Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Responsive Teachers, Healthy Students: Pelatihan Guru Berbasis Website untuk Mitigasi Perilaku Bullying, Merokok dan Self-Harm Pada Siswa SDN 2 Tomohon Syafriani Syafriani; Tiara Veronika; Hary Dwi Estafianto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23479

Abstract

ABSTRAK Perilaku berisiko kesehatan seperti bullying, merokok, dan self-harm di kalangan siswa sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada prestasi akademik dan perkembangan psikologis anak. Guru-guru di SDN 2 Tomohon memiliki keterbatasan dalam deteksi dini dan keterampilan konseling karena belum tersedianya pedoman teknis yang sistematis. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi guru dalam mitigasi kasus, khususnya keterampilan deteksi dini dan pendampingan perilaku berisiko di sekolah. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan (workshop) dan pendampingan selama dua hari yang melibatkan 35 responden , serta pengembangan instrumen deteksi dini terstandar berbasis website dan buku pedoman teknis mitigasi. Hasilnya, rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 21,1 pada pre-test menjadi 24,6 pada post-test. Sebanyak 89% responden mengalami peningkatan skor , dan Tim Satgas Guru berhasil dibentuk untuk keberlanjutan program. Kesimpulannya, PKM berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam deteksi dini dan konseling perilaku berisiko melalui implementasi modul mitigasi, instrumen deteksi dini digital, dan penguatan sistem manajemen sekolah. Kata Kunci: Bullying, Perilaku Merokok, Self-Harm.  ABSTRACT Health risk behaviors such as bullying, smoking, and self-harm among elementary school students were serious issues that negatively impacted academic achievement and children's psychological development. Teachers at SDN 2 Tomohon had limitations in early detection and counseling skills due to the absence of systematic technical guidance. This PKM activity aimed to strengthen teacher competency in case mitigation, particularly early detection skills and assistance for at-risk behaviors in schools. The proposed solution involved a two-day training (workshop) and assistance involving 35 respondents , and the development of a standardized website-based early detection instrument and a technical mitigation guidance book. As a result, the average knowledge score significantly increased from 21.1 in the pre-test to 24.6 in the post-test. A total of 89% of the respondents showed an increase in score , and a Teacher Task Force was successfully formed for program sustainability. In conclusion, the PKM successfully improved teachers' abilities in early detection and counseling for at-risk behaviors through the implementation of a mitigation module, a digital early detection instrument, and the strengthening of the school management system. Keywords:  Bullying, Smoking, Self-harm.
Psikoedukasi Penerimaan dan Regulasi Emosi: Upaya Peningkatan Psychological Well-Being di LPKA Kelas II Kota Tomohon Arham S; Tiara Veronika Simamora; Hary Dwi Estafianto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23262

Abstract

ABSTRAK Kesehatan mental memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis adalah kemampuan individu dalam mengenali dan mengelola emosi secara tepat. Banyak anak binaan di LPKA mengalami stres, kecemasan, bahkan perilaku agresif akibat ketidakmampuan mengatur emosi, yang pada akhirnya menghambat proses pembinaan. Melalui kegiatan psikoedukasi bertema “Menerima dan Mengelola Emosi: Strategi Menuju Psychological Well-Being”, dilakukan pelatihan pengenalan emosi, teknik regulasi emosi, serta strategi relaksasi dan komunikasi positif. Kegiatan ini dilaksanakan di LPKA Kelas II Tomohon selama empat bulan dengan metode ceramah interaktif, simulasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep emosi, kemampuan regulasi diri, serta rasa percaya diri anak binaan dalam menghadapi situasi emosional. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis peserta dan menjadi acuan bagi pihak LPKA dalam pengembangan program pembinaan berbasis psikologi. Kata Kunci: Psikoedukasi, Regulasi Emosi, Kesejahteraan Psikologis, LPKA Tomohon.  ABSTRACT Mental health plays an important role in supporting the success of the rehabilitation and social reintegration process for children in the Special Child Development Institution (LPKA). One factor influencing psychological well-being is an individual's ability to recognize and manage emotions appropriately. Many children in LPKA experience stress, anxiety, and even aggressive behavior due to an inability to regulate their emotions, which ultimately hinders the development process. Through a psychoeducational activity entitled "Accepting and Managing Emotions: Strategies Towards Psychological Well-Being," training was provided on emotion recognition, emotion regulation techniques, relaxation strategies, and positive communication. This activity was conducted at LPKA Class II Tomohon over four months, using interactive lectures, simulations, and hands-on practice. The results showed a significant increase in the children's understanding of emotional concepts, self-regulation skills, and confidence in dealing with emotional situations. This program positively impacted the psychological well-being of participants and served as a reference for LPKA in developing psychology-based development programs. Keywords: Psychoeducation, Emotion Regulation, Psychological Well-Being, LPKA Tomohon.