Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Efek Pemberian Kulit Buah Coklat Fermentasi Terhadap Pertumbuhan Kambing Kacang Harapin Hafid; N Nuraini; Asma Bio Kimestri
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/jgt.v10i1.737

Abstract

Utilization of fresh cocoa fruit skin and the results of fermentation as green feed a goat was conducted to determine the effect of fermentation of the cocoa fruit skin against weight gain local goats. The study was conducted for 3 months using 8 goats aged 4-5 months who were randomly assigned to two treatment groups. The treatments were 85% field grass added 15% fresh cacao pods (F1) and 85% field grass added 15% fermented cocoa pod husks (F2). Each treatment consisted of four groups as replicates. The results showed that both treatments of giving fresh and fermented cocoa pods had the same effect on palatability and weight gain of goats. Feeding fresh and fermented cacao pods can still be used as a supplementation material for local goats.
Effect of Electrical Stimulation on Physical and Organoleptic Properties of Muscovy Duck Meat Harapin Hafid; A Napirah; SM Sarifu; . Rahman; . Inderawati; . Nuraini; . Hasnudi
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 23, No 4 (2018): DECEMBER 2018
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.04 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v23i4.1914

Abstract

This research was aimed to study the effect of electrical stimulation period on physical and organoleptic properties of Muscovy duck meat. This research used 20 female Muscovy ducks, 1.5-2 years of age. The ducks were divided into 5 groups treatments for 4 replications. The treatments were period of electrical stimulation: 0, 5, 10, 15, and 20 minutes. The result showed that period of electrical stimulation did not affect (P>0.05) cooking loss but significantly affected (P<0.05) the tenderness, color, flavour, aroma, pH, and juiciness of duck meat. The best treatment was 20 minutes stimulation.
BOBOT POTONG, KARKAS, GIBLET DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER YANG TEMULAWAK (Curcumaxanthorrhiza,Roxb) DALAM PAKAN Sri Jumiati; Nuraini Nuraini; Rahim Aka
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 3 (2017): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.299 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i3.3634

Abstract

Penelitian tentang bobot potong, karkas, giblet dan lemak abdominal ayam broiler yang diberi temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dalam pakan menggunakan 80 ekor ayam broiler yang dipelihara selama 5 (lima) minggu menggunakan strain CP 707 dengan pakan komersial BP-11 dan temulawak. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan: P0 (BP-11 tanpa temulawak), P1 (BP-11 + temulawak 1%), P2 (BP-11 + temulawak 2%), P3 (BP-11 + temulawak 3%) dengan 4 ulangan. Variabel yang diteliti adalah bobot potong, persentase karkas, giblet dan lemak abdominal ayam broiler. Hasil penelitian menumjukkan bahwa pemberian tepung temulawak dalam pakan memberikan pengaruh nyata terhadap bobot potong dan persentase lemak abdominal, namun tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap persentase karkas dan persentase giblet. Kata Kunci : Ayam broiler, Temulawak, Bobot potong, Karkas, Giblet dan Lemak abdominal
PENGARUH JENIS FORMULASI RANSUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM TOLAKI UMUR 12-18 MINGGU YANG DIPELIHARA SECARA INTENSIF Sariati Sariati; Nuraini Nuraini; Dian Agustina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.514 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v3i2.2717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi ransum yang sesuai untuk pertumbuhan ayam tolaki umur 12-18 minggu. Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam tolaki yang dibagi ke dalam 12 petak kandang. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan (A1 = BP-11 45%, jagung 45% dan dedak padi 10% atau protein 19%, A2 = BP-11 37%, jagung 53% dan dedak padi 10% atau protein 17%, A3 = BP-11 30%, jagung 60% dan dedak padi 10% atau protein 15%) dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis formulasi ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Dapat disimpulkan bahwa pemberian berbagai jenis formulasi ransum A1 (BP-11 45%, jagung 45% dan dedak padi 10% atau protein 19%), A2 (BP-11 37%, jagung 53% dan dedak padi 10% atau protein 17% ) dan A3 (BP-11 30%, jagung 60% dan dedak padi 10% atau protein 15%) pada ayam tolaki umur 12-18 minggu menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.Kata kunci : Formulasi ransum, Penampilan, Ayam Tolaki.
PENAMPILAN PRODUKSI AYAM KAMPUNG YANG DI BERI JAMU TERNAK MELALUI AIR MINUM Yuliana Yuliana; Nuraini Nuraini; Amiluddin Indi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 2 (2017): JITRO, Mei
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.691 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v4i2.3228

Abstract

 Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu ternakterhadap penampilan produksi ayam kampung.Bahan yang digunakan adalah ayam kampung sebanyak 48 ekor yang dibagi ke dalam 12 petak kandang,terdiri atas 4 perlakuan A0 yaitu Air minum tanpa jamu ternak,A1 yaitu air minum dengan jamu ternak1% perliter air ,A2 yaitu air minum dengan jamu ternak 2% perliter air dan A3 yaitu air minum dengan jamu ternak 3% perliter air dengan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu ternak melalui air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap  konsumsi air minum, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan.Kata kunci : Jamu ternak, Penampilan produksi, Ayam kampung.
Pengembangan Ternak Ayam Kampung Melalui Penerapan Teknologi Inseminasi Buatan dan Pemanfaatan Pakan Lokal di Kota Kendari: Development of Village Chicken Through Application of Artificial Insemination Technology and Utilization of Local Feed in Kendari City Nur Santy Asminaya; Andi Murlina Tasse; Natsir Sandiah; Nuraini Nuraini; Rusli Badaruddin; Amiludin Indi; Astriana Napirah; Hairil Azulyatno Hadini; Wa Laili Salido
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v2i3.238

Abstract

ABSTRACT The supply DOC of super free-range chicken in Southeast Sulawesi until now still comes from outside. This causes the DOC price to be quite high due to the high cost of transportation in the distribution process. In addition, the pandemic period also made the situation more difficult to obtain DOC from outside which had an impact on the lack of supply of super free-range chicken. Therefore, it is necessary to independently procure a source of DOC for free-range chicken. This community service aims to provide a source of information and training in the use of AI technology and the use of feed based on local feed ingredients to the community through the FPT-UHO Village Development Program. This service is carried out in a group of native chicken farmers in Mokoau Village, Kambu sub-district, Kendari City by involving various components such as community leaders, youth and government officials. This activity is carried out by means of online and offline presentations and training. The results obtained in this service are in the form of DOC (according to standards), free-range chickens that have a high body weight, free-range chicken feed based on local feed resources, scientific articles and theses. Based on the results of this activity, it can be concluded that the FPT-UHO village development program is able to improve the ability of farmers to utilize AI technology and feed processing technology based on local feed ingredients. Keywords: DOC; feed; Livestock; Super free-range chicken; Technology ABSTRAK Pasokan DOC ayam kampung super di Sulawesi Tenggara hingga saat ini masih berasal dari luar. Hal ini mengakibatkan harga DOC cukup tinggi karena mahalnya biaya transportasi dalam proses ditribusinya. Selain itu masa pandemi juga menjadikan situasi lebih sulit untuk memperoleh DOC dari luar yang berdampak pada kurangnya pasokan daging ayam kampung super. Oleh karena itu, perlu adanya pengadaan sumber DOC ayam kampung secara mandiri. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sumber informasi dan pelatihan dalam pemanfaatan teknologi IB dan pemanfaatan pakan berbasis bahan pakan lokal kepada masyarakat melalui Program Bina Desa FPT-UHO. Pengabdian ini dilakukan di kelompok peternak ayam kampung di Kelurahan Mokoau, kecamatan Kambu, Kota Kendari dengan melibatkan berbagai komponen seperti tokoh masyarakat, pemuda dan aparat pemerintah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara persentasi dan pelatihan secara daring dan luring. Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini berupa DOC (sesuai dengan standar), ayam kampung yang memiliki bobot badan yang tinggi, pakan ayam kampung berbasis sumber daya pakan lokal, artikel ilmiah dan skripsi. Berdasarkan hasil kegian ini, dapat disimpulkan bahwa program bina desa FPT-UHO mampu meningkatkan kemampuan peternak untuk memanfaatkan teknologi IB dan teknologi pengolahan pakan berbasis bahan pakan lokal. Kata kunci: Ayam kampung super; DOC; Pakan; Teknologi; Ternak
BIMBINGAN TEKNIS BETERNAK KAMBING INTENSIF UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KELOMPOK PETERNAK DI KECAMATAN KONDA Harapin Hafid; Nuraini Nuraini; La Ode Ba’a; La Malesi; Siti Hadrayanti Ananda
JURNAL PengaMAS Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v2i2.1359

Abstract

Usaha peternakan di Sulawesi Tenggara secara umum masih dikelola secara tradisional sehingga belum memberikan hasil yang memuaskan. Kendala-kendala yang dihadapi para kelompok terkait dengan rendahnya rendahnya kuantitas, kualitas dan kuantitas  pakan pertambahan bobot badan yang rendah, kelahiran tunggal dan banyak kejadian penyakit kudis. Solusi dari permasalahan dengan memberikan bimbingan teknis beternak kambing secara intensif berupa pemberian pengetahuan kepada kelompok peternak di kecamatan Konda. Metode yang digunakan berupa metode learning by doing dengan melakukan penyuluhan, bimbingan teknis dan pendampingan. Materi yang diajarkan berupa manajemen perbibitan, pemeliharaan, produksi, manajemen pengembangbiakan dan kawin buatan, sistem perkandangan biosekuriti dan kesehatan ternak, serta pengenalan hijauan makanan ternak unggul, penyusunan konsentrat dan pembuatan kompos Luaran program pengabdian masyarakat ini 1) Masyarakat mendapat pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik tentang cara beternak kambing yang intensif, 2) Berkembangnya konsep usaha agribisnis terpadu antara bidang peternakan dengan pertanian dan perkebuanan. 3) Dengan meningkatnya pemahaman dan pengetahuan peternak maka kesejahteraan kelompok akan peningkatan, 4) Dengan menggalakkan usaha peternakan kambing akan mencegah dampak sosial berupa pengangguran, bahkan menciptakan peluang atau lapangan kerja, 5). Terjadi penguatan kelompok sehingga akan berdampak pada terciptanya kawasan agribisnis peternakan kambing. Hasil yang telah dicapat berdasarkan pada pengamatan indikator yaitu meningkatnya keternampilan dan pengetahuan peternak terkait cara beternak kambing yang intensif dan diharapkan akan memberi kegairahan beternak sehingga dapat meningkatkan produktivitas kelompok peternakan.
Pengaruh Pemberian Tepung Limbah Padat Dari Industri Pengolahan Tempe Terhadap Bobot Potong, Persentase Karkas, dan Lemak Abdominal Ayam Broiler Andarias Julias Wijaya; Nuraini Nuraini; Rahim Aka
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung limbah padat dari industri pengolahan tempe terhadap bobot potong, persentase karkas, giblet, dan persentase lemak abdominal ayam broiler. Sebanyak 64 ekor ayam broiler strain CP 707 digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan masing-masing ulangan terdiri atas 4 ekor ayam broiler. Susunan perlakuan yang di cobakan dalam penelitian ini adalah : P0 = Konsentrat (K):40%+ Jagung (J) 44% + Dedak (D) 16% , Limbah padat tempe (LPT):0%; P1 (K):36%, (J):40%, (D):19%, and (LPT):5%); P2 (K):38%, (J):39%, (D):13%, (LPT):10%); P3 (K):37%, (J) 36%, (D):12%, (LPT):15%). Variable yang diamati adalah bobot potong, persentase karkas, rempela, hati, jantung, dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh dianalisis ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap variable penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa penambahan tepung limbah padat dari industri pengolahan tempepada ransum berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap persentase karkas dan persentase hati, namun tidak berpengaruh (p>0,05) pada bobot potong, persentase rempela, jantung dan persentase lemak abdominal. Penambahan LPT pada ransum ayam broiler yang baik yaitu pada taraf 5%.
Penampilan Produksi Ayam Broiler pada Pemberian Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica Less) pada Level yang Berbeda Melalui Air Minum. Salwati Salwati; Nuraini Nuraini; La Malesi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 2 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i2.16858

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui penampilan produksi ayam broiler pada pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica Less) pada level yang berbeda melalui air minum. Materi yang penelitian ini terdiri atas 80 ekor ayam broiler yang diperoleh di PT Malindo dengan umur yang sama dan daun beluntas yang bisa diperoleh dari pinggiran bakau. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rataan konsumsi pakan yang diberikan ekstrak daun beluntas dalam air minum yaitu P0 = 80,90 g/ekor/hari, P1 = 79,11 g/ekor/ hari, P2 = 82,85 g/ekor/ hari, P3 = 82,22g/ekor/ hari. Hasil rataan konsumsi air minum yaitu P0 = 139,32 ml, P1 = 147,14 ml dan pada P2= 145,95 ml serta P3= 135,82 ml. Rataan pertambahan bobot badan ayam yaitu P0 = (48,02), P1= (43,59), P2= (49,78) dan P3= (45,85) g/ekor/hari. Konversi pakan yaitu P0 = 1,70, P1 = 1,82 (5%) dan pada P2= 1,67 (10%) serta P3= 1,79.(15%). Penelitian dengan penambahan ekstrak daun beluntas 5-15 ml kedalam air minum tidak berpengaruh nyata (p>0,05) pada konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan.
Pengaruh Pemberian Temulawak (Curcuma xanthoriza,roxb) dalam Pakan terhadap Penampilan Produksi Ayam Broiler Sariati Sariati; Nuraini Nuraini; Muh Amrullah Pagala
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 2, No 1 (2020): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v2i1.11171

Abstract

Produktivitas ayam broiler ditentukan oleh kuantitas dan kualitas pakan yang dikonsumsi, termasuk bahan-bahan yang ditambahkan dalam pakan seperti temulawak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temulawak dalam pakan terhadap penampilan produksi ayam broiler. Penelitian menggunakan 80 ekor ayam broiler yang dipelihara selama 5 minggu dengan pakan komersial BP11 dan temulawak. Penelitian  menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yakni P0 (BP11 tanpa temulawak), P1 (BP11 + temulawak 1%), P2 (BP11 + temulawak 2%), P3 (BP11 + temulawak 3%) dengan 4 ulangan. Variabel yang diteliti adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB), dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian temulawak 1-3% pada pakan ayam broiler menunjukkan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, PBB, dan konversi pakan  ayam  broiler