Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Medica Hospitalia

PENGARUH SUPLEMENTASI KOENZIM Q10 TERHADAP KADAR LAKTAT DEHIDROGENASE PENDERITA LIMFOMA NON-HODGKIN YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP Dr.KARIADI SEMARANG Kusulistyo, Farryanto; Suprihati, Suprihati; Yusmawan, Willy; Antono, Dwi; Budiarti, Rery; Farokah, Farokah; Widodo, Pujo
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 8 No. 2 (2021): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.886 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v8i2.580

Abstract

LATAR BELAKANG : Peningkatan kadar LDH dikenal sebagai penanda tumor yang menggambarkan aktivitas tumor termasuk tumor sel germinal, sarkoma dan LNH. Koenzim Q10 bekerja sebagai kofaktor dalam Siklus Krebs yang berperan dalam mengatasi kondisi kekurangan ATP dalam sel melalui reaksi reduksi dan oksidasi. TUJUAN : Membuktikan pengaruh pemberian koenzim Q10 terhadap kadar LDH penderita LNH yang mendapat kemoterapi di RSUP Dr.Kariadi, Semarang. METODE : Penelitian intervensi dengan desain randomized pre and post test double blind control group design. Subyek yang ditentukan sebanyak 34 orang. Subjek penelitian adalah penderita LNH yang mendapat kemoterapi dengan pemberian terapi selama 21 hari. Kelompok penelitian dibagi menjadi 2, yaitu kelompok perlakuan (penderita LNH yang mendapat kemoterapi, dan koenzim Q10 100mg/hari) sebanyak 17 orang, serta kelompok kontrol (penderita LNH yang mendapat kemoterapi dan plasebo) sebagai sisanya. Analisis data dengan deskriptif dan uji hipotesis HASIL : Terdapat perbedaan signifikan sebelum dan setelah intervensi, dimana terjadi penurunan kadar LDH pada kelompok perlakuan sedangkan pada kelompok kontrul justru terjadi peningkatan kadar LDH. KESIMPULAN : Kadar LDH pada pasien LNH yang diberikan koenzim Q10, lebih baik dibandingkan tanpa pemberian koenzim Q10. Terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada penelitian ini Kata Kunci : Limfoma Non-Hodgkin (LNH); Lactate Dehidrogenase (LDH); Koenzim Q10, prognosis
FAKTOR RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS : FAKTOR RISIKO OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Patria, Dimas Adi; Budiarti, Rery; Ayu Ruspita, Dian; Yunika, Kanti; Tedjo Minuljo, Tania; Farokah, Farokah
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 9 No. 3 (2022): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36408/mhjcm.v9i3.824

Abstract

LATAR BELAKANG : Sleep Disordered Breathing(SDB) memiliki hubungan dua arah dengan sindrom metabolik seperti Diabetes Mellitus (DM) dan hipertensi, komponen sindrom metabolik meningkatkan risiko terjadinya SDB. IMT >30 kg/m2, aktivitas fisik, lingkar leher >40 cm dan hipertensi berisiko tinggi terhadap kejadian SDB. SDB telah terbukti meningkatkan risiko dan keparahan DM, sehingga penanganan SDB dibutuhkan untuk tindakan preventif  DM. TUJUAN : Mengetahui bahwa obesitas, lingkar leher besar, hipertrofi konka inferior, deviasi septum hidung, hipertrofi tonsila palatina, makroglosia, obstruksi saluran nafas atas dan hipertensi merupakan faktor resiko yang mempengaruhi kejadian SDB pada penderita DM. METODE : Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional melibatkan subyek sebanyak 57 penderita DM rawat jalan di Poli Penyakit Dalam RSUP Kariadi Semarang yang memenuhi kriteria inklusi pada bulan Januari 2022 - Maret 2022. Data diperoleh dari rekam medik, kuesioner ESS, pemeriksaan fisik THT dan pemeriksaan Laryngoscopy Flexible. Analisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi multivariat. HASIL : Rerata usia 51.87 tahun, dengan SD 9.094, termuda usia 27 tahun, tertua usia  63 tahun. Laki-laki sebanyak 28(49.1%) dan perempuan 29 (50.9%). Obesitas (p= 0,036), lingkar leher besar(p=0.017), hipertrofi konka inferior(p=0,020), makroglossia(p=0,012), hipertrofi tonsila palatina(p=0,017), hipertensi (p=0,001), dan obstruksi saluran nafas atas(p=0,020) merupakan faktor risiko SDB pada penderita DM. Analisis regresi multivariat didapatkan obesitas (p=0,043 RP=13,387.CI 95%:1,083-165,475)dan hipertropi tonsil palatina(p=0,019 RP=9,703.CI 95%=1,446-65,121) merupakan faktor risiko yang paling dominan. SIMPULAN : Obesitas, lingkar leher besar, hipertrofi konka inferior, makroglossia, hipertrofi tonsila palatina, hipertensi, dan obstruksi saluran nafas atas merupakan faktor resiko SDB pada penderita DM. Obesitas dan hipertropi tonsil palatina merupakan faktor risiko yang paling dominan KATA KUNCI: SDB, DM, faktor risiko, hipertrofi tonsil, makroglosia