Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis kualitas sperma dan proporsi kromosom X–Y Sapi Bali (Bos indicus) hasil sexing metode swim-up dengan variasi kadar albumin dan waktu inkubasi Amalia, Andi Dewi Reski; Permatasari, Artha Rezki; Hajrah, Hajrah; Muthiadin, Cut; Hafsan, Hafsan; Dirhamzah, Dirhamzah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64695

Abstract

Seleksi hewan berdasarkan jenis kelamin merupakan strategi penting dalam program pemuliaan dan produksi ternak karena berpengaruh terhadap efisiensi produksi dan nilai ekonomi. Peningkatan kebutuhan daging sapi mendorong penerapan teknologi reproduksi yang efisien, salah satunya melalui sexing sperma. Metode swim-up merupakan teknik sexing sperma yang relatif sederhana dan ekonomis. Namun, pada sapi bali, efektivitas metode ini masih perlu dikaji lebih spesifik terutama terkait pengaruh durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap pemisahan spermatozoa X dan Y serta kualitas spermatozoa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap kualitas semen beku sapi bali hasil sexing menggunakan metode swim-up, serta mengevaluasi proporsi spermatozoa X dan Y dan kualitas kromosom sperma setelah proses sexing. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan parameter pengamatan meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, morfometrik sperma, proporsi spermatozoa X dan Y, serta kualitas kromosom sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi durasi inkubasi dan kadar albumin berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kualitas sperma. Perlakuan inkubasi 15 menit dengan albumin 3% menghasilkan kualitas sperma terbaik dengan motilitas 14,00±6,02, viabilitas 26,67±7,57, dan abnormalitas terendah 5,67±5,50. Morfometrik sperma pasca sexing masih berada dalam kisaran normal. Proporsi spermatozoa X dan Y menunjukkan variasi antar perlakuan, dengan kecenderungan fraksi kromosom kelamin tertentu pada perlakuan optimal. Hasil skrining kromosom menunjukkan mayoritas spermatozoa memiliki kromosom yang utuh. Dengan demikian, metode swim-up diharapkan efektif digunakan untuk memisahkan spermatozoa berdasarkan kromosom kelamin tanpa menurunkan kualitas kromosom sperma sapi bali.
Standardisasi Rumah Potong Unggas Berbasis Prinsip Halal, Thayyib dan Ihsan: Tinjauan Integratif Multi-Perspektif Sains dan Syariat Hajah Thaha, Aminah; Ahmad, Arifuddin; Dirhamzah, Dirhamzah; Hafsan, Hafsan
Anoa: Journal of Animal Husbandry Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/anoa.v5i1.70035

Abstract

The acceleration of the commercial poultry industry demands a paradigm shift in quality assurance, moving from formal halal certification to a holistic fulfillment of halal, thayyib, and ihsan principles. Operational deviations in the field, such as introducing birds that are not completely dead into the scalding tank, represent a fatal critical control point that diminishes both sharia validity and carcass biological quality. This comprehensive review aims to synthesize prior scientific findings to construct a future Poultry Slaughterhouse standardization framework that integrates animal science, biology, and Islamic sharia perspectives. The methodology applied a systematic review approach of indexed scientific articles from Scopus, ScienceDirect, Sinta, and Garuda databases published between 2016 and 2026. The extracted data were tabulated into a synthesis matrix for critical analysis. The findings indicate that bleeding failure causes live chickens to drown in hot water, altering the carcass's legal status into carrion (maitah). Biologically, this phenomenon triggers extreme distress, causing a corticosterone spike that disrupts postmortem glycolysis, reduces water-holding capacity, and produces Pale, Soft, Exudative (PSE) meat characteristics highly susceptible to pathogenic bacterial contamination. Animal science engineering recommends calibrating conveyor speed to secure a minimum bleeding time of 90–120 seconds, or utilizing cone killers in non-industrial settings to mitigate pre-slaughter stress and ensure single-cut accuracy. Modern PSH standardization must unify administrative religious audits with empirical laboratory parameters by establishing new critical control points and appointing dual-competence quality control officers.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI KONSORSIUM BAKTERI INDIGEN POTENSIAL PENDEGRADASI LIMBAH CAIR RUMAH POTONG UNGGAS Lutfianti, Sri; Natsir, Dhela; Dirhamzah, Dirhamzah; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi
Teknosains Vol 20 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i2.69315

Abstract

Limbah cair rumah potong unggas (RPU) mengandung konsentrasi tinggi polutan organik kompleks, terutama protein dan lipid, yang sulit didegradasi secara efektif menggunakan sistem berbasis mikroorganisme tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengarakterisasi, dan memformulasikan konsorsium bakteri indigenous yang mampu meningkatkan efisiensi biodegradasi limbah cair RPU. Isolat bakteri indigenous diperoleh dari sedimen laguna anaerob rumah potong unggas dan diseleksi berdasarkan aktivitas proteolitik dan lipolitiknya. Tiga isolat unggul, yaitu RPU-1, RPU-3, dan RPU-7, dipilih serta diuji kompatibilitasnya sebelum diformulasikan menjadi suatu konsorsium. Konsorsium yang dihasilkan (KBP-RPU) kemudian dievaluasi pada reaktor batch aerob skala laboratorium yang berisi limbah cair RPU tanpa perlakuan awal selama 96 jam. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang signifikan pada parameter utama pencemar, yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 91,4 ± 1,4%, Biochemical Oxygen Demand (BOD) sebesar 88,7 ± 1,2%, dan total lipid sebesar 94,2% setelah 96 jam inkubasi. Pola penurunan parameter pencemar yang berlangsung secara bertahap selama masa inkubasi mengindikasikan bahwa konsorsium bakteri memiliki kemampuan biodegradasi yang efektif terhadap senyawa organik dan lipid dalam limbah cair RPU. Dibandingkan dengan sistem pengolahan biologis yang telah dilaporkan sebelumnya, konsorsium KBP-RPU menunjukkan efisiensi biodegradasi yang relatif tinggi dengan waktu retensi yang lebih singkat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsorsium bakteri indigenous berpotensi dikembangkan sebagai agen bioaugmentasi untuk mendukung pengolahan limbah cair rumah potong unggas yang berkelanjutan.