Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIKA

PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN POC URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.) M. Djibran, Dayyan Hikmal; Triani, Nova; Dewanti, Felicitas Deru
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6434

Abstract

ABSTRAKJagung manis banyak digemari sebab mempunyai rasa lebih manis, beraroma lebih harum dan bergizi lebih tinggi. Pemupukan yang dilakukan petani selama ini terlalu banyak menggunakan pupuk anorganik yang tidak sesuai dosis. Metode ini tidak efektif dan mengganggu keseimbangan sifat-sifat tanah sehingga menurunkan produktivitas tanaman dan menghasilkan residu yang berbahaya bagi ekosistem. Untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik perlu pengaplikasian pupuk organik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK (N) dengan taraf 5 g/tanaman, 10 g/tanaman dan 15 g/tanaman. Faktor kedua yaitu dosis POC urin kelinci dengan taraf yaitu 150 ml/tanaman, 225 ml/tanaman dan 300 ml/tanaman. Kontrol dibuat dengan pemberian pupuk NPK 100% tanpa POC urin kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwasa tidak terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan dosis pupuk NPK dengan POC urin kelinci terhadap semua parameter pengamatan. Masing-masing perlakuan dosis pupuk NPK 15 g/tanaman maupun faktor tunggal pada perlakuan dosis POC urin kelinci 300 ml/tanaman pada tanaman jagung manis memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun, panjang tanaman, diameter batang, bobot tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol. Tetapi semua perlakuan tersebut belum dapat menyamai hasil yang diperoleh perlakuan kontrol dosis pupuk NPK 20 g/tanaman (dosis anjuran 100%).  ABSTRACTSweet corn is popular because it has a sweeter taste, has a more fragrant aroma and more nutritious. Fertilization carried out by farmers so far uses too much inorganic fertilizer which is not in the appropriate dosage. This method is ineffective and disrupts the balance of soil properties, thereby reducing plant productivity and producing residues that are harmful to the ecosystem. To reduce dependence on inorganic fertilizers, it is necessary to apply organic fertilizers. The research used a factorial randomized block design (RAK). The first factor was the dose of NPK (N) fertilizer with levels of 5 g/plant, 10 g/plant and 15 g/plant. The second factor was the dose of rabbit urine POC with levels namely 150 ml/plant, 225 ml/plant and 300 ml/plant. Controls were made by recommended 100% NPK fertilizer without rabbit urine POC. The results of the study showed that there was no interaction between the combination of treatment doses of NPK fertilizer and rabbit urine POC on all observed parameters. Each treatment with an NPK fertilizer dose of 15 g/plant and the single factor treatment with a rabbit urine POC dose of 300 ml/plant on sweet corn plants gave the highest results in the parameters of number of leaves, plant length, stem diameter, cob weight without husk and cob diameter. However, all these treatments were not able to match the results obtained by the control treatment with an NPK fertilizer dose of 20 g/plant (100% recommended dose). 
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) Hidayatullah, Muchammad Fajar; Dewanti, Felicitas Deru; Moeljani, Ida Retno
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6682

Abstract

Tanaman paria (Momordica charantia L.) merupakan komoditas hortikultura sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi tanaman paria dapat ditingkatkan melalui beberapa cara di antaranya dengan pemberian urin kelinci dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urin kelinci dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria. Penelitian dilakukan di Desa Panjerejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan dan kontrol. Konsentrasi urin kelinci sebagai petak utama (main plot) dan macam pupuk kandang sebagai anak petak (sub plot). Konsentrasi urin kelinci terdiri dari empat taraf yaitu: U0= 0 ml/l, U1= 10 ml/l, U2= 20 ml/l, dan U3= 30 ml/l. Macam pupuk kandang terdiri dari tiga taraf yaitu: K1= pupuk kandang ayam, K2= pupuk kandang sapi, dan K3= pupuk kandang guano. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk NPK. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi urin kelinci dan macam pupuk kandang terhadap parameter jumlah bunga tanaman paria saja. Pupuk kandang sapi meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah buah/tanaman, dan diameter yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kandang ayam. Perlakuan konsentrasi urin kelinci 20 ml/l memberikan hasil yang tidak berbeda dengan perlakuan konsentrasi 10 ml/l dan 30 ml/l pada parameter panjang tanaman, jumlah bunga betina, diameter buah dan jumlah buah/tanaman.