Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Effect of Hypnoparenting To Toddler’s Malnutrition Status In Kebon Padangan Village, Pupuan Sub-District, Tabanan - Bali Pande Putu Indah Purnamayanthi; Pande Putu Novi Ekajayanti; Ni Made Egar Adhiestiani; Ni Made Widiyanthi
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.782

Abstract

There are a big numbers of problem related to malnutrition within these ages. Malnutrition as a health status is determined by weight for age index which ranged around -3 to -2 from standard deviation (SD). This study used pre-experiment one group pre-test – post-test design. Non-random purposive sampling was utilized to meet the sample criteria of mother who has children under 5 years with malnutrition status that did a health visit to Kebon Padangan Village Health Care Center. Data was collected with questionnaire and then analyzed by Wilcoxon Matched Pair test. After treated with hypnoparenting, the children were underwent anthropometric measurement every month in order to determine their nutritional status based by weight for age index. Average value before the treatment was -2.823 and then changed to average number of -2.403 after the intervention.
Postnatal Education Package for Breastfeeding Motivation And Self Efficacy Postpartum Mother's Early Stage Made Ririn Sri Wulandari; Ni Made Ari Sukmandari; Pande Putu Indah Purnamayanthi
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 5 No. 2 (2022): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35654/ijnhs.v5i2.549

Abstract

Background: The postpartum period is a phase of adaptation in accepting a new role as a mother. During this period experienced, several changes occurred in mothers and their partners and their families, especially in the early week after giving birth. As a form of maternal support, which is an essential key to the health of the mother and baby, a supportive education structure is crucial to give. The Family-Centered Maternity Care (FCMC) approach can be a choice for mothers to adapt to role changes, especially for maternal beliefs in caring for infants and motivations to give breast milk. Objective: This study aimed to determine the effect of PEP (Postnatal Education Package) on self-efficacy and breastfeeding motivation among mothers during the early postpartum period. Method: This study uses pre-experimental research methods with one group pretest-posttest. Result: The results showed increased breastfeeding motivation and self-efficacy among mothers after receiving the intervention (p-value of <0.0001). Conclusion: Education supportive structured with the FCMC approach can concern health workers improve further education programs to help increase competent mothering during the postpartum period
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI HORMONAL PADA WUS DI PMB ANDARINI WIJAYA Widhiawati, Ni Putu Arie; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43211

Abstract

Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk menunjukan akan terjadi ledakan penduduk. Jika tidak ada progam Keluarga Berencana. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dalam kepatuhanya menggunakan alat kontraspsi salah satu yang berkaitan dengan kesadaran keluarga berencana pada masyarakat adalah tingkat pendidikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi hormonal pada WUS di PMB Andarini Wijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain retrospektif case-control study. Sampel yang digunakan adalah wanita usia subur yang memiliki anak lahir hidup minimal satu dan menggunakan alat kontrasepsi di PMB Andarini Wijaya periode 1 Januari sampai dengan  31 Desember 2024. Hasil : Adanya hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan nilai p value = 0,02 yang berarti bahwa ada hubungan tingkat pendidikan dengan kepatuhan penggunaan alat kontrasepsi hormonal di PMB Andarini Wijaya. Simpulan : Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi pelayanan Kesehatan khususnya PMB tentang bagaimana startegi untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan KB secara rutin bagi akseptor alat kontrasepsi hormonal untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB.
Efektivitas baby massage terhadap peningkatan kualitas tidur bayi Adhiestiani, Ni Made Egar; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Ekajayanti, Pande Putu Novi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 3 (2025): Volume 19 Nomor 3
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i3.908

Abstract

Background: Babies need 12-14 hours of sleep every day, including naps to ensure their bodies and brains develop properly and normally. One way to maintain a baby's health is to give them a baby massage. Purpose: To determine the effectiveness of baby massage in improving the quality of baby sleep. Method: Quantitative research with a quasi-experimental posttest only control design. The number of samples was 32 people determined by purposive sampling technique. Measurement of sleep quality using a questionnaire referring to the Brief Infant Screening Questionnaire (BISQ) and the data analysis used was the Mann Whitney U Test. Results: Based on the Mann Whitney U Test, a p value of 0.02 (<0.05) was obtained, which means that there is a significant difference in the quality of baby sleep after being given a baby massage between the intervention group and the control group. Conclusion: Baby massage is effective in improving the quality of baby sleep, so it is hoped that health workers will be able to provide education to the community, especially parents, so that they can improve the quality of baby sleep, as well as optimal baby growth and development.   Keywords: Baby; Massage; Sleep Quality.   Pendahuluan: Bayi membutuhkan 12-14 jam tidur setiap hari, termasuk tidur siang untuk memastikan bahwa tubuh dan otak mereka berkembang dengan baik dan normal. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan bayi adalah dengan memberikan baby massage (pemijatan). Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas baby massage terhadap peningkatan kualitas tidur bayi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental post-test only control design. Besar sampel sebanyak 32 partisipan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner yang mengacu pada Brief Infant Screening Questionnaire (BISQ) dan analisis data yang digunakan adalah Mann Whitney U Test. Hasil: Berdasarkan uji Mann Whitney U Test, diperoleh nilai p 0.02 (<0.05), berarti terdapat perbedaan yang signifikan kualitas tidur bayi setelah diberikan baby massage antara kelompok intervensi dengan kontrol. Simpulan: Baby massage efektif dalam meningkatkan kualitas tidur bayi, sehingga tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya orang tua agar dapat meningkatkan kualitas tidur bayi, pertumbuhan, dan perkembangan bayi menjadi optimal.   Kata Kunci: Baby Massage; Bayi; Kualitas Tidur.
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS DISMENOREA DI SMPN 1 BLAHBATUH Dewi, Ni Putu Novi Kartika; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Widiastini, Luh Putu
Bahasa Indonesia Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47560/keb.v14i1.676

Abstract

Kasus dismenorea masih tinggi di dunia dan perempuan Indonesia menderita dismenorea sebanyak 86%. Penatalaksanaan dismenorea primer bervariatif, seperti penatalaksanaan farmakologis maupun non farmakologis. Salah satu jenis penanganan non-farmakologis dismenorea adalah akupresur titik SP6 (sanyinjiao). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap penurunan intensitas dismenorea di SMPN 1 Blahbatuh. Metode penelitian yang digunakan quasi exsperimental dengan pretest posttest one group design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 72 kelas IX di SMPN 1 Blahbatuh. Kuisoner yang digunakan adalah alat pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Teknik analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon.Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian akupresur terhadap penurunan intensitas dismenorea di SMPN 1 Blahbatuh dengan p value 0,00 (p<0,05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat di rekomendasikan sebagai salah satu asuhan kebidanan pada remaja putri ketika mengalami dismenorea untuk membantu meringankan intensitas dismenorea.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Nifas di Rumah Sakit Kasih Ibu Saba Susanti, Kadek Nia; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Ekajayanti, Pande Putu Novi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.263

Abstract

Masa nifas merupakan periode transisi yang rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis, salah satunya adalah kecemasan. Pijat oksitosin merupakan intervensi nonfarmakologis yang diyakini mampu menurunkan kecemasan melalui stimulasi hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap tingkat kecemasan pada ibu nifas di RS Kasih Ibu Saba. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi berupa pijat oksitosin dilakukan selama 10–15 menit sebanyak tujuh kali dalam tujuh hari. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis data menggunakan uji Paired t-test. Terdapat penurunan rerata skor kecemasan dari 40,77 menjadi 29,53 dengan selisih mean 11,24. Uji Paired t-test menunjukkan nilai p < 0,001 dan t = -10,113, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi. Pijat oksitosin terbukti dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu nifas. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pelayanan postnatal berbasis pendekatan holistik.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 0 – 3 Bulan Di Biarose Baby Spa Ulandari AP, Putu Yunia; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Ekajayanti, Pande Putu Novi
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 1 (2025): Special Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v17i1.271

Abstract

Salah satu faktor penting yang memengaruhi tumbuh kembang adalah kualitas tidur. Pijat bayi merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang terbukti mampu meningkatkan kualitas tidur bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0–3 bulan di Biarose Baby Spa. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel berjumlah 30 bayi yang diambil dengan teknik non probability sampling. Intervensi berupa pijat bayi dilakukan 1 kali dalam seminggu selama 1 bulan, masing-masing selama 15–30 menit, menggunakan VCO dan teknik pijat standar. Kualitas tidur bayi diukur menggunakan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat bayi, 66,7% bayi memiliki kualitas tidur kurang, dan 33,3% memiliki kualitas tidur baik. Setelah diberikan pijat bayi, seluruh sampel (100%) memiliki kualitas tidur yang baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kualitas tidur bayi sebelum dan sesudah diberikan pijat bayi.
P Pelatihan Pijat Oksitosin pada Keluarga Ibu Hamil TM III dalam Peningkatan Dukungan Pemberian ASI Ekslusif di Klinik Pedungan Medika Denpasar Pande Putu Indah Purnamayanthi; Ni Made Risna Sumawati; Putu Ayu Dina Saraswati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i3.2539

Abstract

The purpose of this community service is to provide training to families of pregnant women in their third trimester, namely husbands, on how to do oxytocin massage independently. The method used is to collect respondents by holding a class for pregnant women in their third trimester at the Pedungan Medika Denpasar Clinic. The first implementation carried out was to provide counseling and then conduct demonstrations and training for pregnant women in their third trimester. Participants in this activity were pregnant women in their third trimester and their families at the Pedungan Medika Denpasar Clinic. It is hoped that after conducting the training, families, especially husbands, can do oxytocin massage on pregnant women in their third trimester at home so that mothers will be confident in breastfeeding their babies later.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP NYERI PADA IBU POST SECTIO CAESAREA Dewi, Putu Ayu Selfian; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47949

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu proses persalinan melalui sayatan pada dinding abdomen dan uterus yang masih utuh dengan berat janin lebih dari 1.000 gram. Persalinan sectio caesarea memberikan dampak ketidaknyamanan karena nyeri pasca operasi yang akan berdampak pada resiko terjadi pembekuan darah serta masalah menyusui baik terhadap ibu maupun bayi, dan melewatkan waktu IMD. Penatalaksanaan nyeri secara non farmakologi salah satunya teknik relaksasi autogenik. Relaksasi autogenik adalah jenis psychophysiologikal psikoterapi berdasarkan sugesti yaitu relaksasi yang bersumber dari diri sendiri berupa kata kata atau kalimat pendek atau pikiran yang bisa membuat pikiran tentram.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Autogenik terhadap Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada. Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperiment Design dengan pendekatan non-equivalent control group design. Teknik pengambilan data menggunakan nonprobability sampling dengan consecutive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji mann whitney. Hasil uji mann whitney uji statistik yang dilakukan untuk membandingkan skala nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap nyeri pada ibu post sectio caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada. Bedasarkan hasil penelitian ini, diharapkan Ibu Post Sectio Caesarea dapat menerapkan Teknik Relaksasi Autogenik untuk  mengurangi Nyeri pada Ibu Post Sectio Caesarea di ruang Margapati RSD Mangusada.
PENGARUH EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI RUANG BERSALIN RSD MANGUSADA Yuliawati, Made; Karuniadi, I Gusti Agung Manik; Purnamayanthi, Pande Putu Indah
SAKTI BIDADARI (Satuan Bakti Bidan Untuk Negeri) Vol 8 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Islam Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/bidadari.2025.8.2.86-98

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa fisiologis.Keadaan normal yang dialami selama persalinan yaitu persalinan akan dimulai saat ibu mulai merasakan mulas di perut secara teratur, durasi semakin lama dan rasa sakit meningkat. Nyeri persalinan dirasakan mulai Kala I yang bersifat visceral yang terasa pada permukaan perut sebelah bawah dan bervalidasi ke arah panggul dan lumbal bawah. Salah satu keluhan yang sering dirasakan ibu bersalin adalah nyeri saat kontraksi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu Effleurage Massage. Effleurage Massage adalah bentuk teknik pijatan dengan menggunakan telapak tangan yang memberikan tekanan lembut pada bagian atas tubuh dengan mengerakan melingkar berulang kali.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Effleurage Massage Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin kala I fase aktif yang mengalami nyeri persalinan sebanyak 40 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis yang digunakan uji mann-whitney. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney didapatkan nilai p-value <0,05 maka Ha diterima artinya ada perbedaan Effleurage Massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil Uji statistic yang dilakukan pada kelompok kontrol dan intervensi didapatkan nilai p-value sebesar 0,001 yang artinya terdapat pengaruh Effleurage Massage terhadap nyeri persalinan kala I fase aktif di Ruang Bersalin RSD Mangusada. Diharapkan ibu bersalin dapat menerapkan Massage Effleurage untuk mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.