasif, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Penelitian ini berfokus pada latar belakang trend forecasting di Indonesia dan kebijakan Bekraf yang mempengaruhi pelaku ekonomi kreatif. Hasil penelitian ini adalah latar belakang dari trend forecasting di Indonesia berawal dari permasalahan produk produk Indonesia yang tidak bersaing di pasar, kebijakan bekraf yang didukung dan sejalan dengan trend forecasting yang ada di Indonesia, serta pengaruh dalam kebijakan dan perluasan trend forecasting di Indonesia
Epistemologi Waktu Pagi Dalam Al-Qur'an (Hikmah Pembagian Wakti Pagi: Sahur, Fajr, Subuh dan Dhuha) Setyawan, Setyawan
Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol. 22 No. 1 (2023): Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta dan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kordinat.v22i1.33494

Abstract

Pagi adalah waktu yang menunjukkan berakhirnya waktu malam dan mengawali waktu siang, sehingga waktu ini merupakan waktu transisi antara malam dan siang. Hanya waktu pagi saja yang Allah bagi hingga 4 tahapan yaitu sahur, fajar, subuh dan dhuha. Masing-masing bagian tersimpan makna sesuai dengan nama waktu tersebut, karena “nama menunjukkan identitas pemiliknya”, dan juga terdapat amalan tertentu, baik yang wajib ataupun sunnah, baik untuk ibadah atau non ibadah. Pembagian ini sangat berbeda dengan waktu-waktu lainnya, bahkan keempatnya sangat spesial karena digunakan sumpah oleh Allah dalam Al-Qur’an.Waktu pagi memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, sehingga harus diperlakukan dengan istimewa juga, yaitu dengan cara mengisinya dengan amalan-amalan kebaikan seperti, waktu sahur untuk shalat malam, istighfar dan makan sahur bagi yang hendak berpuasa, waktu fajar untuk melaksanakan shalat sunnah, tilawah Al-Qur’an, do’a dan istighfar, waktu subuh untuk shalat fardhu subuh dan berdzikir serta bersedekah dan waktu dhuha mengawali aktivitas, sedekah dan shalat sunnah dhuha
THE DEVELOPMENT OF SUKABUMI GURILAPS BATIK MOTIF DESIGN WITH THE SOURCE OF THE TURTLE AND JAVANESE EAGLE IDEA FOR MEN'S T-SHIRTS Dinnur Khusnul, Huda; Setyawan, Setyawan
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 12 No 1 (2023): Regular Issue
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v12i01.75666

Abstract

Pengembangan Batik Gurilaps Sukabumi ini dilakukan untuk menghasilkan motif Batik Sukabumiyang kreatif dan inovatif. Pengembangan ini ditujukan pada motif Batik Gurilaps yang menjadi salah satu motif batik di Sukabumi. Beberapa tahap yang dilakukan dalam pengembangan iniadalah: 1) Observasi dan wawancara mencari informasi mengenai motif Batik Gurilaps agar dapat dikembangkan tanpa meninggalkan ciri khasnya. 2) Mengeksplorasi visual dari sumber ide yangdipilih yaitu Penyu dan Elang Jawa. Hasil pengembangan desain diharapkan dapat: 1) Membukapeluang untuk pengembangan batik Gurilaps Sukabumi dari motif, komposisi, warna hingga wujud produk. 2) Mengembangkan produk ini dengan potensi alam yang dimiliki Sukabumi sertamembuka peluang ekonomi dan pemasaran batik Sukabumi. Hasil penelitian dan pengembangandesain ini menyimpulkan bahwa adanya pengembangan yang kreatif dan inovatif, pada Batik Sukabumi akan mampu membuka peluang-peluang penciptaan baru dan menjadikan batik sebagaiproduk unggulan dan dapat memberikan dampak baik bagi ekonomi.
Study of the 2019 Solo Batik Carnival Costume with an Anthropological Artistic Approach Setiyono, N. F.; Setyawan, Setyawan
Arty: Jurnal Seni Rupa Vol 12 No 1 (2023): Regular Issue
Publisher : Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/arty.v12i01.75671

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pementasan Solo Batik Carnivalditinjau dari segi antropologis untuk refleksi para pihak yang terlibat dalam pertunjukan seni tersebut baik dari segi design yang terkandung dalam busana batik, bahan yang dipakai dan mendeskripsikanperforma yang dipakai dalam busana batik. Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta. Khusus nyapada persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan Batik Solo Carnival (SBC) tahun 2019. Sumberdata yaitu data primer dari informan yang dipilih secara acak dalam kegiatan koncarnival dansekunder dari dokumen pendukung dan jurnal. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi, In Depth Interview dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalampenelitian ini adalah analisis data interaktif dengan pendekatan kualitatif dari teori antropologi seni.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pagelaran Batik Solo Carnival (SBC) diikuti oleh kostum daribeberapa negara yaitu Be Enchanted Myanmar, Amazing Thailan, Great adventure Timor Leste,Vietnam Timeless Charm, Kingdom of Wonder Kamboja, Wonderfull Indonesia, Uniquely Singapura, Malaysia Truly Asia, Kay Ganda Philipines, Simply Beautiful Laos dan The GreenHeart of Brunai. Berdasarkan jenis kostum yang ditampilkan kemudian dianalisis berdasarkandesain, bahan batik dan peforma dalam penampilannya Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1)Desain yang dilandasi semangat mengeksplorasi ide, gagas, bahan, dan teknik, dapat menghasilkan rasaestetis yang mengekspresikan dan memberikan kesan kemegahan, mewah, glamour, dan kemeriahan. (2) Bahan batik merupakan pusaka warisan leluhur yang telah mengalami percanggihan yang luar biasakhususnya batik Jawa memiliki corak ragam hias paling kaya, teknik pewarnaan paling berkembang,dan teknis pembuatan paling sempurna dibandingkan batik dari daerah lainSebagai (3) Performa SoloBatik Carnival 2019 bukan hanya ajang kemeriahan karnaval tetapi juga sebagai alat dalammengenalkan kebudayaan dari masing-masing negara ASEAN.