Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Compliance with Antihypertension Medication In the Community Of Rambutan District South Sumatera Fitriani, Nyayu; Mayasari, Ni Made Elva; Rosita, Yanti; Indriyani, Indriyani; Handayani, Susi; Erlyn, Putri
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.7973

Abstract

Adherence to treatment is very important for hypertensive patients to control and prevent complications. This study aims to describe the level of adherence to antihypertensive drugs in hypertensive patients in Sungai Pinang Village, Rambutan District, Banyuasin Regency, South Sumatra, Indonesia. This research is a quantitative research with a descriptive type of research with a cross sectional research design. The sample size was 80 respondents with inclusion criteria aged ?40 years, using antihypertensive medication for at least two months before the study. Data was obtained using interviews using the Indonesian version of the Medication Adherence Report Scale Questionnaire and has been validated. The research results showed that 80 patients with hypertension had a prevalence of adherence to treatment of 8.75%. Most of the patients who adhere to treatment are aged 70-72 years, female, not working, college education level, long suffering from hypertension ?5 years, comorbidities with heart disease, no health insurance, no family support, number of medications ?1 type antihypertensive drugs. In conclusion, the level of compliance with taking antihypertensive medication in the Rambutan District Community of South Sumatra is not good. 
Aktivitas Antihiperglikemik Ekstrak Daun Mint (Mentha spp.) pada Mencit yang Diinduksi Diabetes Melitus Setiawan, Rifqi Bagus; Erlyn, Putri; Oktariza, Rury Tiara; Fitriani, Nyayu
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 6, No 1 (2025): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v6i1.10538

Abstract

Daun Mentha spp. merupakan jenis tanaman herbal yang memiliki potensi sebagai antidiabetik karena memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder, seperti flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun Mentha spp. terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit model DM. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pre-post control group design. Hewan uji yang digunakan dibagi dalam 5 kelompok, yaitu kelompok yang diberikan glibenklamid 0,013 mg/KgBB mencit (kontrol positif), aquadest (kontrol negatif), ekstrak daun Mentha spp. 14 mg/20 g mencit, ekstrak daun Mentha spp. 28 mg/20 g mencit, ekstrak daun Mentha spp. 42 mg/20g mencit. Analisis data menggunakan uji T-berpasangan dan Post Hoc. Hasil uji T-berpasangan menunjukkan pada kelompok glibenklamid dan ketiga ekstrak terjadi penurunan bermakna sedangkan pada aquadest terjadi peningkatan bermakna kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah perlakuan (p<0,05) dan hasil uji Post Hoc didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara ketiga ekstrak daun Mentha spp. dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa (p>0,05). Sehingga ketiga ekstrak daun ini efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa pada mencit diabetes.
Pengaruh Daun Salam terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Mencit Mus musculus dengan Hiperurisemia Hartanti, Miranti Dwi; Febriani, Ratika; Fitriani, Nyayu; Tanzila, Raden Ayu; Khairani, Lilis; Arthamevia, Mitha
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat darah akibat ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi asam urat. Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi menghambat enzim xanthine oxidase, sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Mengetahui efektivitas ekstrak daun salam dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit jantan (Mus musculus) model hiperurisemia. Penelitian eksperimental dengan desain pre- and post-test control group. Sebanyak 30 mencit jantan galur Swiss Webster diinduksi hiperurisemia menggunakan kalium oksonat (250 mg/kgBB) dan homogenat hepatik ayam, kemudian dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (aquadest), kontrol positif (allopurinol 100 mg/kgBB), serta tiga kelompok perlakuan ekstrak daun salam (200, 300, dan 400 mg/kgBB). Kadar asam urat diukur pada hari ke-0, ke-7, ke-9, ke-12, dan ke-15. Analisis data menggunakan Pair T-Test, One Way ANOVA, dan uji Post Hoc. Terdapat penurunan kadar asam urat yang bermakna (p<0,05) pada kelompok allopurinol dan ekstrak daun salam (semua dosis), sedangkan kelompok kontrol negatif tidak menunjukkan perbedaan bermakna (p>0,05). Dosis 400 mg/kgBB memberikan penurunan terbesar (5,2 mg/dl). Uji Post Hoc menunjukkan perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok perlakuan (p<0,05), tetapi tidak ada perbedaan bermakna antara allopurinol dengan ekstrak daun salam dosis 200 dan 300 mg/kgBB (p>0,05). Ekstrak daun salam efektif menurunkan kadar asam urat pada mencit hiperurisemia, dengan dosis 400 mg/kgBB menunjukkan efek optimal.