Articles
Analisis Determinan Country of Origin terhadap Product Evaluation dan Purchase Intention pada Produk Smartphone Di Indonesia
Mutiara, Mutiara;
Rusfian, Effy Zalfiana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.661 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i8.3744
Fenomena negara asal produk menjadi masalah yang penting saat ini, hal ini mengarah pada era baru persaingan, peluang pertumbuhan dan rantai pasok yang semakin kompleks. Adanya perbedaan persepsi konsumen terhadap merek smartphone yang diproduksi oleh perusahaan di suatu negara merupakan fenomena yang terjadi saat ini. Dimana persaingan produk sejenis sangat ketat dengan mutu dan harga produk yang perbedaannya tidak cukup signifikan sehingga mendorong produsen smartphone untuk memanfaatkan informasi tentang negara asal sebagai diferensiasi dari produknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Country of Manufacturing yang dimediasi oleh Country of Design terhadap Evaluasi Produk dan Minat Beli pada produk smartphone Apple. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang datanya bersumber dari isian kuesioner 171 pengguna smartphone Apple dengan pendekatan Explanative Research. Model analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan PLS. Penelitian ini menemukan bahwa Country of Design Information secara signifikan mampu memediasi Country of Manufacturing Information terhadap Evaluasi Produk dan Minat Beli pada Produk Smartphone Apple.
Analisis Pengaruh Komunikasi E-Wom terhadap Brand Equity dan Purchase Intention pada Luxury Fashion Item E-Commerce Banananina Di Media Sosial Instagram
Pertiwi, Hanako Fatimah;
Rusfian, Effy Zalfiana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (395.602 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i7.3559
Maraknya pertumbuhan e-commerce dan pengguna media sosial di Indonesia telah menggeser penjualan barang fashion dari offline ke online. Perilaku konsumen masyarakat Asia termasuk Indonesia kini meminati barang mewah dengan membeli secara online. Dahulu, strategi pemasaran hanya dititik beratkan pada konten yang dibuat perusahaan saja, namun sekarang komunikasi media sosial pemasaran dapat dibuat melalui e-WOM yang dibentuk baik oleh perusahaan maupun oleh pengguna dengan cara membagikan konten di Instagram untuk menciptakan ekuitas merek dan minat beli konsumen. Banananina merupakan e-commerce asal Indonesia yang memanfaatkan Instagram sebagai media untuk memasarkan produknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi media sosial Instagram, baik dengan konten yang dibuat oleh pengguna Instagram maupun konten Instagram yang dibuat perusahaan Banananina yang membentuk e-WOM terhadap minat beli konsumen pada produk Banananina. Data hasil penelitian diolah dengan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan analisis Partial Least Square (PLS). Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah bahwa user-generated content dan firm-generated content memiliki pengaruh signifikan terhadap e-WOM. E-WOM juga secara signifikan memengaruhi minat beli dan ekuitas merek serta E-WOM yang dimediasi oleh ekuitas merek memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen pada merek Banananina di media sosial Instagram.
Akomodasi Komunikasi Aparatur Sipil Negara Magang di Perusahaan Manufaktur
Irma Rachmawati;
Effy Zalfiana Rusfian
Jurnal Komunikasi Global Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.764 KB)
|
DOI: 10.24815/jkg.v10i2.23102
Magang merupakan salah satu upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mendorong pegawainya mampu mencermati berbagai dinamika kondisi aktual dan melakukan berbagai penyesuaian untuk melakukan langkah-langkah proaktif dalam mendukung industri nasional. Perbedaan budaya pada kedua jenis instansi dapat menjadi hambatan yang menimbulkan ketidakpastian dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akomodasi komunikasi yang dilakukan oleh peserta magang dan hambatan-hambatan yang dialami dalam proses akomodasi komunikasi tersebut. Studi ini menggunakan Communication Accommodation Theory (CAT) yang merujuk pada empat tahapan model Giles dan Anxiety Uncertainty Management (AUM). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif interpretif dengan metode studi kasus, dan teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Penelitian menemukan bahwa peserta magang melakukan akomodasi kovergensi, divergensi, dan sedikit akomodasi berlebihan untuk dapat menyesuaikan komunikasi dengan pegawai PT X. Akomodasi komunikasi bertujuan untuk proses penyesuaian antarbudaya agar terbentuk saling pengertian di antara individu yang terlibat, tercipta perasaan nyaman, menurunkan hambatan komunikasi, dan mereduksi ketidakpastian dalam berinteraksi untuk mencapai komunikasi yang efektif. Internships are one of the efforts of the Ministry of Industry (Kemenperin) to encourage employees to observe various dynamics of actual conditions and make multiple adjustments to take proactive steps to support the national industry. Cultural differences in the two types of institutions can be obstacles that cause uncertainty and anxiety. This study aims to determine the communication accommodation made by interns and the barriers experienced in the communication accommodation process. This study employed Communication Accommodation Theory (CAT) which refers to the four stages of the Giles model and Anxiety Uncertainty Management (AUM). It used is a qualitative interpretive approach with a case study method and data collection techniques with in-depth interviews. The study found that the interns accommodated convergence, divergence, and a little excessive accommodation to adjust their communication style to PT X employees. Communication accommodation aims at the intercultural adjustment process to form a mutual understanding between the individuals involved, create a feeling of comfort, lower communication barriers, and reduce uncertainty in interacting to achieve effective communication.
Comparison of Personnel Reform of the United States and Australia
Shinta Maharani;
Effy Zalfiana Rusfian
Journal of Social Research Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55324/josr.v2i5.996
The role and function of the personnel system in the bureaucracy of a country is a critical, strategic, and decisive success factor. The size and quality of a country's bureaucracy determines whether it is superior or poor. For this reason, bureaucratic ability to change is needed in order to grow thoroughly and consistently, one of which is through research on best practices of personnel reform in other countries. This study aims to conduct benchmarking/comparative analysis of personnel system reform in the United States and Australia, which is based on the development of their respective staffing systems, using qualitative research methods and data collection techniques from literature studies. Position, job classification, and compensation, as well as training and development; to be used as comparison and assessment information. Based on the findings of this comparative study, each reform of the State Civil Apparatus has its own advantages and disadvantages.
Penggunaan Internet of Things pada eFishery untuk keberlanjutan Akuakultur di Indonesia
Febri Wahyuni Sabran;
Effy Zalfiana Rusfian
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1359
AInternet of Things (IoT) merupakan salah satu produk mutakhir teknologi. Namun, implementasi IoT pada eFishery melahirkan hasil yang maksimum, terutama mengubah akuakultur tradisional yang menyisakan dampak berbaya bagi lingkungan dan biaya yang besar menjadi akuakultur berkelanjutan, yang ramah lingkungan sekaligus murah pembiayaan. Penggunaan IoT pada e-Fishery ini dipraktikkan oleh e-commerce eFishery di Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Alasan penggunaan IoT tidak lepas dari fakta bahwa IoT memberikan kemudahaan. Karena itulah, dampak IoT dalam eFishery adalah terciptanya ekosistem akuakultur yang berkelanjutan.
ADVANCEMENTS OF THE BANK OF INDONESIA LIQUIDITY ASSISTANCE (BLBI) TASK FORCE: ACHIEVEMENTS AND CHALLENGES
Bayu Adinegoro;
Effy Zalfiana Rusfian
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol. 25, No. 3, December 2023: Law and Justice in Various Context in Indonesia
Publisher : Universitas Syiah Kuala
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24815/kanun.v25i3.34119
Under the Indonesian Presidential Decree Number 6 of 2021, the government formed a task force to deal with the problem of the state claiming rights over the distribution of Bank Indonesia Liquidity Assistance (“BLBI”) funds received by obligors in 1998. During the Task Force's three-year operational period, collections have only reached about 27% of the outstanding target of IDR 110.45 trillion. This study evaluates the effectiveness of the collecting program's implementation under the applicable laws and regulations. The article indicates that the collection of BLBI receivables, as per the regulations outlined in GR 28/2022, has not been executed efficiently. This can be attributed to various factors, encompassing both the content and the context. The article proposes several viable alternatives, such as upgrading the legal framework for collecting BLBI receivables from being governed by GR to being embedded in law, and extending the BLBI Task Force's working period to achieve the best results for the welfare of the Indonesian people.
Creating Shared Value in Support of Coffee
Nasha Acacia Almira;
Effy Zalfiana Rusfian
Journal of Social Research Vol. 2 No. 11 (2023): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55324/josr.v2i11.1560
This study offers a comprehensive analysis of Nescafe's Corporate Social Responsibility (CSR) strategy within the context of Indonesia. Employing a literature review methodology, the research draws on an extensive range of sources, including prior journal articles and official Nescafe company reports, to unravel the intricacies of Nescafe's CSR approach. The focal point of this examination is the globally recognized multinational coffee producer, Nescafe. The research involved an exhaustive review of eight selected journal articles that delve into Nescafe's CSR initiatives and sustainability reports. The outcomes of this analysis unveil a holistic perspective on Nescafe's sustainability strategy in Indonesia. A central facet of this strategy is dedicated to addressing pressing environmental concerns, chiefly marked by the ambitious objective of reducing greenhouse gas (GHG) emissions by an impressive 35% per metric ton of soluble coffee. This reduction is meticulously monitored through regular assessments encompassing critical factors such as water resources, soil quality, and biodiversity. Notably, the paramount goal of Nescafe's CSR program in Indonesia is to support local coffee farmers, enabling the distribution of Nescafe coffee products throughout the country. In a symbiotic relationship, Nescafe leverages the strengths of local farmers to source raw materials while simultaneously imparting advanced production technologies, ultimately enhancing the quality of the products. The depth of Nescafe's commitment to CSR is manifest through a plethora of documented programs and activities, all thoughtfully disseminated via the company's official website. This study provides a valuable lens through which to understand Nescafe's strategic CSR and sustainability efforts, underscoring the company's role in fostering environmental sustainability, uplifting local communities, and elevating product quality in Indonesia.
Penggunaan Media Digital Dalam Rangka Peningkatan Pengetahuan Kepemiluan Di Wilayah Kota Jakarta Timur
Muharto, Heru;
Effy Zalfiana Rusfian
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 12 No. 1 Juli 2024
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMM.032.05
KPU merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang terdiri dari tiga tingkatan yakni KPU RI pada Tingkat Nasional KPU Provinsi pada tingkat daerah dan KPU Kabupaten/Kota pada tingkat kota masing-masing memiliki tupoksi dan tata kerja yang berstruktur sesuai dengan PKPU nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum , Komisi Pemiliahnn Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. KPU Jakarta Timur pada Tahun 2019 mendapatkan predikat Partisipasi pemilih terbaik dan pelayanan serta partisipasi pemilih akses atau disabilitas dengan menggunakan metodologi kualitatif kepustakaan. KPU Kota Jakarta Timur melakukan maneuver dengan menggunakan media digital dalam rangka melakukan sosialisasi dan publikasi informasi yang memang pada kurun waktu saat ini media digital merupakan media yang efektif dan efisien termasuk tatap muka yang kini menggunakan aplikasi daring atau telekonferensKeyword : Literasi politik, Media Digital, Computer Mediated Communication
Menakar Kualitas Komunikasi CSR Eksplisit Perusahaan Bursa Efek Indonesia
Irchamsyah, Dicky;
Rusfian, Effy Zalfiana
LUGAS Jurnal Komunikasi Vol. 7 No. 1: JUNI 2023
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31334/lugas.v7i1.3112
Salah satu tema penting dalam komunikasi CSR adalah bagaimana perusahaan dapat memperoleh keuntungan maksimal dengan mengkomunikasikan CSR yang mereka selenggarakan secara tepat. Berbagai studi telah menunjukkan kalau bagaimana CSR dapat berdampak positif pada perusahaan ditentukan salah satunya dengan bagaimana aktivitas tersebut dikomunikasikan secara eksplisit pada para pemangku kepentingan. Pengungkapan CSR justru akan berpengaruh negatif pada citra perusahaan jika perusahaan menjabarkan aktivitas CSR secara berlebihan walaupun hanya sedikit menyelenggarakan CSR. Penelitian ini meninjau literatur komunikasi CSR untuk merumuskan sejumlah indikator kualitas komunikasi. Selanjutnya, indikator ini diterapkan untuk menakar kualitas komunikasi CSR eksplisit yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Data diperoleh dari laporan tahunan perusahaan-perusahaan tersebut dan dianalisis menggunakan analisis isi. Sampel terdiri dari 43 perusahaan dari berbagai bidang. Ditemukan bahwa secara umum, perusahaan tua cenderung lebih intensif dalam menyelenggarakan CSR dan lebih antusias dalam mengungkapkannya. Perusahaan sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumen primer paling banyak memvisualisasikan dan merinci CSR walaupun masih cenderung rasional ketimbang emosional. Narasi pada semua jenis perusahaan dan berapapun saham mayoritas cenderung retoris, menandakan bahwa CSR masih dianggap kurang mampu menarik perhatian investor sehingga tidak dikomunikasikan dengan serius dan bahkan dipinggirkan dalam narasi laporan tahunan. Keberadaan laporan keberlanjutan yang diwajibkan untuk disertakan tidak meningkatkan komunikasi CSR karena banyak perusahaan hanya menyelenggarakan sedikit kegiatan CSR.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional Dan Komunikasi Internal Dengan Kinerja Karyawan Generasi Z Pada Tech Company
Lydia Irena;
Effy Zalfiana Rusfian
Jurnal Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/jk.v11i2.5635
The growth of Generation Z that began to enliven the labor market was noted by Badan Pusat Statistik that as of August 2018 the total Generation Z workforce reached 13.5% of the total workforce in Indonesia, which in 2020 is predicted to reach 20%. Generation Z who is now starting to color the job market was born in a time when internet technology was in great development, so they have several characteristics that are different from previous generations. The different characteristics between Generation Z and previous generations creates new challenges for companies in managing organizational communication, consists of internal communication. Company or organization have to face this generation who is very virtual and superficial in building a relationship, for communication between employee has a strong correlation with the success of the organization. Besides internal communication, Generation Z employees need leaders who can connect with them and inspire them to big goals. Therefore, study analyzes the relationship between transformational leadership style and internal communication with the employee performance of Generation Z in Tech Company. This research uses quantitative research methods with multiple linear regression analysis. The results of the study finds a significant relationship between transformational leadership style and internal communication with the employee performance of Generation Z in Tokopedia.Pusat Statistik bahwa pada Agustus 2018 total angkatan kerja Generasi Z mencapai 13,5% dari total angkatan kerja di Indonesia, yang pada 2020 diprediksi mencapai 20%. Generasi Z yang kini mulai mewarnai pasar kerja lahir pada masa ketika teknologi internet sedang berkembang pesat, sehingga mereka memiliki beberapa karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Perbedaan ciri khas antara Generasi Z dan generasi sebelumnya menciptakan tantangan baru bagi perusahaan dalam mengelola komunikasi organisasi, yang terdiri dari komunikasi internal. Perusahaan atau organisasi harus menghadapi generasi ini yang sangat virtual dan superfisial dalam membangun hubungan, karena komunikasi antar karyawan memiliki korelasi yang kuat dengan keberhasilan organisasi. Selain komunikasi internal, karyawan Generasi Z membutuhkan pemimpin yang dapat terhubung dengan mereka dan menginspirasi mereka untuk mencapai tujuan besar. Maka dari itu, penelitian ini menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi internal dengan kinerja karyawan Generasi Z pada Tech Company. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan analisis koefisien korelasi. Hasil penelitian menemukan hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan komunikasi internal dengan kinerja karyawan Generasi Z di Tokopedia.