Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Dewi, Putu Ayu Selfian; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47949

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu proses persalinan melalui sayatan pada dinding abdomen dan uterus yang masih utuh dengan berat janin lebih dari 1.000 gram. Persalinan sectio caesarea memberikan dampak ketidaknyamanan karena nyeri pasca operasi yang akan berdampak pada resiko terjadi pembekuan darah serta masalah menyusui baik terhadap ibu maupun bayi, dan melewatkan waktu IMD. Penatalaksanaan nyeri secara non farmakologi salah satunya teknik relaksasi autogenik. Relaksasi autogenik adalah jenis psychophysiologikal psikoterapi berdasarkan sugesti yaitu relaksasi yang bersumber dari diri sendiri berupa kata kata atau kalimat pendek atau pikiran yang bisa membuat pikiran tentram.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik terhadap Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperiment Design dengan pendekatan non-equivalent control group design. Teknik pengambilan data menggunakan nonprobability sampling dengan consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil uji mann whitney uji statistik yang dilakukan untuk membandingkan skala nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan Ibu Post Sectio Caesarea dapat menerapkan Teknik Relaksasi Autogenik untuk  mengurangi Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada.
PENGARUH EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RUANG BERSALIN RSD MANGUSADA Yuliawati, Made; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 8 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2025.8.2.86-98

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa fisiologis.Keadaan normal yang dialami selama persalinan yaitu persalinan akan dimulai saat ibu mulai merasakan mulas di perut secara teratur, durasi semakin lama dan rasa sakit meningkat. Nyeri persalinan dirasakan mulai Kala I yang bersifat visceral yang terasa pada permukaan perut sebelah bawah dan bervalidasi ke arah panggul dan lumbal bawah. Salah satu keluhan yang sering dirasakan ibu bersalin adalah nyeri saat kontraksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu Effleurage Massage. Effleurage Massage adalah bentuk teknik pijatan dengan menggunakan telapak tangan yang memberikan tekanan lembut pada bagian atas tubuh dengan mengerakan melingkar berulang kali.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Effleurage Massage Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan uji mann-whitney. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney didapatkan nilai p-value <0,05 maka Ha diterima artinya ada perbedaan Effleurage Massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil Uji statistic yang dilakukan pada kelompok kontrol dan intervensi didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya terdapat pengaruh Effleurage Massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Diharapkan ibu bersalin dapat menerapkan Massage Effleurage untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
PENGARUH FOOT MASSAGE THERAPY TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA POST SECTIO CAESAREA DI RUANG MARGAPATI RSD MANGUSADA Astuti, Ni Ketut Sri; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 8 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2025.8.2.99-105

Abstract

Persalinan yaitu kondisi fisiologis normal dari persalinan ibu yang diawali melalui kontraksi uterus sehingga menghasilkan pengeluaran hasil konsepsi dari dalam rahim secara pervaginam atau operasi sectio caesarea. Secara fisik beberapa jam setelah tindakan operasi Sectio Caesaria, ibu merasakan nyeri pada luka bekas operasi di bagian abdomen. Upaya dalam mengurangi rasa nyeri yang dilakukan menggunakan tindakan nonfarmakologi yang dapat diberikan untuk mesngatasi nyeri yaitu dengan foot massage therapy. Foot massage therapy dapat memberikan efek untuk mengurangi rasa nyeri karena pijatan yang diberikan menghasilkan stimulus yang lebih cepat sampai ke otak.Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Foot Massage Therapy Terhadap Penurunan Skala yeri Pada Post Sectio Caesarea Di Ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group pre Test – post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh post sectio caesarea yaitu 30 orang.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Total Sampling dimana Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi dijadikan sampel yaitu 30 orang. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan ibu dapat menerapkan Foot Massage Therapy Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Post Sectio Caesarea Di Ruang Margapati RSD Mangusada
Efektivitas Self Hypnosis Dan Musik Klasik Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Abrianthi, Ayu Kartika; Widiastini, Luh Putu; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
JURNAL KEBIDANAN AKADEMI KEBIDANAN BUDI MULIA PALEMBANG Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan : Jurnal Ilmu Kesehatan Budi Mulia
Publisher : STIKes Budi Mulia Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35325/kebidanan.v15i1.535

Abstract

There are high cases of pregnant women experiencing discomfort in the first trimester such as nausea and vomiting. Researchers are looking for non-pharmacological solutions to this problem, namely self-hypnosis and classical music therapy. The aim of this research is to determine the effectiveness of self-hypnosis and classical music on emesis gravidarum in trimester pregnant women. The research method used was Quasi Experimental with Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design. The samples used in this study were pregnant women in the first trimester, 8 to 12 weeks of gestation who experienced nausea and vomiting with a frequency of <5 times, between 3-4 times in the morning and evening at Payangan General Hospital, a total of 44 respondents who were divided into two groups. control and treatment using accidental sampling technique. The treatment group was given a recording containing classical musical accompaniment accompanied by self-hypnosis which could be listened to on the respondent's cell phone using a headset. Done for 20 minutes twice a day in the morning and evening for 3 consecutive days. The results of this study showed a significant effect of providing self-hypnosis and classical music on the level of emesis gravidarum in first trimester pregnant women with a p value of 0.001 (p<0.05). It is hoped that the results of this research can provide education about the importance of providing self-hypnosis and classical music to pregnant women as an effort to improve services, especially in the management of emesis gravidarum
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KUTA UTARA Trisnawati, Ni Ketut; Mastiningsih, Putu; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Adhiestiani, Ni Made Egar
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v9i1.4780

Abstract

Stunting is a problem of imbalance in nutritional intake which is closely related to the First 1000 Days of Life (HPK) period. Basic causes include socio-economic factors such as family income, maternal education, and employment. Indirect causes include feeding practices and food security, access to health services, and household environmental sanitation. Meanwhile, direct causes of stunting include food intake and infectious diseases. The aim of this research is to determine the relationship between the history of exclusive breastfeeding and complete basic immunization with the incidence of stunting in toddlers aged 24 - 59 months at the Working area UPTD Puskesmas Utara Kuta.This research uses an observational analytical quantitative research method which uses a retrospective approach, namely observing events that have occurred with the aim of looking for factors related to the cause. The sampling technique in this study used a total sampling technique, namely all mothers with stunting toddlers aged 24 - 59 months would be sampled, namely 16 people. Data were analyzed using analysis using the Chi Square Test.The results of the analysis using the Chi Square test with statistical test results from 16 respondents obtained a p-value of 0.003. These results indicate that H0 is rejected and Ha is accepted, which means there is a significant relationship between complete basic immunization and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months at the Working area UPTD Puskesmas North Kuta. Based on the results of this research, it is hoped that mothers can prevent the incidence of stunting by providing exclusive breast milk. and complete basic immunization.
PENGARUH TEKNIK BIOLOGIC NURTURING BABY LED FEEDING DAN FINGER HOLD TERHADAP PERUBAHAN RASA NYERI PADA IBU POST SECTIO DI RS X DI DENPASAR Rusmilawati, Ni Wayan; Wulandari, Made Ririn Sri; Agustini, I G Ayu Ratih; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
Journal of Advanced Nursing and Health Sciences Vol. 2 No. 2, Agustus 2021
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health services begin during pregnancy, one of which is delivery by means of cesarean section. The problem that occurs post sectio caesarea is pain. Management to reduce post sectio caesarean pain is recommended by finger hold relaxation. The relaxation technique that is also recommended for mothers after partum sectio caesarean is breastfeeding with the biological nurturing position of the baby led feeding. The purpose of this study was to determine the effect of biologic nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post sectio caesarean mothers.This research is a true experimental quantitative research with a pretest - posttest design with control. The sampling technique used in this study is probability sampling by simple random sampling. The number of samples in this study were 36 people who were divided into two groups, namely the control group as many as 18 people and the treatment group as many as 18 people who had met the inclusion and exclusion criteria. Analysis of data using the Mann-Whitney U test analysis. The results of the Mann-Whitney U test analysis showed that the p value was 0.000 (<0,05), meaning that the hypothesis of this study was accepted, which means that there was an effect of biological nurturing baby led feeding and finger hold techniques on changes in pain in post-sectio caesarean mothers. The results of this study are expected to be used as a reference in providing nursing care so that it can improve the quality of post-caesarean post section maternal services in dealing with pain experienced.
Program Kelas Edukasi Massage Endorphin Guna Meningkatkan Kesiapan Psikologis Ibu Hamil di RB Bunda Setia, Denpasar Timur, Bali Ekajayanti, Pande Putu Novi; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Adhiestiani, Ni Made Egar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12828

Abstract

ABSTRAK Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang diberikan pada Ibu hamil biasanya hanya mencakup asuhan komprehensif saja, yang terkadang kurang memperhatikan aspek psikologis dari Ibu Hamil tersebut. Padahal seorang perempuan dalam masa kehamilan akan mengalami banyak perubahan, baik itu perubahan fisik maupun perubahan psikologis. Apalagi pada kehamilan Trimester III biasanya kecemasan Ibu Hamil akan meningkat sehingga dapat memengaruhi kesiapan psikologi Ibu dalam menghadapi persalinan. Pusat Layanan Kesehatan terkadang merasa ketrampilan yang dimiliki tenaga kesehatannya masih kurang untuk menyiapkan psikologi Ibu Hamil TM III menjelang persalinannya, dimana permasalahan ini nantinya akan berpengaruh pula pada pelayanan yang diberikan oleh Pelayanan Kesehatan. Salah satu ketrampilan yang sebenarnya bisa diterapkan oleh Pelayanan Kesehatan terhadap masalah yang dihadapinya tersebut adalah dengan penerapan asuhan komplementer, yakni salah satunya dengan pemberian massase endorphin. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah; 1). Memberikan pelatihan dan keterampilan kepada Bidan di RB Bunda Setia; 2) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar memahami dan mengaplikasikan massase endorphin pada ibu hamil trimester III sehingga dapat siap secara psikologis menjelang persalinannnya. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyampaian materi secara workshop, melalui teoritis/ceramah massase endorphin; kemudian diikuti dengan demonstrasi dan praktik langsung massase endorphin pada ibu hamil trimester III. Hasil dari program kelas edukasi ini diantaranya: a. Peningkatan ketrampilan bidan di RB Bunda Setia dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan komplementer khususnya tentang massase endorphin; b. Terlibatnya peran serta masyarakat khususnya dalam hal ini ibu hamil TM III beserta suami/pendampingnya dalam menyiapkan psikologi ibu hamil TM III. Kelas Edukasi massase endorphin pada ibu hamil ini telah berhasil diberikan dan dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh ibu hamil, tetapi juga Pelayanan Kesehatan. Sehingga bisa lebih membantu pelayanan komplementer, khususnya dalam meningkatkan kesiapan psikologis ibu hamil. Kata Kunci: Kelas Edukasi, Massage Endorphin, Kesiapan Psikologis, Ibu Hamil  ABSTRACT Antenatal Care (ANC) services provided to pregnant women usually only include comprehensive care, which sometimes pays little attention to the psychological aspects of the pregnant woman. Even though a woman during pregnancy will experience many changes, both physical changes and psychological changes. Moreover, in the third trimester of pregnancy, pregnant women's anxiety will usually increase, which can affect the mother's psychological readiness for childbirth. Health Service Centers sometimes feel that the skills possessed by their health workers are still insufficient to prepare the psychology of TM III Pregnant Women before giving birth, where this problem will also affect the services provided by Health Services. One of the skills that Health Services can actually apply to the problems they face is by implementing complementary care, namely by providing endorphin massage. The aim of this service activity is; 1). Providing training and skills to Midwives at RB Bunda Setia; 2) To solve problems for partners to understand and apply endorphin massage to pregnant women in the third trimester so that they can be psychologically prepared before delivery. The method of activity carried out is delivering material in a workshop, through theoretical/endorphin massage lectures; then followed by a demonstration and direct practice of endorphin massage for pregnant women in the third trimester. The results of this educational class program include: a. Increasing the skills of midwives at RB Bunda Setia in providing complementary midwifery care services, especially regarding endorphin massage; b. Involvement of community participation, especially in this case TM III pregnant women and their husbands/companions in preparing the psychology of TM III pregnant women. This educational class on endorphin massage for pregnant women has been successfully provided and the benefits have been felt not only by pregnant women, but also by health services. So it can be more helpful for complementary services, especially in increasing the psychological readiness of pregnant women. Keywords: Educational Classes, Endorphin Massage, Psychological Readiness, Pregnant Women
PENGARUH METODE KANGGURU TERHADAP INTENSITAS NYERI POST IMUNISASI HB0 PADA BAYI BARU LAHIR Wahyuni, Desak Nyoman Ary; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Susila, I Made Dwie Pradnya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.47944

Abstract

Nyeri yang timbul akibat injeksi merupakan nyeri akut yang dirasakan anak sebagai pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat dari kerusakan jaringan. Gejala nyeri pada bayi baru lahir (neonatus) tidak bisa mengungkapkan secara verbal, tetapi hanya ditunjukan oleh ekspresi menangis, dan gerakan tangan serta kaki. Efek tidak langsung berkaitan dengan status psikologis bayi dimana bayi merasa ketakutan dan ketidaknyamanan yang dimanifestasikan dengan tangisan. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri secara nonfarmakologi perawatan dengan Metode Kangguru merupakan cara yang efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi yang paling mendasar yaitu kehangatan, air susu ibu, perlindungan dari infeksi, stimulasi, keselamatan dan kasih sayang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Metode Kangguru Terhadap Intensitas Nyeri Post Imunisasi HB0 Pada Bayi Baru Lahir Di Ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan desain Pre eksperiment intact-group comparison adalah perlakuan pendekatan pada suatu kelompok unit percobaan tertentu, kemudian diadakan pengukuran terhadap variabel dependen dan Teknik pengambilan data menggunakan accidental sampling. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sampel minimal yaitu sebanyak 40 responden. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil uji mann whitney didapatkan bahwa nilai signifikan berdasarkan uji Mann Whitney yaitu 0,000, karena nilai p < α (0,05), maka H0 ditolak. Hal ini berarti bahwa ada Efektifitas Metode Kangguru Untuk Mengurangi Nyeri Penyuntikan Intra Muskular Imunisasi HB0 Pada Bayi Baru Lahir pada kelompok intervensi dan kontrol. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan ibu nifas dapat menerapkan Metode Kangguru untuk  mengurangi Nyeri Post Imunisasi HB0 Pada Bayi Baru Lahir.
PENGARUH SELF HEALING PADA IBU BERSALIN KALA I FASE AKTIF TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN Supawitri, Ni Made; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Widiastini, Luh Putu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 4 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.48067

Abstract

Persalinan merupakan suatu proses lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu dengan umur kehamilan 38 minggu sampai dengan 42 minggu. Persalinan merupakan perjalanan alamiah yang nantinya akan dihadapi oleh setiap ibu hamil yang akan bersalin. Kondisi psikologis juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi lamanya kemajuan persalinan. Kondisi psikologis yang dimaksud yaitu persepsi ibu terhadap cemas dan rasa nyeri saat menjalani proses persalinan. Rasa nyeri saat bersalin akan memberikan respon fisiologis pada ibu yang menyebabkan berkurangnya kemampuan rahim dalam keadaan kontraksi dan hal tersebut berefek terhadap panjangnya waktu persalinan. Usaha yang dapat dilakukan untuk menurunkan rasa nyeri pada berlangsungnya proses persalinan yaitu Self-Healing. Self healing adalah salah satu metode yang lumayan mendapatkan perhatian karena banyak yang beranggapan bahwa self-healing bisa membantu ibu dalam mengendalikan amarah, emosi dan kecemasan saat berlangsungnya proses persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Self Healing Pada Ibu Bersalin kala I Fase Aktif Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol didapatkan nilai nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya terdapat pengaruh self healing terhadap nyeri persalinan di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Diharapkan Self Healing dapat dilakukan sebagai salah satu metode untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
Pengaruh Lactation Massage terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas Post Sectio Caesaria di Rumah Sakit Pande Putu Indah Purnamayanthi; Putu Ayu Dina Saraswati; Ni Made Risna Sumawati
Faletehan Health Journal Vol 12 No 03 (2025): Faletehan Health Journal, November 2025
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v12i03.845

Abstract

Postpartum mothers who have undergone Caesarean section are susceptible to delays in the lactation process. Lactation massage can be performed to overcome the obstacles in breast milk production. This study aims to analyze the effect of lactation massage on increasing breast milk production in postpartum mothers after Caesarean section. This study is a quasi-experimental type using a two-group pre-post test control group design. The samples of this study consisted of 36 respondents at Wisma Prasanthi Hospital who were selected using non-probability purposive sampling technique, a method of selecting respondent samples that match the research problem. Breast milk production was measured using a measuring cup and an observational sheet before and after the intervention was given. The statistical test used to test the hypothesis was the Mann-Whitney test. The results of data analysis obtained a p-value = 0.000 < α (0.05), which can be concluded that there is an effect of lactation massage on breast milk production in postpartum mothers after Caesarean section. The research result may have implication on professional midwifery education and midwifery service.