Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Kinetika Reaksi Pembentukan Kalium Fosfat dari K2O Berbahan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Asam Fosfat Kamil, Ihsan; Mohammad Falahul Habibaini Nuruddin; Caecilia Pujiastuti; Srie Muljani; Sani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah jenis limbah padat yang didapatkan dari industri kelapa sawit dan masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali karena mengandung kalium dalam bentuk K₂O. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kinetika reaksi pada proses pembentukan kalium fosfat dari K₂O berbahan abu TKKS dan asam fosfat. Tahap awal penelitian dilakukan dengan membakaran TKKS menjadi abu, kemudian dilakukan ekstraksi dengan aquadest. Larutan ekstrak abu kemudian direaksikan dengan asam fosfat pada labu leher tiga dengan variasi temperatur 60, 70, 80, 90, 100 °C serta waktu reaksi 30, 40, 50, 60, 70 menit dengan pengadukan 200 rpm. Produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan uji spektrofotometri untuk mengetahui kandungan kalium. Hasil penelitian didapatkan konversi kalium tertinggi diperoleh pada temperatur 100 °C dan waktu reaksi 70 menit dengan nilai konversi sebesar 0,8788. Berdasarkan analisis kinetika reaksi, pembentukan kalium fosfat sesuai dengan orde satu dan konstanta laju reaksi terbesar sebesar 0,0165 menit⁻¹ saat temperatur 100 °C. Perhitungan menggunakan persamaan Arrhenius menghasilkan energi aktivasi yaitu 442,421 J/mol dan faktor frekuensi tumbukan sebesar 0,0289.
Sintesis Zeolit dari Abu Bagasse Sebagai Material Penukar Ion untuk Reduksi Kesadahan Air Alfina Nurmayanti; Tara Nova Rinda Putri; Sani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sintesis zeolit dari abu bagasse telah menarik perhatian yang signifikan dikarenakan memiliki kandungan silika yang tinggi, sehingga memungkinkan terbentuknya struktur aluminosilikat berpori dengan kapasitas pertukaran ion yang sangat baik. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis zeolit dari abu bagasse serta mengkaji kemampuannya sebagai material penukar ion dalam menurunkan kesadahan air sumur. Proses sintesis dilakukan melalui tahap pembuatan natrium silikat, natrium aluminat, dan dilanjutkan dengan sintesis zeolit menggunakan metode hidrotermal. Karakterisasi material dilakukan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil XRF menunjukkan bahwa abu bagasse memiliki kandungan utama CaO sebesar 58,72% dan SiO₂ sebesar 23,94%. Analisis XRD mengindikasikan terbentuknya fase kristalin zeolit, meskipun masih terdapat fase minor pengotor. Hasil SEM menunjukkan morfologi partikel yang tidak beraturan dan berpori. Uji aplikasi menunjukkan bahwa zeolit mampu menurunkan konsentrasi Ca dari 609,25 mg/L menjadi 5,36 mg/L dan Mg dari 20,94 mg/L menjadi 3,64 mg/L. Hasil ini menunjukkan bahwa zeolit dari abu bagasse berpotensi sebagai material alternatif yang efektif dalam pengolahan air sadah.
Sintesis dan Karakterisasi Mikrokristal Selulosa dari Eceng Gondok dengan Hidrolisis Asam Sulfat Febriyani, Tri Surya; Azza Nabila Rahmadhani; Suprihatin; Sani
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng Gondok memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk Mikrokristal Selulosa (MCC) karena kandungan selulosa pada tanaman ini mencapai 60,29%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memproduksi MCC yang memenuhi standar Handbook of Pharmaceutical Excipients melalui tahapan isolasi α-selulosa dan hidrolisis dengan asam sulfat 1,5 M pada suhu 80°C. Proses isolasi menghasilkan kandungan α-selulosa sebesar 43,61%, sedangkan kondisi hidrolisis terbaik dicapai pada volume pelarut 100 mL selama 40 menit. Produk MCC yang dihasilkan berupa bubuk berwarna krem muda, tidak larut dalam air, dengan kadar air 0,24%, densitas 0,8245 g/cm³, dan pH 7,31. Analisis morfologi melalui SEM menunjukkan bentuk batang dan pipih memanjang dengan aglomerasi di beberapa area. Hasil XRD mengonfirmasi pembentukan kristal selulosa II dengan puncak karakteristik pada 11,83°, 12,26°, 20,04°, 21,76°, dan 34,53°. Berdasarkan analisis kuantitatif, derajat kristalinitas sebesar 68,0870%, derajat amorf sebesar 31,9130%, dan ukuran kristal rata-rata sebesar 7,22 nm, menunjukkan struktur produk yang stabil. 
PESTICIDE HAZARDS AND SAFE APPLICATION TECHNIQUES FOR FARMERS AND THE ENVIRONMENT IN SUSTAINABLE AGRICULTURE Joshua Theo Anugerah Siahaan; Felisa Rizky Amalia; Muhammad Ashfal Ashfiya; Darren Shevandra Syamsir; Amalia Azzahroh; Muhammad Bagas Ikmal Rifki; Sani
Journal of Sustainable Environment and Society Vol. 1 No. 1 (2025): JSES
Publisher : Magister Ilmu Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, UPN Veteran Jawa Timur.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jses.v1i1.6

Abstract

The unsafe and improper use of pesticides among farmers can pose various health and environmental risks. In order to increase farmers’ awareness and understanding of the dangers as well as the safe use of pesticides, a community service program was carried out in Giripurno Village, Bumiaji District, Batu City. This program included socialization and training involving 17 local farmers. The activities covered the delivery of materials on types of pesticides, their negative impacts, and correct and safe application techniques. An evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure the improvement in participants’ knowledge. The results showed a significant increase in farmers’ understanding of pesticide hazards and their safe usage. This program is expected to help farmers adopt safer and more sustainable agricultural practices, while also protecting their health and the surrounding environment.