Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kematian Pasien COVID-19 Lansia di Ruang Rawat Inap RSUD Kabupaten Karanganyar Hidayati, Soraya; Prihartono, Nurhayati Adnan
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus COVID-19 terus menyebabkan lebih banyak orang menjadi sakit dan meninggal dunia setiap harinya. Selain itu, varian virus COVID-19 baru juga terus ditemukan. Lebih dari 80% kematian karena COVID-19 terjadi pada penderita yang memiliki komorbid dan berusia di atas 65 tahun. Perlu diketahui penyakit komorbid apa saja yang berpengaruh terhadap kematian pasien COVID- 19 lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor yang dapat meningkatkan risiko kematian COVID-19 pada pasien lansia yang melakukan rawat inap di RSUD Karanganyar mulai Januari 2020 - Mei 2021. Sebanyak 322 pasien COVID-19 lansia yang terdata dalam file database rekam medis pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Karanganyar digunakan dalam penelitian kuantitatif ini dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi logistik untuk menguji hubungan jenis kelamin, TBC paru, diabetes mellitus, ginjal kronis, stroke, dan jantung dengan kematian pasien COVID-19 lansia. Dari total sampel yang diteliti, sebanyak 18,9% diantaranya meninggal dunia. Pasien COVID-19 lansia perempuan yang meninggal dunia adalah sebanyak 54,1%. Dari total 61 pasien COVID-19 lansia yang meninggal, penyakit komorbid yang paling banyak diderita adalah DM (21,3%), hipertensi (16,4%), stroke (11,5%), ginjal kronis (8,2%), jantung (8,2%), dan TBC paru (3,3%). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa hanya riwayat hipertensi yang secara statistik terkait dengan peningkatan risiko kematian pada pasien COVID-19 lansia (OR= 2,647; 95% CI: 1,154 – 6,070), sedangkan variabel yang lainnya tidak berhubungan. Pasien lansia dengan komorbid tersebut perlu diprioritaskan untuk diberikan penanganan medis secara optimal karena lebih rentan terhadap kematian.
Trend of Non-Pharmacological Therapy for First Phase of Active Labor Pain: A Pilot Study Gunadi, Agus; Prihartono, Nurhayati Adnan
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are several of non-pharmacological therapies to be used as caring practice to mother with labor pain. This study aimed to observe the effectiveness of both single and combination therapy of warm compresses and counter pressure massage (CPM) for the management of labor pain during the first active phase through medical records. This is a pilot study that used a cohort prospective design. The total number of respondents was 90 respondents, divided into 3 groups based on the non-pharmacological therapy that was given by the midwives or nurses. Pain level was measured with NRS 11. The study was conducted at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital from May 2020 to September 2020. A comparative hypothesis analysis was done to compare the Pretest-Posttest of pain level between groups using the Wilcoxon, Kruskal-Wallis, and Post hoc Mann-Whitney tests with a significance of p <0.05. There was a reduction of 1.53 pain level of subject who received CPM, 1.16 by received warm compress and 1.67 for those who received combination therapy. It was found there was a significant difference between three groups with p=0.020. It was found that CPM was compared to Warm compress obtained p=0.017, CPM compared to Combination therapy obtained p=0.019, warm compress compared to combination therapy obtained p = 0.396.Combination therapy showed the highest reduction effect toward pain level of First Phase of Active Labor Pain. However, the CPM therapy showed to achieve effectiveness compared to warm compress and combination therapy.