Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dampak Edukasi Kesehatan Terhadap Kecemasan Penderita dengan Komorbid Hipertensi pada Masa Pendemi COVID-19 Suparta Suparta; Andi Sastria; Fadli Fadli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1578

Abstract

The severity of COVID-19 is influenced by endurance, age, and several comorbid diseases, including hypertension. About 15% of hypertension cases are in COVID-19 cases. The purpose of this study was to determine the level of anxiety of hypertension sufferers before and after health education about the COVID-19 problem. This research was a quantitative research that applies a one group prepost-test design. The sample in this study were 73 hypertensive patients at the Empagae Health Center, Sidrap Regency, which were selected using a purposive sampling technique. Data about anxiety were collected through filling out the Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS) questionnaire, then analyzed by paired sample t-test. The results showed that p-value = 0.000, so it was concluded that there was an effect of health education on the anxiety of patients with comorbid hypertension during the COVID-19 pandemic.Keywords: corona virus; health education; hypertension; anxiety ABSTRAK Tingkat keparahan COVID-19 dipengaruhi oleh daya tahan tubuh, usia, dan beberapa penyakit komorbid, di antaranya adalah hipertensi. Sekitar 15% kasus hipertensi terdapat pada kasus COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan penderita hipertensi sebelum dan setelah edukasi kesehatan tentang masalah COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menerapkan one group prepost-test design. Sampel pada penelitian ini adalah 73 pasien hipertensi di Puskesmas Empagae, Kabupaten Sidrap yang dipilih dengan teknik puposive sampling. Data tentangkecemasan dikumpulkan melalui pengisian kuesioner Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS), selanjutnya dianalisis dengan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value = 0,000, sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap kecemasan penderita dengan komorbid hipertensi pada masa pendemi COVID-19.  Kata kunci: virus corona; edukasi kesehatan; hipertensi; kecemasan
Hubungan Kemampuan Perawatan Diri dengan Kualitas Hidup PasienDiabetes Melitus Tipe II Christachelo Chelo; Fadli Fadli; Hartati Hartati
Mega Buana Journal of Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Mega Buana Journal of Nursing
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/vxt7n514

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan salah satu masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyakit ini ditandai dengan gangguan metabolisme akibat resistensi insulin maupun penurunan produksi insulin, sehingga kadar gula darah sulit terkontrol. Kondisi hiperglikemia kronis dapat menimbulkan komplikasi makrovaskuler maupun mikrovaskuler yang berdampak serius terhadap status kesehatan penderita. Pada tahap lanjut, DM tipe II bukan hanya menyebabkan gangguan fisik, tetapi juga menurunkan kualitas hidup pasien karena keterbatasan aktivitas, beban pengobatan jangka panjang, dan tekanan psikososial.Tujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan perawatan diri dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang berobat di Puskesmas Wara utara. penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan rancangan cross sectiona. Hasil penelitian menunjukkan  adanya hubungan antara pengetahuan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p= 0,002(< 0,05),adanya hubungan keyakinan dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p=0,004(<0,05),adanya hubungan keterampilan dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p=0,004(<0,05),adanya hubungan manajemen stress dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 p=0,002 (<0,05).
Efekivitas Senam Kaki Diabetik Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Di Panti Jompo Kota Pare-Pare Ade Hira Rusli; Elshie Kadonga; Aila Putria Ramadhani R; Eka Fitriyani; Dea Putri Ulandari; Dila Dila; Asri Amiruddin; Hardiansyah Hardiansyah; Fadli Fadli; Andi Sastria Ahmad
Mega Buana Journal of Innovation and Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Mega Buana Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/7p11t244

Abstract

Proses penuaan menimbulkan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif, terutama hipertensi. Berdasarkan data awal di Panti Jompo Kota Parepare, dari 75 lansia terdapat 69 orang yang menderita hipertensi dengan pengobatan yang belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi non-farmakologis yang efektif, sederhana, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini Adalah untuk mengetahui efektivitas senam kaki diabetik dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mappakasunggu Kota Parepare tahun 2025. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi pemeriksaan tanda-tanda vital, pemeriksaan kadar asam urat dan gula darah sewaktu (GDS), serta pelaksanaan senam kaki diabetik secara rutin dan terarah. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada sebagian besar peserta setelah mengikuti senam kaki diabetik. Lansia berusia 60–70 tahun merupakan kelompok terbanyak dengan rentang tekanan darah yang menurun secara signifikan. Selain itu, perempuan memiliki tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebelum intervensi. Kesimpulan: Senam kaki diabetik terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Latihan ini membantu memperlancar sirkulasi darah, memperkuat otot kaki, serta meningkatkan fleksibilitas sendi. Senam kaki diabetik direkomendasikan sebagai program rutin dalam upaya pengendalian hipertensi dan peningkatan kualitas hidup lansia.