Ahmad Zaini, Abdul Malik dan
Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 69 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Akad Mukhabarah pada Perkebunan Bunga di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Annisa Nurul Fauziah; Zaini Abdul Malik; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11453

Abstract

Abstract. Islam emphasizes the importance of muamalah in accordance with the principles of sharia taught. One important aspect of muamalah is cooperation, which can be realized in various systems such as musyarakah, mudharabah, musaqah, muzara'ah, and mukhabarah. In this research, there is a phenomenon of cooperation in Sukajaya village, Lembang subdistrict, the production sharing cooperation system in flower plantations, which is better known as paro plantation, generally uses a cooperation agreement. However, even though this collaboration was carried out verbally, it did not fully meet the requirements for cooperation. The formulation of the research problem is what the concept of mukhabarah is in Islam, what is the practice of paro cooperation in flower plantations in Sukajaya Village, and how to analyze the mukhabarah agreement on the profit sharing system. This research uses a qualitative descriptive method with a normative approach that views religion in terms of its basic and original teachings from God in which there is no human reasoning. Data was collected through interviews and observations. The research results show that the practice carried out by the community in Sukajaya Village is a cooperation system with a mukhabarah agreement. However, in practice, this collaboration is not fully in accordance with the concept taught by Islam, because there are conditions that have not been fulfilled, such as the distribution of results that is not in accordance with the initial agreement and the lack of specific time limits by the parties. Apart from that, the contract was carried out orally without any written evidence. Thus, the cooperation carried out by the community is not fully in accordance with the mukhabarah or fasid agreement. Abstrak. Islam menekankan pentingnya bermuamalah sesuai dengan prinsip-prinsip syari'ah yang diajarkan. Salah satu aspek penting dalam muamalah adalah kerjasama, yang dapat diwujudkan dalam berbagai sistem seperti musyarakah, mudharabah, musaqah, muzara'ah, dan mukhabarah. Dalam penelitian ini terjadi fenomena kerjasama di desa Sukajaya kecamatan Lembang, sistem kerjasama bagi hasil dalam perkebunan bunga, yang lebih dikenal dengan istilah paro perkebun, umumnya menggunakan akad kerjasama. Namun, kerjasama ini meskipun dilakukan secara lisan, belum sepenuhnya memenuhi syarat kerjasama. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana konsep mukhabarah dalam Islam, bagaimana praktek kerjasama paro dalam perkebunan bunga di Desa Sukajaya, serta bagaimana analisis akad mukhabarah terhadap sistem bagi hasil tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan normatif yang memandang agama dari segi ajarannya yang pokok dan asli dari Tuhan yang di dalamnya belum terdapat penalaran pemikiran manusia. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik yang dilakukan masyarakat di Desa Sukajaya adalah sistem kerjasama dengan akad mukhabarah. Namun, dalam praktiknya, kerjasama ini belum sepenuhnya sesuai dengan konsep yang diajarkan oleh Islam, karena terdapat syarat-syarat yang belum terpenuhi seperti pembagian hasil yang tidak sesuai dengan perjanjian awal dan ketidakspesifikasian batas waktu oleh para pihak. Selain itu, akad dilakukan secara lisan tanpa adanya bukti tertulis. Dengan demikian, kerjasama yang dilakukan oleh masyarakat belum sepenuhnya sesuai dengan akad mukhabarah atau fasid.
Tinjauan Hukum Islam terhadap Hadiah yang Bersumber dari Peserta Perlombaan Bola Voli di Desa Margahayu Selatan Kabupaten Bandung Muhammad Rayhan Fadhilah; Zaini Abdul Malik; Encep Abdul Rojak
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11591

Abstract

Abstract. To get rid of the feeling of tiredness and tiredness that people get after working, people need entertainment as a means of refreshing. One of the entertainment that people do as a means of refreshing after work is exercising. Apart from aiming to maintain body health, sport is also often done as a means of competition. Volleyball competitions where there are prizes must be taken into account regarding the status of the prizes, so that there should be no Maisir elements. However, researchers found that the prize money that the competition winners would receive came from the registration fees of the teams participating in the competition. This research aims to find out and understand how volleyball competitions are practiced and understand the Islamic Law review of prizes that come from volleyball competition participants. This type of research is qualitative research using a juridical-normative approach. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Data collection used interview, observation, documentation and literature study methods. Then the data obtained is analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of the research show that according to Islamic law in volleyball competitions there are discrepancies in terms of awarding competition prize money. Because all the registration money from the participating teams was apparently used by the committee for cash prizes, even though the participants paid the registration money and it was not intended to give prizes to the winners of the competition, the participating teams paid the registration money only as one of the conditions for taking part in the volleyball competition. Abstrak. Untuk menghilangkan rasa lelah dan penat yang didapatkan setelah bekerja manusia membutuhkan hiburan sebagai sarana penyegaran, Salah satu hiburan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai sarana penyegaran setelah bekerja adalah berolahraga. Selain bertujuan untuk menjaga kesehatan tubuh, olahraga juga sering dilakukan sebagai sarana kompetisi, Perlombaan bola voli yang terdapat hadiah, harus diperhatikan mengenai status dari hadiah tersebut, jangan sampai terdapat unsur Maisir. Namun, peneliti menemukan bahwa uang hadiah yang akan diterima oleh pemenang perlombaan berasal dari uang pendaftaran tim peserta perlombaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bagaimana praktik perlombaan bola voli dan memahami tinjauan Hukum Islam terhadap hadiah yang bersumber dari peserta perlombaan bola voli. Jenis peneltian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis-normatif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Kemudian data yang di dapat di analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan Tinjauan menurut hukum Islam Perlombaan bola voli ada ketidaksesuaian dari sisi pemberian uang hadiah perlombaan. Karena semua uang pendaftaran tim peserta ternyata digunakan oleh pihak panitia untuk hadiah uang tunai, padahal peserta membayar uang pendaftaran bukan dimaksudkan untuk memberi hadiah kepada pemenang perlombaan, tim peserta membayar uang pendaftaran hanya sebagai salah satu syarat untuk mengikuti perlombaan bola voli.
Analisis Fatwa DSN MUI Nomor 108 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah terhadap Sistem Pelayanan Hotel di Gaia Hotel Syariah Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Muh. Ikbal Bh. Lewa; Zaini Abdul Malik; Ira Siti Rohmah Maulida
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11677

Abstract

Abstract. Facing business competition in the hotel sector, several hotel entrepreneurs have developed service concepts that have unique characteristics with the aim of providing optimal customer (guest) satisfaction. One of the efforts made by hotel business actors is to develop a sharia-based hotel concept. Hotel Gaia Ternate has the desire to transform Hotel Gaia into one of the best Sharia Hotels in Ternate. Regarding this matter, the implementation of services at sharia hotels must of course be in accordance with the values of service ethics in Islam. Based on this background, the research problem is formulated in the form of a question as follows: What are the values of Islamic service ethics in providing accommodation in sharia hotels How are the criteria for organizing hotel facilities at Gaia Syariah Hotel Ternate City implemented And what is the review of the values of Islamic Service Ethics in the implementation of tourist accommodation at the Gaia Hotel Syariah, Ternate City The objectives of this research are 1) To find out the service provisions at sharia hotels according to DSN MUI Fatwa Number: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles. 2) To find out the implementation of the hotel service system at Gaia Syariah Hotel Ternate City. 3) For analysis, understand the DSN MUI Fatwa Number: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles regarding the hotel service system at the Gaia Syariah Hotel, Ternate City. The research method used in this research is to use a descriptive analytical method with a qualitative approach. This method is used to explain and analyze the implementation of accommodation and hotel service implementation at the Gaia Syariah Hotel in terms of Islamic service ethics values. The operation of sharia-based hotels at Gaia Syariah Hotel Ternate City, especially in the general service aspect, is in accordance with sharia service values. the research results show that Gaia Syariah Hotel Ternate City still does not meet some of the absolute criteria contained in the ministerial regulations, both in product, service and management aspects. Thus, this hotel cannot yet be called a sharia hotel business according to DSN MUI Fatwa Number: 108/DSN-MUI/X/2016 concerning Guidelines for Organizing Tourism Based on Sharia Principles and cannot be classified as a hilal-1 or hilal-2 hotel business. Abstrak. Menghadapi persaingan bisnis pada sektor perhotelan, beberapa pengusaha hotel mengembangkan konsep pelayanan yang memiliki ciri khas dengan tujuan memberikan kepuasan pada para pelanggan (tamu) secara optimal. Salah satu upaya yang dilakukan pelaku bisnis perhotelah adalah dengan mengembangkan konsep hotel berbasis syariah. Hotel Gaia Ternate memiliki keinginan untuk mengubah Hotel Gaia menjadi salah satu Hotel Syariah terbaik di Ternate. Terkait hal tersebut, pelaksanaan pelayanan pada hotel syariah tersebut tentu saja harus sesuai dengan nilai-nilai etika pelayanan dalam Islam. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan penelitian dirumuskan ke dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut: 1)Bagaimana nilai-nilai etika pelayanan Islam dalam penyelenggaraan akomodasi pada hotel syariah 2)Bagaimana penerapan kriteria penyelenggaraan fasilitas hotel di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate Dan 3)bagaimana tinjauan nilai-nilai Etika Pelayanan Islam terhadap penyelenggaraan akomodasi wisata di Gaia Hotel Syariah Kota Ternate Adapun tujuan penelitian ini 1)Untuk mengetahui ketentuan pelayanan pada hotel syariah menurut Fatwa DSN MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah. 2)Untuk mengetahui penerapan sistem pelayanan hotel di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate. 3)Untuk mengetahui analisis Fatwa DSN MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah terhadap sistem pelayanan hotel di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif, metode ini digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis implementasi penyelenggaraan akomodasi dan pelaksanaan pelayanan hotel di Hotel Gaia Syariah yang ditinjau dari nilai-nilai etika pelayanan dalam Islam. Penyelenggaraan hotel berbasis syariah di Gaia Syariah Hotel Kota Ternate khususnya dalam aspek pelayanan secara umum telah sesuai dengan nilai-nilai pelayanan syariah. Hasil penelitian menujukkan bahwa Gaia Syariah Hotel Kota Ternate masih belum memenuhi sebagian kriteria mutlak yang terdapat dalam peraturan menteri tersebut, baik dalam aspek produk, pelayanan, maupun pengelolaan. Sehingga, hotel ini belum dapat disebut sebagai usaha hotel syariah menurut Fatwa DSN MUI Nomor: 108/DSN-MUI/X/2016 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Berdasarkan Prinsip Syariah dan belum bisa digolongkan menjadi golongan usaha hotel hilal-1 maupun hilal-2.
Analisis Akad Ijarah pada Praktik Usaha Jahit Home Industri di Kecamatan Coblong Kota Bandung Nuri Rufaidah Al Anshariyah; Zaini Abdul Malik; Maman Surahman
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.11759

Abstract

Abstract. According to the concept of muamalah fiqh, the act of renting or paying wages is called an ijarah contract. A practical example of an ijarah contract is in the sewing business. This research relates to ijarah contracts in sewing business practices that occur in Coblong District, Bandung City. There is a phenomenon in sewing business practices, that during the course of running the business, several times it has happened that sewing orders that have been completed have not been taken by sewing customers. The sewing customer has handed over the fabric/clothing to the tailor, but after the sewing is finished the customer has not returned to collect the sewing results. The research method used is a qualitative method. Types of research data with types of field data. Research data sources use primary data and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews, literature study, and documentation. The results of this research are that there is a discrepancy in the ujrah, namely wages that have not been paid by the musta'jir, this causes injustice for the tailors. According to Hanafiyah Ulama, this contract is said to be valid but is a fasid contract. Abstrak. Menurut konsep fikih muamalah, perbuatan sewa-menyewa atau upah-mengupah dinamakan dengan akad ijarah. Contoh praktik dari akad ijarah yaitu dalam usaha jahit. Penelitian ini berkaitan dengan akad ijarah pada praktik usaha jahit yang terjadi di Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Ada sebuah fenomena pada praktik usaha jahit, bahwa selama menjalankan usaha nya, beberapa kali terjadi dimana pesanan jahit yang sudah selesai tidak kunjung diambil oleh pelanggan jahit. Pelanggan jahit sudah menyerahkan kain/pakaian pada penjahit, tetapi setelah jahitan selesai pelanggan tersebut belum kembali untuk mengambil hasil jahitannya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Jenis data penelitian dengan jenis data lapangan. Sumber data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat ketidaksesuaian dalam ujrah yaitu upah yang belum juga dibayar oleh musta’jir, hal ini menyebabkan ketidakadilan bagi pihak penjahit. Menurut Ulama Hanafiyah, akad ini dikatakan sah tetapi termasuk akad fasid.
Analisis Prinsip Muamalah terhadap Transaksi Online dalam Layanan Gofood di PT Gojek Indonesia Cabang Kota Bandung Yolanda Fadilah Rafika; Zaini Abdul Malik; Muhammad Yunus
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i1.12308

Abstract

Abstract. In the current era of globalization, the role of technology has become very important because it helps and makes it easier for humans to carry out various life activities. Many businesses use online processes, including in the culinary sector. Gojek is an application that provides online food delivery services called Gofood. The problem with this application is the use of Gofood service features by irresponsible parties by placing orders or fictitious orders. In this problem, researchers want to analyze according to the muamalah principle of online transactions between consumers, drivers and companies. The research method used is qualitative research. This research reveals the principles of muamalah in online transactions via Gofood services at PT Gojek by involving direct observation, interviews, documentation and literature study. The research results show that although online transactions make customer access easier, the principle of muamalah remains the main basis. It was found that Gojek has paid attention to aspects of benefit, justice and balance, although certain challenges still need to be overcome, such as the case of this fictitious order, because one party received unfair treatment which caused time and financial losses.Abstrak. Pada era globalisasi yang berkembang saat ini, peran teknologi menjadi sangat penting karena membantu dan mempermudah manusia dalam melakukan berbagai aktivitas kehidupan. Banyak usaha yang menggunakan proses secara online termasuk dalam bidang kuliner. Gojek merupakan salah satu aplikasi penyedia layanan jasa pesan antar makanan secara online yang disebut Gofood. Permasalahan dari aplikasi ini yaitu penggunaan fitur layanan gofood oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan order tau pesanan fiktif. Pada permasalahan ini peneliti ingin menganalisis menurut prinsip muamalah pada transaksi online antara konsumen, driver, dan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif . penelitian ini mengungkapkan bagaiman prinsip-prinsip muamalah pada transaksi online melalui layanan gofood di PT Gojek dengan melibatkan pengamatan langsung, wawancara, dokumentasi dan studi literature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun transaksi online memudahkan akses pelanggan, tetapi prinsip muamalah tetap menjadi landasan utama. Di temukan bahwa Gojek telah memperhatikan aspek kemaslahatan, keadilan dan keseimbangan, meskipun tantangan tertentu masih perlu diatasi seperti kasus order fiktif ini, dikarenakan salah satu pihak mendapatkan perlakuan tidak adil yang menyebabkan kerugian secara waktu dan finansial.
Pemberdayaan Manajemen Dewan Kemakmuran Masjid di Kelurahan Tamansari Dalam Masa Pandemi Putra, Panji Adam Agus; Malik, Zaini Abdul; Permana, Iwan; Wijayanti, Intan Manggala; Dzulhijjah, Liza
Journal of Community Research and Service Vol 7, No 1: January 2023
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v7i1.43065

Abstract

Sejak permulaan diberlakukannya karantina wilayah bahkan nasional, masjid-masjid nampak sepi dari jama’ahnya. Munculnya fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid-19 menjawab pertanyaan masyarakat seputar penyelenggaraan aktivitas beribadah di masjid untuk kemudian berpindah ke rumah masing-masing. Dalam kondisi seperti saat ini, dewan kemakmuran masjid (DKM) diharuskan untuk memikirkan gagasan inovatif konstruktif dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada di masjid. Program pendampingan DKM yang berada di kelurahan Tamansari dijadikan objek pendampingan Tim PKM dari Fakultas Syariah Unisba. Target luaran dari kegiatan ini agar para DKM semakin kuat dan kokoh dalam manajemen masjid dalam masa pandemi, diantaranya dengan beberapa kegiatan seperti pemberdayaan dan pendampingan DKM dalam manajemen pengelolaan imam dan khatib, serta keuangan masjid. Pendampingan dilakukan hingga akhir masa pelaksanaan program PKM dan setelah program PKM ini berakhir.
Negara Sebagai Mediator Tumbuh Kembangnya Ekonomi Berbasis Syariah: Perspektif Filsafat Rakhmawan Suherli, Ian; Nurrohman, Nurrohman; Abdul Malik, Zaini; Mutaqin, Kikin
Eco-Iqtishodi : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Eco-Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecoiqtishodi.v5i2.4112

Abstract

Islamic economics is an economic system that is a minority used in the world compared to other economic systems. Islam is a comprehensive religion and governs all aspects of life including economics. Islamic economics aims to create economic schemes that refer to Islamic principles, such as social justice, balance, avoiding usury, and sustainable growth. The economic sources of sharia come from the Quran, as Sunnah or al Hadith, the history of Islamic society, and empirical data. The state has an important role in supporting and regulating Islamic economic practices through appropriate regulations and policies. The state and the Islamic economy have the same interest in creating social justice, economic stability, and public welfare. The relationship between religion and state also affects the development of a country's sharia economy. In Indonesia, the government has supported the implementation of the sharia economy through various regulations and policies such as the Sharia Banking Law. With the right support from the state, the Islamic economy is expected to develop faster and provide benefits to the community.
Efektivitas Penyaluran Zakat Produktif Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik Septian Nugraha; Zaini Abdul Malik; Neng Dewi Himayasari
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 4, No. 1, Juli 2024 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v4i1.3666

Abstract

Abstract. One of the real problems faced by the Indonesian nation is the inequality of income distribution, poverty and the level of welfare of its people. Zakat is a concept offered by religion to alleviate or overcome poverty through existing programs, such as productive zakat, and empowerment. This study aims to find out how the economic empowerment program of Lazismu West Java in improving mustahik welfare to find out how the effectiveness of productive zakat distribution through the Lazismu West Java economic empowerment program in improving mustahik welfare This research uses quantitative methods with a descriptive approach. Data sources from primary data and secondary data, Data collection techniques with field research, documentation, literature studies and questionnaires. The analysis method uses quantitative descriptive analysis, validity test, reliability test, Normality test, simple linear regression test, and hypothesis test.The result of this study is the economic empowerment program in improving mustahik welfare with several fields, education, economy, social humanity and health, with several programs in it that support the sustainability of the program, the result of the analysis is the distribution of productive zakat through empowerment programs running effectively towards improving mustahik welfare. Abstrak. Salah satu permasalahan nyata yang dihadapi bangsa Indonesia adalah ketimpaan distribusi pendapatan, kemiskinan serta tingkat kesejahteraan masyarakatnya.Zakat merupakan sebuah konsep yang ditawarkan oleh agama untuk mengantaskan atau mengatasi kemiskinan melalui program program yang ada, seperti zakat produktif, dan pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana program pemberdayaan ekonomi Lazismu Jawa Barat dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik dan untuk mengetahui bagaimana efektivitas penyaluran zakat produktif melalui program pemberdayaan ekonomi Lazismu Jawa Barat dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data dari data primer dan data sekunder, Teknik oengumpulan data dengan penelitian lapangan, dokumentasi, studi kepustakaan dan kuisioner. Adapun metode analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas uji regresi linier sederhana, dan uji hipotesis.Hasil dari penelitian ini yaitu program pemberdayaan ekoonomi dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan beberapa bidang, pendidikan, ekonomi, sosial kemanusiaan dan kesehatan, dengan beberapa program didalamya yang mendukung keberlangsungan program tersebut , hasil analisis nya adalah penyaluran zakat produktif melalui program pemberdayaan berjalan efektif terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik.
Pengaruh Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah terhadap Profitabilitas Bank BJB Syariah Periode 2018-2022 Muhammad Mufti Syahrizal; Zaini Abdul Malik
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 3, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v3i1.3716

Abstract

Abstrak. Kenaikan Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah pada Bank BJB Syariah selama periode 2018-2022 ini tidak diikuti dengan kenaikan Return On Asset, hal ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Muhammad. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan mudharabah dan musyarakah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank BJB Syariah Periode 2018-2022 secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan pendekatan verifikatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan. Teknik sampling yang digunakan yaitu nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah berpengaruh positif terhadap Return On Asset (ROA) dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 39,1% dan sisanya sebesar 60,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di uji dalam penelitian. Secara parsial menunjukkan bahwa Pembiayaan Mudharabah berpengaruh positif dan signifikan (0,005 < 0,05) kemudian pada Pembiayaan Musyarakah berpengaruh positif dan signifikan (0,013 < 0,05) terhadap Return On Asset (ROA). Abstract. The increase in Mudharabah and Musyarakah Financing at Bank BJB Syariah during the 2018-2022 period was not followed by an increase in Return On Assets, this is not in accordance with the theory put forward by Muhammad. The aim of this research is to find out the influence of mudharabah and musyarakah financing on Return On Asset (ROA) at Bank BJB Syariah for the 2018-2022 period simultaneously or partially. The research method used in this research is quantitative with a verification approach and the type of research used is field research. The sampling technique used is nonprobability sampling with purposive sampling technique. The statistical analysis used in this research is multiple regression analysis. The research results show that Mudharabah and Musyarakah financing simultaneously have a positive effect on Return On Assets (ROA) with a coefficient of determination (R Square) of 39.1% and the remaining 60.9% is influenced by other variables not tested in the research. Partially, it shows that Mudharabah Financing has a positive and significant effect (0.005 < 0.05) then Musyarakah Financing has a positive and significant effect (0.013 < 0.05) on Return On Assets (ROA).
Implementasi Fatwa DSN-MUI No.04/DSN-MUI/IV/2000 tentang Murabahah Bil Wakalah pada Produk Pembiayaan "Tepat Pembiayaan Syari’ah-Kelompok” di BTPN Syariah MMS Soreang Robbyatul Adawiyah Shouma; Zaini Abdul Malik; Neng Dewi Himayasari
Bandung Conference Series: Sharia Economic Law Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Sharia Economic Law
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcssel.v4i2.13277

Abstract

Abstract. This study examines the implementation of the DSN-MUI Fatwa No.04/DSN-MUI/IV/2000 concerning the murabahha bil wakalah contract on the financing product "Tepat Financing Sharia-Group" at Bank BTPN Syari'ah MMS Soreang. This study aims to analyze how the implementation of the fatwa is applied in the practice of sharia financing at Bank BTPN Syari'ah MMS Soreang, as well as to evaluate compliance with sharia principles in the implementation of the product. This study uses a normative juridical approach method and is corroborated by data collection through interviews, observations, and literature studies. The results of this study show that the implementation of the murabahah bil wakalah contract in the Tepat Financing Sharia-Group financing product becomes a unity with the Financing Application and Account Opening Application form (AP3R) and what is the onjek of the contract is only in the form of money and not goods without any further supervision after the contract on the customer's business. Which in the contract process carried out is not fully in accordance with the provisions of murabahah in Fatwa DSN-MUI No.04/DSN-MUI/IV/2000 concerning murabahah, especially in point-9. Where the bank conducts a contract without ownership of the goods and there is no further supervision if the bank delegates the purchase of goods to the customer to buy the goods themselves to a third party. A murabahah contract is said to be valid if it has fulfilled the pillars and conditions, and if it does not meet one of them, then the contract can be at risk. Abstrak. Penelitian ini mengkaji implementasi dari Fatwa DSN-MUI No.04/DSN-MUI/IV/2000 tentang akad murabahha bil wakalah pada produk pembiayaan “Tepat Pembiayaan Syari’ah-Kelompok” di Bank BTPN Syari’ah MMS Soreang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi fatwa tersebut diterapkan dalam praktik pembiayaan syari’ah di Bank BTPN Syari’ah MMS Soreang, serta untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syari’ah dalam pelaksanaan produk tersebut. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dan dikuatkan dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan akad murabahah bil wakalah pada produk pembiayaan Tepat Pembiayaan Syari’ah-Kelompok ini menjadi kesatuan dengan formulir Aplikasi Permohonan Pembiayaan dan Pembukaan Rekening (AP3R) dan yang menjadi onjek akad hanyalah berupa uang dan bukan barang dengan tanpa adanya pengawasan lanjutan setelah akad pada usaha nasabah. Yang dimana pada proses akad yang dilakukan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan murabahah pada Fatwa DSN-MUI No.04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah terkhusus pada poin-9. Dimana bank melakukan akad tanpa adanya kepemilikan barang dan tidak ada pengawasan lanjutan jika bank mewakilkan pembelian barang kepada nasabah untuk membeli barang sendiri pada pihak ketiga. Akad murabahah dikatakan sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat, dan apabila tidak memenuhi salah satunya, maka akad tersebut dapat beresiko rusak atau batal.
Co-Authors 10010320024, Maisa Ulfa 10010321047, Lala Kartika Aam Siti Maryam Ahmad Ghazi Zhafiirin Ahmad Ghazi Zhafirin Aisyah Shohwatul Islam Aisyah Shohwatul Islam Akhmad Yusup Alfina Prima Rizki Annisa Iskandar Annisa Nurul Fauziah Argia Pratama Aulia Safira Maulida Azka Dara Syahrani Azkia Qurani Azmi Filhaq Delia Anggraeni Encep Abdul Rojak Esti Apriliani Permata Sari Eva Misfah Bayuni Fatma Dwi Aini Febby Andriani Saputri Rahman Fitri Yuniawati Fuad Malik Al Faqih Haikal Alif Sya'bani Hanifah Dhamier Nurahman Hernawati Hernawati Ibnu Muhammad Zibran Ifa Hanifia Senjiati Ilham Nur Rohman Imam Mugi Intan Manggala Wijayanti Ira Siti Rohmah Maulida Irma Yulita Silviany Irma Yunita Silviany Isfi Rizka Pitsyahara Iwan Permana Kikin Mutakin Laola Urwatun Nisa Liza Dzulhijjah Liza Muthmainah Khoeriyah Lusi Kholisiah Maman Surahman Maman Surahman Mely Kurniawati Mohamad Andri Ibrahim Muh. Ikbal Bh. Lewa Muhamad Ilham Safari Muhammad Danu Attaraya Muhammad Gandhi Darmawan Muhammad Mufti Syahrizal Muhammad Rayhan Fadhilah Muhammad Rifqy Prabowo Muhammad Yunus Najiyyatul Murtadlo Naufal Aqil Anshari Naziel Bawarik Haslah Neng Dewi Himayasari Nuni Shilami Nur Halimah Nuri Rufaidah Al Anshariyah Nurrohman Nurrohman Panji Adam Agus Putra Permana, Iwan Popon Srisusilawati Rakhmawan Suherli, Ian Redi Hadiyanto Reynald Hafizd Risma Mustika Fajaria Robbyatul Adawiyah Shouma sabila azzahra Salsabila Rafidah Sandy Rizki Febriadi Sanusi Septian Nugraha Serly Marselina Shafa Luthfiah Nurlaeli Shakila Carisya Tsania Siti Albab Mardiyah Huwaida Sofura Alfia Dayana Sofura Alfia Dayana Sri Apriliyani Tia Fathiyah Tri Ambarwati Vikrama Waldani Vina Fazri Aryani Yayat Rahmat Hidayat Yolanda Fadilah Rafika Zia Firdaus Nuzula