Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Exploring The Value Of Mappasilasae Local Wisdom To Prevent Early Marriage As An Effort To Preserve The Identity Of The Classic Bugis Tribe In The Era Of Disruption Nurhasmiah, Siti; Hafid, Umy Qalzum; Ratmila, Sri Reski; Ramli, Mauliadi
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v10i3.53726

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemaknaan dan menjadikan nilai kearifan lokal mappasilasae untuk mencegah pernikahan dini sebagai upaya pemertahanan identitas Suku Bugis klasik di era disrupsi. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Creswell. Tahapan penelitian yaitu, 1) Penyusunan instrumen penelitian, 2) Pengumpulan data, 3) Analisis data, validasi data, dan penyusunan laporan penelitian. Sumber data penelitian yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data, 1) Observasi 2) Wawancara informan secara purposive subjective dengan kriteria anak yang menikah dini 4 informan, orang tua/keluarga dari anak menikah dini 3 informan, masyarakat sekitar 6 informan, budayawan yang mengetahui kearifan lokal mappasilasae 2 informan, dan pemerintah setempat 1 informan, 3) Dokumentasi. Hasil yang diperoleh, 1) Makna kearifan lokal mappasilasae yaitu ade’, siri’, sipakainge’, ammaccangeng, dan manini’ /makkaritutu yang jika diterapkan, dapat mencegah pernikahan dini. 2) Tahap pencegahan pernikahan dini berbasis kearifan lokal mappasilasae, yaitu naisseng pasilaingngi tuju na salae, mappallaiseng “issengngi maja’e panassaiwi madecengnge”, appilengeng, dan sippettungeng. Di era disrupsi, masyarakat dapat mempertahankan kearifan lokal mappasilassae dengan cara patettongngi ade’ mappasilasae ri assilessurengnge, rilaleng paddissengeng dan rilaleng wanua. Jadi, disimpulkan bahwa kearifan lokal mappasilasae dapat digunakan sebagai upaya pencegahan pernikahan dini dan juga sebagai pemertahanan identitas Suku Bugis klasik di era disrupsi.Kata kunci : Mappasilasae, Pernikahan Dini, Suku Bugis, Era DisrupsiAbstractThis research endeavors to elucidate the significance and value of the local wisdom known as "mappasilasae" in averting early marriages, aiming to safeguard the distinct identity of the traditional Bugis community amidst contemporary disruptions. Employing qualitative methodologies following Creswell's phenomenological approach, the research comprises specific stages: 1) Preparation of research instruments, 2) Data collection, 3) Data analysis, validation, and research report compilation. Primary and secondary data sources are utilized, employing data collection techniques such as observation, purposive subjective informant interviews, and documentation. The findings reveal that the local wisdom of mappasilasae embodies principles like "ade'," "siri'," "sipakainge'," "ammaccangeng," and "manini'/makkaritutu," which, when applied, effectively deter early marriages. Furthermore, the research delineates stages for early marriage prevention rooted in mappasilasae, namely "naisseng pasilaingngi tuju na salae," "mappallaiseng," "appilengeng," and "sippettungeng." In the context of contemporary disruption, the preservation of mappasilasae involves adherence to its core principles "patettongngi ade' mappasilasae ri assilessurengnge," "rilaleng paddissengeng," and "rilaleng wanua." Consequently, this study concludes that the local wisdom of mappasilasae serves as a significant strategy to combat early marriages and uphold the enduring classical Bugis identity during times of disruption.Keywords : Mappasilasae, Early Marriage, Bugis Tribe, Disruption
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN SENTRA KULINER PANTAI SERUNI DALAM PENINGKATAN TARAF HIDUP MASYARAKAT KABUPATEN BANTAENG Kusuma Atmaja, Sasmito Hadi; Ramli, mauliadi
ALLIRI Journal of Anthropology Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 No.1 Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) upaya pemerintah dalam memajukan objek wisata pantai seruni, (2) keterlibatan masyarakat dalam upaya pengembangan objek wisata pantai seruni, (3) dampak pengembangan objek wisata pantai seruni pada masyarakat di Kelurahan Tappanjeng Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng.. Dalam penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif yang dianalisis dan dituliskan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, saat ini pemerintah kabupaten bantaeng mengupayakan program peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata pantai seruni pada masyarakat setempat dalam kegiatan pengembangan pantai, pemberian ijin pengembangan wisata bahari kepada semua pihak dalam melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan wisata bahari, pembangunan sarana dan prasarana, penataan ruang di kawasan tersebut dapat lebih baik agar pengunjung dapat menikmati usaha kuliner atau hasil produksi masyarakat sembari menikmati pemandangan laut di kawasan pantai seruni.  
Fenomena Petani Milenial Di Dusun Campagaya Kabupaten Gowa Nurhidayah, Nurhidayah; Suhaeb, Firdaus W; Ramli, Mauliadi
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 No.2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v3i2.85406

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) faktor pendorong pemuda menjadi petani milenial Di Dusun Campagaya (2) Bagaimana penerapan teknologi pertanian oleh petani milenial. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1. Faktor pendorong para pemuda menjadi petani milenial yaitu: adanya semangat kerja, serta dapat menentukan pengeluaran dan pendapatan 2. Penerapan teknologi pertanian oleh petani milenial. Petani masyarakat Dusun Campagaya dapat menyesuaikan tuntutan masa kini seperti kerja sama dalam bertani, penggunaan alat modern yang dipakai dalam mengarap kebun atau sawah serta alat modern panen padi berupa oto sangking (mesin reaper), alat modern tanam jagung berupa pa’lamongang biralle (corn seeder machin) dan alat mesin garap lahan (mesin blender yanmar). Dan bentuk peran dan dukungan keluarga sangat penting agar bisa menutupi kebutuhan ekonomi. Pemudah menggunakan handphone sebagai media atau sumber informasi tata cara penggunaan mesin-mesin teknologi modern dan mengetahui bagaimana perubahan keadaan di dalam mengelolah lahan untuk memulai usaha tani serta bagaimana masyarakat petani dalam mempergunakan alat tradisional ke modern.
Partisipasi Pemuda Dalam Program Pembangunandesa Di Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba Qadar, Zulaitul; Ismail, Ashari; Ramli, Mauliadi
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 No.2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v3i2.85426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa di Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. (2) Bentuk-bentuk partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa DI Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Hasil penilitian ini menunjukkan A) Faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa yaitu, Faktor internal, a) Faktor Ekonomi, Faktor Eksternal, a) spirit masyarakat menginginkan partisipasi pemuda dalam program pembangunan, b) Kurangnya dorongan organisasi kepemudaan. B) Bentuk-bentuk partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa, a) Bentuk partisipasipemuda dalam program pembangunan desa yaitu 1) Partisipasi ide atau gagasan, dimanapemuda memberikan masukan serta gagasan mengenai perencanaan pembangunan, a) Perencanaan pembuatan jalan tani di Dusun Kajang-Kajang, b) Perencanaan Pelatihan pertanian. 2) Partispasi Tenaga, a) Gotong royong pembersihan infrastruktur,3) Partisipasi harta benda, a) Pemuda menyumbangkan lahannya untuk pembuatan jalan tani, b) pemuda menghibahkan tanahnya untuk pembangunan sarana pendidikan anak.