Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Di Kota Bandung Tahun 2016 Ruhyat, Ejeb; Fatmini, Etna; Aldino, Panji
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 1 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai jumlah perokok terbesar didunia. Berdasarkan laporan Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun keatas cenderung meningkat dari 34,2% menjadi 36,3%. Pemerintah berupaya menanggulangi dampak bahaya rokok diantaranya dengan menetapkan KTR (Kawasan Tanpa Rokok). Dinkes Kota Bandung melalui Seksi Promkes melakukan pelatihan Satgas KTR di 30 SMP dan 20 SMA di Kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan KTR di SMP dan SMA yang telah dilatih sebagai Satgas KTR di Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan jumlah informan sebanyak 8 orang terdiri atas kepala sekolah, guru, Satgas KTR dan perwakilan siswa dari SMPN 4 dan SMAN 24 Bandung. Pengumpulan data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu dukungan terhadap program KTR serta kaderisasi didapatkan dari semua pihak sekolah dan sektor terkait. Sosialisasi program dilakukan melalui madding, penempelan rambu larangan merokok, kampanye dan sosialisasi saat upacara bendera. Sehingga tidak ada lagi orang yang merokok di lingkungan sekolah, namun pelaksanaan program KTR dirasa masih naik turun serta sanksi yang di berikan belum terlihat jelas bahkan pada salah satu sekolah masih sulit menemukan rambu larangan yang dikarenakan kurangnya pemantauan dari berbagai pihak terkait serta tidak adanya dana khusus dan Fasilitas yang sediakan oleh sekolah. Kesimpulan dan Saran: Adapun saran yang di berikan yaitu diharapkan pihak puskesmas dapat lebih intens dalam pemantauan program KTR, pihak sekolah diharapkan dapat mengalokasikan anggaran khusus serta fasilitas untuk program KTR, Satgas KTR diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas serta lebih aktif lagi dalam menjalankan tugas.
Pengalaman Perokok dalam Terapi Berhenti Merokok dengan Metode Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) di Desa Cipanjalu Kabupaten Bandung Tahun 2019 Ruhyat, Ejeb
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 1 (2020): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i1.119

Abstract

Cigarettes and smoking are problems that are still difficult to resolve to date. About 4.9 million people in developing countries died of smoking in 2003. This study aimed to determine the experience of smokers in smoking cessation therapy with the Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) method in Cipanjalu Village, Bandung Regency in 2019. The type of research conducted was The type of research used is qualitative research with a phenomenological approach. Informants in this study were smokers who had been treated as many as 4 people. The results showed Based on the response or reaction when smoking cessation therapy was found that the reaction was almost the same, based on the desire to smoke after smoking cessation therapy that found all experienced a decrease in desire to smoke again, based on the length of time they did not smoke after different therapies - difference, Based on the number of cigarettes smoked after stopping smoking therapy, it was found that the number of cigarettes smoked every day varied after treatment, but all said they experienced a decrease in the number of cigarettes smoked. It is recommended to create a smoke-free environment with a shared commitment in the RW to create a non-smoking environment.
Perilaku Merokok di Masa Covid-19 Ruhyat, Ejeb
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.178

Abstract

Jumlah perokok di Indonesia cenderung bertambah yaitu 31,5% dari penduduk Indonesia tahun 2001, bahkan lebih dari 50 % dengan sampel di suatu daerah, dan semakin dini segi usia memulai merokok. Menurut kemenkes, 2020 Perokok lebih mungkin terjangkit COVID-19 dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Perilaku Merokok di Masa Pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif Deskriptif. populasi yang digunakan sebagai penelitian adalah semua perokok yang mengisi google form yang dibagikan dengan jumlah sampel sebanyak 112 orang. Hasil penelitian menunjukan terdapat 44 responden (39,3%) merokok di rumah, sebanyak 15 responden (13,4%) merokok di tempat kerja dan sebanyak 53 responden (47,3%) menyatakan merokok ditempat lainnnya. terdapat 52 responden (46,4%) menghabiskan rokok < 6 batang setiap hari, dan sebanyak 60 responden (53,6%) menghabiskan ?6 batang rokok setiap hari nya. terdapat 51 responden (45,5%) menyatakan meningkat konsumsi rokok setiap hari, sebanyak 40 responden (35,7%) menyatakan tetap, dan sebanyak 21 responden (18,8%) menyatakan tetap. terdapat 38 responden (33,9%) menyatakan alasan tetap merokok karena cemas, panic dan stres, sebanyak 45 responden (40,2%) menyatakan kurang aktivitas, sebanyak 20 responden (17,9%) menyatakan kebiasaan dan sebanyak 9 responden (8,0%) menyatakan lainnya. Disarankan dapat berkontribusi dalam penyebaran informasi dan edukasi kesehatan tentang bahaya merokok, serta mendorong penelitian yang terkait hubungan merokok dengan kejadian COVID-19
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN LEAFLET DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA WANGISAGARA KABUPATEN BANDUNG Ruhyat, Ejeb; Firdaus, Rayhan; Tamara, Metha Dwi
Sehat MasadaJurnal Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue fever is an infectious disease has been an increase in the spread. According to the West Java Health Office, the number of DHF patients in West Java in early 2024 was 24,540 cases, with 199 deaths. This is due to the occurrence of Extraordinary Events of DHF in several districts / cities. One of the villages in Bandung Regency, precisely in the working area of the Wangisagara Health Center, the number of DHF cases in 2024 from January to April was 22 cases, Wangisagara Village was the village with the highest number of DHF cases among the other 2 villages. Counseling with audio-visual media (video) has an impact in increasing knowledge of dengue prevention. The purpose of this study was to determine the effect of health education using video and leaflet media in an effort to prevent the incidence of Dengue Fever in Wangisagara Village, Bandung Regency. This research method uses a quantitative method with a type of quasy experiment research with a pre-post test two group design approach. With a population of 150 respondents with a sample of 60 respondents in two neighbourhood. The results showed a p-value of 0.000 (<0.05), this value indicates that there is an influence before and after being given education with video and leafleat. The conclusion is that there is an effect of health education using video and leaflet media in an effort to prevent the incidence of Dengue Fever.