Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok terhadap Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Alifia Azzahra; Guniarti Guniarti; F. Deru Dewanti
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.407 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1076

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi media tanam dan konsentrasi POC kulit pisang kepok terbaik, serta mengetahui interaksi diantara keduanya. Penelitian dilakukan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah komposisi media tanam, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M0 : tanah, M1 : tanah : arang sekam dengan perbandingan 1:1/polybag, M2 : tanah : kompos dengan perbandingan 1:1/polybag, M3 : tanah : arang sekam : kompos dengan perbandingan 1:1:1/polybag. Faktor kedua adalah konsentrasi POC kulit pisang kepok, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu K0 : 200 ml.l-1, K1 : 300 ml.l-1, K2 : 400 ml.l-1, K3 : 500 ml.l-1. Komposisi media tanam tanah : sekam : kompos 1:1:1 dan POC kulit pisang kepok konsentrasi 500 ml.l-1 memberikan pengaruh nyata pada umur muncul bunga (44,58 hari), jumlah buah per tanaman periode 3 (36,33 buah), bobot buah per tanaman periode 3 (64,66 gr), dan bobot buah total panen per tanaman (150,87 gr). Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tanah-sekam-kompos 1:1:1/polybag dan konsentrasi POC 500 ml.l-1.
Respon Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) terhadap Macam Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Buah Assa Najah Assadiyah; F. Deru Dewanti; Agus Sulistyono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.967 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1079

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura yang kebutuhannya meningkat setiap tahunnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tomat yang optimal dapat dilakukan dengan cara menggunakan media tanam organik dan pupuk organik cair limbah buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi media tanam organik dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu M0 : Tanah, M1 : Tanah : arang sekam dengan perbandingan 1:1/polybag, M2 : Tanah : pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:1/polybag, M3 : Tanah : arang sekam : pupuk kandang sapi dengan perbandingan 1:1:1/polybag dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah (P) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 : 200 ml/l, P1 : 250 ml/l, P2 : 300 ml/l, P3 : 350 ml/l, sehingga didapatkan 16 kombinasi yang masing-masing diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi macam media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman, jumlah buah total per tanaman, bobot buah per periode panen, bobot buah total per tanaman, dan persentase fruit set. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam tanah : sekam : pupuk kandang sapi 1:1:1 dan konsentrasi pupuk organik cair limbah buah 300 ml/l.
Respon Pertumbuhan Setek Batang Rosmarinus officinalis L. Terhadap Variasi Media Tanam Dan Konsentrasi Air Kelapa Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Zulfikar Alvin Naufal; Felicitas Deru Dewanti; Sutini Sutini
Wahana-Bio: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol 15, No 1 (2023): Wahana-Bio Edisi Mei 2023
Publisher : Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/wb.v15i1.15219

Abstract

Rosemary is one of the aromatic herb plants that is known to challenges in its seed production because the propagation of rosemary still relies on seed germination with low germination rates. To overcome this. This research aims to determine the growth response of rosemary stem cuttings to the application of Plant Growth Regulator (PGR) in the form of coconut water, variations in growing media, and their interaction. The study was conducted using a Completely Randomized Design with the variation of growing media and different concentrations of coconut water PGR solution. The experiment was conducted in a greenhouse, with a total of 15 treatment combinations repeated 3 times. The observed parameters included root length, number of roots, and number of shoots, with observations made every two weeks. The results showed that the combination of coconut water concentration and variation in growing media significantly interacted with the growth parameters, namely root length and number of roots. Additionally, individual factors such as the mixed soil and rice husk charcoal growing medium and 75% coconut water concentration separately had a significant effect on the number of sprouts at 42 and 56 days after planting.
KOMPOSISI VEGETASI DI RUANG TERBUKA HIJAU DATARAN RENDAH, SURABAYA TIMUR Puji Lestari Tarigan; Felicitas Deru Dewanti
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 1 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Agrotechnology Study Program, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman jenis tumbuhan dapat ditemukan pada kondisi lahan yang berbeda. Di Ruang Terbuka Hijau terdapat berbagai jenis tanaman yang tumbuh bebas. Kualitas ruang terbuka sangat berkaitan dengan vegetasi yang tumbuh di ruang tersebut, yang menyangkut jenis, bentuk, lokasi tanam, jumlah dan kondisinya. Struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan dipengaruhi oleh interaksi komponen ekosistem lainnya sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor lingkungan. Vegetasi dataran rendah sangat bervariasi. Untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi pada Ruang Terbuka Hijau di dataran rendah dapat menggunakan analisis vegetasi. Analisis vegetasi merupakan suatu cara untuk mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi pada sekelompok tumbuhan. Alat dan bahan yang digunakan pada penelitian yaitu, meteran, tali rapia, cangkul kecil, alat tulis dan kamera. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuadrat. Metode kuadrat merupakan cara yang mudah dan cepat untuk mengetahui komposisi, dominansi, dan menaksir komposisi vegetasi. Ukuran kuadrat yang digunakan yaitu, 1x1 m. Pengamatan dilakukan sebanyak 8 ulangan. Penentuan analisis dilakukan dengan melempar kuadrat ke areal secara acak. Parameter pengamatan terdiri dari; Kerapatan (K), Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi (F), Frekuensi Relatif (FR) dan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Cyperus rotundus memiliki nilai K=60, KR=29,8%, FM=37,5%, FR=11,1%, dan INP=40,9%. Tumbuhan ini mendominasi Ruang Terbuka Hijau pada dataran rendah, Surabaya Timur. Karena tumbuhan tersebut memiliki daya adaptasi yang besar dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Keberadannya mendukung fungsi ekologis Ruang Terbuka Hijau.
Vitamin E and Antioxidants Content of Portulaca oleracea L. Form Various Altitudes in East Java, Indonesia F Deru Dewanti; Bambang Pujiasmanto; Sukendah Sukendah; Ahmad Yunus
Journal of Biodiversity and Biotechnology Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Biodiversitas (P3BB) LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jbb.v1i1.50384

Abstract

This study aims to obtain purslane plants as a source of local food and a quality bioactive component from various altitudes in East Java, Indonesia. Purslane planting materials were collected from the lowlands <200 m asl in Surabaya, medium plains 200-800 m asl in Malang DAU, and highlands> 800 m asl in Batu, Malang. Analysis of vitamin E was as total tocopherol. The results of the analysis of the content of Portulaca oleraceae L. of vitamin E were as followed: in the highlands 0.1056%, medium lands 0.1253%, and lowlands 1.162%. The analysis showed that Portulaca oleraceae L. could be a source of high quality local food and bioactive components because it contains vitamin E and antioxidants.Keywords: bioactive components; local food; lowland. 
Analisis Vegetasi dan Identifikasi Kandungan Fitokimia Gulma pada Lahan Tebu (Saccharum officinarum L.): Vegetation Analysis and Potentials Phytochemical Identification of Weed in Sugarcane Fields (Saccharum officinarum L.) Puji Lestari Tarigan; F. Deru Dewanti
Agrocentrum Vol. 1 No. 1 (2023): Agrocentrum
Publisher : Agriculture Faculty - UPN "Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrocentrum.v1i1.2

Abstract

Sugarcane is one of the dry land commodities. Biotic and abiotic factors can influence sugarcane growth. Sugar cane can experience disturbances caused by wild plants around it. Weeds are nuisance plants that can decrease sugarcane production. Besides that, the diversity of weeds also has much potential to become a source of food, industry, and medicine. There are 10 species of weeds were found growing at the same time. Through biological identification, it is known that there are 2 types of weeds broad-leaf weeds and narrow-leaf weeds/grasses. Based on observations, the most dominant weed species is Cayratia trifolia. This weed belongs to the broad-leaf type, has a perennial life cycle, and reproduces by root tubers and seeds. Weeds can be controlled effectively using the 0.5% 240SL method. The most appropriate time for weed control in sugarcane is 60-120 hst. In addition, from the literature review, it is known that all weeds have the potential to be used as medicines for human health and also for biological control. So, this really supports science development for advanced use.
Pengaruh Dua Teknik Penanaman Vertical Garden dan Media Tanam pada Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Selada Merah (Lactuca sativa var. Red rapid) Kasana, Adinda Fany; Nugrahani, Pangesti; Dewanti, Felicitas Deru
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 11 No. 2 (2023): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v11i2.204

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi dan kesehatan menyebabkan bertambahnya permintaan akan sayuran, termasuk selada merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui budidaya tanaman selada merah (Lactuca sativa var. Red rapid) yang optimal melalui kombinasi media tanam dengan dua teknik penanaman vertical garden. Penelitian dilaksanakan  di dinding terbuka di lantai 2 di Blitar, Jawa Timur pada bulan April 2021 s/d Juni 2021. Penelitian disusun secara faktorial dengan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dan 2 faktor. Faktor I sebagai faktor utama adalah teknik penanaman, yang terdiri dua taraf yaitu teknik penanaman menggunakan geotextile (GT) dan teknik penanaman menggunakan pot (PT). Faktor II dengan komposisi media yang terdiri dari tanah, arang sekam, dan cocopeat dengan maksimal berat 300 gram serta 5 ulangan pada masing-masing taraf. Lima taraf pada Vertical Garden teknik pot yaitu: PT0 (Tanah tanpa penambahan arang sekam dan cocopeat); PTS1 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 1:1; PTS2 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 2:1); PTC1 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 1:1); PTC2 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 2:1). Sedangkan lima taraf pada Vertical Garden teknik geotextile yaitu: GT0 (Tanah tanpa penambahan arang sekam dan cocopeat); GTS1 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 1:1; GTS2 (Tanah dengan arang sekam perbandingan 2:1; GTC1 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 1:1); GTC2 (Tanah dengan cocopeat perbandingan 2:1). Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan macam media tanam dan teknik penanaman vertical garden memberikan pengaruh nyata pada hasil tanaman selada merah (L. sativa var. Red rapid).
Agronomic Characteristics of Various Soybean Varieties (Glycine Max, Merril) Under Drought Stress Conditions Yonny Koentjoro; Sukendah; F. Deru Dewanti
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Agroteknologi 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4011

Abstract

Drought conditions are a problem that is often found in soybean cultivation because in general soybeans are planted in the dry season where production is largely determined by the amount of water given. This study aims to evaluate the physiological and production characteristics of several soybean varieties under drought-stress conditions. 10 soybean varieties were tested at three levels of watering. This study was designed using a Completely Randomized Design with Factorial. The research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture at Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. The results showed that increasing the concentration of PEG given in the germination phase decreased germination, primary root length, and number of seminal roots. A significant interaction between varieties and water application occurs in the variable pod weight per plant. The genetic diversity of each variety tested showed differences in all of the observed variables. The decreasing availability of water affects all metabolism in plants, giving 50% of the normal requirement of water shows the lowest results in all observed variables. While giving 75% water is generally not significantly different from giving 100% water for normal needs
Effect of Organic Planting Media on the Growth of Purslane (Portucala oleracea L.) Seedling F. Deru Dewanti; Sukendah; Puji Lestari Tarigan; Yonny Koentjoro
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Magister Agroteknologi 2022
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2023.3205

Abstract

Purslane is an annual plant that has various benefits. This plant contains omega 3 which is equivalent to other types of vegetables. So far, purslane is still considered a weed, so it doesn't have a cultivation technique to get the results. This study aims to obtain a combination of planting media for the growth of purslane. This research is the beginning to increase the purslane omega 3 content. Because genetic factors and environmental conditions can affect the growth and development as well as the chemical content of plants. The experimental design used a completely randomized design (CRD). The planting media used were: soil, soil + husk charcoal, soil + compost, and soil + husk charcoal + compost. The treatment was repeated 4 times, so there are 12 observation units. Observations were made on the number of leaves and the number of branches. The results showed that the combination of soil+compost gave the best effect on the number of leaves and the number of branches of the purslane seedling
Pengaruh Pemberian Bahan Organik dan Trichoderma sp. pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.) Kalimin, La Ode Radin Arsyahun; Dewanti, F. Deru; Wurjani, Widi
JURNAL PERTANIAN Vol 15, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v15i3.4389

Abstract

Seledri yang dikenal karena manfaat kesehatannya sering digunakan dalam pengobatan tradisional dengan daun organiknya yang populer dalam produk seperti jus sayuran dan salad. Bahan organik sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang berkelanjutan seperti menyediakan nutrisi, meningkatkan struktur tanah, dan memfasilitasi aktivitas mikroba bermanfaat. Interaksi simbiotik antara Trichoderma sp. dan bahan organik dapat meningkatkan kualitas kegiatan pertanian, mendorong aktivitas mikroorganisme, dekomposisi bahan organik, dan mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kombinasi optimal antara bahan organik dan agen biologis Trichoderma sp. dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri, mengevaluasi dampak signifikan dari bahan organik, dan mengidentifikasi perlakuan paling berpengaruh dari agen biologis Trichoderma sp. pada pertumbuhan dan hasil seledri. Rancangan penelitian meliputi dua faktor, pada perlakuan bahan organik terdiri atas empat faktor yaitu faktor pertama tanpa pemberian bahan organik (B0), faktor kedua pupuk kompos (B1), faktor ketiga pupuk kandang sapi (B2) dan faktor keempat pupuk kandang kambing (B3), untuk perlakuan Trichoderma sp. Terdiri atas empat faktor yaitu faktor pertama tanpa permberian Trichoderma sp. (T0), faktor kedua Trichoderma sp. 25g/polybag (T1), faktor ketiga Trichoderma sp. 50 g/polybag (T2) dan faktor keempat Trichoderma sp. 75 g/polybag (T3). Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan organik dan Trichoderma sp. memiliki efek positif signifikan pada tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot panen total. Pupuk kandang kambing terbukti paling efektif untuk tinggi tanaman dan bobot panen. Kombinasi pupuk kambing dan Trichoderma sp. 75 g/polybag memberikan hasil terbaik untuk jumlah daun, menunjukkan efek sinergis. Kata Kunci: Bahan organik, seledri, Trichoderma sp.