Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

SCOPING REVIEW: MENGKAJI DAMPAK PERKAWINAN ANAK Argaheni, Niken Bayu; Juwita, Septiana
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2869

Abstract

Pendahuluan: Perkawinan anak merupakan isu global dengan implikasi sosial, ekonomi, dan kesehatan yang signifikan bagi individu dan masyarakat. Tujuan: scoping review ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak perkawinan anak pada berbagai aspek kehidupan individu. Metode: Metodologi penelitian ini adalah tinjauan pelingkupan menggunakan daftar periksa prisma-ScR, alat penilaian kritis Joanna Briggs Institute (JBI), dan kerangka kerja PEO. Ini menggunakan empat database—Pubmed, Willey, Proquest, dan ScienceDirect—yang kriteria inklusinya adalah artikel asli berbahasa Inggris yang dapat diakses dalam teks lengkap antara 2019 dan 2023. Hasil: Dari 395 publikasi, kami menemukan sembilan yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Kajian pelingkupan saat ini mengidentifikasi mortalitas dan morbiditas, akses ke dan penggunaan layanan kesehatan seksual dan reproduksi, pendaftaran pernikahan dan kelahiran, dan hubungan dengan mertua. Kesehatan seksual dan reproduksi, nutrisi, dan anemia. Sementara mengidentifikasi intervensi efektif yang dapat mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pengantin anak berada di luar cakupan penelitian ini, temuan kami menggarisbawahi pentingnya intervensi yang menunda inisiasi pernikahan dan reproduksi, serta kebijakan dan program yang mengenali risiko yang unik dan akut. kerentanan yang dihadapi oleh gadis-gadis yang sudah menikah. Kesimpulan: Temuan tinjauan pelingkupan ini menyoroti dampak buruk perkawinan anak terhadap status gizi dan perkembangan. Pernikahan dini sering mengakibatkan terbatasnya kesempatan pendidikan bagi anak perempuan, kehamilan dini, akses kesehatan yang tidak memadai, dan praktik gizi ibu dan anak yang buruk. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap peningkatan risiko stunting pada anak yang lahir dari pengantin anak.
Optimalisasi Peran Ibu melalui Pijat Bayi di Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu; Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16096

Abstract

ABSTRAK Seribu hari (1000) hari kehidupan pertama merupakan waktu penting bagi anak karena pada rentang waktu ini pertumbuhan dan perkembangan terjadi secara signifikan. Apabila tidak mendapatkan stimulasi dan gizi yang cukup maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dapat terjadi apabila kebutuhan fisik, psikologis, dan stimulasi bayi tidak terpenuhi dengan baik. Pijat bayi merupakan salah satu metode yang mampu memenuhi kebutuhan psikologi dan stimulasi bayi dan anak. Mengetahui adanya perbedaan pengetahuan ibu bayi sebelum dan setelah pelatihan pijat bayi.  Untuk mengukur pengetahuan ibu menggunakan kuesioner sebelum dan sesudan pelatihan. Uji statistik yang digunakan adalah Paired T-test. Pelatihan pijat bayi menggunakan metode simulasi. Terdapat perbedaan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah pelatihan pijat bayi. Pelatihan pijat bayi efektif meningkatkan pengetahuan ibu seputar pijat bayi. Kata Kunci: Ibu, Peran, Pijat Bayi  ABSTRACT The first thousand days (1000) of life is an important period for children because significant growth and development occurs during this period. Lack of stimulation and inadequate nutrition will impact on the growth and development of the baby. Delays in growth and development can occur if the baby's physical, psychological and stimulation needs are not met properly. Baby massage is a method that can meet the psychological and stimulation needs of babies and children. To determine the difference in mothers' knowledge before and after baby massage training. Measuring mother's knowledge using a questionnaire before and after training. Data analysis techniques using statistical tests paired T test. Baby massage training using simulation methods. There were differences in mothers' knowledge before and after baby massage training. Baby massage training is effective in increasing mothers' knowledge about baby massage. Keywords: Mother’s Role, Baby Massage, Knowledge
Pengabdian Masyarakat: Seminar Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi pada Ibu Hamil, Ibu Bersalin dan Ibu Nifas Wilayah Puskesmas Gilingan Argaheni, Niken Bayu; Wulandari, Nur Furi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20359

Abstract

ABSTRAK Komplikasi kehamilan, persalinan, dan nifas masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu strategi promotif dan preventif untuk mengurangi risiko tersebut melalui edukasi yang tepat bagi ibu hamil. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu hamil, termasuk yang memiliki faktor risiko tinggi, melalui pelaksanaan seminar tatap muka bersama dokter spesialis kebidanan dan kandungan (SpOG) dalam rangka mendukung keberhasilan Program P4K. Kegiatan dilakukan dalam bentuk seminar edukatif dengan penyampaian materi oleh pakar serta sesi diskusi interaktif. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil di wilayah binaan, termasuk ibu dengan kondisi risiko tinggi seperti hipertensi, anemia, dan KEK. Evaluasi dilakukan secara deskriptif terhadap perubahan perilaku dan hasil kehamilan. Seluruh ibu hamil yang mengikuti seminar menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Tidak ditemukan komplikasi pada ibu saat persalinan dan nifas. Namun, dua kasus bayi lahir dengan berat badan rendah ditemukan pada ibu dengan riwayat hipertensi. Seminar P4K terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan dan kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan, serta mendukung peran P4K dalam pencegahan komplikasi. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala di komunitas, terutama pada kelompok kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci: P4K, Ibu Hamil, Kehamilan Risiko Tinggi, Edukasi Kesehatan, Komplikasi Persalinan  ABSTRACT Pregnancy, childbirth, and postpartum complications remain the leading causes of maternal and neonatal mortality in Indonesia. The Birth Planning and Complication Prevention Program (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi, or P4K) is one of the government’s promotive and preventive strategies to reduce such risks through proper education for pregnant women. This activity aims to increase the knowledge and awareness of pregnant women, including those with high-risk conditions, through face-to-face seminars with obstetrics and gynecology specialists (Ob-Gyns), in support of the successful implementation of the P4K program. The activity was conducted in the form of an educational seminar featuring expert presentations and interactive discussion sessions. The target participants were pregnant women in a designated community area, including those with high-risk conditions such as hypertension, anemia, and chronic energy deficiency (CED). Evaluation was conducted descriptively, focusing on behavioral changes and pregnancy outcomes. All pregnant women who participated in the seminar demonstrated improved understanding of the importance of maintaining a healthy lifestyle and attending routine antenatal care. No maternal complications occurred during childbirth or the postpartum period. However, two cases of low birth weight (LBW) were found among babies born to mothers with a history of hypertension. The P4K seminar was proven effective in enhancing health literacy and preparedness among pregnant women for childbirth, while also reinforcing the role of P4K in preventing complications. Similar initiatives are recommended for regular implementation at the community level, especially for high-risk pregnancy groups. Keywords: P4K, Pregnant Women, High-Risk Pregnancy, Health Education, Childbirth Complications
“ITU PILIHAN TERBAIK!”: MEMAHAMI PERSEPSI WANITA TERHADAP TUBEKTOMI Fatmawati, Riswi Alinda; Sari, Atriany Nilam; Argaheni, Niken Bayu; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Putri, Noviyati Rahardjo
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11914

Abstract

Background: The participation of women as tubectomy acceptors in Indonesia is only 4.2%. Various factors play a role in decision making, this is also influenced by each woman's perception regarding tubectomy. Objective: To explore women's perceptions of tubectomy and their relationship to factors that influence decision making regarding tubectomy selection. Method: Qualitative research, phenomenological study using in-depth interviews with 8 informants at the Colomadu I Community Health Center. Informants were recruited using a linear snowball sampling technique. The findings were processed using NVivo version 12 Plus software inductively with analysis techniques according to Miles, et al. Results: Informants gave various statements regarding perceptions of tubectomy, including tubectomy as a contraceptive solution, permanent, effective in terminating pregnancy, permitted in Islam, economical, safe, easy to use and comfortable. The reasons behind the informants' desire to use tubectomy were varied, such as parity, husband's role, obstetric history, and age. Conclusion: All informants have a positive perception of tubectomy from the perspective of procedure, law, costs, and advantages of tubectomy. People closest to you, such as husbands and friends, are important when considering decision making. Health workers as the front guard have an equally important role in forming positive perceptions of tubectomy.
PENTINGNYA RELAKSASI IBU HAMIL TRIMESTER KETIGA MELALUI YOGA KEHAMILAN UNTUK MENCEGAH KECEMASAN YANG BERLEBIHAN Argaheni, Niken Bayu; Juwita, Septiana; Laili, Nur; Darmiati; Kurniawati, Endah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar perempuan menganggap kehamilan sebagai sumber kegembiraan, kepuasan, kedewasaan, realisasi diri, dan kebahagiaan, namun disisi lainnya banyak perempuan mengalami kecemasan. Dewasa ini, yoga menjadi olahraga populer di seluruh dunia. Yoga merupakan suatu olahraga yang memadukan postur tubuh, pengaturan napas, dan dan meditasi dikaitkan dengan perkembangan kesehatan dan kesadaran tubuh. Tujuan pengabdian adalah untuk melakukan edukasi mengenai kecemasan kehamilan trimester kedua dan ketiga serta mengatasi masalah yang dialami dengan senam yoga melalui kelas hamil. Metode yang digunakan berupa edukasi kecemasan melalui kelas hamil.  Hasil pengabdian menunjukkan 93,3% ibu hamil mengatakan kecemasannya berkurang. Dapat disimpulkan bahwa yoga dapat menjadi media yang efektif untuk dapat mengurangi kecemasan pada ibu hamil. Seyogyanya tenaga Kesehatan harus lebih sadar dengan kecemasan ibu dan melakukan intervensi yang tepat. Kata Kunci: Kehamilan; Yoga; Kecemasan
Efektivitas Media Edukasi Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Menstrual Hygiene pada Siswi SMPN 1 Geger Pramesti, Zelin Patarena Dawi; Argaheni, Niken Bayu; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Maulina, Rufidah; Nugraheni, Angesti
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.76574

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi terjadinya infeksi saluran reproduksi di Indonesia masih cukup tinggi dikarenakan kurangnya hygiene pada genetalia. Upaya dalam menurunkan terjadinya infeksi saluran reproduksi dengan pemberian pendidikan kesehatan menstrual hygiene pada perempuan.Tujuan: Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan booklet terhadap pengetahuan dan sikap menstrual hygiene pada siswi.Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental menggunakan desain pretest-posttest with control grup design. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap.Hasil dan Pembahasan: Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukan peningkatan pengetahuan dan sikap dengan p-value 0.000. Analisis uji Mann Whitney didapatkan hasil nilai p-value 0.000 bahwa terdapat pengaruh pemberian pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap menstrual hygiene.Kesimpulan: Intervensi pendidikan kesehatan dengan booklet berpengaruh pada peningkatan pengetahuan dan sikap. Diharapkan intervensi pendidikan kesehatan dapat menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
Differences in knowledge and attitudes of bride to be women before and after receiving health education about preconception nutrition through a WhatsApp group Andriani, Evi; Sulistiawati, Rini; Utami, Rahayu Budi; Argaheni, Niken Bayu
ELECTRON (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 3 (2024): ELECTRON (Journal of Science and Technology)
Publisher : Borneo Scientific Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/electron.v6i3.659

Abstract

Preconception health, particularly nutritional status, is a crucial factor in pregnancy preparation and is closely associated with maternal and neonatal outcomes. In West Kalimantan, the proportion of pregnant women at risk of Chronic Energy Deficiency (CED) reached 14.0% in 2017. Additionally, the prevalence of Low Birth Weight (LBW) increased from 3.20% in 2016 to 3.62% in 2017. This study aimed to determine differences in knowledge and attitudes of prospective brides before and after receiving health education on preconception nutrition delivered through a WhatsApp group in the West Pontianak Office of Religious Affairs (KUA) area. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 41 respondents were selected using consecutive sampling. Primary data were collected using a structured questionnaire. The results showed a significant improvement in both knowledge and attitudes of prospective brides after the health education intervention, with a p-value < 0.05 (p = 0.000). In conclusion, health education delivered through WhatsApp groups is effective in improving knowledge and attitudes regarding preconception nutrition among prospective brides.
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU BADUTA TENTANG KONSEP DASAR MPASI DENGAN MEDIA LEAFLET DI POSYANDU Kusmawati, Iffah Indri; Putri, Noviyati Rahardjo; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Nugraheni, Angesti; Argaheni, Niken Bayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33172

Abstract

Abstrak: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat pada anak usia 6–24 bulan sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal serta mencegah masalah gizi seperti stunting, wasting, dan underweight. Namun, banyak ibu balita (baduta) yang belum memahami konsep dasar MPASI, termasuk jenis, tekstur, frekuensi pemberian, serta risiko MPASI yang tidak sesuai usia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu baduta mengenai MPASI melalui edukasi berbasis leaflet di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada wilayah kerja duaPuskesmas di Kota Surakarta (Gajahan, dan Ngoresan). Kegiatan diikuti oleh 17 ibu balita dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi menu MPASI berdasarkan kelompok usia (6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–23 bulan). Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda, serta observasi partisipatif. Hasil tabulasi awal menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan skor pengetahuan peserta pre dan post-test yaitu 7,85 menjadi 9. Edukasi MPASI dengan media leaflet dapat meningkatkan pemahaman ibu, sehingga pengabdian selanjutnya dapat fokus pada modul praktis MPASI berbasis bahan lokal dan pelatihan memasak.Abstract: Appropriate complementary feeding (MPASI) for children aged 6–24 months plays a critical role in supporting optimal growth and development, as well as preventing nutritional problems such as stunting, wasting, and underweight. However, many mothers of toddlers still lack adequate knowledge about the basic principles of MPASI, including appropriate types, textures, feeding frequency, and the risks of inappropriate timing. This community service program aimed to improve maternal knowledge about MPASI through leaflet-based education at Integrated Primary Service Posyandu (ILP) in the working areas of three Public Health Centers (Puskesmas) in Surakarta City: Gajahan and Ngoresan. A total of 17 mothers of toddlers participated in the program, which consisted of interactive lectures, group discussions, and demonstrations of age-appropriate MPASI menus (6–8 months, 9–11 months, and 12–23 months). Evaluation was conducted using a pre-test and post-test containing 10 multiple-choice questions, alongside direct observation during the sessions. Preliminary tabulation results indicated a positive trend in participants’ knowledge scores pre and post-test: from 7,85 to 9. MPASI education using leaflets can improve mothers understanding, so that in the future they can focus more on practical MPASI modules based on local ingredients and cooking training.
Association Between Glycated Hemoglobin (HbA1c) Levels and Mean Platelet Volume (MPV) in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Utami, Aloysia Flower Lula; Prabowo, Nurhasan Agung; Hermawati, Berty Denny; Putri, Desy Puspa; Argaheni, Niken Bayu
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 24 No 1 (2026): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol24.Iss1.2334

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia, which can trigger inflammatory responses contributing to various vascular complications. Inflammation plays a key role in the pathogenesis of DM-related complications through mechanisms involving oxidative stress and activation of NF-κB signaling, which influence platelet production and activity. Given inconsistent findings regarding the association between HbA1c and mean platelet volume (MPV) in previous studies, this study aims to investigate the relationship between HbA1c and MPV, a pro-thrombotic and inflammatory marker, in patients with type 2 diabetes mellitus. This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach. Data were collected from the medical records of Universitas Sebelas Maret (UNS) Hospital, Indonesia, using purposive sampling. HbA1c and MPV data were obtained from patients’ medical records over the past year. Statistical analysis was performed using the Shapiro–Wilk normality test and Pearson correlation test. A total of 38 samples were included in the study. The mean HbA1c level was 10.37% (range: 6.50–16.10), while the mean MPV was 9.38 fL (range: 7.30–12.50). Pearson correlation test showed a significant relationship between HbA1c and MPV (r = 0.467; p = 0.003). There is a significant positive correlation between HbA1c and MPV in patients with type 2 diabetes mellitus.      
SCOPING REVIEW: APPLICATION OF TACTILE/KINESTHETIC STIMULATION IN PRETERM INFANTS Juwita, Septiana; Argaheni, Niken Bayu; Alristina, Arie Dwi
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 11, No 1 (2023): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v11i1.66530

Abstract

Background: Premature birth is the birth of a baby born less than 37 weeks gestational age with low birth weight are still a major concern in developing countries Low Birth Weight (LBW). That is puts babies at risk not only for neonatal complications, but also for other high-risk factors such as developmental disorders that can be indicated by the baby's physiological and behavioral responses.Objective: To assess the effect of tactile/kinesthetic stimulation on weight gain in preterm infants.Methods: literature search was conducted from the Google Scholar database. Clinical trials studying tactile stimulation or massage therapy in Indonesia whether or not it is related to kinesthetic stimulation of premature infants; who assessed weight gain after the intervention; which has a control group and is compiled in Indonesian. Search results using these keywords yielded 31 articles. Then filtered articles with inclusion and exclusion criteria obtained 24 articles. Selection of the next article by eliminating duplication of articles with the results of 17 articles. Furthermore, the elimination of articles based on a complete arrangement of as many as 4 articles. Of these, meet the inclusion criteria.Result: There are many differences in the application of tactile/kinesthetic stimulation techniques to research. Also, many studies do not describe the side effects that occur during stimulation, the actions taken when the event occurs, and their effect on outcomes.Conclusion: These studies make a relevant contribution to the indications for tactile/kinesthetic stimulation. However, there is no standard for such applications. Future studies should describe the side effects of tactile/kinesthetic stimulation interventions.